
PH - Rencana Kevin
Kevin mengepalkan tangannya lagi. Ia ingin melakukan sesuatu yang bisa membuat Delina memiliki hak untuk bisa membela dirinya.
*****
Musik berdentum kencang menghentakkan lantai club malam itu. Kevin dan Keanu sedang duduk di tempat biasanya. Mereka mengobrol ringan sambil menghabiskan minuman di gelas mereka. Beberapa gadis cantik dan seksi lewat di depan mereka mencoba merayu Kevin. Tapi Kevin tidak bergeming.
Keanu melempar remasan tisu pada Kevin,
“Hei, lo kenapa nglamun trus?”tanya Keanu
“Gue bingung mesti gimana?”
“Masalah Delina lagi?”tebak Keanu jitu.
“Kenapa lo bisa tau?”tanya Kevin.
“Hadeh, lo uda kayak gini sejak bilang jatuh cinta sama dia. Sekarang apalagi?”tanga Keanu lagi.
“Gue pengen ngasih dia hak.”
“Maksud lo?”
Kevin menceritakan tentang tamparan Agnes dan bagaimana Delina sedikit berubah padanya setelah kedatangan Giselle. Kevin ingin memberi Delina hak untuk bisa melawan tapi dia bingung gimana caranya.
Statusnya Delina hanya pelayan pribadi Kevin. Tentu saja ia akan kalah jika melawan Giselle dan Agnes yang notabene adalah keluarga Kevin.
“Satu-satunya cara ya bikin Delina jadi keluargamu juga. Angkat jadi adik, gih.”usul Keanu serius.
“Ach, lo tuch modus.”
“Kenapa gue dikatain modus?”tanya Keanu dengan gugup.
“Kalau Delina jadi adik angkat gue, lo bisa deketin dia. Enak aja lo. Mending dia jadi istri gue.”
Kevin membulatkan matanya mendengar kata-kata yang
ia ucapkan sendiri. Kenapa dirinya baru kepikiran menjadikan Delina istrinya
saja. Sampai sejauh ini, hanya Delina yang bisa membuatnya nyaman. Membuat
Kevin mulai berubah menjadi lebih baik, meskipun masih datang ke klub malam.
Tapi Kevin sudah tidak bermain dengan wanita manapun lagi.
“Yah, jangan jadi istri lo dong. tetep jadi pelayan lo aja dech.”kata Keanu memelas.
“Gak! Gue mau nikahin Delina. Gimanapun caranya.”
“Kayak dia mau nikah aja sama lo. Lo sendiri yang
bilang, pernyataan cinta lo ditolak mentah-mentah. Dia gak mau jadi Cinderella.
Lo harus nikah sama orang kaya juga. Dan bla, bla, bla...”jelas Keanu dengan
wajah menyebalkan.
Kevin berpikir lagi untuk membuat Delina mau menikahinya. Bagaimana caranya?
*****
Pulang dari klub malam, Kevin tidak sepenuhnya
mabuk. Ia berjalan santai masuk ke dalam rumahnya dan mendapati Delina tertidur
di kursi meja makan. Kevin melirik jam tangannya, sudah jam 11 malam.
Celingukan seperti maling, Kevin perlahan menggendong Delina.
*”Ringan sekali. Apa dia gak pernah makan? Rambutnya harum sekali.”*
Kevin membawa Delina masuk ke kamarnya sendiri. Saat Kevin membaringkan Delina, ia terbangun.
“Tuan muda, maaf saya ketiduran.”
Delina bergeser dari dekat Kevin agar ia bisa
duduk. Saat itu hasrat Kevin terdorong ingin menyentuh Delina. Ia mendekat dan
mengecup pipi Delina,
“Tuan muda!!”bentak Delina sambil mengusap pipinya dengan kerudungnya.
__ADS_1
Wajahnya memerah menahan rasa terkejutnya mendapat
ciuman dari Kevin. Delina hampir beranjak dari duduknya, ingin berdiri dan
menjauh dari Kevin. Tapi Kevin sudah menarik tangannya.
“Tuan muda, ini sudah larut malam. Silakan
istirahat dulu.”kata Delina sambil berusaha melepaskan tangannya.
“Delina, menikahlah denganku.”pinta Kevin.
“Apa?!! Tuan muda mabuk. Jangan bicara sembarangan.”kata
Delina sambil duduk di pinggir tempat tidurnya.
“Menikah denganku, ya. Aku sangat mencintaimu.”pinta
Kevin lagi.
Tubuh Delina yang mungil, direngkuh Kevin hingga
masuk ke dalam pelukan pria kekar itu. Delina meronta, ia sangat tidak nyaman
dengan perlakuan Kevin.
“Tuan muda, tolong lepaskan saya. Ach, sakit!”jerit
Delina.
