Penjahit Hati

Penjahit Hati
PH - Pengganggu kepo


__ADS_3

PH - Pengganggu kepo


Kevin tertawa melihat kekonyolan yang baru saja ia


lakukan. Tubuhnya berbalik tengkurap di tempat Delina terbaring tadi. Ia


menggosokkan hidungnya ke tempat tidurnya dan perlahan mulai terlelap setelah


menghirup aroma tubuh Delina yang menempel di tempat tidurnya.


*****


Keesokan paginya jam 6 pagi, Delina sudah berdiri


di samping tempat tidur Kevin. Ia melihat Kevin tidur tengkurap menyilang di


atas tempat tidurnya.


“Tuan muda, bangun. Ini sudah jam 6 pagi.”kata


Delina di atas kepala Kevin.


Delina melihat ke belakangnya, ia menarik korden


kamar Kevin hingga terbuka dan membuka jendelanya. Udara dingin dan sejuk masuk


ke kamar Kevin, menggelitik tangan dan kakinya yang tidak tertutup selimut. Kevin


mulai menggeliat, ia kedinginan.


“Tuan muda, bangun. Sudah jam 6 lebih.”kata Delina


lagi.


Kevin membuka matanya, ia memicingkan matanya


melihat sosok Delina yang cantik dengan kerudung melambai karena tertiup angin


yang masuk lewat jendela.


”Gila! Tambah dilihat tambah cantik.”batin Kevin


terpesona.


“Tuan muda mau mandi berendam?”tanya Delina


“Hmm? Nggak. Jam berapa?”tanya Kevin sedikit


linglung.


“Sudah hampir jam setengah tujuh, tuan muda. Saya


buatkan kopi ya?”


“Nanti. Pijat kepalaku.”kata Kevin sambil membalik


tubuhnya dan berbaring terlentang melintang di atas tempat tidur.


Delina berlutut di samping tempat tidur Kevin dan


mulai memijat kepala Kevin.


“Ack...”desis Kevin.


“Ada apa, tuan muda?”


“Tanganmu dingin!”bentak Kevin.


“Ach, maaf. Pagi ini memang dingin ya.”kata Delina


sambil menggosok kedua tangannya dengan cepat. Ia mulai memijat kepala Kevin


yang tidak mengeluh lagi.


“Tuan muda jangan tidur lagi. Nanti terlambat


sarapan.”kata Delina.


“Iya, cerewet sekali kamu.”balas Kevin.


“Jangan merem.”kata Delina lagi ketika melihat


Kevin memejamkan matanya.


Bagaimana aku tidak merem lagi kalau pijatanmu


enak sekali. Tangannya lembut sekali.


Kevin tidak menjawab, ia pura-pura tidur. Ia ingin


melihat bagaimana cara Delina membangunkannya nanti.


“Tuan muda? Malah tidur lagi.”


Delina masuk ke kamar mandi, ia mengambil handuk


kecil dan membasahinya dengan air.


“Tuan muda, bangun.”

__ADS_1


Kevin tak bergeming, Delina melipat handuk basah di


tangannya dan meletakkannya dengan cepat di wajah Kevin.


“Huaa...!!”teriak Kevin kaget karena wajahnya


tiba-tiba terasa dingin.


“Tuan muda sudah bangun, kan. Silakan mandi dulu.”kata


Delina sambil tersenyum manis.


Kevin melempar handuk basah di tangannya ke Delina


yang ditangkap dengan baik.


“Sekali lagi kamu kurang ajar seperti itu. Akan


kuhukum kau.”


“Maaf, tuan muda. Tapi tuan muda tidak mengatakan


sebelumnya kalau...”bela Delina.


“Banyak bicara. Diam disini sampai aku selesai


mandi!!”hardik Kevin mulai kesal.


“Saya mau ambil baju, tuan muda mau pakai baju


santai atau mau keluar?”


“Baju santai!”bentak Kevin kesal.


“Jangan keluar dari kamar ini. Awas kau!”ancam


Kevin lagi.


“Baik, tuan muda. Silakan mandi.”


”Pagi-pagi sudah marah-marah. Seharusnya tadi


langsung kusiram saja kamu.”batin Delina sebal.


Delina melihat kekacauan di kamar Kevin dan segera


merapikan seprai tempat tidurnya. Ia menggelar selimut Kevin diatas tempat


tidur dan merapikan bantal-bantalnya.


Tiba-tiba seseorang menarik tangannya,


“Aaihh...”jerit Delina sambil menoleh.


Keanu menatap wajah Delina yang terkejut,


*”Pantas saja Kevin jatuh cinta secepat ini. Gadis


ini cantik alami dan baunya wangi. Kayaknya aku ikutan jatuh cinta nich.”batin


Keanu terpesona.


