Penjahit Hati

Penjahit Hati
Episode 86


__ADS_3

Kevin menatap Delina yang tersenyum senang. Ia


berharap hadiah yang dibuat Delina akan benar-benar membuat Delina diterima sebagai


menantu di rumah ini.


Usai makan malam, Delina sibuk di kamar jahitnya.


Amira memberikan kebaya lamanya untuk diperbaiki Delina. Kevin yang ingin


menagih jatahnya pada Delina, ikut masuk ke kamar itu. Dilihatnya Delina sedang


menjahit kebaya.


“Yank...”panggil Kevin.


“Ya, hubby. Tidur duluan ya. Aku masih lama


kayaknya.”kata Delina.


Kevin mengangguk mengerti tapi ia belum ingin tidur


sekarang. Kevin berbaring di tempat tidur Delina, ia asyik memainkan ponselnya.


Delina melirik Kevin saat mendengar suara perempuan tertawa dari ponsel Kevin.


Kevin sengaja memancing perhatian Delina dengan melihat-lihat sosmed wanita


cantik.


Delina mulai tidak konsen menyelesaikan kebaya di


tangannya. Ia mulai kesal pada Kevin yang masih suka melihat-lihat video wanita


seksi. Padahal Kevin bukan melihat ponselnya, ia melihat cermin di depannya


yang menunjukkan wajah cemberut Delina dengan jelas.


“Hubby, kalo mau nonton dikamar sana.”kata Delina


kesal.


“Aku gak nonton, cuma buka sosmed. Yank, lihat


dech. Ini bagus loh.”kata Kevin menunjukkan gambar model pakaian tertutup pada


Delina.


Tapi Delina tidak menanggapinya, ia mencoba


berkonsentrasi menyelesaikan kebaya itu dengan cepat. Kevin kembali membuka


sosmed wanita cantik. Delina meletakkan kebayanya, ia sudah kesal pada Kevin


hingga tidak bisa konsen lagi. Delina mendekati Kevin, merebut ponselnya dan


mematikannya.


“Aku dah ngantuk. Mau tidur.”kata Delina sambil


berjalan cepat keluar dari kamar jahit. Kevin menyeringai penuh kemenangan. Ia


mengikuti Delina setelah menutup pintu kamar jahit itu. Delina masuk ke walk in


closet, ia ingin mengganti pakaiannya dulu sebelum tidur.


Kevin bersandar di pintu walk in closet, ia menatap


Delina yang sudah melepas dress panjangnya. “Yank, malam ini jangan tidur


ya.”pinta Kevin.


“Emangnya mau ngapain sampai gak boleh tidur?”tanya


Delina yang cuma pakai pakaian dalam.


Glup! Kevin menelan salivanya melihat tubuh


menggoda Delina. Ia berjalan ke belakang Delina, memegang pinggang rampingnya.


Kevin melucuti sisa penutup tubuh Delina, lalu menggendong istrinya itu


mendekati ranjang mereka.


“Hubby, sekali aja ya. Maaf tadi aku lagi kesal


sama kamu. Jangan hukum aku sampai pagi ya.”kata Delina yang tahu apa yang


diinginkan Kevin.

__ADS_1


“Sayang, aku janji gak kasar. Boleh ya.”pinta


Kevin. Delina hanya bisa mengikuti keinginan Kevin.


*****


Keesokan paginya, Delina dan Kevin terlambat


bangun. Mereka sama-sama membuka mata saat ponsel Kevin berdering nyaring.


Kevin meraih ponselnya melihat Keanu calling.


“Hmm...”jawab Kevin setelah menekan tombol hijau.


“Lo dimana? Udah mau meeting nich!!”lengking Keanu


di telpon.


“Jam berapa sekarang?”tanya Kevin meraba-raba ke


sampingnya.


“Jam 10. Lo dimana sich?!! Gue dah nelpon lo dari jam


8. Ngapain lo?!”


“Gue baru bangun.”jawab Kevin malas.


“Lo... lo baru bangun? Jangan bilang... gue bunuh


lo sekarang!! Ke kantor gak??!!”teriak Keanu yang sudah menebak kenapa Kevin


terlambat kerja.


“Ntar dulu. Nyawa gue belum ngumpul lo udah


teriak-teriak kayak emak-emak.”


“Setengah jam lo gak dateng, gue aduin ke ayah lo.”


“Aduin sana. Sekalian bilang, gue lagi proses bikin


cucu buat ayah. Gitu.”


“Sialan lo!!”umpat Keanu kesal.


Telpon dimatikan sepihak oleh Keanu yang kesal. Kevin


kemana, sayang. Sini baring lagi. Sakit ya.”kata Kevin menarik tangan Delina.


