
PH - Pernikahan rahasia
Setelah merasa cukup, Kevin lanjut naik ke lantai 2
dan masuk ke kamarnya.
*****
Keesokan harinya, Delina sedang membawa kopi dan
cemilan untuk Kevin ke dalam kamarnya. Ia masuk ke kamar mandi, dan membiarkan
pintu kamar Kevin terbuka. Agnes mengambil kesempatan itu dan memasukkan obat
yang diberikan Giselle ke kopi Kevin.
Agnes segera keluar dari kamar Kevin, masuk ke
kamarnya sendiri. Ia tidak melihat kalau Kevin sudah sampai di ujung tangga dan
melihatnya keluar dari kamar Kevin. Kevin tersenyum tipis, ia segera masuk ke
dalam kamarnya dan mengunci pintu.
Kevin membuka semua pakaiannya dan melilitkan
handuk ke pinggangnya. Ia duduk di sofa, berpura-pura sedang makan cemilan dan
minum kopi.
“Delina! Dimana kamu!”teriak Kevin.
“Ya, tuan muda. Saya di kamar mandi.”kata Delina
sambil keluar dari kamar mandi.
“Kemari. Kopimu rasanya aneh. Coba cicipi.”
Delina tanpa curiga meminum kopi yang mulai hangat
itu. Ia tidak menemukan keanehan pada rasanya tapi Kevin bilang kopi itu terasa
asam. Sampai kopi habis, Delina tidak merasakan seperti yang Kevin bilang
padanya.
“Sudah, aku gak mau kopi lagi. Aku mandi dulu. Kamu
tunggu disini.”
“Baik, tuan muda.”kata Delina patuh.
Setelah Kevin menyelesaikan urusannya di kamar
mandi, ia keluar dan mendapati Delina duduk bengong di sofa. Kevin mendekati
Delina, ia menyuruh Delina mencium pipinya. Mata Kevin membulat ketika Delina
bergerak mendekatinya dan mencium pipi Kevin.
Pikiran kotor Kevin langsung berputar, bagaimana
kalau dia menyuruh Delina melayaninya diatas ranjang sekarang. Kevin
menggeleng, tindakannya itu hanya akan menghancurkan Delina dan balik
membencinya nanti. Kevin tidak mau kehilangan Delina hanya gara-gara nafsu
sesaatnya.
Tapi ia bisa melakukan sesuatu dulu sebentar. Kevin
menyuruh Delina duduk di pangkuannya dan mengelus-elus tubuhnya. Delina
melakukan apa yang dikatakan Kevin dengan benar. Kevin menelpon Keanu dan
memintanya menghubungi seseorang di KUA. Ia akan menikahi Delina sekarang juga.
“Apa lo udah gila? Emang Delina mau?”tanya Keanu heran.
“Dia udah mau. Dan gue gak mau buang waktu.
Cepatan.”
“Orang tua lo gimana? Setuju?”tanya Keanu lagi.
“Gue gak peduli. Gue cuma mau bersama Delina
sekarang. Mereka gak perlu tau.”ancam Kevin.
“Lo dimana sekarang?”tanya Keanu, ia bersiap
berangkat ke KUA.
“Gue masih di rumah. Delina lagi nyervis gue...
ach...”desah Kevin ketika Delina mengusap telinganya.
“Anjing lo. Nikahin dulu. Woi!”
__ADS_1
“Iya, bawel. Cepetan siapin semuanya. Awas lama.
Gue gak bisa lama-lama.”
“Iya, sabar. Bawa KTP Delina sama KTP lo.”
Kevin menutup telponnya tanpa menjawab lagi. Ia
harus menghentikan Delina sekarang atau dirinya tidak akan bisa menahan dirinya
untuk tidak meniduri Delina sekarang. Kevin menyuruh Delina memakaikan baju
padanya. Ia memakai celananya sendiri agar lebih cepat.
Setelah siap, Kevin membawa Delina keluar dari
rumah besar itu menuju KUA. Ia sudah memiliki KTP Delina sebelumnya dan mereka
bisa menikah hari ini juga.
Keanu sudah menunggu mereka di ruang tunggu, ia
menunggu dengan gelisah karena sebentar lagi wanita yang ia sukai akan dinikahi
sahabatnya sendiri. Ketika Kevin sampai bersama Delina, mereka langsung masuk
ke ruangan tempat penghulu sudah siap menikahkan mereka berdua.
“Kenapa Delina kayak gitu? Lo kasi apa dia?”bisik
Keanu yang bingung melihat Delina tidak seperti biasanya.
“Gue kasi obat yang bagus. Sekarang dia hanya nurut
apa kata gue.”jelas Kevin singkat sambil bisik-bisik.
“Gila lo. Dia gak tau bakalan lo nikahin sekarang
dong.”
“Diem lo, berisik banget.”bisik Kevin lagi
“Delina, nanti kalau penghulu nanya kamu mau nikah
sama aku, ngangguk ya. Senyum dong.”bisik Kevin ke telinga Delina.
