Penjahit Hati

Penjahit Hati
PH - Keputusan Alvin


__ADS_3

PH - Keputusan Alvin


“Kau bilang Delina tidak sadar saat kau


menikahinya. Tapi lihat foto ini, bagaimana bisa terjadi?!”tanya Alvin lagi


masih dengan galak.


“Tante Giselle yang memberikan obat ajaib itu,


yah.”jelas Kevin santai. Saatnya mengeluarkan tante Giselle dari rumahnya.


“Apa kau bilang?! Tidak mungkin!!”lengking Giselle.


Kevin memutar rekaman suara Giselle dan Agnes


beberapa hari yang lalu. Alvin dan Amira menatap tajam pada Giselle yang mulai


pucat karena rencananya ketahuan Kevin.


“Coba ayah bayangkan kalau aku yang minum kopi


itu.”rengek Kevin.


“Tapi kamu gak bisa memakai obat itu untuk menikahi


Delina tanpa sadar, Kevin. Pernikahan bukan main-main dan pernikahan kalian


tidak sah.”jelas Alvin sudah mulai tenang.


Giselle tersenyum senang ketika mendengar Alvin


tidak mengakui pernikahan Kevin dan Delina. Ia hampir melontarkan kata-kata


mengejek Delina, tapi kata-kata Alvin berikutnya membuatnya melongo. Berbeda


dengan reaksi mamanya, Agnes justru tidak menunjukkan reaksi apapun dengan


keputusan Alvin.


“Pernikahan kalian memang belum sah secara agama. Ayah


minta kau nikahi Delina lagi secara agama, kalau surat nikah kalian memang


benar. Kita tunggu Keanu datang.”kata Alvin.


Kevin tersenyum senang dengan keputusan ayahnya, ia


menatap Delina yang masih diam. Ia ingin sekali memeluk Delina saat itu juga dan


mengatakan rasa cintanya pada Delina. Amira menatap suaminya yang mengambil


keputusan tanpa meminta pertimbangan darinya. Entah kenapa Amira merasa


keputusan Alvin sudah benar. Amira menoleh menatap Delina,


“Delina.”panggil Amira.


Delina tidak merespon, Amira meminta Sri mengecek


keadaan Delina dan membantunya bangun dari lantai. Sri mendekati Delina,


memanggilnya sebentar, dan mengguncang tubuh wanita itu. Delina menatap Sri


dengan tatapan kosong,


“Ya? Siapa?”tanya Delina linglung.


“Delina, kamu bisa bangun? Duduk di sofa ya.”kata


Sri.


Sri membantu Delina bangun agar bisa duduk di sofa


di samping Kevin. Saat Delina sudah duduk di sampingnya, Kevin mendekatkan


dirinya tapi Delina. Delina yang mulai menyadari dirinya sudah duduk di samping


Kevin, mendorong Kevin agar jauh darinya.


“Ny. Amira, saya mohon ijinkan saya pulang. Saya


mau berhenti kerja disini.”pinta Delina memberanikan dirinya.


“Gak boleh! Kamu sudah jadi istriku sekarang! Kamu


harus ikut kemana aku pergi!”bentak Kevin yang kesal mendengar permintaan


Delina.


“Saya tidak pernah menikah dengan tuan muda. Saya


bukan istri siapa-siapa!”teriak Delina membuat Kevin terdiam.


“Delina! Tenang dulu. Kita tunggu Keanu


datang!”teriak Alvin yang kesal lagi.


Delina terdiam mendengar teriakan Alvin. Ia


menunduk di samping Kevin yang tidak mau duduk jauh darinya.

__ADS_1


“Tuan muda, mau duduk jauhan atau saya duduk di


lantai.”ancam Delina yang langsung membuat Kevin duduk menjauh darinya.


Alvin menarik nafas panjang. Ia benar-benar perlu


kopi sekarang, kepalanya sudah berdenyut dan sakit sekali. Kelakuan putranya


membuat Alvin sakit kepala. Belum lagi Amira yang pasti ngambek kalau Delina


diusir dari rumah itu.


“Sri, tolong bantu Delina membuatkan aku kopi. Ina,


tolong buatkan aku kopi ya.”perintah Alvin sambil memijat keningnya.


“Baik, tuan besar.”jawab Sri dan Delina bersamaan.


Delina berdiri dengan hati-hati. Ia sedikit pusing


tapi masih bisa menahan tubuhnya untuk berjalan ke arah dapur.


“Delina, kau bisa makan dulu sambil menunggu. Aku


juga mau kopi.”pinta Amira.


“Baik, Ny. Terima kasih.”kata Delina.


“Aku juga minta kopi, Delina.”pinta Kevin tapi


Delina tidak meresponnya.


Kevin bersandar pada sofa dengan wajah cemberut.


Jelas sekali ia kesal dan sedang ngambek. Tak lama Sri datang membawakan kopi


untuk mereka bertiga. Giselle hanya gigit jari menghirup aroma kopi buatan


Delina.


Kevin sudah bersemangat saat melihat Sri


menghidangkan kopi di depannya. Ia cepat-cepat mendekatkan bibirnya pada


cangkir kopi, menghirup aromanya. Kevin sudah tidak sabar ingin menyeruput kopi


buatan Delina ketika Sri memberitahu Kevin kalau itu buatannya.


