
PH - Mabuk lagi
“Mau kemana kamu?!”tanya Alvin galak.
“Cari angin segar, pah. Sebentar aja.”kata Kevin sambil melangkah dari meja makan.
Alvin hanya menatap kepergian putranya dan lanjut
bertatapan dengan istrinya. Ny.Amira merasakan sesuatu sudah terjadi pada Kevin
dan Delina. Baru beberapa hari Amira melihat Kevin lebih banyak tersenyum dari
biasanya, sekarang kembali seperti dulu bahkan lebih dingin.
Delina kembali dari dapur membawa kopi untuk Alvin.
“Silakan diminum, tuan besar.”kata Delina.
“Delina, Kevin pergi keluar, apa dia bilang mau
kemana?”tanya Amira.
“Saya tidak tahu tepatnya kemana, Ny. Tapi tuan
muda merasa sedikit bosan di rumah dan bilang mau jalan-jalan tadi.”jawab
Delina asal tapi Amira percaya.
“Kamu tunggu dia pulang nanti ya. Sekarang bereskan
kamarnya dulu. Kebayaku ada yang selesai?”tanya Ny.Amira.
“Kebaya terbaru Ny. sudah selesai. Mau Ny. coba
sekarang?”tanya Delina.
Amira hampir bangkit dari meja makan, tapi Alvin
menahannya.
“Sayang, aku masih disini. Ina, bawa kebaya itu ke
kamar kami.”perintah Alvin sambil menyeruput kopinya.
“Baik, tuan besar.”kata Delina sopan.
Delina beranjak ke kamarnya dan keluar membawa
kebaya yang membuat Ny.Amira menjerit kegirangan. Ia menarik Alvin masuk ke
kamar mereka dengan Delina mengikuti di belakang mereka. Agnes mendecih karena
tidak diacuhkan. Ia masih duduk di meja makan saat Delina keluar dari kamar
Amira.
Delina mengambil cangkir kopi diatas meja makan dan
berbalik membawanya ke kamar Amira. Agnes sudah duduk di dalam kamar Kevin saat
Delina masuk ke kamar itu.
“Nona.”sapa Delina.
Delina mulai memungut satu persatu pakaian Kevin
yang berserakan di lantai. Ia meletakkannya di dalam keranjang baju kotor.
Agnes menatap Delina yang cuek saja dengan keberadaannya. Delina merapikan
tempat tidur Kevin yang sudah tidak jelas bentuknya.
Ia merapikannya dengan cepat tanpa mengeluh. Delina
beranjak ke korden kamar dan menariknya menutup sampai tersisa bagian jendela
saja. Angin sejuk mengalir masuk ke dalam kamar Kevin. Agnes melihat Delina
masuk ke kamar mandi, ia merapikan handuk bekas pakai Kevin dan juga mengelap
wastafel dan bathup yang basah.
Perlahan Agnes merasa rileks menghirup aroma wangi
yang ditinggalkan Delina di kamar itu. Ia masih menatap Delina tapi dengan mata
mulai sayu. Agnes jadi ngantuk dibuatnya, seolah wangi Delina seperti obat
tidur untuknya.
Delina melirik Agnes yang hampir tertidur di sofa.
__ADS_1
Ia berjalan ke walk in closet dan melihat kekacauan disana. Delina memunguti
satu persatu pakaian yang berserakan di lantai. Ia menepuk-nepuk pakaian itu
sebelum menggantungnya kembali ke dalam lemari. Ia juga merapikan tumpukan
sepatu yang berantakan.
Cukup lama Delina merapikan itu semua, sampai tak
terasa waktu sudah menunjukkan jam 11 malam. Agnes masih betah tidur di sofa
kamar Kevin. Delina segera turun ke lantai bawah, ia harus menunggu kedatangan
Kevin.
Tak lama menunggu, suara mobil Kevin masuk ke
garasi. Delina membuka pintu kamar dan lagi-lagi Kevin kembali dalam keadaan
mabuk. Kevin berjalan sempoyongan ke kanan dan ke kiri. Delina menahan tangan
Kevin agar ia tidak jatuh.
“Selamat datang, tuan muda. Saya bantu ke
kamar.”kata Delina.
Kevin menepis tangan Delina, ia berpegangan pada
sofa ruang tengah untuk menyeimbangkan tubuhnya. Delina kembali mendekati Kevin
dan membantu tuan mudanya itu berjalan menuju tangga.
Kevin hanya menatap Delina yang keras kepala dan
menerima bantuannya. Sampai di depan kamar Kevin, Delina membuka pintu. Agnes
sudah tidak ada di kamar itu. Delina memapah Kevin dan mendudukkannya di atas
tempat tidurnya.
