
“Hihi... udah tua.”saut Wina menanggapi jawaban Keanu.
Keanu merasa kemampuannya memuaskan Wina sedang diremehkan wanita itu. Keanu menarik Wina lalu memanggul wanita itu masuk ke dalam kamar hotel. Wanita itu terpekik berusaha memberontak.
Bruk! Tubuh Wina terhempas ke atas tempat tidur besar yang sangat empuk. Keanu menelan salivanya melihat paha mulus Wina di depan matanya. Wina hampir bangun tapi Keanu sudah terlanjur mengukungnya.
“Akan kunikahi kamu besok. Tapi malam ini akan jadi malam pertama kita.”bisik Keanu di telinga Wina. Ia hanya ingin menggoda wanita itu saja tapi kalau Wina tidak keberatan, Keanu akan melakukannya.
“Ja...jangan, tuan. Saya cuma orang kampung. Tolong jangan!!”jerit Wina ketakutan.
“Ini nggak akan sakit, aku janji pelan-pelan.”bisik Keanu lagi.
Wina menatap mata Keanu yang berkilat gairah. Ia menelan salivanya melihat bulu dada Keanu. Wina merinding merasakan pahanya dibelai Keanu. Rasa geli menjalar ke seluruh tubuhnya. Wina memejamkan matanya ketakutan.
“Kalau kau mengira di umurku ini, aku nggak bisa memuaskanmu, kau salah, sayang.”bisik Keanu menggigit daun telinga Wina.
“Ach, sakit. Tuan, saya bukan makanan, jangan digigit.”pinta Wina memegang telinganya.
Keanu menahan kedua tangan Wina diatas kepalanya, ia mulai mencari kelemahan Wina. Naik turun, tangan Keanu tidak bisa diam di tubuh Wina. Wanita itu mulai pasrah menerima sentuhan Keanu. Ia hampir menyerahkan dirinya saat teringat pesan ibunya agar menikah dulu sebelum melewati malam pertama. Wina menggigit tangan Keanu untuk menyadarkan pria itu.
“Addoww!!! Kau ini! Ngapain gigit aku?!”pekik Keanu kesakitan. Wina tersenyum malu, lalu meminta mereka menikah dulu sebelum malam pertama. “Jadi kamu mau nikah sama aku?”tanya Keanu lagi meyakinkan dirinya. Wina mengangguk setuju. Keanu tersenyum bahagia, ia hampir mencium Wina tapi wanita itu sudah lebih dulu membekap wajahnya dengan bantal.
*****
Beberapa hari kemudian, hari pernikahan Wina dan Keanu tiba juga. Kevin sudah bersiap memakai jas mahalnya. Ia sedang menunggu Delina selesai berdandan. Kali ini Kevin ingin mengajak Armando dan Emilia ikut juga. Kedua bocah itu sudah didandani dengan pakaian yang serasi. Keduanya terlihat seperti malaikat kecil.
“Sayang, kamu sudah siap? Kita harus berangkat sekarang.”ujar Kevin.
“Iya, sebentar aku cek anak-anak dulu.”saut Delina.
Baru beberapa menit Delina keluar dari kamar, tiba-tiba... prang! Suara sesuatu yang pecah mengagetkan Kevin. Ia berlari keluar dari kamarnya menuju kamar Emilia dan Armando yang bersebelahan. Dilihatnya Delina sedang duduk sambil memegangi kakinya yang terluka.
__ADS_1
“Sayang!”panggil Kevin cemas.
Ia segera masuk ke kamar Emilia dan mengangkat Delina dari lantai. Kevin membawa Delina kembali ke kamar mereka.
“Auuww! Sss... sakit, hubby. Pelan-pelan.”desis Delina ketika Kevin membersihkan lukanya.
Kevin menyadari kehadiran seseorang di belakangnya, ia sengaja bersuara keras. “Sayang, kenapa bisa gini? Apa yang terjadi?”
Delina hampir bicara tapi Emilia keburu masuk ke dalam kamar sambil menangis. Ia mengadu kalau tadi Delina menarik bajunya sampai robek. Delina juga melempar Rita dengan lampu kamar Emilia yang pecah
berserakan di lantai.
Padahal kejadiannya bukan seperti itu, ketika Delina masuk ke kamar Emilia tadi, gadis kecil itu sedang memakai bros sendiri. Rita justru tidak terlihat dimanapun. Delina berjongkok ingin membantu Emilia. Tapi
gadis itu tiba-tiba melangkah mundur dengan cepat membuat bajunya robek. Bukan hanya itu tapi Emilia juga menarik lampu kamarnya hingga jatuh di dekat kaki Delina dan melukainya.
