
PH - Pengganggu kepo
Kevin tertawa melihat kekonyolan yang baru saja ia
lakukan. Tubuhnya berbalik tengkurap di tempat Delina terbaring tadi. Ia
menggosokkan hidungnya ke tempat tidurnya dan perlahan mulai terlelap setelah
menghirup aroma tubuh Delina yang menempel di tempat tidurnya.
*****
Keesokan paginya jam 6 pagi, Delina sudah berdiri
di samping tempat tidur Kevin. Ia melihat Kevin tidur tengkurap menyilang di
atas tempat tidurnya.
“Tuan muda, bangun. Ini sudah jam 6 pagi.”kata
Delina di atas kepala Kevin.
Delina melihat ke belakangnya, ia menarik korden
kamar Kevin hingga terbuka dan membuka jendelanya. Udara dingin dan sejuk masuk
ke kamar Kevin, menggelitik tangan dan kakinya yang tidak tertutup selimut. Kevin
mulai menggeliat, ia kedinginan.
“Tuan muda, bangun. Sudah jam 6 lebih.”kata Delina
lagi.
Kevin membuka matanya, ia memicingkan matanya
melihat sosok Delina yang cantik dengan kerudung melambai karena tertiup angin
yang masuk lewat jendela.
”Gila! Tambah dilihat tambah cantik.”batin Kevin
terpesona.
“Tuan muda mau mandi berendam?”tanya Delina
“Hmm? Nggak. Jam berapa?”tanya Kevin sedikit
linglung.
“Sudah hampir jam setengah tujuh, tuan muda. Saya
buatkan kopi ya?”
“Nanti. Pijat kepalaku.”kata Kevin sambil membalik
tubuhnya dan berbaring terlentang melintang di atas tempat tidur.
Delina berlutut di samping tempat tidur Kevin dan
mulai memijat kepala Kevin.
“Ack...”desis Kevin.
“Ada apa, tuan muda?”
“Tanganmu dingin!”bentak Kevin.
“Ach, maaf. Pagi ini memang dingin ya.”kata Delina
sambil menggosok kedua tangannya dengan cepat. Ia mulai memijat kepala Kevin
yang tidak mengeluh lagi.
“Tuan muda jangan tidur lagi. Nanti terlambat
sarapan.”kata Delina.
“Iya, cerewet sekali kamu.”balas Kevin.
“Jangan merem.”kata Delina lagi ketika melihat
Kevin memejamkan matanya.
Bagaimana aku tidak merem lagi kalau pijatanmu
enak sekali. Tangannya lembut sekali.
Kevin tidak menjawab, ia pura-pura tidur. Ia ingin
melihat bagaimana cara Delina membangunkannya nanti.
“Tuan muda? Malah tidur lagi.”
Delina masuk ke kamar mandi, ia mengambil handuk
kecil dan membasahinya dengan air.
“Tuan muda, bangun.”
__ADS_1
Kevin tak bergeming, Delina melipat handuk basah di
tangannya dan meletakkannya dengan cepat di wajah Kevin.
“Huaa...!!”teriak Kevin kaget karena wajahnya
tiba-tiba terasa dingin.
“Tuan muda sudah bangun, kan. Silakan mandi dulu.”kata
Delina sambil tersenyum manis.
Kevin melempar handuk basah di tangannya ke Delina
yang ditangkap dengan baik.
“Sekali lagi kamu kurang ajar seperti itu. Akan
kuhukum kau.”
“Maaf, tuan muda. Tapi tuan muda tidak mengatakan
sebelumnya kalau...”bela Delina.
“Banyak bicara. Diam disini sampai aku selesai
mandi!!”hardik Kevin mulai kesal.
“Saya mau ambil baju, tuan muda mau pakai baju
santai atau mau keluar?”
“Baju santai!”bentak Kevin kesal.
“Jangan keluar dari kamar ini. Awas kau!”ancam
Kevin lagi.
“Baik, tuan muda. Silakan mandi.”
”Pagi-pagi sudah marah-marah. Seharusnya tadi
langsung kusiram saja kamu.”batin Delina sebal.
Delina melihat kekacauan di kamar Kevin dan segera
merapikan seprai tempat tidurnya. Ia menggelar selimut Kevin diatas tempat
tidur dan merapikan bantal-bantalnya.
Tiba-tiba seseorang menarik tangannya,
“Aaihh...”jerit Delina sambil menoleh.
Keanu menatap wajah Delina yang terkejut,
*”Pantas saja Kevin jatuh cinta secepat ini. Gadis
ini cantik alami dan baunya wangi. Kayaknya aku ikutan jatuh cinta nich.”batin
Keanu terpesona.
