Penjahit Hati

Penjahit Hati
PH - Ciuman Pertama


__ADS_3

PH - Ciuman Pertama


Delina menoleh kebelakang dan terkejut melihat


deretan orang yang sudah antri di belakangnya. Ia terpaksa masuk ke boks itu


dan melihat seseorang sudah duduk di dalamnya. Delina duduk di depan pria itu.


Ia melihat ke samping ketika kincir ria mulai berputar perlahan.


“Cantik sekali.”


“Apa? Anda bicara dengan saya?”tanya Delina pada


pria di depannya. ”Hubby?”Delina mengenali suara Kevin yang saat itu memakai


topi. Kevin melepaskan topinya dan tersenyum pada Delina.


“Hubby ngapain disini? Mana Ali?”


“Ali? Mungkin naik di salah satu boks kincir ria


ini. Abaikan dia. Kamu cantik, Delina.”


Entah kenapa mendengar pujian Kevin membuat wajah


Delina merona.


“Hubby kok bisa disini?”


“Aku ingin menikmati pemandangan denganmu. Apa kau


senang hari ini?”


“Ya, hubby. Ali mengajak saya ke tempat yang bagus,


tapi mahal sekali.”Delina mengeluarkan black card milik Kevin dan juga segepok


uang yang ia berikan pagi tadi.


“Ini, hubby. Saya akan menyimpan notanya, saya akan


mencicilnya dari gaji saya.”


“Kau tidak perlu mencicilnya. Anggap saja itu

__ADS_1


hadiah pernikahan kita. Suami harus membelikan sesuatu untuk istrinya, kan?”


“Terima kasih, hubby.”Delina tersenyum tulus untuk


pertama kalinya pada Kevin


”Aku akan tetap menyimpan nota ini, pernikahan ini


hanya setahun dan aku harus mengembalikan semua barang yang ia berikan saat


semua ini berakhir termasuk cincin ini.”


Delina menyentuh cincin di jari manisnya. Kevin


terpana melihat senyum manis Delina. Ia tanpa sadar mendekati Delina yang


mengalihkan pandangannya keluar. Mereka hampir sampai di puncak tertinggi


kincir ria itu.


Langit berwarna jingga cerah pertanda matahari


mulai terbenam. Pemandangan langit yang sangat cantik membuat Delina terpana


terhadapnya.


Saat Delina menyadari aroma parfum Kevin semakin


melingkupinya, posisi mereka sudah sangat dekat. Mata Delina terbelalak saat


Kevin menciumnya tanpa persetujuannya. Delina mendorong tubuh Kevin hingga


terduduk kembali.


“Tuan muda! Kau!!”


Teriakan Delina menyadarkan Kevin akan ciuman manis


yang baru saja ia berikan pada Delina. Perasaan Delina kacau sekali, ciuman itu


adalah ciuman pertamanya dan ia tidak menyangka akan mendapatkannya dari Kevin.


“Delina, maafkan aku.”ucap Kevin sambil berlutut di


depan Delina.

__ADS_1


“Tuan muda, jangan mendekat!”


Kevin duduk kembali ke tempat duduknya semula.


Suasana romantis yang baru saja tercipta tadi hancur seketika karea dirinya


tidak bisa menahan diri. Kincir ria sampai di titik terbawah dan pintu terbuka.


Delina keluar dengan cepat meninggalkan Kevin begitu saja.


Ali yang melihat Delina menangis, mengejarnya dan


membawa Delina pulang. Malam itu, Kevin tidak pulang ke rumah besar. Delina


tidak bertanya tentang keadaannya pada Ali. Ia tidak ingin melihat Kevin saat


ini.


Hari-hari berlalu, Delina menyibukkan dirinya menyelesaikan


kebaya Ny.Amira dan membuat cemilan untuk Alvin. Sesekali Agnes menemaninya


mengobrol sambil berbaring di kasurnya sampai Agnes ketiduran.


Siang itu setelah 5 hari Kevin tidak pulang, Delina


sedang menghidangkan cemilan untuk Alvin yang baru pulang dari kantornya. Ali


menemani Alvin sambil memberitahunya tentang kondisi kesehatan Kevin. Delina


menghentikan gerakannya yang sedang membuat kopi untuk Ali.


“Kondisi Kevin tidak baik, ayah. Dia jarang makan,


istirahat dan terus bekerja seperti mesin. Kalau terus seperti ini, Kevin akan


sakit, ayah.”


“Kau sudah membujuknya?”


*****


Like, vote, komen dong kk, tinggalkan jejakmu di


novel saya. Beri semangat untuk saya agar bisa up tiap hari ya.

__ADS_1


__ADS_2