
Kevin menatap Delina yang tersenyum senang. Ia
berharap hadiah yang dibuat Delina akan benar-benar membuat Delina diterima sebagai
menantu di rumah ini.
Usai makan malam, Delina sibuk di kamar jahitnya.
Amira memberikan kebaya lamanya untuk diperbaiki Delina. Kevin yang ingin
menagih jatahnya pada Delina, ikut masuk ke kamar itu. Dilihatnya Delina sedang
menjahit kebaya.
“Yank...”panggil Kevin.
“Ya, hubby. Tidur duluan ya. Aku masih lama
kayaknya.”kata Delina.
Kevin mengangguk mengerti tapi ia belum ingin tidur
sekarang. Kevin berbaring di tempat tidur Delina, ia asyik memainkan ponselnya.
Delina melirik Kevin saat mendengar suara perempuan tertawa dari ponsel Kevin.
Kevin sengaja memancing perhatian Delina dengan melihat-lihat sosmed wanita
cantik.
Delina mulai tidak konsen menyelesaikan kebaya di
tangannya. Ia mulai kesal pada Kevin yang masih suka melihat-lihat video wanita
seksi. Padahal Kevin bukan melihat ponselnya, ia melihat cermin di depannya
yang menunjukkan wajah cemberut Delina dengan jelas.
“Hubby, kalo mau nonton dikamar sana.”kata Delina
kesal.
“Aku gak nonton, cuma buka sosmed. Yank, lihat
dech. Ini bagus loh.”kata Kevin menunjukkan gambar model pakaian tertutup pada
Delina.
Tapi Delina tidak menanggapinya, ia mencoba
berkonsentrasi menyelesaikan kebaya itu dengan cepat. Kevin kembali membuka
sosmed wanita cantik. Delina meletakkan kebayanya, ia sudah kesal pada Kevin
hingga tidak bisa konsen lagi. Delina mendekati Kevin, merebut ponselnya dan
mematikannya.
“Aku dah ngantuk. Mau tidur.”kata Delina sambil
berjalan cepat keluar dari kamar jahit. Kevin menyeringai penuh kemenangan. Ia
mengikuti Delina setelah menutup pintu kamar jahit itu. Delina masuk ke walk in
closet, ia ingin mengganti pakaiannya dulu sebelum tidur.
Kevin bersandar di pintu walk in closet, ia menatap
Delina yang sudah melepas dress panjangnya. “Yank, malam ini jangan tidur
ya.”pinta Kevin.
“Emangnya mau ngapain sampai gak boleh tidur?”tanya
Delina yang cuma pakai pakaian dalam.
Glup! Kevin menelan salivanya melihat tubuh
menggoda Delina. Ia berjalan ke belakang Delina, memegang pinggang rampingnya.
Kevin melucuti sisa penutup tubuh Delina, lalu menggendong istrinya itu
mendekati ranjang mereka.
“Hubby, sekali aja ya. Maaf tadi aku lagi kesal
sama kamu. Jangan hukum aku sampai pagi ya.”kata Delina yang tahu apa yang
diinginkan Kevin.
__ADS_1
“Sayang, aku janji gak kasar. Boleh ya.”pinta
Kevin. Delina hanya bisa mengikuti keinginan Kevin.
*****
Keesokan paginya, Delina dan Kevin terlambat
bangun. Mereka sama-sama membuka mata saat ponsel Kevin berdering nyaring.
Kevin meraih ponselnya melihat Keanu calling.
“Hmm...”jawab Kevin setelah menekan tombol hijau.
“Lo dimana? Udah mau meeting nich!!”lengking Keanu
di telpon.
“Jam berapa sekarang?”tanya Kevin meraba-raba ke
sampingnya.
“Jam 10. Lo dimana sich?!! Gue dah nelpon lo dari jam
8. Ngapain lo?!”
“Gue baru bangun.”jawab Kevin malas.
“Lo... lo baru bangun? Jangan bilang... gue bunuh
lo sekarang!! Ke kantor gak??!!”teriak Keanu yang sudah menebak kenapa Kevin
terlambat kerja.
“Ntar dulu. Nyawa gue belum ngumpul lo udah
teriak-teriak kayak emak-emak.”
“Setengah jam lo gak dateng, gue aduin ke ayah lo.”
“Aduin sana. Sekalian bilang, gue lagi proses bikin
cucu buat ayah. Gitu.”
“Sialan lo!!”umpat Keanu kesal.
Telpon dimatikan sepihak oleh Keanu yang kesal. Kevin
kemana, sayang. Sini baring lagi. Sakit ya.”kata Kevin menarik tangan Delina.
