Penjahit Hati

Penjahit Hati
Episode 67


__ADS_3

Delina duduk di dekat jendela setelah Kevin keluar


kamar bersama Keanu. Ia melihat pemandangan laut biru di kejauhan. Sesekali Delina


menikmati makanan yang disiapkan Kevin. Ia melihat-lihat berkeliling kamar


melihat fasilitas di dalam kamar itu. Tapi saat ia ingin menghidupkan shower,


Delina tidak sengaja memutar keran yang salah.


“Aihh!!”pekik Delina di dalam kamar mandi. Ia


mencoba mematikan kran itu sampai akhirnya pakaiannya basah semua. “Ya, ampun!”


Delina membuka-buka lemari di kamar mandi itu, ia


mengambil handuk dan bathrobe. Delina cepat-cepat mengganti pakaiannya, ia


menggantung dress dan pakaian dalamnya di dalam kamar mandi.


“Haduh, bisa kering gak ya.” Delina berpikir untuk


menghubungi Kevin, minta tolong dibelikan pakaian ganti. Tapi ia mengurungkan


niatnya takut mengganggu meeting Kevin.


Usai makan siang, pintu kamar Delina terbuka, Kevin


masuk kesana bersama Keanu. Mereka membahas hasil meeting tadi tanpa


memperhatikan keberadaan Delina. Sampai di dekat sofa, Kevin mengedarkan


pandangannya, “Delina?”panggil Kevin.


“Kayaknya dia tidur tuch.”tunjuk Keanu ke atas


ranjang.


Keduanya melotot melihat bathrobe yang dipakai


Delina sedikit terbuka memperlihatkan bagian atas dada dan pahanya. Kevin


langsung menutup wajah mupeng Keanu dengan berkas di tangannya. “Keluar lo!”usir


Kevin.


“Kenapa?! Lo belum selesai ngomong langkah


berikutnya. Apa?”tanya Keanu sambil curi-curi pandang mengintip Delina.


“Dia istri gue. Mau gue colok mata lo, heh!!


Keluar!”


“Pelit banget, lo. Iya gue keluar. Eh, berkasnya


ketinggalan.”


Kevin mendorong Keanu sampai ke pintu lalu melembar


berkas keluar kamarnya sampai berantakan di lantai. Brak! Pintu menutup dengan


keras. “Setan lo!!”maki Keanu kesal harus merapikan berkas itu.


Kevin mendekati ranjang dengan dada berdebar


kencang, matanya menjelajahi tubuh Delina yang hampir terlihat semua dari balik


bathrobe-nya.


”Kenapa dia cuma tidur pake bathrobe? Dimana


bajunya? Haduh, boleh gak ya? Dia gak pake BH lagi.”


Kevin gelisah ingin mendekati Delina tapi takut


mengganggu tidurnya. Kevin beranjak ke kamar mandi, pemandangan yang dilihatnya


pertama adalah pakaian dalam Delina yang tergantung di dekat wastafel.


”Itu artinya dia gak pake apa-apa dibalik


bathrobenya.”


Pikiran kotor Kevin membuatnya berbalik lagi ke


dekat ranjang. Ia duduk disamping Delina, mengusap betis mulus Delina, terus


naik keatas. “Mmm...”Delina menggeliat, membalik tubuhnya. Bathrobe itu semakin


terbuka, memperlihatkan pangkal paha Delina. Gleg! Kevin menelan salivanya, ia


beranjak menaiki tubuh Delina, mengukung istrinya itu diantara kedua tangannya.

__ADS_1


“Delina...”panggil Kevin mesra. Kevin menunduk


mencium bibir Delina. Ia berusaha membangunkan Delina, sebelum melanjutkan


langkah berikutnya.


“Hmm... Hubby...”


“Iya, ini aku, Kevin. Bangun, sayang.”


Delina membuka matanya, ia tersenyum melihat wajah


Kevin. “Hubby sudah selesai meeting?”


“Iya, sayang. Delina... kita lanjut yang semalem


ya. Boleh?”


“Disini?”


“He-eh. Boleh ya?”


Melihat Delina mengangguk, Kevin langsung bangkit


membuka kancing kemejanya. Dibukanya celananya dengan terburu-buru, Delina


melirik celana boxer Kevin yang menggembung. Kevin kembali mengukung Delina, ia


tersenyum melihat wajah khawatir Delina.


“Jangan takut, sayang. Ini gak akan sakit. Aku


janji pelan-pelan.”


Kevin mencium Delina lagi, mengecupi leher Delina,


meninggalkan jejak merah di leher putih itu. Tangan Kevin mulai tidak bisa


dikondisikan menyentuh area sensitif di tubuh Delina. Keduanya tenggelam dalam


nikmatnya percintaan pertama mereka. Kevin memperlakukan Delina seolah istrinya


itu gelas kristal yang sangat rapuh. Ia tidak berani menekan Delina terlalu


keras.


