
PH - Ciuman Pertama
Delina menoleh kebelakang dan terkejut melihat
deretan orang yang sudah antri di belakangnya. Ia terpaksa masuk ke boks itu
dan melihat seseorang sudah duduk di dalamnya. Delina duduk di depan pria itu.
Ia melihat ke samping ketika kincir ria mulai berputar perlahan.
“Cantik sekali.”
“Apa? Anda bicara dengan saya?”tanya Delina pada
pria di depannya. ”Hubby?”Delina mengenali suara Kevin yang saat itu memakai
topi. Kevin melepaskan topinya dan tersenyum pada Delina.
“Hubby ngapain disini? Mana Ali?”
“Ali? Mungkin naik di salah satu boks kincir ria
ini. Abaikan dia. Kamu cantik, Delina.”
Entah kenapa mendengar pujian Kevin membuat wajah
Delina merona.
“Hubby kok bisa disini?”
“Aku ingin menikmati pemandangan denganmu. Apa kau
senang hari ini?”
“Ya, hubby. Ali mengajak saya ke tempat yang bagus,
tapi mahal sekali.”Delina mengeluarkan black card milik Kevin dan juga segepok
uang yang ia berikan pagi tadi.
“Ini, hubby. Saya akan menyimpan notanya, saya akan
mencicilnya dari gaji saya.”
“Kau tidak perlu mencicilnya. Anggap saja itu
__ADS_1
hadiah pernikahan kita. Suami harus membelikan sesuatu untuk istrinya, kan?”
“Terima kasih, hubby.”Delina tersenyum tulus untuk
pertama kalinya pada Kevin
”Aku akan tetap menyimpan nota ini, pernikahan ini
hanya setahun dan aku harus mengembalikan semua barang yang ia berikan saat
semua ini berakhir termasuk cincin ini.”
Delina menyentuh cincin di jari manisnya. Kevin
terpana melihat senyum manis Delina. Ia tanpa sadar mendekati Delina yang
mengalihkan pandangannya keluar. Mereka hampir sampai di puncak tertinggi
kincir ria itu.
Langit berwarna jingga cerah pertanda matahari
mulai terbenam. Pemandangan langit yang sangat cantik membuat Delina terpana
terhadapnya.
Saat Delina menyadari aroma parfum Kevin semakin
melingkupinya, posisi mereka sudah sangat dekat. Mata Delina terbelalak saat
Kevin menciumnya tanpa persetujuannya. Delina mendorong tubuh Kevin hingga
terduduk kembali.
“Tuan muda! Kau!!”
Teriakan Delina menyadarkan Kevin akan ciuman manis
yang baru saja ia berikan pada Delina. Perasaan Delina kacau sekali, ciuman itu
adalah ciuman pertamanya dan ia tidak menyangka akan mendapatkannya dari Kevin.
“Delina, maafkan aku.”ucap Kevin sambil berlutut di
depan Delina.
__ADS_1
“Tuan muda, jangan mendekat!”
Kevin duduk kembali ke tempat duduknya semula.
Suasana romantis yang baru saja tercipta tadi hancur seketika karea dirinya
tidak bisa menahan diri. Kincir ria sampai di titik terbawah dan pintu terbuka.
Delina keluar dengan cepat meninggalkan Kevin begitu saja.
Ali yang melihat Delina menangis, mengejarnya dan
membawa Delina pulang. Malam itu, Kevin tidak pulang ke rumah besar. Delina
tidak bertanya tentang keadaannya pada Ali. Ia tidak ingin melihat Kevin saat
ini.
Hari-hari berlalu, Delina menyibukkan dirinya menyelesaikan
kebaya Ny.Amira dan membuat cemilan untuk Alvin. Sesekali Agnes menemaninya
mengobrol sambil berbaring di kasurnya sampai Agnes ketiduran.
Siang itu setelah 5 hari Kevin tidak pulang, Delina
sedang menghidangkan cemilan untuk Alvin yang baru pulang dari kantornya. Ali
menemani Alvin sambil memberitahunya tentang kondisi kesehatan Kevin. Delina
menghentikan gerakannya yang sedang membuat kopi untuk Ali.
“Kondisi Kevin tidak baik, ayah. Dia jarang makan,
istirahat dan terus bekerja seperti mesin. Kalau terus seperti ini, Kevin akan
sakit, ayah.”
“Kau sudah membujuknya?”
*****
Like, vote, komen dong kk, tinggalkan jejakmu di
novel saya. Beri semangat untuk saya agar bisa up tiap hari ya.
__ADS_1