Delina menatap kasihan pada Emilia yang menangis sambil melontarkan kebohongan. Kevin yang membaca situasi dengan cepat, menggendong Emilia keluar dari kamarnya dan menutup pintu. Rita yang berdiri di
Amira dan Alvin yang mendengar aduan Emilia, mengambil alih gadis kecil itu dari gendongan Kevin. Mereka menoleh saat Delina dan Armando turun dari lantai atas juga. Amira dan Alvin langsung memalingkan
wajahnya. Kevin terlihat bingung memilih ikut Delina atau tetap disana.
Akhirnya Delina pergi tanpa bicara apa-apa. Armando mengikutinya setelah menatap Kevin dengan tatapan yang sulit diartikan. Kevin sempat mengejar keluar, tapi mobil yang membawa keduanya sudah pergi.
Rita hampir melompat girang, ia kembali berpura-pura sedih sambil menatap Emilia. Amira membawa Emilia untuk menghadiri pernikahan Keanu dan Wina. Delina dan Armando tidak jadi datang kesana. Mereka
kembali ke mansion karena kaki Delina terluka.
“Bu, kita tidak usah kembali ke rumah kakek ya. Kita tinggal disini aja. Ibu tidak pernah terluka kalau tinggal disini.”kata Armando.
“Nak, kita harus tinggal bersama kakek dan nenek. Kita harus menjaga mereka, sayang. Tapi untuk saat sekarang, lebih aman kita tinggal disini dulu ya.”kata Delina.
__ADS_1
Armando hanya mengangguk-angguk. Ia mengelus-elus luka di kaki Delina yang sudah dibalut perban.
Kevin tampak kesal sepanjang pernikahan Keanu. Ia sudah membayangkan dirinya dan Delina berdansa di tengah pesta, tapi Clara menyabotase rencananya. Tring! Tring! Ponsel Kevin berbunyi tanda notif chat
masuk.
“Kevin, bisa kita ketemu sebentar?”ketik chat tanpa nama itu.
Kevin mengkerutkan keningnya, ia membalas menanyakan siapa orang itu dan pesan balasannya tertulis nama Clara.
“Aku sibuk.”hanya itu yang dibalas Kevin pada Clara.
Tring! Tring! Chat masuk lagi, Kevin membacanya. Kali ini disertai foto Delina sedang berdua dengan seorang pria tampan. Mereka tampak mesra di foto itu sedang berangkulan seperti sepasang kekasih.
“Dimana kau dapat foto itu?”ketik Kevin cepat. Ia juga memforward foto itu ke Alvin, menanyakan apa ayahnya pernah melihat pria itu.
Clara yang merasa umpannya disambar Kevin, tidak menyiakan kesempatan memanggil Kevin ke rumahnya. Kevin mengatakan ia akan segera kesana.
Alvin menepuk pundak Kevin, mereka berjalan menjauh dari kerumunan tamu yang sedang berpesta. Rita terus menatap kemana kedua pria itu pergi lalu berusaha mengikutinya. Tapi Amira memanggilnya dengan cepat untuk menjaga Emilia yang sedang makan.
“Ayah tahu pria itu. Dia pernah mencoba mendekati Delina ketika kalian tinggal terpisah. Tapi Delina selalu menolaknya. Foto itu waktu dia mencoba kurang ajar pada Delina. Padahal di dekat Delina ada body guard ayah.”jelas Alvin.
Kevin mengatakan kalau masalah Clara harus dituntaskan sekarang juga. Ia lelah dibayangi masa lalunya yang serakah. Alvin membisikkan sesuatu ke telinga Kevin. Ia menatap ayahnya setelah selesai, “Ayah yakin?” Kevin terlihat ragu untuk melakukannya.
“Kita bisa melakukannya. Semuanya akan terjadi dengan cepat. Kau mainkan saja peranmu, sisanya serahkan pada ayah.”
Kevin mengangguk mengerti, ia segera memberitahu Keanu kalau ia harus pergi sekarang. Keanu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah Clara. Ketika melewati sebuah jembatan yang panjang, mobil Kevin tampak oleng dan tidak sengaja menabrak pembatas jembatan.
*****
Like, vote, komen dong kk, tinggalkan jejakmu di novel saya. Beri semangat untuk saya agar bisa up tiap hari ya.
__ADS_1