
Lamaran yang kacau
Orang yang mengikuti Clara tampak berdiri di depan toko mainan, pura-pura sibuk melihat-lihat ke dalam toko. Padahal ia berjaga-jaga kalau Clara ingin mengganggu Kevin dan keluarganya. Clara berbalik dengan
cepat, ia pergi meninggalkan tempat itu sebelum Kevin memergokinya disana.
Kevin memberi isyarat mata pada seseorang di depan toko yang juga langsung berbalik pergi dari sana. Mainan yang dibeli Armando sudah siap dikirim ke rumah besar Alvin. Kevin menggandeng tangan Delina sambil menggendong Armando keluar dari toko itu. Delina melihat tidak ada seorangpun di tempat Clara berdiri tadi. Ia menatap Kevin dan tersenyum.
“Dia sudah pergi, hubby.”kata Delina.
“Hmm. Biarkan saja dia. Kamu harus fokus sama aku dan anak-anak aja. Ayah sudah mengurus wanita itu. Ayo, pulang.”ajak Kevin.
*****
Wina membuka matanya, ia mendesis karena pusing yang dirasakannya. Sorot lampu menyilaukan pandangan mata Wina, ia menyipitkan matanya melihat sosok bayangan hitam di hadapannya.
“Siapa kamu?”tanya Wina ketakutan. Ia mencoba menggerakkan tangannya yang terikat di kursi.
Wina menatap orang itu lagi, sepertinya ia seorang pria. Tinggi badannya hampir sama dengan Keanu. Wina mengkerutkan keningnya mencium wangi parfum yang sepertinya berasal dari pria itu.
“Tuan Keanu?”panggil Wina.
Hening. Tidak ada jawaban dari pria itu. Wina sempat berpikir apa ia sudah menyinggung seseorang sampai diculik seperti ini.
“Maaf, tolong bicara, kamu siapa? Kenapa saya dibawa kesini?”tanya Wina hati-hati.
Pria itu mematikan lampu sorot, membuat suasana ruangan itu gelap lagi.
“Tolong hidupkan lampunya. Saya takut gelap.”desis Wina ketakutan. Ia melihat sekeliling dengan liar, berharap bisa menemukan seseorang disana.
Brak! Wina mendengar suara keras di sampingnya. Ia semakin ketakutan mengira hantu yang membuat suara seperti itu. Nyatanya Keanu terjatuh ketika berjalan mendekati Wina dalam ruangan yang gelap itu.
Sret! “Hii... apa itu? Hantu!! Jangan dekat-dekat!! Ibu!! Ada hantu!!”histeris Wina yang melihat sosok besar berdiri di sebelahnya.
“Wina, ini aku, Keanu.”ucap Keanu menggosok kepalanya yang benjol.
__ADS_1
Wina meringkuk sambil memejamkan matanya, ia tidak mendengar kata-kata Keanu barusan. Trek! Tiba-tiba lampu ruangan itu menyala semua. Wina memicingkan matanya mencoba menyesuaikan keadaan matanya yang belum terbiasa dengan lampu yang menyala. Setelah matanya terbiasa, Wina melihat sosok Keanu berdiri di depannya.
“Tuan Keanu!”pekik Wina senang. Senyum manis tersungging di wajahnya yang basah kena air matanya.
Wina hanya fokus pada penampilan Keanu yang tampak berbeda dengan yang tadi pagi ia lihat. Pria itu terlihat semakin tampan saja. Keanu melepas tali yang mengikat tangan Wina. Saat itu Wina baru menyadari kalau pakaiannya sudah berganti jadi dress.
Masih kebingungan dengan apa yang terjadi sebenarnya, Wina merasakan tangannya ditarik Keanu agar bangun. Ia hampir jatuh saat akan berjalan dengan highheels yang menghiasi kakinya.
“Wah, bagus banget.”ucap Wina melihat kedua kakinya berbalut highheels blink-blink.
“Kamu bisa jalan? Atau mau kugendong.”bisik Keanu.
Wina belum juga menjawab, Keanu sudah menggendongnya ala bridal style mendekati meja yang sudah penuh dengan makanan. Gruk! Suara perut Wina membuatnya memegang perutnya. Ia memang belum makan siang tadi karena sibuk membantu membereskan barang-barang digudang mini market.
Keanu tersenyum, ia meminta Wina makan dulu sebelum bicara penting dengannya. Wina melihat sekeliling meja makan itu. Ia ingin mencicipi semua menu yang terhidang disana, tapi bingung harus mulai dari mana.
