Penjahit Hati

Penjahit Hati
PH - Pernikahan rahasia


__ADS_3

PH - Pernikahan rahasia


Setelah merasa cukup, Kevin lanjut naik ke lantai 2


dan masuk ke kamarnya.


*****


Keesokan harinya, Delina sedang membawa kopi dan


cemilan untuk Kevin ke dalam kamarnya. Ia masuk ke kamar mandi, dan membiarkan


pintu kamar Kevin terbuka. Agnes mengambil kesempatan itu dan memasukkan obat


yang diberikan Giselle ke kopi Kevin.


Agnes segera keluar dari kamar Kevin, masuk ke


kamarnya sendiri. Ia tidak melihat kalau Kevin sudah sampai di ujung tangga dan


melihatnya keluar dari kamar Kevin. Kevin tersenyum tipis, ia segera masuk ke


dalam kamarnya dan mengunci pintu.


Kevin membuka semua pakaiannya dan melilitkan


handuk ke pinggangnya. Ia duduk di sofa, berpura-pura sedang makan cemilan dan


minum kopi.


“Delina! Dimana kamu!”teriak Kevin.


“Ya, tuan muda. Saya di kamar mandi.”kata Delina


sambil keluar dari kamar mandi.


“Kemari. Kopimu rasanya aneh. Coba cicipi.”


Delina tanpa curiga meminum kopi yang mulai hangat


itu. Ia tidak menemukan keanehan pada rasanya tapi Kevin bilang kopi itu terasa


asam. Sampai kopi habis, Delina tidak merasakan seperti yang Kevin bilang


padanya.


“Sudah, aku gak mau kopi lagi. Aku mandi dulu. Kamu


tunggu disini.”


“Baik, tuan muda.”kata Delina patuh.


Setelah Kevin menyelesaikan urusannya di kamar


mandi, ia keluar dan mendapati Delina duduk bengong di sofa. Kevin mendekati


Delina, ia menyuruh Delina mencium pipinya. Mata Kevin membulat ketika Delina


bergerak mendekatinya dan mencium pipi Kevin.


Pikiran kotor Kevin langsung berputar, bagaimana


kalau dia menyuruh Delina melayaninya diatas ranjang sekarang. Kevin


menggeleng, tindakannya itu hanya akan menghancurkan Delina dan balik


membencinya nanti. Kevin tidak mau kehilangan Delina hanya gara-gara nafsu


sesaatnya.


Tapi ia bisa melakukan sesuatu dulu sebentar. Kevin


menyuruh Delina duduk di pangkuannya dan mengelus-elus tubuhnya. Delina


melakukan apa yang dikatakan Kevin dengan benar. Kevin menelpon Keanu dan


memintanya menghubungi seseorang di KUA. Ia akan menikahi Delina sekarang juga.


“Apa lo udah gila? Emang Delina mau?”tanya Keanu heran.


“Dia udah mau. Dan gue gak mau buang waktu.


Cepatan.”


“Orang tua lo gimana? Setuju?”tanya Keanu lagi.


“Gue gak peduli. Gue cuma mau bersama Delina


sekarang. Mereka gak perlu tau.”ancam Kevin.


“Lo dimana sekarang?”tanya Keanu, ia bersiap


berangkat ke KUA.


“Gue masih di rumah. Delina lagi nyervis gue...


ach...”desah Kevin ketika Delina mengusap telinganya.


“Anjing lo. Nikahin dulu. Woi!”

__ADS_1


“Iya, bawel. Cepetan siapin semuanya. Awas lama.


Gue gak bisa lama-lama.”


“Iya, sabar. Bawa KTP Delina sama KTP lo.”


Kevin menutup telponnya tanpa menjawab lagi. Ia


harus menghentikan Delina sekarang atau dirinya tidak akan bisa menahan dirinya


untuk tidak meniduri Delina sekarang. Kevin menyuruh Delina memakaikan baju


padanya. Ia memakai celananya sendiri agar lebih cepat.


Setelah siap, Kevin membawa Delina keluar dari


rumah besar itu menuju KUA. Ia sudah memiliki KTP Delina sebelumnya dan mereka


bisa menikah hari ini juga.


Keanu sudah menunggu mereka di ruang tunggu, ia


menunggu dengan gelisah karena sebentar lagi wanita yang ia sukai akan dinikahi


sahabatnya sendiri. Ketika Kevin sampai bersama Delina, mereka langsung masuk


ke ruangan tempat penghulu sudah siap menikahkan mereka berdua.


“Kenapa Delina kayak gitu? Lo kasi apa dia?”bisik


Keanu yang bingung melihat Delina tidak seperti biasanya.


“Gue kasi obat yang bagus. Sekarang dia hanya nurut


apa kata gue.”jelas Kevin singkat sambil bisik-bisik.


“Gila lo. Dia gak tau bakalan lo nikahin sekarang


dong.”


“Diem lo, berisik banget.”bisik Kevin lagi


“Delina, nanti kalau penghulu nanya kamu mau nikah


sama aku, ngangguk ya. Senyum dong.”bisik Kevin ke telinga Delina.


