Penjahit Hati

Penjahit Hati
PH - Sebuah perjanjian


__ADS_3

PH - Sebuah perjanjian


Kevin menatap Delina, Alvin, Amira, dan pengacara


Juni bergantian. Delina tetap diam tak bergeming. Ia membiarkan saat pengacara


Juni memberikan dokumen itu pada Kevin untuk dibaca. Dalam dokumen itu


disebutkan bahwa semua harta kekayaan Alvin akan dialihkan pada Delina jika


Delina bersedia menerima persyaratan yang diajukan Alvin padanya.


Setelah mereka berdua tanda tangan, Delina akan


bertambah kaya sekitar 500M rupiah. Kevin menatap Delina dan Alvin. Ia


menyerahkan kembali dokumen itu kepada pengacara Juni. Kevin ingin bertanya


pada Delina tapi melihat syarat yang harus dipenuhi Delina, membuat Kevin


bertanya pada Alvin.


“Yah, ini serius? Semua harta ayah?”tanya Kevin.


“Iya, Kevin. Apa kau senang sekarang? Kalian akan


terus bersama.”kata Alvin dengan tenang.


“Iya, yah. Tapi apa harus seperti ini?”tanya Kevin


lagi.


“Delina inginnya begitu. Kau sudah baca semua


syaratnya kan? Pengacara Juni, berikan dokumen itu pada Delina dan sebuah


pulpen. Delina, kau bisa membacanya dulu sebelum tanda tangan.”


Pengacara Juni meletakkan dokumen itu di depan


Delina dan memberikan sebuah pulpen padanya. Delina menerima pulpen itu, ia


mulai membuka lembar demi lembar dokumen pengalihan harta itu dengan tangan


gemetar.


Sampai lembar terakhir yang memerlukan tanda


tangannya, Delina menarik nafas perlahan dan merobek-robek surat pengalihan


harta itu. Hanya Amira yang tidak terkejut melihat tindakan Delina. Delina


bersujud di depan Ny.Amira memohon untuk dibebaskan.


Ia tidak menuntut apa-apa untuk kebebasannya,


Delina hanya ingin kembali ke rumahnya sendiri dengan tenang. Amira menarik tangan


Delina dan memintanya duduk di sampingnya.


“Delina, tinggallah disini. Tetap jadi penjahitku.


Hidupku akan semakin baik disini.”bujuk Amira.


“Saya mau jadi penjahit Ny. Tapi saya gak mau jadi


istri tuan muda, Ny. Tolong ceraikan kami.”pinta Delina.


“Gak bisa! Kita sudah jadi suami istri. Aku tidak


akan melepaskanmu.”ketus Kevin.


“Diam, Kevin! Ina, katakan apa yang kau mau? Kalian


tidak bisa bercerai selama Kevin tidak menginginkannya. Kamu tidak punya


pilihan lain selain menerima kenyataan.”kata Alvin.


“Mohon maaf saya menyela, agar tidak


berlarut-larut. Sebaiknya diantara tuan Kevin dan nona Delina membuat


perjanjian. Tuan Kevin tidak ingin bercerai dan non Delina bisa menyampaikan


apa yang nona inginkan sekarang, selain bercerai.”usul pengacara Juni.


“Maksud pengacara bagaimana?”tanya Amira.


“Nona Delina bisa menyampaikan misalnya tuan Kevin


tidak boleh meminta haknya sebagai suami dengan paksaan atau tanpa kesadaran


nona Delina. Atau mungkin nona Delina ingin tuan Kevin tidak menyentuhnya.


Hal-hal semacam itu.”jelas pengacara Juni yang mendapat tatapan sengit dari

__ADS_1


Kevin.


”Tidak masuk akal. Bagaimana bisa aku tidak boleh


menyentuh istriku sendiri. Pengacara gila!”


“Saya setuju. Tuan muda tidak boleh meminta hak


sebagai suami dengan paksaan atau tanpa kesadaran saya. Tuan muda tidak boleh


pegang-pegang saya. Gak boleh cium, gak boleh peluk. Saya akan menjalankan


kewajiban saya sebagai istri tapi tidak untuk hal seperti itu.”kata Delina


akhirnya.


“Sampai kapan perjanjian itu? Masa iya aku tidak


boleh menyentuhmu selamanya. Kita harus punya anak setidaknya 3 atau 5.”kata


Kevin membuat Delina melotot padanya.


“Hanya 6 bulan, perpanjang 6 bulan. Aku akan


membuatmu mencintaiku seperti aku mencintaimu.”kata Kevin lagi sambil menatap


tajam Delina.


“Saya tidak mau sekamar dengan tuan muda.”kata


Delina lagi.


Pengacara Juni sudah pindah ke meja kerja Alvin


untuk mulai membuat perjanjian yang mereka inginkan sambil terus mendengarkan


negosiasi itu.


“Tidak bisa. Kau istriku. Sangat aneh kalau kita


tidak tinggal di kamar yang sama!”balas Kevin galak.


“Tuan muda tidak akan bisa menahan diri kalau kita


sekamar. Jangan mengelak, saya tahu tuan muda sudah pernah mencoba


melakukannya.”sengit Delina.


