Penjahit Hati

Penjahit Hati
PH - Tidak tertarik


__ADS_3

PH - Tidak tertarik


“Kenapa bisa sebanyak ini?”tanya Delina pada


dirinya sendiri.


Delina membuka sosial medianya, ia melihat banyak


yang berkomentar tentang sketsanya. Rata-rata mengatakan bagus tapi ada juga


yang hanya sekedar komentar menanyakan kabar Kevin. Delina tersenyum membaca


semua komentar itu. Ia tidak menyadari kalau Kevin sudah berdiri di depannya


hanya memakai handuk.


“Kau sedang apa?”tanya Kevin.


“Saya sedang membaca komentar, tuan muda. Eh, tuan


muda...”


Delina segera berbalik memeriksa suhu air di dalam


bathup dan mematikan kran air. Delina mempersilakan Kevin mandi, sementara ia


berjalan keluar dari kamar mandi.


“Delina! Jangan tutup pintunya. Katakan apa yang


ditulis di komentar itu.”perintah Kevin.


Delina berdiri membelakangi pintu kamar mandi yang


terbuka. Ia mengatakan beberapa komentar pujian tentang sketsa kebayanya yang


bagus. Dan ada juga yang menanyakan tentang Kevin. Delina bertanya kenapa bisa


mereka tahu tentang Kevin. Kevin mengatakan kalau ia membagikan postingan


Delina Kebaya lewat akun sosial medianya.


Kevin mengatakan followernya sangat banyak, dan


beberapa diantara mereka memang suka dengan kebaya. Jadi Kevin membuka jalan


pada Delina agar bisa mempromosikan keahliannya itu. Delina mengucapkan terima


kasih lagi pada Kevin.


Meskipun sangat galak, Kevin selalu menbantunya,


mengajari semua hal yang baru bagi Delina. Bahkan memberinya ponsel pintar.


Delina mendengar suara kucuran air dari shower. Ia bergerak ke samping pintu


kamar mandi agar tidak menghalangi Kevin keluar nanti.


Kevin keluar dari kamar mandi dengan tubuh dibalut


handuk, ia memberikan handuk kecil pada Delina untuk mengeringkan rambutnya


yang basah.


“Delina, habis makan malam, siapkan koperku ya. Aku


harus keluar kota untuk beberapa hari. Aku perlu baju ganti. 3 stel jas, 4 baju


jalan-jalan, 3 baju santai, 2 sepatu, jam tangan. Nanti aku yang pilih. Kau


siapkan koper yang agak besar dan hitung celana dalamku juga.”perintah Kevin.


“Baik, tuan muda.”kata Delina patuh sambil


menggosok rambut Kevin hingga tetesan airnya habis.


“Satu lagi, berikan satu kerudungmu.”


“Buat apa, tuan muda?”tanya Delina bingung.


“Aku memerlukannya. Jangan banyak nanya. Lakukan


saja!”bentak Kevin pura-pura marah.


“Baik, tuan muda.”


”Dasar tuan aneh. Sekarang minta kerudungku,


besok-besok apalagi yang kau minta, tuan?”


Kevin meminta Delina turun duluan, ia masih


berpakaian saat Agnes tiba-tiba masuk ke dalam kamarnya.


“Apa kau tidak bisa mengetuk dulu?!”tanya Kevin


kesal.


“Apa kau akan membukanya kalau aku mengetuk?”balas

__ADS_1


Agnes cuek.


Agnes duduk di tempat tidur Kevin, menatap Kevin


yang baru selesai menarik retsleting celananya saat Agnes masuk.


“Apa kau suka padanya?”tanya Agnes sambil menahan


tangan Kevin.


“Siapa?”tanya Kevin cuek.


“Pelayanmu. Kau suka dia? Apa seleramu sudah


berubah sekarang?”kejar Agnes sambil merangkul lengan Kevin.


“Apa urusanmu kalau aku suka dia?”tanya Kevin


sambil menatap Agnes.


“Kevin, apa kau tidak tertarik padaku?”tanya Agnes


sambil mendorong Kevin terduduk dipinggir tempat tidurnya.


Agnes naik ke pangkuan Kevin dan memegang


pundaknya.


“Kevin, lihat aku baik-baik. Apa aku cantik? Aku


seksi?”tanya Agnes dengan menggoda.


“Ya.”jawab Kevin singkat.


Agnes tersenyum girang mendengar Kevin mengiyakan pertanyaannya.


Ia menghirup aroma parfum Kevin, memeluk tubuh Kevin sangat erat. Dalam keadaan


normal sebelum bertemu Delina, Kevin akan langsung bergairah mendapat serangan


seperti itu dari wanita cantik manapun.


Dan dia akan menyuruh wanita itu bertanggung jawab


menuntaskan hasratnya. Tapi ia tidak bisa merasakan sensasi itu lagi dalam


keadaan sadar sepenuhnya setelah bertemu Delina. Seperti saat ini, Agnes meraba


area sensitifnya yang masih tertidur pulas.


Wajah Agnes memerah merasakan tonjolan lembek di


bawah sana. Ia merayu Kevin sedemikian rupa sampai keringat membasahi


Kevin. Pria itu menatapnya dingin.


