Penjahit Hati

Penjahit Hati
PH - Ketahuan nikah


__ADS_3

PH - Ketahuan nikah


“Ny. Amira, apa yang terjadi?”tanya Delina sambil


membetulkan kerudungnya.


“Kau masi mengelak? Buktinya sudah jelas.”kata


Giselle sambil melemparkan beberapa foto ke wajah Delina.


Delina mengambil foto-foto itu dan melihat dirinya


dan Kevin berdiri berdampingan sambil menunjukkan sebuah buku yang terlihat


seperti buku nikah. Bahkan ada foto saat Kevin menjabat tangan seseorang dan


Delina duduk di sampingnya.


Amira memperhatikan ekspresi wajah Delina yang


kebingungan. Jelas sekali itu bukan ekspresi tertangkap basah. Berulang-ulang


Delina melihat foto-foto itu, dirinya tidak ingat kapan foto itu diambil.


Plak! Sebuah tamparan mengenai pipi Delina lagi.


Kali ini dari Agnes. Kedua ibu dan anak itu sangat suka menampar Delina. Delina


terduduk dengan tangan masih menggenggam foto-foto itu. Pikirannya masih


mencari memori kapan foto itu diambil.



Keanu yang melihat Delina diperlakukan kasar, ingin


berteriak membongkar kebenarannya, tapi ia harus menahan diri sampai Kevin


pulang. Kebungkamannya akan membuat Delina menderita sekarang tapi setidaknya


ia bisa membantu Delina nanti.


“Kau tidak layak jadi istri Kevin! Hanya mimpi!”teriak


Agnes.


”Istri? Sejak kapan saya menikah dengan tuan muda?”tanya


Delina lebih pada dirinya sendiri.


“Lihat kemampuan aktingnya. Kebanyakan *******


memang terbiasa melakukannya kan? Apa Kevin sudah menidurimu?”tanya Giselle


sambil menjambak dan mencubit lengan Delina.


Ia melakukannya seolah sedang membelai Delina dengan


kasih sayang yang menyakiti wanita itu. Delina meringis merasakan sakit di


kepala dan lengannya. Ia ingin menepis tangan Giselle, tapi pikirannya masih


terpecah.


“Apa ini benar, Delina? Tujuanmu kesini hanya untuk


menggoda Kevin.”cerca Amira, ada nada kecewa disetiap kata-katanya.


Delina menggeleng, sejak awal hanya ingin bekerja


dengan baik. Tapi Kevin yang memaksanya untuk jadi pelayan. Ini hanyalah sebuah

__ADS_1


kesalahpahaman.


“Salah paham tidak akan membuat namamu dan Kevin


muncul dengan status suami istri. ******!”teriak Giselle di telinga Delina.


Plak! Sebuah tamparan lagi mengenai pipi Delina.


“Cukup! Aku tidak mau mendengar teriakan lagi. Kita


tunggu Kevin pulang dan menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya. Masuk ke


kamarmu dan jangan keluar sampai Kevin pulang.”perintah Amira.


“Kamar terlalu bagus untuk ****** seperti dia.


Siapa yang tahu apa yang direncanakannya nanti? Seseorang bisa saja


menolongnya.”kata Giselle sambil menatap Sri yang berdiri diam tanpa ekspresi.


“Sama-sama ****** akan saling membantu kan?”kata


Giselle lagi.


”Jalang, ******, kenapa selalu menyebutku begitu.


Apa-apaan foto-foto ini, aku tidak pernah merasa menikah dengan Kevin. Siapa


juga yang mau menikah dengannya pria kejam yang sangat galak itu. Setiap hari


selalu merepotkan dengan banyak tingkahnya. Meskipun dia baik mau menolongku.


Apa-apaan ini!!”


Delina mengelus pipinya yang bengkak karena tiga


tamparan yang didapatnya. Agnes bahkan menjambak rambutnya lagi seperti ibunya


tapi kali ini lebih lembut.


botak kalau begini. Kenapa harus dijambak sich?”


