
Brak!! Mobil sport mewah itu terlempar dari atas jembatan
dalam keadaan ringsek parah. Byur! Body mobil perlahan tenggelam. Orang-orang
yang melihat segera berhenti dan turun dari kendaraannya. Mereka merekam
saat-saat mobil Kevin mulai tenggelam sambil menyiarkannya secara langsung
lewat sosial media mereka.
Di rumah Clara, wanita licik itu sedang menonton
acara gosip. Ia sudah berdandan cantik dan memakai lingerie mini yang sangat
seksi untuk menggoda Kevin. Breaking news menarik perhatiannya ketika nama
Kevin Raditya disebutkan sebagai pemilik mobil sport yang terlihat hampir
tenggelam karena kecelakaan tunggal.
“Nggak mungkin!!”teriak Clara histeris.
Ponselnya berdering disaat bersamaan, Rita
menelponnya memberitahu kalau pelayan dan security diusir keluar dari rumah
besar Alvin. Petugas penyita aset datang dan menempelkan pengumuman kalau rumah
itu sudah disita.
Clara menanyakan keberadaan Alvin dan Emilia. Rita
mengatakan kalau Alvin dan Amira membawa Emilia pergi dari pesta Keanu setelah
mendengar penyitaan itu. Perusahaan Alvin juga sudah dijual untuk menutupi
hutang perusahaan.
“Mereka sudah bangkrut, kak! Aku harus
gimana?”tanya Rita bingung. Ia masih berdiri di depan rumah besar Alvin dengan
koper di sampingnya.
Clara meminta Rita untuk datang ke rumahnya dulu.
Setidaknya dirinya masih punya rumah dan juga uang bulanan. Teringat kata-kata
Rita tentang keluarga Alvin yang bangkrut, Clara segera menelpon Alvin.
“Tuan Alvin, apa benar perusahaan tuan sudah
bangkrut?”tanya Clara ketika telpon diangkat.
“Cepat sekali beritanya menyebar. Aku sudah tidak
punya apa-apa sekarang, Clara. Tolong kamu mengerti, aku tidak bisa membayar
uang bulananmu lagi. Sebaiknya kau segera pergi dari rumah itu atau bank akan
menyitanya juga. Rumah itu masih atas namaku.”ujar Alvin.
Pucat pasi wajah Clara mendengar rumah yang ia
tinggali juga akan disita. Ia segera mengemasi barang-barangnya lalu melihat
berita sekali lagi. Kali ini berita kebangkrutan keluarga Raditya dan proses
penjualan perusahaan sudah selesai dilakukan.
Perusahaan Alvin Raditya kini sudah resmi menjadi milik
‘Miracle’ sebagai pemegang saham terbesarnya. Clara menjambak rambutnya,
semuanya terjadi begitu cepat. Kevin kecelakaan, Alvin bangkrut. Ia tidak bisa
menerima kenyataan akan jatuh miskin lagi tanpa seseorang yang menopang
hidupnya.
Ponsel Clara berdering, Alvin menelponnya. Ketika
Clara mengangkatnya, Alvin mengatakan kalau Emilia mungkin bisa ikut dengan
Clara dulu karena tidak ada yang menjaganya. Clara berdebat dengan Alvin, ia
__ADS_1
tidak mau mengasuh Emilia yang artinya akan menambah pengeluarannya. Apalagi
dia tidak bekerja, Clara harus segera mencari pekerjaan atau dirinya akan
kehabisan uang segera.
Clara teringat Julian, mantan bosnya itu pernah
memintanya jadi istri ketika Clara hamil Emilia tapi Clara menolaknya saat itu
karena berpikir Kevin akan mau menikahinya. Clara menelpon Julian dengan cepat,
ia menunggu sebentar tapi telponnya tidak diangkat. Ia menelpon sekali lagi,
kali ini diangkat.
“Julian, apa aku bisa ke tempatmu? Aku...”kata
Clara terpotong.
“Datanglah tapi kali ini sebagai simpananku. Aku
jamin hidupmu senang selama aku senang.”ujar Julian yang sudah tahu kalau Kevin
bangkrut.
“Tak bisakah aku jadi istrimu?”tanya Clara.
“Bujuk aku untuk menikah denganmu. Kalau kau bisa
membuatku puas, aku akan pertimbangkan.”kata Julian dengan senyuman licik.
Clara menarik nafasnya, “Baiklah, aku kesana
sekarang.” Clara meninggalkan rumah itu, meninggalkan Rita juga yang
kebingungan karena rumah Clara terkunci. Ia mencoba menelpon kakak sepupunya
itu tapi tidak diangkat juga. Dengan
kesal, Rita menghentakkan kakinya lalu pergi dari sana.
