Penjahit Hati

Penjahit Hati
PH - Bingung


__ADS_3

PH - Bingung


Bukan pinggang yang sakit tapi kegagahannya sudah


hampir meledak karena ulah Delina tadi. Delina kembali duduk di tempat semula.


Ia tidak sadar kalau gesekan tubuhnya membuat Kevin hampir menuntaskan


hasratnya. Kevin meminta Delina mengangkat tubuhnya sedikit, duduk lagi, begitu


terus sampai Kevin merasa puas.


“Ugh!”desah Kevin setelah dirinya mendapatkan apa


yang ia inginkan.


“Tuan muda baik-baik saja?”tanya Delina cemas.


“Sekarang bangun pelan-pelan. Pelan-pelan,


Delina.”pinta Kevin.


Delina bangun perlahan dan melihat celana Kevin


sedikit basah. Pantas saja Delina merasakan bokongnya juga basah.


“Aku kebelet tadi. Jadi ngompol dech.”keluh Kevin


sambil menahan senyumnya.



“Cepat ganti celananya, tuan muda. Saya keluar


dulu.”


“Disini aja. Nih, kopernya.”kata Kevin sambil


meraih koper itu dengan mudah.


Delina mulai memasukkan pakaian santai dan celana


dalam Kevin ke dalam koper. Ia menunggu Kevin selesai untuk memilih jas dan


juga pakaian lainnya. Kevin datang lagi dengan berbalut handuk. Ia menunjuk jas


yang ingin dibawanya dan beberapa pakaian lagi.


Kevin membawa celana ganti yang sudah disiapkan


Delina dan memakainya di dekat tempat tidurnya. Ia masuk lagi dan menunjuk


sepatu dan jam tangan yang ingin dibawanya juga. Delina mengemas semuanya. Ia


juga menyiapkan pakaian yang akan dipakai Kevin berangkat besok.


“Delina, besok bangunkan aku jam 6. Siapkan kopi


dan juga sarapanku ya.”perintah Kevin.


“Baik, tuan muda.”


“Sekarang pijat kepalaku sampai aku tidur.”perintah


Kevin lagi.


Delina duduk di pinggir tempat tidur Kevin. Ia


menggosok tangannya sebelum menyentuh kepala Kevin. Perlahan Kevin mulai


memejamkan matanya, pijatan Delina membuatnya rileks sampai ia tertidur lelap.


Delina bangkit perlahan, ia menarik selimut


menutupi tubuh Kevin dan keluar dari kamarnya. Sampai di lantai bawah, ia


melihat Amira duduk di meja makan.


“Selamat malam, Ny.”sapa Delina.


“Malam, Delina. Kevin sudah tidur?”tanya Amira.


“Sudah, Ny. Besok tuan muda berangkat keluar kota


pagi-pagi sekali.”


“Ach, begitu. Duduklah, Delina. Aku mau bicara

__ADS_1


sebentar.”


Delina menarik salah satu kursi di meja makan dan


duduk disana. Amira memang tidak membedakan antara pelayan dan dirinya. Kalau


memang perlu bicara, Amira akan duduk sejajar dengan mereka semua tanpa


kecuali.


“Delina, apa kau betah kerja disini?”tanya Amira.


“Iya, Ny. Saya senang bisa bekerja disini.”


“Apa kau tertarik pada Kevin?”tanya Amira lagi.


“Saya? Saya gak berani, Ny. masa pelayan seperti


saya berani tertarik pada tuan muda. Lagipula saya lihat nona Agnes lebih


tertarik pada tuan muda.”jelas Delina jujur.


“Hoo. Kau melihatnya juga ya.”


“Jelas sekali, Ny. Apa tidak sebaiknya mereka


dijodohkan saja?”


Amira menatap tajam pada Delina, Delina yang merasa


terlalu lancang, langsung meminta maaf dan mengatakan ia hanya keceplosan saja.


Amira tertawa melihat Delina jadi gugup karena itu. Ia meminta Delina untuk


tidak memikirkan kata-katanya tadi.


Amira meminta Delina menyiapkan setidaknya 5 model


kebaya baru lagi untuk dirinya. Bahan kebayanya sudah siap dan ia akan


menghadiri 5 acara yang berbeda mulai akhir bulan ini. Delina sudah menyiapkan


3 model kebaya baru untuk Amira dan berjanji akan menyiapkan 2 lagi secepatnya.


