Penjahit Hati

Penjahit Hati
PH - Posting ribuan like


__ADS_3

PH - Posting ribuan like


Ny. Amira memberikan ponselnya pada Meri dan minta


dicarikan pelayan secepatnya untuk Kevin. Meri mencatat di bukunya yang berisi


semua tugas yang harus ia kerjakan. Ny. Amira kembali melakukan foto shot


sampai ia benar-benar puas dengan hasilnya.


Kevin memutuskan mandi dulu, es sirupnya bahkan


belum juga diantar ke kamarnya. Ia harus mendinginkan kepalanya atau dirinya


akan meledak malam itu. Kevin melepas kemejanya dan melemparkannya sembarangan,


begitu juga dengan celana panjangnya.


Ia berhenti di depan cermin dan melihat tubuhnya


yang seksi dengan otot perut eightpack. Tubuh yang digilai wanita di luar sana.


Kevin menyibak rambutnya melihat wajah tampannya yang mulus tanpa cela


sedikitpun.


Kevin berbalik lagi mengambil ponselnya, ia


meredupkan lampu kamarnya dan mengambil foto selfienya setengah badan. Ia


berpose sedemikian rupa dan hanya memperlihatkan sedikit otot perut dan separuh


areal wajahnya. Sisanya gelap tersamarkan bayangan.


Ia memposting foto itu dan dalam sekejap ribuan


like mampir ke sosial medianya. Ratusan komen terus bermunculan menyatakan


kekaguman atas tubuh Kevin. Kevin tersenyum puas. Tak sedikit tawaran endorse


yang ia dapatkan dari sosial medianya. Tapi Kevin selalu selektif karena tidak


ingin kehidupannya terganggu.


Tok, tok, tok... ketukan halus di pintu kamar Kevin


membuatnya menoleh dari layar ponselnya.


“Masuk.”


“Permisi, tuan muda. Ini sirupnya.” Kata Sri sambil


berjalan masuk dan meletakkan gelas diatas meja.


Sri melihat pakaian Kevin berserakan dan langsung


memungutnya satu persatu.


“Mbak, hidupkan lampunya. Makan malamnya apa?”


tanya Kevin sambil meletakkan ponselnya di atas tempat tidurnya.


“Ada steak, tuan muda.” Jawab Sri sambil


mengeluarkan semua barang dikantong jas Kevin dan meletakkannya di atas meja.


“Papa dimana?” tanya Kevin sebelum masuk ke kamar


mandi.


“Tuan besar masih di ruang kerja, tuan muda. Tuan


dan Nyonya besar akan bergabung di meja makan nanti.”


Kevin tidak mengatakan apa-apa lagi. Ia sudah masuk


ke kamar mandi dan mulai terdengar suara air dari dalam sana. Sri meninggalkan


kamar Kevin dengan membawa keranjang pakaian kotor bersamanya. Kevin tidak suka


sembarangan orang masuk ke kamarnya. Jadi hanya Sri yang saat ini boleh masuk


ke kamar Kevin sampai Kevin mendapatkan pelayan pribadi untuknya sendiri.


Sri sudah sampai di bawah tangga saat Ny. Amira


masuk ke dalam rumah bersama Meri yang membawakan barang-barangnya. Sri terpana


melihat penampilan Ny. Amira yang sangat cantik dengan kebaya barunya.


“Sri, dimana suamiku?” tanya Ny. Amira ketika


melihat Sri melongo.

__ADS_1


“Di ruang kerja, Ny. Ny. cantik sekali.” puji Sri.


“Makasih. Meri, kamu bisa pulang. Ingat besok


pagi-pagi sudah disini.” Perintah Ny. Amira pada Meri.


“Baik, Ny.” kata Meri sambil menyerahkan


barang-barang Ny. Amira ke Sri yang mengikuti Ny. Amira ke kamarnya.


Setelah Ny. Amira masuk ke dalam kamar bersama Sri,


Tuan Alvin keluar dari ruang kerjanya dan masuk ke dalam kamarnya juga. Sri


buru-buru keluar dari sana dan menutup pintu kamar majikannya. Ia sudah tahu


apa yang akan terjadi di dalam sana.


Kevin yang sudah selesai mandi, meminum es sirupnya


sambil mengeringkan rambutnya yang basah. Ponsel Kevin terus saja berbunyi


tanda pesan masuk dan menarik perhatian Kevin untuk melihatnya.


Kevin duduk di sofa, ia membuka ponselnya dan


melihat banyak DM  dan chat pribadi masuk


ke ponselnya. Kebanyakan tentu saja dari wanita cantik dan seksi.


Rata-rata memuji postingan terbaru Kevin dan


mengajaknya bertemu. Ada juga yang mengirimkan foto selfie diri mereka


masing-masing dengan pakaian kurang bahan. Kevin hanya men-scroll chat-chat itu


tanpa membalasnya. Ia hanya membalas kalau wanitanya terlihat menarik.


Kevin melemparkan ponselnya ke samping, ia beranjak


ke depan lemarinya dan melemparkan handuk yang tadi menutup area di bawah perutnya.