Delina hanya mengangguk pelan saat penghulu
menanyakan tentang kesediaannya menikah dengan Kevin. Kevin tersenyum lebar
kepada penghulu. Ia harus segera menikahi Delina atau pengaruh obat itu akan
“Sudah siap, tuan Kevin? Saya mulai ya.” tanya
penghulu sambil menatap mata Kevin.
“Siap, pak. Silakan dimulai.” kata Kevin menatap
penghulu.
Keanu menghela nafas melihat Kevin bersiap menikahi
Delina. Ia tidak bisa melarang Kevin lagi, lidahnya terasa kelu, padahal ia
ingin berteriak pada penghulu kalau Delina dijebak.
“Saya nikahkan dan kawinkan engkau, saudara Kevin
Raditya bin Alvin Raditya dengan saudari Delina Putri binti Hendra Anwar
almarhum dengan mas kawin uang tunai sebesar 25juta rupiah dibayar tunai.” ujar
penghulu.
“Saya terima nikah dan kawinnya Delina Putri binti
Hendra Anwar almarhum dengan mas kawin tersebut dibayar tunai.” Ucap Kevin
dengan lantang.
“Bagaimana para saksi? Sah?”
“Sah!” kata Keanu bersama saksi lain dari KUA.
Hati Keanu terasa sakit, hilang sudah harapannya
untuk mendambakan Delina. Sekarang Delina sudah sah menjadi istri Kevin
Raditya, pewaris tunggal keluarga Raditya. Kevin menandatangi surat nikah
mereka bersama Delina. Keduanya segera mendapatkan buku nikah untuk
masing-masing dan momen itu tentu saja diabadikan Keanu.
Kevin membawa Delina ke apartment-nya dulu sebelum
pulang ke rumah. Ia membaringkan Delina di atas tempat tidur dan menyuruhnya
beristirahat di kamarnya, sementara ia keluar kamar lagi untuk menyiapkan
__ADS_1
makanan. Tak lama kemudian di dalam kamar, Delina tersentak, ia melihat
sekeliling kamar yang asing baginya.
Delina mencoba mengingat tadi dirinya berada di
kamar Kevin sedang menyiapkan pakaian ganti Kevin. Tapi dimana dirinya sekarang?
“Apa yang terjadi? Aku dimana?”tanya Delina pada
dirinya sendiri.
Delina memeriksa dirinya, ia merasa lega karena
tidak ada yang salah. Ia memperhatikan sekeliling kamar. Tidak ada satupun foto
disana.
“Aku harus keluar dari sini.”kata Delina lagi.
Delina hampir berdiri ketika pintu kamar terbuka.
Kevin masuk membawa nampan berisi makanan.
“Tuan muda! Ini dimana?”tanya Delina sedikit lega
melihat ada orang yang dikenalnya.
“Kau ada di apartmentku. Tadi kau pingsan.”kata
Kevin asal.
“Pingsan?”
“Ya, sepertinya karena kau belum makan ya. Ayo,
makan dulu.”kata Kevin lagi sambil meletakkan nampan diatas tempat tidurnya.
“Kenapa saya bisa ada disini, tuan muda?”tanya
Delina.
“Karena kau sudah jadi istriku sekarang.”bisik
Kevin tapi Delina tidak bisa mendengarnya.
“Apa, tuan muda? Tuan muda bicara apa?”tanya
Delina.
Kevin meminta Delina makan dulu agar merasa lebih
baik. Ia mengatakan kalau tadi Kevin mengajak Delina ke apartmentnya untuk
merapikan walk in closetnya disini. Tapi waktu Kevin ingin melihat pekerjaan
Delina, ia sudah pingsan di lantai.
“Apa kamu gak sarapan tadi?”tanya Kevin sambil
mencomot krupuk udang di piring Delina.
“Saya sudah sarapan, tuan.”
“Kepalamu sakit? Mungkin kamu tersandung sesuatu
dan jatuh?”tanya Kevin lagi kali ini mencicipi sesendok penuh nasi goreng di
piring Delina.
Delina yang masih linglung tidak sadar kalau
dirinya sudah makan sepiring berdua dengan Kevin. Ia sibuk mengingat kejadian
setelah dari kamar Kevin tapi ia tidak bisa mengingatnya sama sekali. Setelah makanan
di piring habis, Kevin meletakkan piring kotor diatas meja. Ia duduk di samping
Delina dan memintanya memijat kepala Kevin.
“Tuan muda, kita bisa pulang sekarang? Saya pijat
di rumah saja ya.”kata Delina sedikit tidak nyaman hanya berdua di apartment
Kevin.
“Pijat sebentar aja. Kepalaku sakit nich. Habis ini
kita pulang.”bujuk Kevin sambil berbaring dengan kepala di samping paha Delina.
Delina mulai memijat kepala Kevin sampai wajah
Kevin memerah menahan sesuatu. Ia tiba-tiba bangkit, menatap Delina dan mulai
mendekatinya.
*****
Like, vote, komen dong kk, tinggalkan jejakmu di novel
__ADS_1
saya. Beri semangat untuk saya agar bisa up tiap hari ya.