
PH - Mengatakan yang sebenarnya
Ia sangat takut Delina pergi gara-gara hal ini.
Kevin tidak mau kehilangan Delina sekarang. Ia sangat mencintai Delina dan
menginginkan wanita itu untuk mendampinginya seumur hidupnya.
*****
Delina membuka matanya saat seseorang
menendang-nendang kakinya. Ia melihat Giselle berdiri sambil berkacak pinggang
di depannya. Delina merapikan kerudungnya dan duduk dengan tegak, ia merasa
sedikit pusing karena belum makan.
“Enak-enakan tidur kamu. Bangun!”teriak Giselle.
Delina mencoba bangun dengan hati-hati. Tubuhnya
terasa sakit karena semalaman duduk diatas lantai yang dingin. Giselle yang
tidak sabaran, menjambak rambut Delina lagi dan menariknya keluar dari gudang.
“Aduch, sakit. Ny. sakit.”lirih Delina.
“Kau masih bisa bilang sakit. Kamu tau kesalahan
apa yang sudah kau buat. Dasar ******!”teriak Giselle sadis.
Ia semakin mencengkeramkan tangannya ke rambut
Delina yang halus sampai Delina merasa rambutnya ada yang rontok. Giselle terus
menyeret Delina sampai ke ruang tengah tempat keluarga Kevin sudah berkumpul.
Mereka sedang menunggu kedatangan Kevin.
Giselle melempar tubuh Delina yang ringan hingga
tersungkur dan keningnya terantuk ke pinggir sofa. Keanu mengepalkan tangannya
melihat Delina diperlakukan kasar seperti itu. Ia melirik jam tangannya,
seharusnya Kevin sudah mendarat sekarang.
Alvin dan Amira hanya melirik pada Delina tanpa
mengatakan apa-apa untuk mencegah Giselle. Merasa diatas angin, Giselle kembali
menampar pipi Delina yang bahkan belum sembuh dari tamparan kemarin. Delina
hanya diam tidak melakukan apa-apa. Sesekali ia meringis menahan sakit pada
tubuhnya.
Ia tidak ingin bicara apapun saat ini karena ia
tidak mau membuang energinya. Saat Kevin datang nanti, dan selesai menjelaskan
semuanya, ia akan segera pergi dari rumah ini. Pergi selamanya dan tidak akan
kembali lagi.
“Cepat bilang! Akui saja kamu yang menggoda
Kevin!”teriak Giselle.
Delina hanya menatap kosong ke depan. Dia tidak
__ADS_1
akan mengakui sesuatu yang tidak ia lakukan. Amira melihat keteguhan Delina
bahkan setelah dikurung tanpa makanan dan minuman. Ia masih melihat kebingungan
di wajah Delina.
Giselle kembali mencubit tubuh Delina dengan gemas.
Delina meringis kesakitan, semakin ia menepis tangan Giselle, semakin banyak
cubitan yang ia terima.
“Delina!”teriak Kevin saat melihat Delina terduduk
di lantai ruang tengah.
Kevin melempar tas dan kopernya begitu saja. Ia
segera mendekati Delina yang kondisinya sudah berantakan. Delina menepis tangan
Kevin yang menyentuh lengannya. Ia mengeluarkan foto-foto mereka yang masih
dibawanya dan memberikannya pada Kevin.
“Tuan muda, tolong jelaskan apa maksud foto
ini?”tanya Delina sambil menjauhkan tangan Kevin yang ingin memegangnya.
“Delina, kamu gak pa-pa kan? Kenapa tanganmu dingin
sekali?”tanya Kevin tidak menjawab pernyataan Delina.
“Tuan muda, tolong jangan pegang-pegang saya.
Jelaskan foto ini. Kenapa saya tidak ingat pernah berfoto dengan tuan
muda?”tanya Delina sambil mencakupkan tangannya di hadapan wajah Kevin.
air matanya sejak kemarin, tidak kuasa lagi menahan perasaan kesal dan
bingungnya. Ia mendorong tubuh Kevin dengan keras hingga Kevin terjungkal ke
belakang.
“Kau kurang ajar!!”bentak Giselle sambil
melayangkan tangannya hampir menampar Delina.
“Hentikan! Kevin duduk! Jelaskan apa maksud foto
itu!”teriak Alvin membuat semua orang terdiam.
Sudah cukup ia melihat drama kekerasan yang
dilakukan Giselle dan kedatangan Kevin yang malah fokus pada Delina dan bukan
kedua orang tuanya.
Kevin menuruti Alvin duduk di sofa. Giselle juga
duduk setelah dipelototi Alvin. Kevin membenarkan kalau ia sudah menikahi
Delina tanpa Delina sadari. Air mata menetes dari sudut mata Delina ketika
mendengar pengakuan Kevin.
Semua surat-surat pernikahan dan buku nikah
tersimpan di apartment. Alvin memerintahkan Keanu untuk mengambilnya. Keanu
pergi setelah Kevin mengangguk padanya dan memberitahu tempat Kevin
__ADS_1
menyimpannya.
“Apa alasanmu menikahinya, Kevin? Dia sudah
hamil?”tanya Alvin pada Kevin.
Delina semakin sedih mendengar tuduhan Alvin
padanya. Dia bahkan tidak berusaha menggoda tuan mudanya itu. Ia menjaga
batasannya dan dirinya dengan baik untuk tidak membiarkan Kevin menyentuhnya.
“Kami belum pernah melakukan hal diluar batas
seperti itu, yah. Delina selalu menjaga dirinya saat berdua dengan Kevin. Ia
melakukan tugasnya sebagai pelayan dengan baik.”jelas Kevin.
“Apa kau yakin sedang tidak berbohong Kevin”tanya
Giselle.
“Buat apa aku bohong, tante. Bisa gak tante diam
dulu.”kata Kevin kesal.
“Kevin! Sopan sedikit!”teriak Alvin.
Kevin mengepalkan tangannya, ia sangat kesal pada
Giselle yang selalu ikut campur urusan keluarga intinya. Apalagi berusaha
menjodohkannya dengan Agnes.
“Apa alasanmu, nak?”tanya Amira.
“Aku mencintai Delina, bu. Sangat mencintainya
sampai rasanya hampir gila kalau gak ketemu dia sehari saja.”jelas Kevin
panjang lebar.
Delina sama sekali tidak merasa senang mendengar
pernyataan cinta Kevin lagi. Ia sangat terkejut mendapati kenyataan kalau Kevin
tega melakukan itu dan hanya bisa menangis. Hidupnya sudah hancur sekarang
karena menyinggung orang kaya seperti Ny.Amira dan tuan Alvin. Belum lagi
sebuah pernikahan yang dirinya tidak sadari.
Delina memutar otaknya. Dengan tabungannya
sekarang, ia bisa pergi ke kota lain tapi tidak bisa hidup disana. Delina
berpikir kalau ia akan menjual rumah peninggalan orang tuanya atau
menyewakannya. Ia bisa minta bantuan Meri untuk membantunya mengurus rumah itu.
Delina sudah tidak mendengar apapun pembicaraan Kevin dan keluarganya.
“Kau bilang Delina tidak sadar saat kau
menikahinya. Tapi lihat foto ini, bagaimana bisa terjadi?!”tanya Alvin lagi
masih dengan galak.
*****
Like, vote, komen dong kk, tinggalkan jejakmu di novel
__ADS_1
saya. Beri semangat untuk saya agar bisa up tiap hari ya.