
PH - Bingung
Bukan pinggang yang sakit tapi kegagahannya sudah
hampir meledak karena ulah Delina tadi. Delina kembali duduk di tempat semula.
Ia tidak sadar kalau gesekan tubuhnya membuat Kevin hampir menuntaskan
hasratnya. Kevin meminta Delina mengangkat tubuhnya sedikit, duduk lagi, begitu
terus sampai Kevin merasa puas.
“Ugh!”desah Kevin setelah dirinya mendapatkan apa
yang ia inginkan.
“Tuan muda baik-baik saja?”tanya Delina cemas.
“Sekarang bangun pelan-pelan. Pelan-pelan,
Delina.”pinta Kevin.
Delina bangun perlahan dan melihat celana Kevin
sedikit basah. Pantas saja Delina merasakan bokongnya juga basah.
“Aku kebelet tadi. Jadi ngompol dech.”keluh Kevin
sambil menahan senyumnya.
“Cepat ganti celananya, tuan muda. Saya keluar
dulu.”
“Disini aja. Nih, kopernya.”kata Kevin sambil
meraih koper itu dengan mudah.
Delina mulai memasukkan pakaian santai dan celana
dalam Kevin ke dalam koper. Ia menunggu Kevin selesai untuk memilih jas dan
juga pakaian lainnya. Kevin datang lagi dengan berbalut handuk. Ia menunjuk jas
yang ingin dibawanya dan beberapa pakaian lagi.
Kevin membawa celana ganti yang sudah disiapkan
Delina dan memakainya di dekat tempat tidurnya. Ia masuk lagi dan menunjuk
sepatu dan jam tangan yang ingin dibawanya juga. Delina mengemas semuanya. Ia
juga menyiapkan pakaian yang akan dipakai Kevin berangkat besok.
“Delina, besok bangunkan aku jam 6. Siapkan kopi
dan juga sarapanku ya.”perintah Kevin.
“Baik, tuan muda.”
“Sekarang pijat kepalaku sampai aku tidur.”perintah
Kevin lagi.
Delina duduk di pinggir tempat tidur Kevin. Ia
menggosok tangannya sebelum menyentuh kepala Kevin. Perlahan Kevin mulai
memejamkan matanya, pijatan Delina membuatnya rileks sampai ia tertidur lelap.
Delina bangkit perlahan, ia menarik selimut
menutupi tubuh Kevin dan keluar dari kamarnya. Sampai di lantai bawah, ia
melihat Amira duduk di meja makan.
“Selamat malam, Ny.”sapa Delina.
“Malam, Delina. Kevin sudah tidur?”tanya Amira.
“Sudah, Ny. Besok tuan muda berangkat keluar kota
pagi-pagi sekali.”
“Ach, begitu. Duduklah, Delina. Aku mau bicara
__ADS_1
sebentar.”
Delina menarik salah satu kursi di meja makan dan
duduk disana. Amira memang tidak membedakan antara pelayan dan dirinya. Kalau
memang perlu bicara, Amira akan duduk sejajar dengan mereka semua tanpa
kecuali.
“Delina, apa kau betah kerja disini?”tanya Amira.
“Iya, Ny. Saya senang bisa bekerja disini.”
“Apa kau tertarik pada Kevin?”tanya Amira lagi.
“Saya? Saya gak berani, Ny. masa pelayan seperti
saya berani tertarik pada tuan muda. Lagipula saya lihat nona Agnes lebih
tertarik pada tuan muda.”jelas Delina jujur.
“Hoo. Kau melihatnya juga ya.”
“Jelas sekali, Ny. Apa tidak sebaiknya mereka
dijodohkan saja?”
Amira menatap tajam pada Delina, Delina yang merasa
terlalu lancang, langsung meminta maaf dan mengatakan ia hanya keceplosan saja.
Amira tertawa melihat Delina jadi gugup karena itu. Ia meminta Delina untuk
tidak memikirkan kata-katanya tadi.
Amira meminta Delina menyiapkan setidaknya 5 model
kebaya baru lagi untuk dirinya. Bahan kebayanya sudah siap dan ia akan
menghadiri 5 acara yang berbeda mulai akhir bulan ini. Delina sudah menyiapkan
3 model kebaya baru untuk Amira dan berjanji akan menyiapkan 2 lagi secepatnya.