Alvin dan Amira jadi pusing mendengarkan mereka


memintanya membuatkan kopi dan cemilan untuk mereka semua. Delina membungkuk


dan mengiyakan perintah Alvin.


Ia keluar dari ruang kerja itu dan membuatkan


cemilan sehat untuk 5 orang. Sri yang sejak tadi menunggunya keluar, ingin


bertanya lebih lanjut pada Delina tapi Delina menyatakan untuk bersabar dulu


karena pembicaraan mereka belum selesai.


Giselle dan Agnes menyusul Delina dan hampir


menjambaknya lagi ketika Kevin menghampiri mereka.


“Tante mu ngapain sama istriku?!”tanya Kevin ketus.


“Kevin sayang, dia bukan istrimu tapi perempuan


****** penggoda orang kaya.”kata Giselle jahat.


Delina sudah muak mendengar kata-kata Giselle, ia


memilih konsentrasi membuat pangsit rebus dan goreng di depannya. Sama sekali


tidak merespon ucapan pedas Giselle.


Wangi pangsit kukus dan goreng buatan Delina mulai


memenuhi dapur, membuat Kevin dan Giselle yang beradu mulut, langsung fokus


memperhatikan cemilan yang sudah dihidangkan Delina diatas piring kecil.


Sri membantu merebus air untuk kopi. Delina dengan


cepat mencampur kopi hitam dan gula ke 5 cangkir yang berbeda. Ia tidak memakai


cangkir kopi khusus untuk Kevin. Kevin hampir protes tapi urung karena tidak


ingin Delina membatalkan membuat kopi untuknya.


Sri meletakkan piring cemilan dan kopi yang sudah


diaduk Delina keatas tray agar Delina bisa membawanya sekaligus. Sri mengikuti

__ADS_1


Delina untuk membantunya, Kevin juga mengikuti mereka kembali ke ruang kerja


Alvin.


Sisa pangsit yang belum dikukus atau digoreng


Delina, tampak masih tersisa diatas piring. Giselle saling lirik dengan Agnes,


ia meminta Agnes menggoreng pangsit itu dan ingin mencobanya. Tapi Agnes menolak


karena dia takut kena minyak panas.


Kedua ibu dan anak itu saling dorong siapa yang


akan menggoreng pangsit itu. Sampai Sri kembali dan menggoreng serta mengukus


sisa pangsit yang ada.


“Sri, hidangkan untuk kami.”perintah Giselle dengan


arogan.


“Maaf, Ny. Tapi tuan besar masih ingin makan


pangsit ini. Saya sedang ditunggu di dalam. Permisi.”kata Sri sambil


membungkuk.


Giselle mendengus kesal sementara Agnes melihat


bahan-bahan pangsit yang tadi dipakai Delina. Sangat sederhana tapi wanginya


sangat enak. Ia juga ingin mencicipi cemilan buatan Delina, tapi kelakuan


mamanya membuatnya tidak bisa melakukan itu.


Sri masuk lagi ke dalam ruang kerja dan


menghidangkan pangsit yang tersisa untuk semua orang yang ingin nambah. Sri


keluar lagi setelah semua orang puas dengan hidangan yang disuguhkan.


“Nona Delina, saya sudah menyusun beberapa point


untuk perjanjian ini. Silakan nona baca lebih dahulu.”kata pengacara Juni.


Delina membaca point-point yang membuatnya merasa


aman dari Kevin. Ia setuju dengan perjanjian itu termasuk point yang mengatakan


kalau Delina berhak meminta cerai setiap saat apabila Kevin melanggar isi


perjanjian itu.


Delina menandatangani perjanjian itu  dan Kevin terpaksa menandatangani perjanjian


itu dengan wajah cemberut atau ia akan kehilangan Delina.


“Nah, sekarang tinggal persiapan ijab. Ina mau ijab


seperti apa?”tanya Alvin.


“Saya tidak mau pernikahan ini diketahui banyak


orang. Hanya kita saja ditambah penghulu. Saya rasa pengacara Juni dan tuan


Keanu bisa menjadi saksinya.”kata Delina lagi.


“Oh, apa kita harus berdandan? Aku akan panggil MUA


kesini.”kata Amira.


“Ny. begini saja sudah cantik. Pernikahan seperti


ini sebaiknya tidak usah terlalu banyak persiapan, Ny.”kata Delina lagi.


Kevin sudah hampir bicara lagi ketika Alvin meminta


Keanu memanggil penghulu sekarang juga. Keanu keluar dari ruang kerja Alvin dan


menelpon seseorang. Alvin sudah meminta Keanu menyiapkan ruang tengah untuk


acara ijab Kevin dan Delina.


Ketika Alvin dan Amira keluar dari ruang kerja


untuk ganti pakaian, mereka di cegat Giselle yang penasaran dengan apa yang


terjadi.


*****


Like, vote, komen dong kk, tinggalkan jejakmu di novel


saya. Beri semangat untuk saya agar bisa up tiap hari ya.

__ADS_1


__ADS_2