Delina hanya mengangguk pelan saat penghulu


menanyakan tentang kesediaannya menikah dengan Kevin. Kevin tersenyum lebar


kepada penghulu. Ia harus segera menikahi Delina atau pengaruh obat itu akan


“Sudah siap, tuan Kevin? Saya mulai ya.” tanya


penghulu sambil menatap mata Kevin.


“Siap, pak. Silakan dimulai.” kata Kevin menatap


penghulu.


Keanu menghela nafas melihat Kevin bersiap menikahi


Delina. Ia tidak bisa melarang Kevin lagi, lidahnya terasa kelu, padahal ia


ingin berteriak pada penghulu kalau Delina dijebak.


“Saya nikahkan dan kawinkan engkau, saudara Kevin


Raditya bin Alvin Raditya dengan saudari Delina Putri binti Hendra Anwar


almarhum dengan mas kawin uang tunai sebesar 25juta rupiah dibayar tunai.” ujar


penghulu.


“Saya terima nikah dan kawinnya Delina Putri binti


Hendra Anwar almarhum dengan mas kawin tersebut dibayar tunai.” Ucap Kevin


dengan lantang.


“Bagaimana para saksi? Sah?”


“Sah!” kata Keanu bersama saksi lain dari KUA.


Hati Keanu terasa sakit, hilang sudah harapannya


untuk mendambakan Delina. Sekarang Delina sudah sah menjadi istri Kevin


Raditya, pewaris tunggal keluarga Raditya. Kevin menandatangi surat nikah


mereka bersama Delina. Keduanya segera mendapatkan buku nikah untuk


masing-masing dan momen itu tentu saja diabadikan Keanu.


Kevin membawa Delina ke apartment-nya dulu sebelum


pulang ke rumah. Ia membaringkan Delina di atas tempat tidur dan menyuruhnya


beristirahat di kamarnya, sementara ia keluar kamar lagi untuk menyiapkan

__ADS_1


makanan. Tak lama kemudian di dalam kamar, Delina tersentak, ia melihat


sekeliling kamar yang asing baginya.


Delina mencoba mengingat tadi dirinya berada di


kamar Kevin sedang menyiapkan pakaian ganti Kevin. Tapi dimana dirinya sekarang?


“Apa yang terjadi? Aku dimana?”tanya Delina pada


dirinya sendiri.


Delina memeriksa dirinya, ia merasa lega karena


tidak ada yang salah. Ia memperhatikan sekeliling kamar. Tidak ada satupun foto


disana.


“Aku harus keluar dari sini.”kata Delina lagi.


Delina hampir berdiri ketika pintu kamar terbuka.


Kevin masuk membawa nampan berisi makanan.


“Tuan muda! Ini dimana?”tanya Delina sedikit lega


melihat ada orang yang dikenalnya.


“Kau ada di apartmentku. Tadi kau pingsan.”kata


Kevin asal.


“Pingsan?”


“Ya, sepertinya karena kau belum makan ya. Ayo,


makan dulu.”kata Kevin lagi sambil meletakkan nampan diatas tempat tidurnya.


“Kenapa saya bisa ada disini, tuan muda?”tanya


Delina.


“Karena kau sudah jadi istriku sekarang.”bisik


Kevin tapi Delina tidak bisa mendengarnya.


“Apa, tuan muda? Tuan muda bicara apa?”tanya


Delina.


Kevin meminta Delina makan dulu agar merasa lebih


baik. Ia mengatakan kalau tadi Kevin mengajak Delina ke apartmentnya untuk


merapikan walk in closetnya disini. Tapi waktu Kevin ingin melihat pekerjaan


Delina, ia sudah pingsan di lantai.


“Apa kamu gak sarapan tadi?”tanya Kevin sambil


mencomot krupuk udang di piring Delina.


“Saya sudah sarapan, tuan.”


“Kepalamu sakit? Mungkin kamu tersandung sesuatu


dan jatuh?”tanya Kevin lagi kali ini mencicipi sesendok penuh nasi goreng di


piring Delina.


Delina yang masih linglung tidak sadar kalau


dirinya sudah makan sepiring berdua dengan Kevin. Ia sibuk mengingat kejadian


setelah dari kamar Kevin tapi ia tidak bisa mengingatnya sama sekali. Setelah makanan


di piring habis, Kevin meletakkan piring kotor diatas meja. Ia duduk di samping


Delina dan memintanya memijat kepala Kevin.


“Tuan muda, kita bisa pulang sekarang? Saya pijat


di rumah saja ya.”kata Delina sedikit tidak nyaman hanya berdua di apartment


Kevin.


“Pijat sebentar aja. Kepalaku sakit nich. Habis ini


kita pulang.”bujuk Kevin sambil berbaring dengan kepala di samping paha Delina.


Delina mulai memijat kepala Kevin sampai wajah


Kevin memerah menahan sesuatu. Ia tiba-tiba bangkit, menatap Delina dan mulai


mendekatinya.


*****


Like, vote, komen dong kk, tinggalkan jejakmu di novel

__ADS_1


saya. Beri semangat untuk saya agar bisa up tiap hari ya.


__ADS_2