“Hubby, sampe jam berapa kemarin?”tanya Delina
meringis kesakitan.
“Kayaknya jam 3, aku lupa. Tidurlah lagi.”
Delina hanya mengangguk, ia merebahkan dirinya
kembali ke ranjang mereka yang sudah berantakan. Sementara Kevin memilih bangun
dan masuk ke kamar mandi. Ia harus segera ke kantor atau Keanu akan menerornya.
“Istirahat dulu ya. Nanti aku suruh mbak Sri bawa
makanan kesini. Aku pulang habis meeting.”kata Kevin setelah berpakaian
lengkap.
Delina mengangguk lagi. Ia akan tiduran sebentar
lagi untuk meredakan rasa nyeri di tubuhnya. Harus ia akui permainan Kevin
semalam membuatnya melayang sampai tidak menyadari batasan tubuhnya. Ia sangat
lelah sampai tidak sadar sudah tertidur entah jam berapa.
Sri datang membawa sarapan untuk Delina. Ia senyum-senyum
melihat Delina yang KO diserang Kevin semalaman. Delina yang malu tidak berani
turun dari ranjangnya.
“Mbak Sri, tolong ambilkan bathrobe dong.”pinta
Delina.
“Delina, nanti sore mau buat cemilan apa?”tanya Sri
sambil menyerahkan bathrobe.
__ADS_1
“Bikin tahu isi aja dech mbak. Bahannya ada kan ya?”
Sri mengangguk, ia beranjak keluar dari kamar Kevin
membiarkan Delina beristirahat.
Ketika hari beranjak sore, Delina turun dari lantai
atas. Ia mendengar keributan dari luar rumah. Sri dan beberapa pelayan tampak
mengintip dari balik pintu besar dan jendela. Delina mendekati Sri,
“Mbak Sri, ada apa?”
“Sepertinya ada wanita yang minta ketemu tuan muda,
Delina. Wanita itu lagi hamil.”kata Sri.
“Hamil? Kenapa gak dikasi masuk?”tanya Delina.
Sri mengatakan kalau ada tamu yang tidak dikenal dan
tidak ada tuan muda atau tuan besar, tamu itu tidak boleh masuk ke dalam rumah.
Delina tidak bisa melakukan apa-apa terhadap kebiasaan itu. Biar bagaimanapun
mereka tidak tahu maksud dan tujuan setiap tamu yang datang.
Delina melongok keluar mencoba melihat wanita yang
dimaksud Sri tapi Sri buru-buru menariknya masuk. Sri mengatakan kalau
sebaiknya Delina tidak menunjukkan dirinya dulu. Akhirnya mereka mengintip dari
balik jendela besar.
Untuk pertama kalinya Delina melihat sosok Clara.
Wanita itu memang sedang hamil besar. Ia tampak berdebat dengan penjaga diluar
yang tidak mengijinkannya masuk. Tiba-tiba Kevin datang. Mobilnya berhenti di
depan gerbang. Penjaga membukakan pintu untuknya dan wanita itu ingin masuk,
penjaga lainnya menahan wanita itu agar tidak ikut masuk ketika pintu gerbang
tertutup lagi.
Kevin keluar dari mobilnya langsung masuk ke dalam
rumah besar. Padahal wanita itu berteriak memanggil-manggil namanya.
Kevin melihat Delina berdiri di depan jendela besar
bersama Sri, sedangkan pelayan lainnya sudah menghilang karena Kevin datang.
“Hubby, ada yang nyari tuch.”kata Delina.
“Biarin aja. Aku gak kenal. Yank, laper nich. Ada
makanan gak?”tanya Kevin.
“Waduh, lupa mau bikin cemilan. Ntar ya.”saut
Delina cepat-cepat ke dapur.
Kevin mengambil ponselnya, ia melirik ke luar lewat
jendela besar. Seseorang berbicara di telpon, “Masalah waktu itu sudah ketemu
orangnya?”tanya Kevin pada orang di telpon.
Kevin mendengarkan penjelasan orang itu sebelum
memutuskan mereka harus bertemu secepatnya. “Besok kita ketemu di apartmentku. Bawa
semua yang kau temukan.”ucap Kevin sebelum menutup telponnya.
Kevin mengepalkan tangannya, ia baru saja merasakan
kebahagiaan mendapatkan jiwa dan raga Delina seutuhnya. Ia tidak akan
membiarkan kebahagiaannya pergi begitu saja. Kevin terlalu mencintai Delina dan
ia tidak ingin kehilangan Delina karena masa lalunya.
*****
Like, vote, komen dong kk, tinggalkan jejakmu di novel
__ADS_1
saya. Beri semangat untuk saya agar bisa up tiap hari ya.