Sekali lagi ia bercermin, bahkan melihat foto-foto wanita berpakaian mini itu


tidak bisa memancing gairahnya.


“Kau akan cepat mati kalau terus begini.” kata


Kevin sambil menunjuk dirinya sendiri.


lebih dulu ada di meja makan. Ia tidak akan bisa makan dengan tenang dan sibuk


menulikan telinganya dari omelan panjang papanya yang galak. Celana pendek dan


kaos menjadi pilihannya. Itu artinya Kevin tidak akan keluar malam ini.


Ia cepat-cepat keluar dari kamarnya dan turun ke


lantai bawah. Meja makan masih terlihat sepi, hanya ada Sri yang sedang


menuangkan air minum ke gelas yang ada disana.


“Mana ayah, mbak?” tanya Kevin sambil duduk di


kursinya.


“Masih di dalam kamar bersama Ny. besar, tuan


muda.”


“Ibu sudah pulang? Aku lapar. Kita bisa mulai


makan?” tanya Kevin lagi.


Sri hanya tersenyum menanggapi kata-kata tuan


mudanya itu. Bagaimana mau makan kalau yang punya rumah masih asyik di dalam


kamar. Hampir saja Kevin mendekati kamar papa dan mamanya untuk memanggil


mereka.


Alvin keluar lebih dulu, langsung duduk di meja


makan. Sementara Amira keluar beberapa saat kemudian. Wajah keduanya tampak


memerah dan segar. Sudah tentu Kevin tahu apa yang orang tuanya lakukan di


dalam sana tadi.


“Bu, ibu yakin kan udah gak bisa hamil lagi?” tanya


Kevin saat Sri meletakkan piring steak di depannya.

__ADS_1


“Tentu saja, nak. Apa maksud kata-katamu?” tanya


Amira bingung.


“Aku hanya takut tiba-tiba ibu hamil dan aku punya


adik bayi lagi. Keanu akan mengejekku seumur hidupku, bu.” melas Kevin.


“Ngaco. Cepat makan. Jangan bicara lagi.” titah


Alvin sambil mulai memotong steak di piringnya.


Mereka makan dalam kesunyian yang mencekam seperti


biasanya. Hanya terdengar denting garpu dan pisau beradu dengan piring.


Pemandangan yang biasa dilihat Sri kalau Alvin ikut makan malam bersama istri


dan anaknya.


Alvin tidak suka kalau saat mereka makan, ada


obrolan yang keluar. Baginya, makan dalam diam adalah salah satu cara


menghormati makanan yang tersedia untuk mereka. Kalau sudah seperti itu, makan


malam yang bisanya sampai 1 jam lamanya, bisa dipersingkat menjadi 20 menit


saja.


Sri mulai mengambil piring kotor di depan


majikannya setelah Alvin menyeka bibirnya dengan napkin. Salah satu kebiasaan


Alvin lagi, saat ia selesai mengelap bibirnya, artinya ia sudah selesai makan


dan piring kotor dihadapannya harus segera diangkat.


“Boleh saya hidangkan dessert, tuan besar?” tanya


Sri dengan hormat.


“Silakan, Sri.” sahut Alvin dingin.


Sri meletakkan satu persatu piring dessert di depan


majikannya yang langsung menyantap hidangan lezat itu. Alvin kembali menyeka


bibirnya dan Sri membereskan piring kotor mereka dengan cepat. Selesai tidak


selesai makan, piring kotor harus diangkat semuanya tanpa kecuali.


“Kevin, ayo kita bicarakan tender yang baru.” ajak


Alvin pada Kevin yang langsung memasang wajah memelas pada ibunya.


“Sayang, ini sudah malam. Kita istirahat saja ya.


Aku besok harus keluar kota seminggu loh.” kata Amira dengan manis.


Mendengar istrinya mau pergi seminggu, Alvin


membatalkan keinginannya pada Kevin dan menarik Amira masuk ke dalam kamar


mereka lagi. Kevin tersenyum senang sekaligus mencibir melihat orang tuanya


masuk kamar lagi. Beneran bakalan dapet adik kalo gini trus.


Sri ikutan senyum-senyum melihat kedua majikannya


masuk kamar lagi. Ia menawarkan kopi pada Kevin tapi Kevin ingin beristirahat


lebih cepat. Besok ia harus menghadiri meeting pagi-pagi sekali. Membayangkan


dirinya akan sibuk seharian, sudah membuat Kevin kesal.


“Mbak Sri, besok bangunkan aku satu jam lebih awal.


Aku gak boleh telat ke kantor!” ketus Kevin.


“Baik, tuan muda. Sarapannya saya bungkus, ya?”


tanya Sri memastikan.


“Ya, mbak.” jawab Kevin


Kevin berjalan ke kamarnya tanpa berkata apa-apa


lagi.


*****


Like, vote, komen dong kk. Vote yang banyak biar saya

__ADS_1


semangat untuk bisa up tiap hari ya.


__ADS_2