*****
Delina sedang berdiri di dekat jendela kantor yang
dulu digunakan Alvin sebagai ruang kerjanya. Ia menatap deretan gedung tinggi yang terlihat jelas dari tempat berdirinya.
Langit agak mendung hari itu dan sepertinya akan turun hujan deras.
Delina menatap bayangan dirinya yang terlihat dari
pantulan di kaca. Sesekali ia mengelus perutnya yang membuncit. Delina
tersenyum manis, “Nak, sebentar lagi kamu lahir. Tapi ayahmu tidak bisa
menemani kita. Seperti abangmu, ibu masih berharap ayah bisa bersama ibu waktu
kamu lahir nanti.”ucap Delina pada bayi dalam kandungannya.
Delina kembali menatap sejauh pandangannya bisa
menatap jalanan yang penuh mobil berlalu lalang dibawah sana. Ia menarik nafas
panjang, “Hubby, aku merindukanmu.”lirih Delina.
Tok! Tok! Tok! Delina menoleh ke pintu ruang
kerjanya. “Ya, masuk.”ucapnya. Ceklek! Pintu itu terbuka lebar dan sosok yang
sudah ia tunggu masuk ke dalam ruang kerjanya.
“Ayah. Kenapa ketuk pintu segala. Ayah kan bisa
langsung masuk.”kata Delina menyambut kedatangan Alvin. Ayah mertuanya itu merentangkan
tangannya memeluk Delina tapi terhalang perut besarnya.
“Bagaimana kabarmu, Ina?”tanya Alvin.
Delina tersenyum dan mengatakan dirinya baik-baik
saja. Alvin menuntun Delina duduk di sofa besar. Ia menatap sekeliling ruang
kerjanya dulu. Tidak banyak yang berubah. Delina hanya menambahkan foto
__ADS_1
keluarga mereka di salah satu dinding ruang kerja itu.
“Ibu mana, yah? Katanya mau datang juga.”tanya
Delina.
“Ibumu masih sibuk nostalgia dengan asistennya, si
Meri itu. Katanya mau kesini sekalian jemput Dodo dan Emilia nanti.”kata Alvin.
Alvin menatap Delina lagi, ia mengelus wajah lelah
Delina yang selalu tersenyum. “Apa kau lelah? Maafkan ayah ya.”
Delina menggenggam tangan ayah mertuanya, “Ayah
bicara apa? Aku nggak pa-pa, yah.”
...Flash back on...
Alvin teringat enam bulan lalu saat ia mengatur jual
beli perusahaannya dengan perusahaan Delina. Dalam sekejap semua aset dan
perusahaan milik Alvin berpindah tangan menjadi atas nama Delina dibawah ‘Miracle’.
Delina menjadi wanita super kaya, bilioner dalam hitungan jam.
Setelah semua proses selesai termasuk rapat
pemegang saham, Alvin dan Amira pergi dari kota itu. Mereka meninggalkan Delina
sendirian mengasuh Armando dan Emilia. Sedangkan Kevin dinyatakan menghilang
setelah kecelakaan yang dialaminya.
Sampai detik ini, Delina masih belum menyerah untuk
mencarinya. Delina mengerahkan semua orang untuk mencari Kevin. Memberi
pengumuman orang hilang bahkan sampai keluar kota. Tentu saja dengan imbalan
yang tidak sedikit.
Dalam kesedihannya kehilangan Kevin, Delina
menyadari kalau dirinya hamil lagi. Delina tidak merasakan ngidam seperti saat
ia hamil Armando dulu. Untuk membuat pikirannya tidak terlalu berfokus pada
Kevin, Delina mengurus kedua putra dan putri Kevin. Ia mencurahkan perhatian
dan cintanya pada kedua bocah kecil itu sampai akhirnya Emilia luluh pada kasih
sayang Delina dan mau memanggilnya ibu.
Bukan hanya sibuk mengurus dua anak, Delina juga
harus mengurus perusahaan yang ditinggalkan Alvin dan juga perusahaannya
sendiri. Ia mengalami masa-masa sulit selama sebulan pertama, tidak cukup
istirahat dan hampir keguguran. Tapi Armando dan Keanu tidak pernah pergi dari
sisinya.
Keanu selalu siap membantu pekerjaan Delina, bahkan
Wina juga ikut membantu menyediakan makanan untuk mereka berdua. Melihat Wina
juga menyukai anak kecil, Delina meminta Wina menjadi pengasuh untuk Armando
dan Emilia.
...Flash back off...
Alvin mengelus-elus kepala Delina lagi. “Ina, sebentar
lagi kamu bisa beristirahat dari kesibukan di kantor ini.”ucap Alvin.
*****
Like, vote, komen dong kk, tinggalkan jejakmu di novel
saya. Beri semangat untuk saya agar bisa up tiap hari ya.
__ADS_1