Penjahit Hati

Penjahit Hati
PH - Tuan muda pemaksa


__ADS_3

PH - Tuan muda pemaksa


“Ya, tuan muda?”tanya Delina tanpa berbalik


menghadap Kevin.


“Apa makan malamnya?”tanya Kevin sambil melepas


handuk di pinggangnya.


“Tadi saya dengar dari mbak Sri, soto ayam, tuan


muda.”kata Delina.


“Kenapa tadi kau lama membuat kopi?”tanya Kevin


lagi sambil memakai celananya.


“Saya sudah selesai membuatnya, tapi tuan besar


datang dan meminum kopi itu. Waktu saya buat yang kedua, Ny.Amira datang dan


meminta kopi itu juga.”jelas Delina, ia mendengar suara retsleting ditarik tapi


tetap tidak menoleh.


“Parfum apa yang kau pakai?”tanya Kevin lagi kali


ini memakai kemejanya.


“Saya gak pakai parfum, tuan muda. Gak punya uang


untuk membelinya.”jelas Delina sambil berjalan sedikit mendekati pintu.


“Aku gak perlu penjelasan! Jawab saja


pertanyaanku!!”teriak Kevin sambil mengancingkan kemejanya.


“Maaf, tuan muda.”


”Minta maaf sajalah. Tuan muda ini kalau dilawan


sepertinya bisa berbuat nekat.”pikir Delina.


“Balik badan.”perintah Kevin.


“Saya gak mau, tuan muda.”


“Aku sudah pake baju. Balik badan cepat. Ambilkan


jam tangan itu.”tunjuk Kevin setelah Delina menoleh padanya.


Delina mendekati rak berisi aneka jenis jam tangan dengan


merk terkenal. Delina mengambil satu dan memberikannya pada Kevin yang


menyodorkan tangannya. Delina mencoba memakaikan jam tangan itu, Kevin


membiarkan saja Delina berusaha sendiri. Ia malah asyik memperhatikan wajah


polos Delina tanpa make up.


”Apa wajah wanita bisa sehalus ini tanpa make


up?”batin Kevin.


“Apa kau tidak bisa lebih cepat?!”ketus Kevin


didepan wajah Delina.


“Saya kan baru pertama memakaikan jam tangan, tuan


muda. Nah, sudah terkunci.”


Delina menatap mata Kevin yang terpana melihat mata


Delina,


Mata jernih yang cantik. Kenapa matanya indah


sekali?


“Tuan muda mau pakai sepatu yang mana?”tanya Delina


sambil mengalihkan pandangannya ke deretan sepatu Kevin.


Jangan berpaling, hei! Aku masi mau menatap


matamu. Kenapa kau malah pergi?


“Yang hitam paling ujung.”tunjuk Kevin sambil


menyadarkan dirinya.


Kevin berjalan keluar dari walk in closet, ia duduk


di sofa. Delina menyusulnya dan memakaikan kaos kaki dan sepatu Kevin. Kevin

__ADS_1


kembali tertegun, terakhir kali ada yang melakukan itu pada Kevin saat ia duduk


di bangku SD.


Tanpa sadar dirinya tersenyum kearah Delina. Wangi


Delina menariknya untuk menundukkan kepala di samping kepala gadis itu. Ia


berpura-pura membetulkan letak kaos kakinya di dalam sepatu. Pipi mereka hampir


bersentuhan hanya dibatasi kerudung Delina saja. Kevin menghirup aroma gadis


itu dalam-dalam.


Sebentar lagi aku akan mati kalau terus


bersamanya. Kenapa dia bisa wangi seperti ini tanpa memakai parfum?


“Ambilkan kopiku.”kata Kevin setelah Delina selesai


memakaikan sepatu Kevin.


Delina menyodorkan cangkir kopi ke hadapan Kevin


dan berdiri di sampingnya.


“Aku mau keluar habis makan malam. Kau tunggu aku


pulang, jangan tidur duluan.”perintah Kevin.


“Baik, tuan muda. Besok tuan muda kerja?”


“Besok hari apa?”tanya Kevin dengan malas.


“Hari Jumat, tuan muda. Tapi besok tanggal


merah.”jawab Delina cepat.


“Kalau gitu aku libur. Kalau aku libur, tetap


bangunkan aku seperti biasa karena aku harus ikut sarapan dengan ayah. Ingat


itu!”teriak Kevin lagi.


”Ini orang gak takut suaranya habis apa,


teriak-teriak terus. Aku juga gak tuli, tuan muda.”batin Delina.


“Baik, tuan muda.”jawab Delina ramah.


