
PH - Sebuah perjanjian
Kevin menatap Delina, Alvin, Amira, dan pengacara
Juni bergantian. Delina tetap diam tak bergeming. Ia membiarkan saat pengacara
Juni memberikan dokumen itu pada Kevin untuk dibaca. Dalam dokumen itu
disebutkan bahwa semua harta kekayaan Alvin akan dialihkan pada Delina jika
Delina bersedia menerima persyaratan yang diajukan Alvin padanya.
Setelah mereka berdua tanda tangan, Delina akan
bertambah kaya sekitar 500M rupiah. Kevin menatap Delina dan Alvin. Ia
menyerahkan kembali dokumen itu kepada pengacara Juni. Kevin ingin bertanya
pada Delina tapi melihat syarat yang harus dipenuhi Delina, membuat Kevin
bertanya pada Alvin.
“Yah, ini serius? Semua harta ayah?”tanya Kevin.
“Iya, Kevin. Apa kau senang sekarang? Kalian akan
terus bersama.”kata Alvin dengan tenang.
“Iya, yah. Tapi apa harus seperti ini?”tanya Kevin
lagi.
“Delina inginnya begitu. Kau sudah baca semua
syaratnya kan? Pengacara Juni, berikan dokumen itu pada Delina dan sebuah
pulpen. Delina, kau bisa membacanya dulu sebelum tanda tangan.”
Pengacara Juni meletakkan dokumen itu di depan
Delina dan memberikan sebuah pulpen padanya. Delina menerima pulpen itu, ia
mulai membuka lembar demi lembar dokumen pengalihan harta itu dengan tangan
gemetar.
Sampai lembar terakhir yang memerlukan tanda
tangannya, Delina menarik nafas perlahan dan merobek-robek surat pengalihan
harta itu. Hanya Amira yang tidak terkejut melihat tindakan Delina. Delina
bersujud di depan Ny.Amira memohon untuk dibebaskan.
Ia tidak menuntut apa-apa untuk kebebasannya,
Delina hanya ingin kembali ke rumahnya sendiri dengan tenang. Amira menarik tangan
Delina dan memintanya duduk di sampingnya.
“Delina, tinggallah disini. Tetap jadi penjahitku.
Hidupku akan semakin baik disini.”bujuk Amira.
“Saya mau jadi penjahit Ny. Tapi saya gak mau jadi
istri tuan muda, Ny. Tolong ceraikan kami.”pinta Delina.
“Gak bisa! Kita sudah jadi suami istri. Aku tidak
akan melepaskanmu.”ketus Kevin.
“Diam, Kevin! Ina, katakan apa yang kau mau? Kalian
tidak bisa bercerai selama Kevin tidak menginginkannya. Kamu tidak punya
pilihan lain selain menerima kenyataan.”kata Alvin.
“Mohon maaf saya menyela, agar tidak
berlarut-larut. Sebaiknya diantara tuan Kevin dan nona Delina membuat
perjanjian. Tuan Kevin tidak ingin bercerai dan non Delina bisa menyampaikan
apa yang nona inginkan sekarang, selain bercerai.”usul pengacara Juni.
“Maksud pengacara bagaimana?”tanya Amira.
“Nona Delina bisa menyampaikan misalnya tuan Kevin
tidak boleh meminta haknya sebagai suami dengan paksaan atau tanpa kesadaran
nona Delina. Atau mungkin nona Delina ingin tuan Kevin tidak menyentuhnya.
Hal-hal semacam itu.”jelas pengacara Juni yang mendapat tatapan sengit dari
__ADS_1
Kevin.
”Tidak masuk akal. Bagaimana bisa aku tidak boleh
menyentuh istriku sendiri. Pengacara gila!”
“Saya setuju. Tuan muda tidak boleh meminta hak
sebagai suami dengan paksaan atau tanpa kesadaran saya. Tuan muda tidak boleh
pegang-pegang saya. Gak boleh cium, gak boleh peluk. Saya akan menjalankan
kewajiban saya sebagai istri tapi tidak untuk hal seperti itu.”kata Delina
akhirnya.
“Sampai kapan perjanjian itu? Masa iya aku tidak
boleh menyentuhmu selamanya. Kita harus punya anak setidaknya 3 atau 5.”kata
Kevin membuat Delina melotot padanya.
“Hanya 6 bulan, perpanjang 6 bulan. Aku akan
membuatmu mencintaiku seperti aku mencintaimu.”kata Kevin lagi sambil menatap
tajam Delina.
“Saya tidak mau sekamar dengan tuan muda.”kata
Delina lagi.
Pengacara Juni sudah pindah ke meja kerja Alvin
untuk mulai membuat perjanjian yang mereka inginkan sambil terus mendengarkan
negosiasi itu.
“Tidak bisa. Kau istriku. Sangat aneh kalau kita
tidak tinggal di kamar yang sama!”balas Kevin galak.
“Tuan muda tidak akan bisa menahan diri kalau kita
sekamar. Jangan mengelak, saya tahu tuan muda sudah pernah mencoba
melakukannya.”sengit Delina.
