
Delina duduk di dekat jendela setelah Kevin keluar
kamar bersama Keanu. Ia melihat pemandangan laut biru di kejauhan. Sesekali Delina
menikmati makanan yang disiapkan Kevin. Ia melihat-lihat berkeliling kamar
melihat fasilitas di dalam kamar itu. Tapi saat ia ingin menghidupkan shower,
Delina tidak sengaja memutar keran yang salah.
“Aihh!!”pekik Delina di dalam kamar mandi. Ia
mencoba mematikan kran itu sampai akhirnya pakaiannya basah semua. “Ya, ampun!”
Delina membuka-buka lemari di kamar mandi itu, ia
mengambil handuk dan bathrobe. Delina cepat-cepat mengganti pakaiannya, ia
menggantung dress dan pakaian dalamnya di dalam kamar mandi.
“Haduh, bisa kering gak ya.” Delina berpikir untuk
menghubungi Kevin, minta tolong dibelikan pakaian ganti. Tapi ia mengurungkan
niatnya takut mengganggu meeting Kevin.
Usai makan siang, pintu kamar Delina terbuka, Kevin
masuk kesana bersama Keanu. Mereka membahas hasil meeting tadi tanpa
memperhatikan keberadaan Delina. Sampai di dekat sofa, Kevin mengedarkan
pandangannya, “Delina?”panggil Kevin.
“Kayaknya dia tidur tuch.”tunjuk Keanu ke atas
ranjang.
Keduanya melotot melihat bathrobe yang dipakai
Delina sedikit terbuka memperlihatkan bagian atas dada dan pahanya. Kevin
langsung menutup wajah mupeng Keanu dengan berkas di tangannya. “Keluar lo!”usir
Kevin.
“Kenapa?! Lo belum selesai ngomong langkah
berikutnya. Apa?”tanya Keanu sambil curi-curi pandang mengintip Delina.
“Dia istri gue. Mau gue colok mata lo, heh!!
Keluar!”
“Pelit banget, lo. Iya gue keluar. Eh, berkasnya
ketinggalan.”
Kevin mendorong Keanu sampai ke pintu lalu melembar
berkas keluar kamarnya sampai berantakan di lantai. Brak! Pintu menutup dengan
keras. “Setan lo!!”maki Keanu kesal harus merapikan berkas itu.
Kevin mendekati ranjang dengan dada berdebar
kencang, matanya menjelajahi tubuh Delina yang hampir terlihat semua dari balik
bathrobe-nya.
”Kenapa dia cuma tidur pake bathrobe? Dimana
bajunya? Haduh, boleh gak ya? Dia gak pake BH lagi.”
Kevin gelisah ingin mendekati Delina tapi takut
mengganggu tidurnya. Kevin beranjak ke kamar mandi, pemandangan yang dilihatnya
pertama adalah pakaian dalam Delina yang tergantung di dekat wastafel.
”Itu artinya dia gak pake apa-apa dibalik
bathrobenya.”
Pikiran kotor Kevin membuatnya berbalik lagi ke
dekat ranjang. Ia duduk disamping Delina, mengusap betis mulus Delina, terus
naik keatas. “Mmm...”Delina menggeliat, membalik tubuhnya. Bathrobe itu semakin
terbuka, memperlihatkan pangkal paha Delina. Gleg! Kevin menelan salivanya, ia
beranjak menaiki tubuh Delina, mengukung istrinya itu diantara kedua tangannya.
__ADS_1
“Delina...”panggil Kevin mesra. Kevin menunduk
mencium bibir Delina. Ia berusaha membangunkan Delina, sebelum melanjutkan
langkah berikutnya.
“Hmm... Hubby...”
“Iya, ini aku, Kevin. Bangun, sayang.”
Delina membuka matanya, ia tersenyum melihat wajah
Kevin. “Hubby sudah selesai meeting?”
“Iya, sayang. Delina... kita lanjut yang semalem
ya. Boleh?”
“Disini?”
“He-eh. Boleh ya?”
Melihat Delina mengangguk, Kevin langsung bangkit
membuka kancing kemejanya. Dibukanya celananya dengan terburu-buru, Delina
melirik celana boxer Kevin yang menggembung. Kevin kembali mengukung Delina, ia
tersenyum melihat wajah khawatir Delina.
“Jangan takut, sayang. Ini gak akan sakit. Aku
janji pelan-pelan.”
Kevin mencium Delina lagi, mengecupi leher Delina,
meninggalkan jejak merah di leher putih itu. Tangan Kevin mulai tidak bisa
dikondisikan menyentuh area sensitif di tubuh Delina. Keduanya tenggelam dalam
nikmatnya percintaan pertama mereka. Kevin memperlakukan Delina seolah istrinya
itu gelas kristal yang sangat rapuh. Ia tidak berani menekan Delina terlalu
keras.