“Maaf, tuan muda. Tapi Delina tidak mau membuatkan


kopi untuk tuan muda.”jelas Sri.


Kevin langsung meletakkan cangkir kopi itu kembali


Alvin yang melihat kelakuan Kevin, mengambil cangkir kopi buatan Delina dan


menyeruputnya dengan nikmat.


Benar-benar tangan yang ajaib, setelah meminum kopi


buatan Delina, Alvin merasa lebih segar. Amira juga merasakan hal yang sama.


Keduanya saling menatap dan mengangguk. Sri yang melihat kedua majikannya jadi


lebih rileks, jadi ingin mencicipi kopi buatan Delina. Padahal Delina


membuatnya biasa saja, apa yang membuat kopi buatannya jadi lebih spesial?


Keanu datang tak lama kemudian, ia membawa surat


pernikahan Kevin dan Delina. Alvin dan Amira bergantian melihat buku nikah


keduanya dan menarik nafas panjang. Delina yang sudah selesai makan, kembali ke


ruang tengah dan berdiri di samping Sri.


Kevin menatapnya sambil tersenyum, Delina mengabaikan


Kevin lagi. Matanya menatap buku nikah yang pegang Amira.


“Delina, ini buku nikahmu dengan Kevin.”kata Amira


sambil menyerahkan buku itu pada Delina.


Dengan tangan gemetar, Delina menerima buku itu dan


membukanya. Air matanya menetes, ia berusaha merusak buku itu tapi Kevin keburu


mencekal lengannya. Kevin merebut buku nikah itu dari tangan Delina.


“Kamu mau ngapain?! Merusak buku ini tidak akan


merubah kenyataan. Kau tetap istriku!”bentak Kevin sambil memaksa Delina duduk


di sampingnya.


“Saya mau cerai!!”teriak Delina sambil menepis


tangan Kevin.


“Nggak akan terjadi! Kau milikku selamanya!”ketus

__ADS_1


Kevin.


“Diam!! Delina, ikut saya. Sayang, ikut aku.”pinta


Alvin pada Delina dan Amira.


Mereka berdua berjalan mengikuti Alvin menuju ruang


kerjanya. Pintu ditutup setelah ketiganya masuk ke dalam sana. Kevin hanya bisa


menunggu sambil berusaha meredam kekesalannya. Keanu yang melihat kopi masih


utuh di depan Kevin, menyerobot kopi itu.


Kevin menoleh pada Keanu yang meminum kopinya


dengan santai. Ia menatap tajam Giselle dan Agnes yang masih duduk di ruang


tengah. Ia malas sekali melihat mereka berdua dan beranjak ke meja bar. Keanu


menyusulnya dan duduk di samping Kevin.


“Mbak Sri, tolong bikinin sirup.”pinta Kevin.


“Baik, tuan muda.”jawab Sri.


“Ada cemilan gak, mbak?”tanya Kevin.


“Ada siomay buatan Delina, tuan muda. Biar saya


hangatkan dulu.”kata Sri sambil mengeluarkan kotak berisi siomay dari dalam


kulkas.


“Saya juga mau ya, mbak Sri.”kata Keanu penuh


harap.


“Ngikut aja, kamu. Eh, mbak Sri ini siomay yang


diminta ayah sebelum aku berangkat ke luar kota ya? Uda lama dong.”kata Kevin


baru ingat.


“Ini siomay baru dibuat Delina 2 hari lalu dan


disimpan di freezer, tuan muda. Masih enak rasanya. Ada sedikit kejadian waktu


itu sich.”kata Sri sambil memasukkan beberapa potong siomay dan pelengkapnya ke


dalam kukusan.


“Kejadian apa?”tanya Kevin dan Keanu hampir


bersamaan.


...Flash back...


Setelah mendengar Alvin ingin mencicipi siomay


buatan Delina, Giselle langsung menyuruh Agnes belajar membuat siomay. Agnes


yang malas ke dapur, memesan siomay melalui ojol dan meminta disamarkan dengan


pesanan makanan lainnya. Agnes menyelinap ke dapur ketika dapur sepi dan


menghidangkan siomay dengan cepat diatas piring.


Siomay buatan Delina waktu itu masih belum matang,


masih dikukus. Agnes beralasan kalau ia membuat siomay di malam sebelumnya dan


meletakkannya di dalam kulkas. Ketika Alvin sedang mencicipi siomay itu, ojol


yang tadi mengantar siomay balik lagi mencari Agnes karena ada makanan customer


lain yang tertinggal di tas yang ia berikan pada Agnes.


Ketahuanlah kalau Agnes membeli siomay itu dari


tempat lain dan bukan ia buat sendiri. Alvin yang kesal, meminta Delina


menghidangkan siomay buatannya. Alvin gak jadi marah karena siomay buatan


Delina lebih enak dari siomay yang dibeli Agnes.


...Flash back end...


“Hahahaha.”tawa Kevin dan Keanu bersamaan setelah


mendengar cerita Sri.


Sri sudah menghidangkan siomay dengan bumbu kacang


dan kecap di depan Kevin dan Keanu. Ia juga membuatkan es sirup untuk keduanya.


Sementara itu di dalam ruang kerja Alvin...


*****


Like, vote, komen dong kk, tinggalkan jejakmu di novel

__ADS_1


saya. Beri semangat untuk saya agar bisa up tiap hari ya.


__ADS_2