Setiap sentuhan Kevin membuat tubuh Delina tergetar


diliputi gairah. Setiap ciuman mereka memanaskan kamar dengan suhu terdingin


tatapan mata dan sentuhan mereka.


Kevin sudah siap menyatukan tubuh mereka, Delina


meringis kesakitan saat Kevin hampir berhasil. Air mata Delina mengalir dari


sudut matanya, ia menangis merasakan sakit dibagian bawah tubuhnya.


“Sayang, rileks.”bisik Kevin. Ia kembali mencium


bibir Delina, Kevin juga merasakan sakit di bagian bawah tubuhnya. Ini pertama


kalinya Kevin memerawani seorang wanita.


“Ssss... aduch, sakit...”rintih Delina.


“Aku juga sakit...”Kevin merintih keenakan


sekaligus kesakitan.


Ia menghentikan gerakannya untuk mengambil nafas. Ditatapnya


mata Delina yang berkaca-kaca, dengan bibir berdesis. Kevin sungguh tidak tega


melihat Delina menangis seperti itu. Kevin menarik dirinya, menjatuhkan


tubuhnya di samping Delina. Ia meraba area sensitif Delina, lalu melihat


tangannya. Bersih, tidak ada noda darah ditangannya.


“Sayang, jangan nangis lagi. Nanti kita lanjut lagi


ya.”


“Sudah selesai?”tanya Delina


“Belum mulai, sayang. Belum masuk tadi. Aku gak


tega liat kamu nangis gini.”


“Maaf, hubby. Tapi sakit sekali rasanya.”


“Iya, aku juga sakit. Punyamu masih sempit banget.”

__ADS_1


Kevin memagut bibir Delina lagi, menyesap bibir


manis Delina. Menautkan jemarinya dengan jemari Delina. “Sayang, aku sangat


mencintaimu.”


“Aku... juga.”bisik Delina sangat kecil tapi masih


bisa di dengar Kevin.


“Sungguh?! Kau bilang apa tadi? Delina...”


Delina menutup wajahnya dengan sebelah tangan. Ia


sangat malu ketika mengatakan isi hatinya. Delina berusaha membuka hatinya untuk


mencintai Kevin. Meskipun dirinya mungkin tidak akan bisa bersama Kevin


selamanya, tapi setidaknya ia pernah jatuh cinta pada pria itu yang sudah


menjadi suaminya itu.


Kevin menarik tangan Delina dari wajahnya, ia


menatap mata Delina dalam. “Delina, katakan kau mencintaiku. Jangan malu. Ayolah.”rengek


Kevin.


Delina tersenyum malu, ia menggeleng pelan. Kevin


jadi gemas melihat sikap Gadis yang malu-malu. Ia menarik Gadis dalam


pelukannya. “Delina, kenapa kamu cuma pake bathrobe? Bajumu mana? Apa mungkin


kamu sengaja menggodaku.”


“Bajuku basah, hubby. Tadi aku salah memutar kran


di kamar mandi. Hubby, bisa tolong belikan aku baju ganti?”


“Iya, sayang. Tapi sekarang kita gini dulu ya.”


“Tapi aku malu, hubby. Aku pake bathrobe dulu ya.”


Kevin membiarkan Delina bangkit, celingukan mencari


bathrobe dengan tubuh berbalut selimut. “Mana ya? Hubby, liat bathrobe gak?”


“Gak.”jawab Kevin, padahal ia merasakan bathrobe


yang dicari Delina ada di bawahnya. “Sini, sayang. Gak usah pake bathrobe dulu.


Aku pengen peluk kamu lagi. Sini.”


Delina naik lagi ke atas ranjang hotel. Kevin


memeluk Delina lagi, ia meminta Delina meraih ponselnya. Kevin mengirimkan


pesan pada Keanu untuk membelikan pakaian Delina dan satu set bikini sesuai


ukuran Delina.


“Memangnya baju Delina kemana?”balas Keanu.


“Kepo. Cepetan beliin, tapi bawa kesini nantian,


maleman dikit. Jangan ganggu gue.”


“Cih!!”Keanu mengirimkan foto jari tengahnya pada


Kevin.


Kevin melempar ponselnya kebelakang, ia mengeratkan


pelukannya pada Delina. Ditatapnya wajah istrinya yang manis, “Yank, lanjut


lagi yuk.”


“Sakit, hubby.”


“Trus kita ngapain dong?”


Delina minta Kevin bercerita tentang kehidupannya


sebelum bertemu Delina. Kevin meyakinkan Delina dulu apa ia akan marah padanya


atau tidak karena masa lalu Kevin bisa dibilang sedikit nakal. Delina


menggeleng, siap mendengarkan daripada Kevin memaksa melakukan itu.


*****


Like, vote, komen dong kk, tinggalkan jejakmu di novel

__ADS_1


saya. Beri semangat untuk saya agar bisa up tiap hari ya.


__ADS_2