Penjahit Hati

Penjahit Hati
PH - Mengatakan yang sebenarnya


__ADS_3

PH - Mengatakan yang sebenarnya


Ia sangat takut Delina pergi gara-gara hal ini.


Kevin tidak mau kehilangan Delina sekarang. Ia sangat mencintai Delina dan


menginginkan wanita itu untuk mendampinginya seumur hidupnya.


*****


Delina membuka matanya saat seseorang


menendang-nendang kakinya. Ia melihat Giselle berdiri sambil berkacak pinggang


di depannya. Delina merapikan kerudungnya dan duduk dengan tegak, ia merasa


sedikit pusing karena belum makan.


“Enak-enakan tidur kamu. Bangun!”teriak Giselle.


Delina mencoba bangun dengan hati-hati. Tubuhnya


terasa sakit karena semalaman duduk diatas lantai yang dingin. Giselle yang


tidak sabaran, menjambak rambut Delina lagi dan menariknya keluar dari gudang.


“Aduch, sakit. Ny. sakit.”lirih Delina.


“Kau masih bisa bilang sakit. Kamu tau kesalahan


apa yang sudah kau buat. Dasar ******!”teriak Giselle sadis.


Ia semakin mencengkeramkan tangannya ke rambut


Delina yang halus sampai Delina merasa rambutnya ada yang rontok. Giselle terus


menyeret Delina sampai ke ruang tengah tempat keluarga Kevin sudah berkumpul.


Mereka sedang menunggu kedatangan Kevin.


Giselle melempar tubuh Delina yang ringan hingga


tersungkur dan keningnya terantuk ke pinggir sofa. Keanu mengepalkan tangannya


melihat Delina diperlakukan kasar seperti itu. Ia melirik jam tangannya,


seharusnya Kevin sudah mendarat sekarang.


Alvin dan Amira hanya melirik pada Delina tanpa


mengatakan apa-apa untuk mencegah Giselle. Merasa diatas angin, Giselle kembali


menampar pipi Delina yang bahkan belum sembuh dari tamparan kemarin. Delina


hanya diam tidak melakukan apa-apa. Sesekali ia meringis menahan sakit pada


tubuhnya.


Ia tidak ingin bicara apapun saat ini karena ia


tidak mau membuang energinya. Saat Kevin datang nanti, dan selesai menjelaskan


semuanya, ia akan segera pergi dari rumah ini. Pergi selamanya dan tidak akan


kembali lagi.


“Cepat bilang! Akui saja kamu yang menggoda


Kevin!”teriak Giselle.


Delina hanya menatap kosong ke depan. Dia tidak

__ADS_1


akan mengakui sesuatu yang tidak ia lakukan. Amira melihat keteguhan Delina


bahkan setelah dikurung tanpa makanan dan minuman. Ia masih melihat kebingungan


di wajah Delina.


Giselle kembali mencubit tubuh Delina dengan gemas.


Delina meringis kesakitan, semakin ia menepis tangan Giselle, semakin banyak


cubitan yang ia terima.


“Delina!”teriak Kevin saat melihat Delina terduduk


di lantai ruang tengah.


Kevin melempar tas dan kopernya begitu saja. Ia


segera mendekati Delina yang kondisinya sudah berantakan. Delina menepis tangan


Kevin yang menyentuh lengannya. Ia mengeluarkan foto-foto mereka yang masih


dibawanya dan memberikannya pada Kevin.


“Tuan muda, tolong jelaskan apa maksud foto


ini?”tanya Delina sambil menjauhkan tangan Kevin yang ingin memegangnya.


“Delina, kamu gak pa-pa kan? Kenapa tanganmu dingin


sekali?”tanya Kevin tidak menjawab pernyataan Delina.


“Tuan muda, tolong jangan pegang-pegang saya.


Jelaskan foto ini. Kenapa saya tidak ingat pernah berfoto dengan tuan


muda?”tanya Delina sambil mencakupkan tangannya di hadapan wajah Kevin.


air matanya sejak kemarin, tidak kuasa lagi menahan perasaan kesal dan


bingungnya. Ia mendorong tubuh Kevin dengan keras hingga Kevin terjungkal ke


belakang.


“Kau kurang ajar!!”bentak Giselle sambil


melayangkan tangannya hampir menampar Delina.


“Hentikan! Kevin duduk! Jelaskan apa maksud foto


itu!”teriak Alvin membuat semua orang terdiam.


Sudah cukup ia melihat drama kekerasan yang


dilakukan Giselle dan kedatangan Kevin yang malah fokus pada Delina dan bukan


kedua orang tuanya.


Kevin menuruti Alvin duduk di sofa. Giselle juga


duduk setelah dipelototi Alvin. Kevin membenarkan kalau ia sudah menikahi


Delina tanpa Delina sadari. Air mata menetes dari sudut mata Delina ketika


mendengar pengakuan Kevin.


Semua surat-surat pernikahan dan buku nikah


tersimpan di apartment. Alvin memerintahkan Keanu untuk mengambilnya. Keanu


pergi setelah Kevin mengangguk padanya dan memberitahu tempat Kevin

__ADS_1


menyimpannya.


“Apa alasanmu menikahinya, Kevin? Dia sudah


hamil?”tanya Alvin pada Kevin.


Delina semakin sedih mendengar tuduhan Alvin


padanya. Dia bahkan tidak berusaha menggoda tuan mudanya itu. Ia menjaga


batasannya dan dirinya dengan baik untuk tidak membiarkan Kevin menyentuhnya.


“Kami belum pernah melakukan hal diluar batas


seperti itu, yah. Delina selalu menjaga dirinya saat berdua dengan Kevin. Ia


melakukan tugasnya sebagai pelayan dengan baik.”jelas Kevin.


“Apa kau yakin sedang tidak berbohong Kevin”tanya


Giselle.


“Buat apa aku bohong, tante. Bisa gak tante diam


dulu.”kata Kevin kesal.


“Kevin! Sopan sedikit!”teriak Alvin.


Kevin mengepalkan tangannya, ia sangat kesal pada


Giselle yang selalu ikut campur urusan keluarga intinya. Apalagi berusaha


menjodohkannya dengan Agnes.


“Apa alasanmu, nak?”tanya Amira.


“Aku mencintai Delina, bu. Sangat mencintainya


sampai rasanya hampir gila kalau gak ketemu dia sehari saja.”jelas Kevin


panjang lebar.


Delina sama sekali tidak merasa senang mendengar


pernyataan cinta Kevin lagi. Ia sangat terkejut mendapati kenyataan kalau Kevin


tega melakukan itu dan hanya bisa menangis. Hidupnya sudah hancur sekarang


karena menyinggung orang kaya seperti Ny.Amira dan tuan Alvin. Belum lagi


sebuah pernikahan yang dirinya tidak sadari.


Delina memutar otaknya. Dengan tabungannya


sekarang, ia bisa pergi ke kota lain tapi tidak bisa hidup disana. Delina


berpikir kalau ia akan menjual rumah peninggalan orang tuanya atau


menyewakannya. Ia bisa minta bantuan Meri untuk membantunya mengurus rumah itu.


Delina sudah tidak mendengar apapun pembicaraan Kevin dan keluarganya.


“Kau bilang Delina tidak sadar saat kau


menikahinya. Tapi lihat foto ini, bagaimana bisa terjadi?!”tanya Alvin lagi


masih dengan galak.


*****


Like, vote, komen dong kk, tinggalkan jejakmu di novel

__ADS_1


saya. Beri semangat untuk saya agar bisa up tiap hari ya.


__ADS_2