Kenapa suaranya terdengar merdu ya? Astaga! Aku


Mereka berjalan menuruni tangga menuju meja makan.


Seperti biasa Kevin tiba duluan di meja itu. Ia melihat ke kamar orang tuanya.


Sri datang menghidangkan soto ayam di depan Kevin.


“Ayah sama ibu, mana mbak?”tanya Kevin sambil mulai


makan.


“Tuan besar dan Ny. besar masih sibuk, tuan


muda.”jawab Sri sambil senyum-senyum.


“Didalam sana? Agnes mana?”tanya Kevin lagi sambil


menunjuk pintu kamar orang tuanya.


“Iya, tuan muda. Nona Agnes...”


“Stop, aku gak mau tau dia dimana. Lupakan aku


sudah tanya tadi. Hei, kau tambahkan air minum di gelasku!”bentak Kevin pada


Delina.


Delina mengambil teko air dan menuangkan air minum


ke gelas itu. Kevin meminum air dalam gelas dan kembali makan. Delina hampir


berjalan kembali ke tempatnya berdiri tadi tapi tangan Kevin mencekal


lengannya.


“Duduk.”perintah Kevin pada Delina.




“Saya berdiri saja, tuan muda.”


“Duduk, temani aku makan!”ketus Kevin.


Delina mau gak mau duduk di samping Kevin. Ia hanya

__ADS_1


duduk diam seperti patung dan senyuman Kevin terbit di sudut bibirnya. Sri yang


memperhatikan interaksi keduanya, ikutan tersenyum. Ia bisa merasakan kalau


tuan mudanya ini mulai tertarik pada Delina.


Setelah Kevin selesai makan, ia mengelap bibirnya


dan bangkit berdiri. Delina juga bangkit berdiri, ia mengikuti langkah Kevin


yang keluar dari rumah.


“Hati-hati di jalan, tuan muda.”kata Delina sambil


membungkuk sedikit.


”Aku senang sekali dia mengantarku keluar. Lihat


saja nanti.”kata Kevin dalam hati.


Mobil Kevin meluncur keluar dari halaman rumah itu.


Sesekali ia mencium tangannya yang masih ada wangi Delina. Senyuman lebar Kevin


kembali muncul. Ia ingin melakukan sesuatu pada Delina malam nanti.


*****


Keanu menatap heran pada Kevin yang tidak melirik


satu pun wanita seksi di sekitar mereka. Ia hanya fokus pada minumannya sambil


sesekali mencium pergelangan tangannya.


“Lo kenapa?”tanya Keanu.


“Gue udah gila.”kata Kevin dengan lesu.


“Ya, lo memang gila.”


“Sialan lo.”maki Kevin.


“Ngatain lagi. Lo dari tadi gue perhatiin cuma


minum trus nyium tangan lo sendiri. Emangnya kenapa?”tanya Keanu kepo.


“Lo inget kan kemarin gue bilang salah ngira


pelayan pribadi gue?”


“Ya, dan gue bilang sama lo minta Ny.Amira buat


minta siapalah itu buat jadi pelayan lo? Trus gimana?”tanya Keanu lagi


“Dia mulai kerja tadi.”


“Bagus dong, harusnya lo seneng uda ada yang


nglayanin lo.”kata Keanu bingung.


“Kayaknya gue jatuh cinta sama dia.”


Prufftt!! Keanu menyemburkan minumannya pada Kevin.


Ia langsung panik, mengambil tisu dan mengelap wajah Kevin yang mulai memerah


karena marah.


“Keanu!!! Anjing lo!! Kenapa gue disembur?!!”bentak


Kevin sambil merebut tisu dari tangan Keanu dan mengelap wajahnya sendiri.


“Sorry, gue kaget, lo serius?!”tanya Keanu tak


percaya.


“Gue blum yakin juga. Gue mau pulang. Mau mastiin


lagi.”ujar Kevin sambil berdiri.


“Woi, jangan diapa-apain anak orang tuch.”


“Lo ngomong gitu, gue jadi pengen ngapa-ngapain.”seringai


Kevin sambil membayangkan wajah Delina yang manis.


Kevin menyiram bajunya dengan minuman yang tersisa


di gelasnya. Membuat tubuhnya bau alkohol yang sangat menyengat. Keanu menepuk


jidatnya, ia akan ke rumah Kevin besok untuk melihat sendiri sosok wanita yang


membuat bos sekaligus sahabat dekatnya itu berubah.


*****


Apa yang akan terjadi pada Delina ya?

__ADS_1


Like, vote, komen dong kk, tinggalkan jejakmu di novel


saya. Beri semangat untuk saya agar bisa up tiap hari ya.


__ADS_2