“Bagus. Selama Kevin di luar kota, kamu bisa
mengecewakan aku, Delina.”kata Amira.
“Saya tidak akan mengecewakan Ny.”
“Kau bisa istirahat. Aku juga mau tidur.”kata Amira
lagi.
“Baik, Ny.”
Delina menunggu Amira beranjak dari duduknya dan
masuk ke kamarnya.
*****
Keesokan harinya setelah Kevin berangkat ke luar
kota, Keanu datang ke rumah Kevin. Sebenarnya ia ditugaskan Alvin untuk
mengambil dokumen di ruang kerjanya dan memanfaatkan kesempatan untuk
mendapatkan simpati Delina.
Sri menyambutnya di depan pintu dan menawarkan
minuman untuknya tapi Keanu malah bertanya tentang Delina. Sri mengatakan kalau
Delina sedang sibuk di kamarnya. Keanu terlihat kecewa, padahal ia ingin
melihat wajah cantik Delina.
Meskipun Delina sudah menikah dengan Kevin tanpa ia
ketahui, tapi Keanu masih penasaran dengan sosok Delina yang bisa membuat Kevin
tobat main perempuan. Keanu masuk ke ruang kerja Alvin dan mengambil dokumen
yang ia perlukan.
Saat keluar dari ruang kerja itu, Keanu melihat
__ADS_1
Delina yang sedang berjalan mendekati tangga menuju lantai 2. Ia ingin
membersihkan kamar Kevin dulu sebelum melanjutkan pekerjaannya membuat kebaya
untuk Ny. Amira.
“Delina, apa kabar?”tanya Keanu sambil mendekati
Delina.
“Baik, tuan.”jawab Delina singkat.
“Kamu gak nanya kenapa aku kesini?”tanya Keanu lagi
sambil menatap wajah cantik Delina.
“Oh, kenapa tuan kesini?”
“Mau ketemu kamu.”gombal Keanu.
”Tuch, kan jawabannya pasti gitu. Kenapa juga
Kevin gak membawa Keanu pergi bersamanya.”
Delina memohon maaf kalau ia tidak punya banyak
waktu untuk menemani Keanu sekarang karena ia sangat sibuk mengurus kebaya
Ny.Amira. Delina berjalan kembali ke kamarnya, ia bisa membersihkan kamar Kevin
nanti sore saja. Keanu hampir mengejar Delina kalau Alvin tidak menelponnya
karena dirinya terlalu lama.
*****
Beberapa hari kemudian, sehari sebelum kepulangan
Kevin, Delina sedang berada di kamarnya. Ketika pintu kamarnya terbuka lebar
dan Giselle masuk kesana.
*”Apa lagi kesalahanku kali ini?”*
Selama Kevin tidak ada, Giselle selalu
menganggunya. Ia sampai harus mengunci kamarnya gara tidak ada yang bisa masuk
dan menghancurkan pekerjaannya. Delina tersenyum dan membungkuk pada Giselle.
“Pagi, Ny. Ada yang bisa saya bantu?”tanya Delina
ramah.
“Lihat ****** ini. Masih tidak mengaku sudah
menggoda Kevin. Kau sudah tertangkap basah.”kata Giselle sambil mendekat pada
Delina.
Plak! Delina terhuyung memegangi pipinya yang
terasa panas dan memerah. Giselle menjambak rambut Delina dan menariknya keluar
dari kamarnya. Delina memegangi rambutnya yang ditarik Giselle. Ia meringis
menahan sakit pada kepalanya karena rambutnya tertarik.
Bruk! Giselle menghempaskan Giselle hingga terjadi
di dekat kaki Amira. Delina melihat Giselle, Agnes, Amira, Alvin, bahkan Keanu
dan Sri ada di ruang tengah rumah besar itu. Delina menatap bingung pada semua
orang yang menatapnya dengan tatapan dingin.
“Ny. Amira, apa yang terjadi?”tanya Delina sambil
membetulkan kerudungnya.
*****
Like, vote, komen dong kk, tinggalkan jejakmu di novel
saya. Beri semangat untuk saya agar bisa up tiap hari ya.
__ADS_1