Alvin dan Amira jadi pusing mendengarkan mereka
memintanya membuatkan kopi dan cemilan untuk mereka semua. Delina membungkuk
dan mengiyakan perintah Alvin.
Ia keluar dari ruang kerja itu dan membuatkan
cemilan sehat untuk 5 orang. Sri yang sejak tadi menunggunya keluar, ingin
bertanya lebih lanjut pada Delina tapi Delina menyatakan untuk bersabar dulu
karena pembicaraan mereka belum selesai.
Giselle dan Agnes menyusul Delina dan hampir
menjambaknya lagi ketika Kevin menghampiri mereka.
“Tante mu ngapain sama istriku?!”tanya Kevin ketus.
“Kevin sayang, dia bukan istrimu tapi perempuan
****** penggoda orang kaya.”kata Giselle jahat.
Delina sudah muak mendengar kata-kata Giselle, ia
memilih konsentrasi membuat pangsit rebus dan goreng di depannya. Sama sekali
tidak merespon ucapan pedas Giselle.
Wangi pangsit kukus dan goreng buatan Delina mulai
memenuhi dapur, membuat Kevin dan Giselle yang beradu mulut, langsung fokus
memperhatikan cemilan yang sudah dihidangkan Delina diatas piring kecil.
Sri membantu merebus air untuk kopi. Delina dengan
cepat mencampur kopi hitam dan gula ke 5 cangkir yang berbeda. Ia tidak memakai
cangkir kopi khusus untuk Kevin. Kevin hampir protes tapi urung karena tidak
ingin Delina membatalkan membuat kopi untuknya.
Sri meletakkan piring cemilan dan kopi yang sudah
diaduk Delina keatas tray agar Delina bisa membawanya sekaligus. Sri mengikuti
__ADS_1
Delina untuk membantunya, Kevin juga mengikuti mereka kembali ke ruang kerja
Alvin.
Sisa pangsit yang belum dikukus atau digoreng
Delina, tampak masih tersisa diatas piring. Giselle saling lirik dengan Agnes,
ia meminta Agnes menggoreng pangsit itu dan ingin mencobanya. Tapi Agnes menolak
karena dia takut kena minyak panas.
Kedua ibu dan anak itu saling dorong siapa yang
akan menggoreng pangsit itu. Sampai Sri kembali dan menggoreng serta mengukus
sisa pangsit yang ada.
“Sri, hidangkan untuk kami.”perintah Giselle dengan
arogan.
“Maaf, Ny. Tapi tuan besar masih ingin makan
pangsit ini. Saya sedang ditunggu di dalam. Permisi.”kata Sri sambil
membungkuk.
Giselle mendengus kesal sementara Agnes melihat
bahan-bahan pangsit yang tadi dipakai Delina. Sangat sederhana tapi wanginya
sangat enak. Ia juga ingin mencicipi cemilan buatan Delina, tapi kelakuan
mamanya membuatnya tidak bisa melakukan itu.
Sri masuk lagi ke dalam ruang kerja dan
menghidangkan pangsit yang tersisa untuk semua orang yang ingin nambah. Sri
keluar lagi setelah semua orang puas dengan hidangan yang disuguhkan.
“Nona Delina, saya sudah menyusun beberapa point
untuk perjanjian ini. Silakan nona baca lebih dahulu.”kata pengacara Juni.
Delina membaca point-point yang membuatnya merasa
aman dari Kevin. Ia setuju dengan perjanjian itu termasuk point yang mengatakan
kalau Delina berhak meminta cerai setiap saat apabila Kevin melanggar isi
perjanjian itu.
Delina menandatangani perjanjian itu dan Kevin terpaksa menandatangani perjanjian
itu dengan wajah cemberut atau ia akan kehilangan Delina.
“Nah, sekarang tinggal persiapan ijab. Ina mau ijab
seperti apa?”tanya Alvin.
“Saya tidak mau pernikahan ini diketahui banyak
orang. Hanya kita saja ditambah penghulu. Saya rasa pengacara Juni dan tuan
Keanu bisa menjadi saksinya.”kata Delina lagi.
“Oh, apa kita harus berdandan? Aku akan panggil MUA
kesini.”kata Amira.
“Ny. begini saja sudah cantik. Pernikahan seperti
ini sebaiknya tidak usah terlalu banyak persiapan, Ny.”kata Delina lagi.
Kevin sudah hampir bicara lagi ketika Alvin meminta
Keanu memanggil penghulu sekarang juga. Keanu keluar dari ruang kerja Alvin dan
menelpon seseorang. Alvin sudah meminta Keanu menyiapkan ruang tengah untuk
acara ijab Kevin dan Delina.
Ketika Alvin dan Amira keluar dari ruang kerja
untuk ganti pakaian, mereka di cegat Giselle yang penasaran dengan apa yang
terjadi.
*****
Like, vote, komen dong kk, tinggalkan jejakmu di novel
saya. Beri semangat untuk saya agar bisa up tiap hari ya.
__ADS_1