“Hubby, sampe jam berapa kemarin?”tanya Delina


meringis kesakitan.


“Kayaknya jam 3, aku lupa. Tidurlah lagi.”


Delina hanya mengangguk, ia merebahkan dirinya


kembali ke ranjang mereka yang sudah berantakan. Sementara Kevin memilih bangun


dan masuk ke kamar mandi. Ia harus segera ke kantor atau Keanu akan menerornya.


“Istirahat dulu ya. Nanti aku suruh mbak Sri bawa


makanan kesini. Aku pulang habis meeting.”kata Kevin setelah berpakaian


lengkap.


Delina mengangguk lagi. Ia akan tiduran sebentar


lagi untuk meredakan rasa nyeri di tubuhnya. Harus ia akui permainan Kevin


semalam membuatnya melayang sampai tidak menyadari batasan tubuhnya. Ia sangat


lelah sampai tidak sadar sudah tertidur entah jam berapa.


Sri datang membawa sarapan untuk Delina. Ia senyum-senyum


melihat Delina yang KO diserang Kevin semalaman. Delina yang malu tidak berani


turun dari ranjangnya.


“Mbak Sri, tolong ambilkan bathrobe dong.”pinta


Delina.


“Delina, nanti sore mau buat cemilan apa?”tanya Sri


sambil menyerahkan bathrobe.

__ADS_1


“Bikin tahu isi aja dech mbak. Bahannya ada kan ya?”


Sri mengangguk, ia beranjak keluar dari kamar Kevin


membiarkan Delina beristirahat.


Ketika hari beranjak sore, Delina turun dari lantai


atas. Ia mendengar keributan dari luar rumah. Sri dan beberapa pelayan tampak


mengintip dari balik pintu besar dan jendela. Delina mendekati Sri,


“Mbak Sri, ada apa?”


“Sepertinya ada wanita yang minta ketemu tuan muda,


Delina. Wanita itu lagi hamil.”kata Sri.


“Hamil? Kenapa gak dikasi masuk?”tanya Delina.


Sri mengatakan kalau ada tamu yang tidak dikenal dan


tidak ada tuan muda atau tuan besar, tamu itu tidak boleh masuk ke dalam rumah.


Delina tidak bisa melakukan apa-apa terhadap kebiasaan itu. Biar bagaimanapun


mereka tidak tahu maksud dan tujuan setiap tamu yang datang.


Delina melongok keluar mencoba melihat wanita yang


dimaksud Sri tapi Sri buru-buru menariknya masuk. Sri mengatakan kalau


sebaiknya Delina tidak menunjukkan dirinya dulu. Akhirnya mereka mengintip dari


balik jendela besar.


Untuk pertama kalinya Delina melihat sosok Clara.


Wanita itu memang sedang hamil besar. Ia tampak berdebat dengan penjaga diluar


yang tidak mengijinkannya masuk. Tiba-tiba Kevin datang. Mobilnya berhenti di


depan gerbang. Penjaga membukakan pintu untuknya dan wanita itu ingin masuk,


penjaga lainnya menahan wanita itu agar tidak ikut masuk ketika pintu gerbang


tertutup lagi.


Kevin keluar dari mobilnya langsung masuk ke dalam


rumah besar. Padahal wanita itu berteriak memanggil-manggil namanya.


Kevin melihat Delina berdiri di depan jendela besar


bersama Sri, sedangkan pelayan lainnya sudah menghilang karena Kevin datang.


“Hubby, ada yang nyari tuch.”kata Delina.


“Biarin aja. Aku gak kenal. Yank, laper nich. Ada


makanan gak?”tanya Kevin.


“Waduh, lupa mau bikin cemilan. Ntar ya.”saut


Delina cepat-cepat ke dapur.


Kevin mengambil ponselnya, ia melirik ke luar lewat


jendela besar. Seseorang berbicara di telpon, “Masalah waktu itu sudah ketemu


orangnya?”tanya Kevin pada orang di telpon.


Kevin mendengarkan penjelasan orang itu sebelum


memutuskan mereka harus bertemu secepatnya. “Besok kita ketemu di apartmentku. Bawa


semua yang kau temukan.”ucap Kevin sebelum menutup telponnya.


Kevin mengepalkan tangannya, ia baru saja merasakan


kebahagiaan mendapatkan jiwa dan raga Delina seutuhnya. Ia tidak akan


membiarkan kebahagiaannya pergi begitu saja. Kevin terlalu mencintai Delina dan


ia tidak ingin kehilangan Delina karena masa lalunya.


*****


Like, vote, komen dong kk, tinggalkan jejakmu di novel

__ADS_1


saya. Beri semangat untuk saya agar bisa up tiap hari ya.


__ADS_2