Setiap sentuhan Kevin membuat tubuh Delina tergetar
diliputi gairah. Setiap ciuman mereka memanaskan kamar dengan suhu terdingin
tatapan mata dan sentuhan mereka.
Kevin sudah siap menyatukan tubuh mereka, Delina
meringis kesakitan saat Kevin hampir berhasil. Air mata Delina mengalir dari
sudut matanya, ia menangis merasakan sakit dibagian bawah tubuhnya.
“Sayang, rileks.”bisik Kevin. Ia kembali mencium
bibir Delina, Kevin juga merasakan sakit di bagian bawah tubuhnya. Ini pertama
kalinya Kevin memerawani seorang wanita.
“Ssss... aduch, sakit...”rintih Delina.
“Aku juga sakit...”Kevin merintih keenakan
sekaligus kesakitan.
Ia menghentikan gerakannya untuk mengambil nafas. Ditatapnya
mata Delina yang berkaca-kaca, dengan bibir berdesis. Kevin sungguh tidak tega
melihat Delina menangis seperti itu. Kevin menarik dirinya, menjatuhkan
tubuhnya di samping Delina. Ia meraba area sensitif Delina, lalu melihat
tangannya. Bersih, tidak ada noda darah ditangannya.
“Sayang, jangan nangis lagi. Nanti kita lanjut lagi
ya.”
“Sudah selesai?”tanya Delina
“Belum mulai, sayang. Belum masuk tadi. Aku gak
tega liat kamu nangis gini.”
“Maaf, hubby. Tapi sakit sekali rasanya.”
“Iya, aku juga sakit. Punyamu masih sempit banget.”
__ADS_1
Kevin memagut bibir Delina lagi, menyesap bibir
manis Delina. Menautkan jemarinya dengan jemari Delina. “Sayang, aku sangat
mencintaimu.”
“Aku... juga.”bisik Delina sangat kecil tapi masih
bisa di dengar Kevin.
“Sungguh?! Kau bilang apa tadi? Delina...”
Delina menutup wajahnya dengan sebelah tangan. Ia
sangat malu ketika mengatakan isi hatinya. Delina berusaha membuka hatinya untuk
mencintai Kevin. Meskipun dirinya mungkin tidak akan bisa bersama Kevin
selamanya, tapi setidaknya ia pernah jatuh cinta pada pria itu yang sudah
menjadi suaminya itu.
Kevin menarik tangan Delina dari wajahnya, ia
menatap mata Delina dalam. “Delina, katakan kau mencintaiku. Jangan malu. Ayolah.”rengek
Kevin.
Delina tersenyum malu, ia menggeleng pelan. Kevin
jadi gemas melihat sikap Gadis yang malu-malu. Ia menarik Gadis dalam
pelukannya. “Delina, kenapa kamu cuma pake bathrobe? Bajumu mana? Apa mungkin
kamu sengaja menggodaku.”
“Bajuku basah, hubby. Tadi aku salah memutar kran
di kamar mandi. Hubby, bisa tolong belikan aku baju ganti?”
“Iya, sayang. Tapi sekarang kita gini dulu ya.”
“Tapi aku malu, hubby. Aku pake bathrobe dulu ya.”
Kevin membiarkan Delina bangkit, celingukan mencari
bathrobe dengan tubuh berbalut selimut. “Mana ya? Hubby, liat bathrobe gak?”
“Gak.”jawab Kevin, padahal ia merasakan bathrobe
yang dicari Delina ada di bawahnya. “Sini, sayang. Gak usah pake bathrobe dulu.
Aku pengen peluk kamu lagi. Sini.”
Delina naik lagi ke atas ranjang hotel. Kevin
memeluk Delina lagi, ia meminta Delina meraih ponselnya. Kevin mengirimkan
pesan pada Keanu untuk membelikan pakaian Delina dan satu set bikini sesuai
ukuran Delina.
“Memangnya baju Delina kemana?”balas Keanu.
“Kepo. Cepetan beliin, tapi bawa kesini nantian,
maleman dikit. Jangan ganggu gue.”
“Cih!!”Keanu mengirimkan foto jari tengahnya pada
Kevin.
Kevin melempar ponselnya kebelakang, ia mengeratkan
pelukannya pada Delina. Ditatapnya wajah istrinya yang manis, “Yank, lanjut
lagi yuk.”
“Sakit, hubby.”
“Trus kita ngapain dong?”
Delina minta Kevin bercerita tentang kehidupannya
sebelum bertemu Delina. Kevin meyakinkan Delina dulu apa ia akan marah padanya
atau tidak karena masa lalu Kevin bisa dibilang sedikit nakal. Delina
menggeleng, siap mendengarkan daripada Kevin memaksa melakukan itu.
*****
Like, vote, komen dong kk, tinggalkan jejakmu di novel
__ADS_1
saya. Beri semangat untuk saya agar bisa up tiap hari ya.