
PH - Keputusan Alvin
“Kau bilang Delina tidak sadar saat kau
menikahinya. Tapi lihat foto ini, bagaimana bisa terjadi?!”tanya Alvin lagi
masih dengan galak.
“Tante Giselle yang memberikan obat ajaib itu,
yah.”jelas Kevin santai. Saatnya mengeluarkan tante Giselle dari rumahnya.
“Apa kau bilang?! Tidak mungkin!!”lengking Giselle.
Kevin memutar rekaman suara Giselle dan Agnes
beberapa hari yang lalu. Alvin dan Amira menatap tajam pada Giselle yang mulai
pucat karena rencananya ketahuan Kevin.
“Coba ayah bayangkan kalau aku yang minum kopi
itu.”rengek Kevin.
“Tapi kamu gak bisa memakai obat itu untuk menikahi
Delina tanpa sadar, Kevin. Pernikahan bukan main-main dan pernikahan kalian
tidak sah.”jelas Alvin sudah mulai tenang.
Giselle tersenyum senang ketika mendengar Alvin
tidak mengakui pernikahan Kevin dan Delina. Ia hampir melontarkan kata-kata
mengejek Delina, tapi kata-kata Alvin berikutnya membuatnya melongo. Berbeda
dengan reaksi mamanya, Agnes justru tidak menunjukkan reaksi apapun dengan
keputusan Alvin.
“Pernikahan kalian memang belum sah secara agama. Ayah
minta kau nikahi Delina lagi secara agama, kalau surat nikah kalian memang
benar. Kita tunggu Keanu datang.”kata Alvin.
Kevin tersenyum senang dengan keputusan ayahnya, ia
menatap Delina yang masih diam. Ia ingin sekali memeluk Delina saat itu juga dan
mengatakan rasa cintanya pada Delina. Amira menatap suaminya yang mengambil
keputusan tanpa meminta pertimbangan darinya. Entah kenapa Amira merasa
keputusan Alvin sudah benar. Amira menoleh menatap Delina,
“Delina.”panggil Amira.
Delina tidak merespon, Amira meminta Sri mengecek
keadaan Delina dan membantunya bangun dari lantai. Sri mendekati Delina,
memanggilnya sebentar, dan mengguncang tubuh wanita itu. Delina menatap Sri
dengan tatapan kosong,
“Ya? Siapa?”tanya Delina linglung.
“Delina, kamu bisa bangun? Duduk di sofa ya.”kata
Sri.
Sri membantu Delina bangun agar bisa duduk di sofa
di samping Kevin. Saat Delina sudah duduk di sampingnya, Kevin mendekatkan
dirinya tapi Delina. Delina yang mulai menyadari dirinya sudah duduk di samping
Kevin, mendorong Kevin agar jauh darinya.
“Ny. Amira, saya mohon ijinkan saya pulang. Saya
mau berhenti kerja disini.”pinta Delina memberanikan dirinya.
“Gak boleh! Kamu sudah jadi istriku sekarang! Kamu
harus ikut kemana aku pergi!”bentak Kevin yang kesal mendengar permintaan
Delina.
“Saya tidak pernah menikah dengan tuan muda. Saya
bukan istri siapa-siapa!”teriak Delina membuat Kevin terdiam.
“Delina! Tenang dulu. Kita tunggu Keanu
datang!”teriak Alvin yang kesal lagi.
Delina terdiam mendengar teriakan Alvin. Ia
menunduk di samping Kevin yang tidak mau duduk jauh darinya.
__ADS_1
“Tuan muda, mau duduk jauhan atau saya duduk di
lantai.”ancam Delina yang langsung membuat Kevin duduk menjauh darinya.
Alvin menarik nafas panjang. Ia benar-benar perlu
kopi sekarang, kepalanya sudah berdenyut dan sakit sekali. Kelakuan putranya
membuat Alvin sakit kepala. Belum lagi Amira yang pasti ngambek kalau Delina
diusir dari rumah itu.
“Sri, tolong bantu Delina membuatkan aku kopi. Ina,
tolong buatkan aku kopi ya.”perintah Alvin sambil memijat keningnya.
“Baik, tuan besar.”jawab Sri dan Delina bersamaan.
Delina berdiri dengan hati-hati. Ia sedikit pusing
tapi masih bisa menahan tubuhnya untuk berjalan ke arah dapur.
“Delina, kau bisa makan dulu sambil menunggu. Aku
juga mau kopi.”pinta Amira.
“Baik, Ny. Terima kasih.”kata Delina.
“Aku juga minta kopi, Delina.”pinta Kevin tapi
Delina tidak meresponnya.
Kevin bersandar pada sofa dengan wajah cemberut.
Jelas sekali ia kesal dan sedang ngambek. Tak lama Sri datang membawakan kopi
untuk mereka bertiga. Giselle hanya gigit jari menghirup aroma kopi buatan
Delina.
Kevin sudah bersemangat saat melihat Sri
menghidangkan kopi di depannya. Ia cepat-cepat mendekatkan bibirnya pada
cangkir kopi, menghirup aromanya. Kevin sudah tidak sabar ingin menyeruput kopi
buatan Delina ketika Sri memberitahu Kevin kalau itu buatannya.
“Maaf, tuan muda. Tapi Delina tidak mau membuatkan
kopi untuk tuan muda.”jelas Sri.