“Bagus. Selama Kevin di luar kota, kamu bisa


mengecewakan aku, Delina.”kata Amira.


“Saya tidak akan mengecewakan Ny.”


“Kau bisa istirahat. Aku juga mau tidur.”kata Amira


lagi.


“Baik, Ny.”


Delina menunggu Amira beranjak dari duduknya dan


masuk ke kamarnya.


*****


Keesokan harinya setelah Kevin berangkat ke luar


kota, Keanu datang ke rumah Kevin. Sebenarnya ia ditugaskan Alvin untuk


mengambil dokumen di ruang kerjanya dan memanfaatkan kesempatan untuk


mendapatkan simpati Delina.


Sri menyambutnya di depan pintu dan menawarkan


minuman untuknya tapi Keanu malah bertanya tentang Delina. Sri mengatakan kalau


Delina sedang sibuk di kamarnya. Keanu terlihat kecewa, padahal ia ingin


melihat wajah cantik Delina.


Meskipun Delina sudah menikah dengan Kevin tanpa ia


ketahui, tapi Keanu masih penasaran dengan sosok Delina yang bisa membuat Kevin


tobat main perempuan. Keanu masuk ke ruang kerja Alvin dan mengambil dokumen


yang ia perlukan.


Saat keluar dari ruang kerja itu, Keanu melihat

__ADS_1


Delina yang sedang berjalan mendekati tangga menuju lantai 2. Ia ingin


membersihkan kamar Kevin dulu sebelum melanjutkan pekerjaannya membuat kebaya


untuk Ny. Amira.


“Delina, apa kabar?”tanya Keanu sambil mendekati


Delina.


“Baik, tuan.”jawab Delina singkat.


“Kamu gak nanya kenapa aku kesini?”tanya Keanu lagi


sambil menatap wajah cantik Delina.


“Oh, kenapa tuan kesini?”


“Mau ketemu kamu.”gombal Keanu.


”Tuch, kan jawabannya pasti gitu. Kenapa juga


Kevin gak membawa Keanu pergi bersamanya.”


Delina memohon maaf kalau ia tidak punya banyak


waktu untuk menemani Keanu sekarang karena ia sangat sibuk mengurus kebaya


Ny.Amira. Delina berjalan kembali ke kamarnya, ia bisa membersihkan kamar Kevin


nanti sore saja. Keanu hampir mengejar Delina kalau Alvin tidak menelponnya


karena dirinya terlalu lama.


*****


Beberapa hari kemudian, sehari sebelum kepulangan


Kevin, Delina sedang berada di kamarnya. Ketika pintu kamarnya terbuka lebar


dan Giselle masuk kesana.


*”Apa lagi kesalahanku kali ini?”*


Selama Kevin tidak ada, Giselle selalu


menganggunya. Ia sampai harus mengunci kamarnya gara tidak ada yang bisa masuk


dan menghancurkan pekerjaannya. Delina tersenyum dan membungkuk pada Giselle.


“Pagi, Ny. Ada yang bisa saya bantu?”tanya Delina


ramah.


“Lihat ****** ini. Masih tidak mengaku sudah


menggoda Kevin. Kau sudah tertangkap basah.”kata Giselle sambil mendekat pada


Delina.


Plak! Delina terhuyung memegangi pipinya yang


terasa panas dan memerah. Giselle menjambak rambut Delina dan menariknya keluar


dari kamarnya. Delina memegangi rambutnya yang ditarik Giselle. Ia meringis


menahan sakit pada kepalanya karena rambutnya tertarik.


Bruk! Giselle menghempaskan Giselle hingga terjadi


di dekat kaki Amira. Delina melihat Giselle, Agnes, Amira, Alvin, bahkan Keanu


dan Sri ada di ruang tengah rumah besar itu. Delina menatap bingung pada semua


orang yang menatapnya dengan tatapan dingin.



“Ny. Amira, apa yang terjadi?”tanya Delina sambil


membetulkan kerudungnya.


*****


Like, vote, komen dong kk, tinggalkan jejakmu di novel


saya. Beri semangat untuk saya agar bisa up tiap hari ya.

__ADS_1


__ADS_2