“Anda yang siapa? Seharusnya anda mengucapkan nama
anda dulu baru bertanya.”kata Delina sambil menarik tangannya dari cengkeraman
Keanu.
“Ach, maaf. Saya Keanu, asisten sekaligus teman
Kevin. Kamu siapa?”tanya Keanu lagi.
“Saya Delina, tuan. Pelayan pribadi tuan muda
Kevin.”jawab Delina sopan.
Keanu menatap Delina dengan intens, membuat gadis
itu risih.
“Silakan duduk dulu, tuan. Tuan muda masih mandi.”kata
Delina.
“Jangan panggil aku tuan. Panggil Keanu saja ya.”
“Saya tidak enak, tuan. Silakan duduk.”
Keanu duduk di sofa, tapi ia tetap menatap semua
yang dikerjakan Delina. Delina masuk ke walk in closet dan mengambilkan pakaian
untuk Kevin. Ia meletakkannya di atas kursi di dalam situ.
Kevin keluar dari kamar mandi, keningnya mengkerut
melihat Keanu sedang duduk di sofa sambil senyum-senyum menatap walk in closetnya.
Saat Kevin tahu siapa yang dilihat Keanu, ia berdiri di depan Keanu dan sengaja
__ADS_1
membuka handuknya di depan Keanu.
“Acchh... mata guee!!teriak Keanu melihat kegagahan
Kevin yang sudah berdiri tegak.
Keanu mengambil bantal sofa dan menimpuk Kevin.
“Tutup gak?! Gue ambilin gunting nich.”ancam Keanu
sambil menutup matanya dengan tangan.
“Lo ngapain melotot ngliatin walk in closet gue?”
“Sapa juga yang melotot, gue lagi ngeliatin
bidadari cantik.”kata Keanu sambil melongok ke samping Kevin.
“Dia milik gue. Awas lo.”ancam Kevin.
“Mana buktinya dia milik lo? Gila lo ya, cantik
gitu lo jadiin pelayan. Cocok jadi istri tuch. Kalo gue gak bakalan gue kasi
keluar dari kamar sedetikpun.”
“Bacot! Awas lo berani deketin dia.”ancam Kevin
gusar.
Keanu semakin iseng ingin menggoda Kevin. Dia tahu
kalau Kevin sedang meyakinkan dirinya tentang perasaannya pada Delina. Tapi
kalau Kevin tidak mencintai Delina, Keanu akan dengan senang hati mengambil
hati gadis cantik itu.
Kevin berjalan masuk ke walk in closetnya dan
membanting pintu menutup dengan keras. Ia tidak membiarkan Delina yang ingin
keluar dari sana.
“Tuan muda, saya keluar dulu. Silahkan ganti baju.”kata
Delina yang sudah balik badan.
“Kamu gak boleh kemana-mana. Diam disitu aku mau
pake celana.”kata Kevin.
Delina cemberut, tapi saat sadar ia berdiri di
depan cermin, Delina memalingkan wajahnya sambil menunduk. Kevin bisa melihat
ekspresi Delina yang merona. Tanpa sadar Kevin berjalan mendekati Delina dengan
celana yang belum tertutup sempurna.
Delina tertegun saat merasakan punggungnya
menyentuh sesuatu yang keras. Ia melihat di cermin, Kevin sudah berdiri di
belakangnya sedang menatapnya tajam lewat cermin. Delina mengalihkan
pandangannya, ia bergerak ke samping, tapi Kevin mengikutinya.
“Tuan muda, sudah selesai pakai bajunya?”tanya
Delina mulai tegang.
“Belum. Pakaikan bajuku.”kata Kevin sambil
menyodorkan baju ke depan Delina.
Delina mengambilnya, ia mencari bagian depan baju
itu dan menggulungnya sampai terlihat bagian leher. Delina berbalik, ia
mengulurkan tangannya ke atas kepala Kevin tapi tidak sampai,
“Tuan muda, tolong bungkuk sedikit. Saya tidak
sampai.”kata Delina berusaha jinjit tapi tetap tidak bisa.
“Naik ke kursi. Siapa suruh kamu pendek.”
”Situ yang kayak tiang listrik, ngatain saya
pendek. Ntar kopinya tak kasi sianida baru kapok.”batin Delina kesal.
Delina naik ke kursi di dekatnya, ia hampir kehilangan
keseimbangan kalau tidak berpegangan pada Kevin. Ia menarik tangannya yang tadi
sempat menyentuh dada Kevin dengan cepat.
*****
__ADS_1
Like, vote, komen dong kk, tinggalkan jejakmu di novel
saya. Beri semangat untuk saya agar bisa up tiap hari ya.