Kevin langsung meletakkan cangkir kopi itu kembali
Alvin yang melihat kelakuan Kevin, mengambil cangkir kopi buatan Delina dan
menyeruputnya dengan nikmat.
Benar-benar tangan yang ajaib, setelah meminum kopi
buatan Delina, Alvin merasa lebih segar. Amira juga merasakan hal yang sama.
Keduanya saling menatap dan mengangguk. Sri yang melihat kedua majikannya jadi
lebih rileks, jadi ingin mencicipi kopi buatan Delina. Padahal Delina
membuatnya biasa saja, apa yang membuat kopi buatannya jadi lebih spesial?
Keanu datang tak lama kemudian, ia membawa surat
pernikahan Kevin dan Delina. Alvin dan Amira bergantian melihat buku nikah
keduanya dan menarik nafas panjang. Delina yang sudah selesai makan, kembali ke
ruang tengah dan berdiri di samping Sri.
Kevin menatapnya sambil tersenyum, Delina mengabaikan
Kevin lagi. Matanya menatap buku nikah yang pegang Amira.
“Delina, ini buku nikahmu dengan Kevin.”kata Amira
sambil menyerahkan buku itu pada Delina.
Dengan tangan gemetar, Delina menerima buku itu dan
membukanya. Air matanya menetes, ia berusaha merusak buku itu tapi Kevin keburu
mencekal lengannya. Kevin merebut buku nikah itu dari tangan Delina.
“Kamu mau ngapain?! Merusak buku ini tidak akan
merubah kenyataan. Kau tetap istriku!”bentak Kevin sambil memaksa Delina duduk
di sampingnya.
“Saya mau cerai!!”teriak Delina sambil menepis
tangan Kevin.
“Nggak akan terjadi! Kau milikku selamanya!”ketus
__ADS_1
Kevin.
“Diam!! Delina, ikut saya. Sayang, ikut aku.”pinta
Alvin pada Delina dan Amira.
Mereka berdua berjalan mengikuti Alvin menuju ruang
kerjanya. Pintu ditutup setelah ketiganya masuk ke dalam sana. Kevin hanya bisa
menunggu sambil berusaha meredam kekesalannya. Keanu yang melihat kopi masih
utuh di depan Kevin, menyerobot kopi itu.
Kevin menoleh pada Keanu yang meminum kopinya
dengan santai. Ia menatap tajam Giselle dan Agnes yang masih duduk di ruang
tengah. Ia malas sekali melihat mereka berdua dan beranjak ke meja bar. Keanu
menyusulnya dan duduk di samping Kevin.
“Mbak Sri, tolong bikinin sirup.”pinta Kevin.
“Baik, tuan muda.”jawab Sri.
“Ada cemilan gak, mbak?”tanya Kevin.
“Ada siomay buatan Delina, tuan muda. Biar saya
hangatkan dulu.”kata Sri sambil mengeluarkan kotak berisi siomay dari dalam
kulkas.
“Saya juga mau ya, mbak Sri.”kata Keanu penuh
harap.
“Ngikut aja, kamu. Eh, mbak Sri ini siomay yang
diminta ayah sebelum aku berangkat ke luar kota ya? Uda lama dong.”kata Kevin
baru ingat.
“Ini siomay baru dibuat Delina 2 hari lalu dan
disimpan di freezer, tuan muda. Masih enak rasanya. Ada sedikit kejadian waktu
itu sich.”kata Sri sambil memasukkan beberapa potong siomay dan pelengkapnya ke
dalam kukusan.
“Kejadian apa?”tanya Kevin dan Keanu hampir
bersamaan.
...Flash back...
Setelah mendengar Alvin ingin mencicipi siomay
buatan Delina, Giselle langsung menyuruh Agnes belajar membuat siomay. Agnes
yang malas ke dapur, memesan siomay melalui ojol dan meminta disamarkan dengan
pesanan makanan lainnya. Agnes menyelinap ke dapur ketika dapur sepi dan
menghidangkan siomay dengan cepat diatas piring.
Siomay buatan Delina waktu itu masih belum matang,
masih dikukus. Agnes beralasan kalau ia membuat siomay di malam sebelumnya dan
meletakkannya di dalam kulkas. Ketika Alvin sedang mencicipi siomay itu, ojol
yang tadi mengantar siomay balik lagi mencari Agnes karena ada makanan customer
lain yang tertinggal di tas yang ia berikan pada Agnes.
Ketahuanlah kalau Agnes membeli siomay itu dari
tempat lain dan bukan ia buat sendiri. Alvin yang kesal, meminta Delina
menghidangkan siomay buatannya. Alvin gak jadi marah karena siomay buatan
Delina lebih enak dari siomay yang dibeli Agnes.
...Flash back end...
“Hahahaha.”tawa Kevin dan Keanu bersamaan setelah
mendengar cerita Sri.
Sri sudah menghidangkan siomay dengan bumbu kacang
dan kecap di depan Kevin dan Keanu. Ia juga membuatkan es sirup untuk keduanya.
Sementara itu di dalam ruang kerja Alvin...
*****
Like, vote, komen dong kk, tinggalkan jejakmu di novel
__ADS_1
saya. Beri semangat untuk saya agar bisa up tiap hari ya.