“Anda yang siapa? Seharusnya anda mengucapkan nama


anda dulu baru bertanya.”kata Delina sambil menarik tangannya dari cengkeraman


Keanu.


“Ach, maaf. Saya Keanu, asisten sekaligus teman


Kevin. Kamu siapa?”tanya Keanu lagi.


“Saya Delina, tuan. Pelayan pribadi tuan muda


Kevin.”jawab Delina sopan.


Keanu menatap Delina dengan intens, membuat gadis


itu risih.


“Silakan duduk dulu, tuan. Tuan muda masih mandi.”kata


Delina.


“Jangan panggil aku tuan. Panggil Keanu saja ya.”


“Saya tidak enak, tuan. Silakan duduk.”


Keanu duduk di sofa, tapi ia tetap menatap semua


yang dikerjakan Delina. Delina masuk ke walk in closet dan mengambilkan pakaian


untuk Kevin. Ia meletakkannya di atas kursi di dalam situ.


Kevin keluar dari kamar mandi, keningnya mengkerut


melihat Keanu sedang duduk di sofa sambil senyum-senyum menatap walk in closetnya.


Saat Kevin tahu siapa yang dilihat Keanu, ia berdiri di depan Keanu dan sengaja

__ADS_1


membuka handuknya di depan Keanu.


“Acchh... mata guee!!teriak Keanu melihat kegagahan


Kevin yang sudah berdiri tegak.


Keanu mengambil bantal sofa dan menimpuk Kevin.


“Tutup gak?! Gue ambilin gunting nich.”ancam Keanu


sambil menutup matanya dengan tangan.


“Lo ngapain melotot ngliatin walk in closet gue?”


“Sapa juga yang melotot, gue lagi ngeliatin


bidadari cantik.”kata Keanu sambil melongok ke samping Kevin.


“Dia milik gue. Awas lo.”ancam Kevin.


“Mana buktinya dia milik lo? Gila lo ya, cantik


gitu lo jadiin pelayan. Cocok jadi istri tuch. Kalo gue gak bakalan gue kasi


keluar dari kamar sedetikpun.”


“Bacot! Awas lo berani deketin dia.”ancam Kevin


gusar.


Keanu semakin iseng ingin menggoda Kevin. Dia tahu


kalau Kevin sedang meyakinkan dirinya tentang perasaannya pada Delina. Tapi


kalau Kevin tidak mencintai Delina, Keanu akan dengan senang hati mengambil


hati gadis cantik itu.


Kevin berjalan masuk ke walk in closetnya dan


membanting pintu menutup dengan keras. Ia tidak membiarkan Delina yang ingin


keluar dari sana.


“Tuan muda, saya keluar dulu. Silahkan ganti baju.”kata


Delina yang sudah balik badan.


“Kamu gak boleh kemana-mana. Diam disitu aku mau


pake celana.”kata Kevin.


Delina cemberut, tapi saat sadar ia berdiri di


depan cermin, Delina memalingkan wajahnya sambil menunduk. Kevin bisa melihat


ekspresi Delina yang merona. Tanpa sadar Kevin berjalan mendekati Delina dengan


celana yang belum tertutup sempurna.


Delina tertegun saat merasakan punggungnya


menyentuh sesuatu yang keras. Ia melihat di cermin, Kevin sudah berdiri di


belakangnya sedang menatapnya tajam lewat cermin. Delina mengalihkan


pandangannya, ia bergerak ke samping, tapi Kevin mengikutinya.


“Tuan muda, sudah selesai pakai bajunya?”tanya


Delina mulai tegang.


“Belum. Pakaikan bajuku.”kata Kevin sambil


menyodorkan baju ke depan Delina.


Delina mengambilnya, ia mencari bagian depan baju


itu dan menggulungnya sampai terlihat bagian leher. Delina berbalik, ia


mengulurkan tangannya ke atas kepala Kevin tapi tidak sampai,


“Tuan muda, tolong bungkuk sedikit. Saya tidak


sampai.”kata Delina berusaha jinjit tapi tetap tidak bisa.


“Naik ke kursi. Siapa suruh kamu pendek.”


”Situ yang kayak tiang listrik, ngatain saya


pendek. Ntar kopinya tak kasi sianida baru kapok.”batin Delina kesal.


Delina naik ke kursi di dekatnya, ia hampir kehilangan


keseimbangan kalau tidak berpegangan pada Kevin. Ia menarik tangannya yang tadi


sempat menyentuh dada Kevin dengan cepat.


*****

__ADS_1


Like, vote, komen dong kk, tinggalkan jejakmu di novel


saya. Beri semangat untuk saya agar bisa up tiap hari ya.


__ADS_2