Ia melucuti kemeja Kevin yang berbau alkohol dan
sedikit basah. Delina membaringkan tubuh Kevin diatas tempat tidur, ia membuka
gesper sabuk Kevin, menarik lepas celana panjang dan sepatunya. Delina menarik
Delina menghela nafas, ia masuk ke kamar mandi untuk
mengambil baskom dan handuk kecil. Ia duduk samping tempat tidur dan mulai
mengelap tubuh Kevin yang bau alkohol. Setelah selesai dan Delina hampir
beranjak dari duduknya, Kevin menarik tangan Delina.
“Tetap disini. Jangan kemana-mana.”kata Kevin
dengan mata terpejam.
“Tuan muda, mau minum?”
Kevin mengangguk, Delina membantu Kevin duduk dan
mendekatkan gelas minum ke bibir Kevin. Kevin menatap dalam wajah cantik Delina
yang tersenyum menatapnya.
“Jangan tersenyum seperti itu. Aku semakin
mencintaimu.”ujar Kevin.
“Tuan muda lagi mabuk. Tidur saja sekarang ya.”kata
Delina tanpa peduli dengan pernyataan cinta Kevin.
“Jangan pergi.”cegah Kevin.
Delina mencoba menarik tangannya tapi Kevin tidak
mau melepaskannya. Akhirnya Delina kembali duduk di pinggir tempat tidur Kevin
dan menunggu pegangan tangan Kevin mengendur. Delina tidak menyadari kalau
Agnes masih ada di dalam kamar itu. Ia bersembunyi di walk in closet Kevin
dengan tangan mengepal menahan rasa yang berkecamuk di dadanya.
*****
Keesokan paginya, Delina terbangun jam 5 pagi
__ADS_1
seperti biasanya. Ia merasa aneh karena tangannya terasa berat untuk diangkat. Betapa
terkejutnya Delina saat membuka matanya dan melihat mata Kevin sedang
menatapnya sambil tersenyum.
Delina segera menegakkan tubuhnya yang tertidur di
pinggir tempat tidur Kevin. Ia hampir berdiri tapi tangan Kevin menahannya.
“Selamat pagi, Delina.”ucap Kevin sambil tersenyum
manis.
“Pagi, tuan muda. Sebentar saya ambilkan
bathrobe.”kata Delina sambil berusaha melepaskan tangannya dari cengkeraman Kevin.
“Tunggu, biarkan aku memelukmu.”kata Kevin sambil
duduk di atas tempat tidurnya.
Delina dipaksa duduk di pinggir tempat tidur lagi.
Kevin memelintir tangan Delina kebelakang punggungnya, hingga Delina merintih
kesakitan.
“Tuan muda, lepaskan! Sakit! Tangan saya...”jerit
Delina.
Gadis itu berusaha membalik tubuhnya, tapi Kevin
sudah keburu memeluknya. Kevin sengaja meletakkan tangan Delina di atas
kegagahannya. Membiarkan tangan Delina menyentuh kegagahannya yang sudah siap
tempur. Wajah Delina memerah dan seketika tubuhnya gemetar ketakutan.
“Hiii...!!”jerit Delina sambil menarik-narik
tangannya yang dicekal Kevin. Gerakan Delina membuat kegagahan Kevin semakin
berdenyut. Tubuh Kevin mulai menegang, ia mengerang, menikmati sentuhan Delina
yang ia paksakan.
Hiks, Hiks, Hiks, Kevin berhenti bergerak. Ia
melepaskan tangan Delina yang langsung bangkit menjauh darinya. Kevin mendengar
isak tangis Delina dari balik kerudungnya. Ia terus memegangi tangannya yang
baru saja membuat Kevin melayang.
“Delina, apa ini pertama kalinya kau memegangnya?
Benda ini?”
Kevin terhenyak saat melihat Delina mengangguk. Ia
merasa bersalah sudah membuat Delina melakukan hal cabul seperti tadi.
“Saya mau berhenti. Saya pamit, tuan muda.”kata
Delina sambil berusaha membuka pintu.
Brak! Kevin menahan pintu yang hampir dibuka
Delina. Ia mengukung gadis itu diantara kedua tangannya.
“Kalau kau tetap mau pergi, puaskan aku. Jadilah
wanitaku, Delina.”kata Kevin merayu.
“Tuan muda, tolong jangan seperti ini. Saya tidak
mau tuan muda memaksa saya. Perbuatan seperti tadi hanya akan saya lakukan
dengan suami saya.”kata Delina dengan tubuh gemetar.
“Aku berjanji tidak akan melakukannya lagi. Tapi
tolong jangan pergi. Aku mohon.”pinta Kevin memelas.
*****
Like, vote, komen dong kk, tinggalkan jejakmu di novel
saya. Beri semangat untuk saya agar bisa up tiap hari ya.
__ADS_1