“Coba sup-nya.”kata Keanu menyodorkan semangkuk sup. Wina mencicipinya dan tersenyum senang sambil mendecap sup yang sangat lezat itu. Keanu terus menyodorkan satu persatu makanan diatas meja ke piring
Wina sampai habis tidak tersisa.
“Tuan, ini dimana? Wah, apa itu laut?!”tanya Wina girang melihat pemandangan pantai dari jendela besar. Keanu menculik Wina dan membawanya ke salah satu kamar hotel milik Alvin. Ia berencana melamar Wina di
pinggir pantai.
Wina hampir berdiri, tapi ia takut terjatuh karena higheels yang dipakainya. Keanu meminta Wina melepas alas kakinya itu. Mata Wina berbinar melihat pantai di depan matanya. Ia ingin mendekat ke pantai, tapi bingung cara membuka jendela besar di depannya.
Keanu membantu Wina membuka jendela itu, ia tersenyum sekali melihat Wina berlari ke arah pantai tanpa memakai alas kaki. Udara malam, berdesir mengenai paha Wina yang saat itu memakai dress yang agak
pendek. Ia teringat saat tadi Keanu menggendongnya, pria itu sedikit meremas pahanya.
Blush! Wajah Wina memerah lagi, ia melambatkan jalannya ketika kakinya mulai menyentuh pasir putih yang sangat halus. Sudah lama sekali sejak Wina merasakan pasir di kakinya. Ia menggerak-gerakkan kakinya hingga kakinya tenggelam di pasir sampai sebatas mata kaki.
Keanu menyusul Wina, ia sudah melepas syal dan topi yang tadi dipakainya. Kemejanya dibiarkan terbuka dua kancing atasnya memperlihatkan bulu dada Keanu yang seksi. Wina jingkrak-jingkrak diatas pasir meluapkan perasaan senangnya bisa bermain di pasir.
“Wina.” panggil Keanu.
__ADS_1
Wina menoleh melongo melihat Keanu berlutut dengan satu kakinya diatas pasir. Wina menutup mulutnya dengan kedua tangannya, ia pernah melihat yang seperti ini di TV. Ini saat pemeran pria melamar pemeran
wanitanya. Wina celingukan melihat ke kanan dan ke kiri bahkan ke belakangnya. Tapi ia tidak menemukan orang lain selain mereka.
Keanu menarik tangan Wina, ia menggaruk kepalanya. Rencananya untuk melamar Wina jadi kacau karena ulah wanita polos di depannya itu. Tadinya Keanu berencana melamar setelah memaksa Wina mengakui perasaannya pada Keanu dulu. Keanu cukup yakin kalau Wina juga merasakan perasaan yang sama dengannya.
Tapi ia tidak tega melihat Wina ketakutan dalam kegelapan dan memilih menghidupkan lampu kamar hotel. Ia juga inginnya melamar setelah mereka makan bersama dengan pemain musik yang tiba-tiba masuk ke dalam
kamar. Tapi gagal juga karena Wina malah berlari ke luar.
Sekarang setelah Keanu berlutut di depannya, Wina malah celingukan seperti orang mau nyebrang jalan. Keanu tidak bisa menahan tawanya lagi. Ia ketawa ngakak sampai Wina kebingungan dan ikut tertawa juga.
“Tuan kenapa ketawa sich?”tanya Wina polos.
“Kamu tuch ya. Ngancurin momen aja. Ayo kita nikah.”ajak Keanu.
“Hah?!”Wina terkejut sampai mulutnya ternganga mendengar ajakan Keanu. Ia sampai mundur beberapa langkah lalu melihat ke kanan dan ke kiri lagi.
“Kamu ngapain sich ngliat kanan kiri? Nggak ada siapa-siapa lagi disini.”ujar Keanu mendekati Wina lagi.
“Tuan jangan bercanda dech. Nggak lucu.”kata Wina merasa tidak enak.
Keanu menarik tangan Wina, menatap matanya dalam. Ia mengatakan kalau dirinya sangat serius meminta Wina menikah dengannya. Wina menanyakan berapa umur Keanu yang menjawab tiga puluh empat.
*****
Like, vote, komen dong kk, tinggalkan jejakmu di novel saya. Beri semangat untuk saya agar bisa up tiap hari ya.
Visual Keanu saat melamar
Visual Wina saat melamar
__ADS_1