Penjahit Hati

Penjahit Hati
Episode 50


__ADS_3

“Kau sudah membujuknya?”


Ali mengatakan kalau ia sudah berusaha melakukan


segala cara untuk membujuk Kevin tapi sia-sia.


“Semalam aku menginap diapartment-nya dan kak Kevin


baru tidur jam 2 pagi. Dia bangun jam 5, bersiap ke kantor lagi. Dia juga


terlihat sangat sedih, ayah.”


Alvin melirik Delina yang masih terpaku di


tempatnya padahal air di ketel sudah mendidih sejak tadi.


“Ina, ketelnya bunyi.”


Delina tersentak, ia mengambil ketel itu dengan


terburu-buru dan tidak sengaja menyentuh bagian yang panas.


“Aduch!”Delina mengibaskan tangannya yang mulai


memerah. Ali dengan cepat menarik tangan Delina ke bawah kucuran air dan


memberinya salep luka bakar.


“Ali, aku akan buatkan makanan untuk Kevin. Bisa kau


tolong antar kesana?”


“Kakak ipar, kau tahu itu tidak berhasil. Kak Kevin


menunggumu, kak. Sekali ini saja, demi kesehatannya. Aku dokter, kak. Aku tahu


sampai dimana batas tubuhnya. Kalau sampai nanti malam, dia tidak istirahat


dengan baik. Besok aku harus membawanya ke rumah sakit, kak.”


Delina terhenyak, ia sampai memegangi meja dapur


untuk menahan tubuhnya. Alvin melihat Delina berjalan dengan lunglai menuju

__ADS_1


kamar Kevin. Ia menoleh pada Ali yang kembali duduk di sampingnya dengan kopi


ditangannya.


“Apa kau yakin bisa berhasil? Memangnya kondisi


Kevin separah itu?”


“Sedikit berlebihan sich, yah. Tapi kalau ini tidak


berhasil juga, apa yang aku katakan tadi akan jadi kenyataan. Kenapa harus aku


yang menyelesaikan masalah mereka?”


“Apa yang terjadi sebenarnya?”


Ali mengatakan kalau Kevin mencium Delina di kincir


ria dan Delina ngambek gara-gara itu. Kevin tidak berani pulang karena takut


Delina akan minta cerai kalau melihatnya lagi. Alvin tertawa terbahak-bahak


mendengar cerita Ali. Ia geleng-geleng kepala dengan masalah yang dihadapi Kevin


“Ayah sich seneng aja lihat Kevin kerja keras. Tapi


kalau tiap hari kayak gitu, kasian juga ya karyawan ayah. Mereka mulai stress


dan ngedumel setiap melihat Kevin datang.”


Delina kembali lagi ke dapur. Ia membuka kulkas dan


mengeluarkan beberapa bahan makanan. Delina membuat makanan bergizi untuk Kevin


dengan banyak daging dan sayuran. Alvin sampai menelan liurnya mencium wangi


masakan Delina.


“Sri, sini.”panggil Alvin.


Alvin meminta Sri untuk membantu Delina memasak dan


melebihkan masakan untuknya karena Alvin ingin mencicipi masakan Delina.

__ADS_1


Setelah masakan Delina jadi, Delina memasukkannya ke rantang.


“Ali, bisa gak kamu antar aku ke apartment hubby?”tanya


Delina hati-hati.


“Bisa banget, kakak ipar. Ayo.”


“Tuan besar, saya pergi dulu.”pamit Delina.


Alvin mengangguk dan menatap kepergian Delina


dengan senyum mengembang. Sri segera menyiapkan menu makanan lagi untuk


pelengkap makan malam keluarga mereka. Sementara Alvin menunggu Amira pulang.


Ali membawa Delina ke apartment Kevin dan


meninggalkannya disana dengan alasan ia harus ke rumah sakit karena panggilan darurat.


Delina melihat apartment itu dalam keadaan bersih dan rapi. Setelah


menghidangkan makanan diatas piring, Delina menunggu Kevin pulang.


Kevin sedang dalam perjalan pulang, barusan ia


diusir dari kantornya sendiri oleh body guard ayahnya. Alasan mereka akan ada


penyemprotan hama malam itu juga. Kevin mau kesal tapi tidak bisa  ketika melihat beberapa orang berpakaian


kerja lengkap siap menyemprot ruangannya.


Delina menoleh saat pintu apartment Kevin terbuka


dan Kevin masuk kesana. Ia meletakkan tasnya di atas meja dan menjatuhkan


tubuhnya di sofa. Tangannya menarik dasi di lehernya dengan mata terpejam.


*****


Like, vote, komen dong kk, tinggalkan jejakmu di novel


saya. Beri semangat untuk saya agar bisa up tiap hari ya.

__ADS_1


__ADS_2