“Lebih baik kita kurung dia di gudang sampai Kevin


pulang.”kata Agnes sambil menyeret Delina ke arah gudang di belakang.


“Sa...sakit, nona. Tolong lepaskan...”pinta Delina


pada Agnes.


“Jangan melawan atau kau akan rasakan yang lebih


menyakitkan dari ini.”bisik Agnes masih menjambak Delina.


Brak! Bruk! Agnes menendang pintu gudag terbuka dan


mendorong Delina hingga tersungkur di lantai gudang yang dingin. Agnes langsung


menutup pintu gudang dan menguncinya. Delina bangun dengan cepat, ia


memanggil-manggil Agnes.


“Nona, tolong buka pintunya. Nona Agnes!”jerit


Delina sambil menggedor pintu gudang.


Agnes kembali ke ruang tengah dan mendengarkan


Giselle berdebat dengan Amira. Giselle menyalahkan Amira yang membawa Delina ke


rumah mereka tanpa mencari tahu dulu tentang latar belakang Delina hanya karena

__ADS_1


ia pintar menjahit.


“Giselle, aku rasa aku belum kehilangan instingku


untuk mempercayai seseorang. Dari awal Delina hanya fokus untuk menjahit


kebayaku saja. Semua yang terjadi karena Kevin yang memintanya. Sekarang


satu-satunya orang yang mengetahui semua yang terjadi ini hanya Kevin. Dia yang


harus jelaskan semuanya!”bantah Amira sengit.


“Seharusnya mbak usir dia waktu aku bilang curiga


padanya! Mbak Amira hanya peduli pada kebaya saja.”balas Giselle.


“Cukup! Hentikan ini. Sri! Buatkan kopi dan


hidangkan sarapannya. Pagi-pagi sudah seperti ini, kapan rumah ini bisa tenang!”teriak


Alvin sambil duduk di meja makan.


“Kalau mbak Amira mau denger kata-kataku, gak akan


gini jadinya.”kata Giselle lagi.


Alvin melirik sengit pada Giselle, wanita paruh


baya itu langsung diam karena takut dengan Alvin. Satu-satunya orang yang


ditakuti Alvin sepenuhnya adalah Alvin. Kakak angkatnya itu tidak segan


menghukum kalau Giselle berbuat kesalahan fatal apalagi sampai tidak


mendengarkan kata-katanya.


Sri membawakan secangkir kopi untuk Alvin yang


mengkerutkan keningnya. Rasa kopi itu tidak seenak kopi buatan Delina. Ia jadi


tambah sakit kepala ketika meminum kopi buatan Sri. Sri memperhatikan Alvin


yang tidak menghabiskan kopi buatannya.


Alvin sarapan dengan cepat dan mengelap sudut


bibirnya. Ia beranjak dari meja makan dan masuk ke kamarnya lagi. Keanu yang


masih menunggu di meja makan, merasa tidak tenang memikirkan keadaan Delina. Ia


ingin memberitahu Kevin tapi masih menahan diri karena Giselle terus


menatapnya.


“Kau pasti tahu sesuatu kan? Kau kan asistennya


Kevin.”tuduh Giselle pada Keanu.


“Saya asisten tuan muda Kevin, bukan pengasuhnya,


Ny. Saya tidak selalu bersamanya 24 jam.”jawab Keanu sambil menatap Giselle.


Untung saja Alvin keluar dari kamar dan


menyelamatkan Keanu dari Giselle. Mereka berangkat kerja bersama-sama. Toh


Kevin baru kembali besok, Alvin tidak ingin menelponnya agar tidak mengganggu


konsentrasinya menyelesaikan proyek.


*****

__ADS_1


Like, vote, komen dong kk, tinggalkan jejakmu di novel


saya. Beri semangat untuk saya agar bisa up tiap hari ya.


__ADS_2