Kevin melepaskan pelukannya dan berdiri dengan
cepat. Ia hampir kebablasan ingin mencium Delina. Mencium bibir Delina yang
menggoda di mata Kevin.
“Ach, kepalaku..”keluh Kevin sambil memegangi
kepalanya.
Padahal jelas-jelas dirinya tidak mabuk tapi Kevin
berpura-pura mabuk. Delina berdiri dan menahan tubuh Kevin yang terlihat limbung.
tubuhnya hingga Delina harus mati-matian menahan tubuh tuan mudanya itu.
Setelah drama peluk-pelukan di tangga dan dekat kamar
Kevin, Delina membaringkan Kevin diatas tempat tidurnya. Ia mulai membersihkan
tubuh Kevin seperti sebelumnya saat Kevin mabuk. Setelah selesai, Delina
beranjak keluar dari kamar Kevin. Meninggalkan Kevin yang makin mencintainya.
*****
Keesokan harinya, Kevin baru pulang bekerja. Ia sengaja
pulang lebih cepat untuk membujuk Delina lagi agar mau menikah dengannya. Saat
Kevin melewati ruang baca untuk sampai ke tangga, ia mendengar suara Giselle
yang cukup keras.
“Agnes, kamu harus berikan obat ini pada Kevin.”kata
Giselle.
“Obat apa, mah? Jangan bilang obat perangsang. Ih,
Agnes gak mau melakukan itu sebelum nikah.”tolak Agnes.
“Bukan, obat ini bisa membuat Kevin nurut sama
kamu. Mau dengerin kata-kata kamu.”
“Ada obat kayak gitu?”tanya Agnes penasaran.
Kevin melihat botol obat kecil dengan pil berwarna
biru di dalamnya. Sepertinya hanya dari 1 pil di dalam botol itu. Kalau benar
yang dikatakan Giselle, Kevin akan membiarkan Delina meminumnya dan Delina
__ADS_1
tidak akan menolak menikah dengan Kevin.
Kevin putar otak, bagaimana caranya mendapatkan
obat itu. Ia kembali mendengarkan rencana Giselle agar Agnes membawakan minuman
pada Kevin sore itu juga.
“Kevin itu punya pelayan pribadi yang selalu
nyiapin keperluan dia, mana mau Kevin minum minuman buatanku, mah.”
“Kalau gitu kamu cari kesempatan masukkan obat ini
ke minuman Kevin yang dibuat gadis jelek itu.”kata Giselle dengan licik.
Kevin mengepalkan tangannya, ia kesal mendengar
Giselle mengatai Delina jelek. Tapi Kevin akan memaafkan tantenya itu sekarang
karena sudah membuatkan rencana yang bagus untuk membantunya mendapatkan
Delina.
“Berapa lama efek obatnya, mah?”
“Efeknya cuma 4 jam. Jadi begitu Kevin minum, kita
harus cepat menjalankan rencana kita berikutnya.”kata Giselle dengan semangat.
“Rencana apalagi, sih mah?”tanya Agnes.
“Kita buat seolah Kevin sudah tidur sama kamu. Pura-pura
aja gitu. Yang penting kamu bisa nikah sama dia.”
“Terserah mama dech.”balas Agnes malas.
Kevin beranjak dari tempatnya mengintip, ia sengaja
berjalan mundur pelan dan berhenti di dekat ruang baca.
“Delina! Dimana kamu?!!”teriak Kevin pura-pura
kesal.
“Ya, tuan muda.”jawab Delina yang keluar dari
kamarnya dengan terburu-buru.
“Gimana kamu ini, siapkan air mandiku! Aku mau
pergi lagi dan gak pulang malam ini. Besok pagi aku datang, kamu sudah harus
siapkan kopi dan cemilanku di dalam kamar. Jangan buat kesalahan lagi!!”ketus
Kevin sambil berkacak pinggang.
Kevin merasa suaranya sudah cukup keras hingga
terdengar sampai ke dalam ruang baca. Ia berjalan cepat menaiki tangga dan
berhenti di tengah-tengah sambil pura-pura mengecek HP-nya. Delina berjalan
lebih dulu ke dalam kamarnya untuk menyiapkan keperluan Kevin.
Melalui lirikan matanya, Kevin melihat Giselle dan
Agnes mengintip dari balik ruang baca. Kevin berpura-pura menelpon Keanu, mengecek
persiapan mereka yang akan berangkat meninjau proyek malam ini juga dan baru
kembali besok.
Setelah merasa cukup, Kevin lanjut naik ke lantai 2
dan masuk ke kamarnya.
*****
Like, vote, komen dong kk, tinggalkan jejakmu di novel
saya. Beri semangat untuk saya agar bisa up tiap hari ya.
__ADS_1