“Kamu kenapa, Vin? Capek ya?”tanya Agnes yang mulai


capek.


“Apa menurutmu ‘dia’ tertarik padamu?”tanya Kevin


dingin.


Agnes mendorong tubuh Kevin dan bangkit dengan


cepat. Ia merapikan penampilannya dan mengusap keringat di keningnya. Bahkan


rayuan seperti itu tidak membuat Kevin bergairah padanya. Agnes sangat kesal


sampai membanting pintu kamar Kevin terbuka.


Kevin menggelengkan kepalanya melihat tingkah Agnes.


Saat ini hanya Delina yang bisa membangkitkan gairahnya. Bahkan hanya dengan


sentuhannya saja. Lagi Kevin membayangkan percintaan yang panas dengan Delina.


Bagaimana ia akan memberikan kenikmatan dunia pada wanita yang sudah jadi


istrinya itu.


Kevin merapikan dirinya dengan cepat atau ia akan


terlambat sampai di meja makan. Untung saja Alvin masih sibuk di kamar dengan


Amira ketika Kevin bergabung di meja makan. Giselle dan Agnes sudah ada disana


duluan.


“Agnes, sana duduk dekat Kevin.”perintah Giselle.


Agnes akhirnya pindah ke sebelah Kevin. Ia


tersenyum manis pada Kevin, seolah kejadian tadi tidak terjadi.


“Gak tau malu.”bisik Kevin sambil mengambil gelas


air minum.

__ADS_1


Giselle yang tidak mengetahui apa yang terjadi,


mengira kalau Kevin sedang mengatakan kata-kata manis pada Agnes sehingga Agnes


tersenyum bahagia seperti itu. Dirinya sangat senang melihat cara Kevin melirik


Agnes.


Tapi kebahagiaan Giselle lenyap saat Kevin menoleh pada


Delina yang lewat di dekatnya. Amira meminta Delina membawa semua kebaya yang


sudah diselesaikannya ke dalam kamarnya. Delina bolak-balik sampai 2 kali untuk


membawa kebaya-kebaya itu.


Cukup lama Delina di dalam sana, membuat Kevin


makan dengan tidak tenang. Sampai Agnes harus menyuapinya makan yang diterima


begitu saja oleh Kevin yang fokus menatap pintu kamar orang tuanya.


Giselle kegirangan lagi melihat anak dan


keponakannya jadi dekat seperti itu. Kalau saja Amira melihatnya, dirinya akan


langsung mengusulkan pernikahan Kevin dan Agnes. Tentu saja Giselle akan


kejang-kejang kalau melihat nama Kevin sudah terdaftar di KUA sebagai suami


Delina.


Kevin mengelap sudut bibirnya. Ia ingin ke kamar


orang tuanya dan memanggil Delina. Giselle yang melihat hal itu segera menyuruh


Agnes mengejar Kevin. Pintu kamar Amira terbuka dan Kevin langsung memanggil


Delina.


“Delina, cepat sini. Bantu aku.”perintah Kevin.


“Sebentar, tuan muda. Saya sedang membantu Ny.


memakai kebaya.”jawab Delina.


“Ach, ini bala bantuan datang. Agnes cepat bantu


sana. Delina, ikut aku! Sekarang!”perintah Kevin sambil mendorong Agnes masuk


ke kamar orang tuanya dan menunggu Delina keluar sebelum menutup pintu.


Mereka berdua naik ke lantai 2 dan masuk ke kamar


Kevin. Giselle yang tadi sempat menjawab telpon dari temannya, tidak melihat kejadian


itu dan mengira kalau Kevin dan Agnes berada di dalam kamar Amira.


Delina berusaha keras mengambil koper hitam diatas


lemari. Ia sudah naik ke atas kursi, tapi tangannya masih belum sampai. Ya


jelas saja, Sri yang menaruh koper diatas sana menggunakan tangga yang tersedia


di samping lemari. Delina tidak melihatnya, tangannya menggapai-gapai mencoba


mencapai ujung roda koper tapi tetap tidak sampai.


Tiba-tiba Delina kehilangan keseimbangannya. Ia


hampir jatuh membentur lemari ketika Kevin datang dan langsung menangkapnya. Bruk!


Keduanya terjatuh ke lantai yang dingin. Bukannya merasa sakit, tubuh Kevin


langsung merespon sentuhan Delina dengan cepat.


Kegagahannya terbangun dengan cepat memberinya rasa


ngilu yang menyenangkan. Delina menegakkan tubuhnya. Ia duduk diatas tubuh


Kevin, tepatnya diatas kegagahan Kevin.


“Maaf, tuan muda. Saya bangun sekarang.”kata Delina


mencoba bangkit tapi Kevin menahannya.


“Tetap disana sebentar. Pinggangku sakit. Jangan


bergerak dulu.”pinta Kevin.


Bukan pinggang yang sakit tapi kegagahannya sudah


hampir meledak karena ulah Delina tadi. Delina kembali duduk di tempat semula.


Ia tidak sadar kalau gesekan tubuhnya membuat Kevin hampir menuntaskan


hasratnya.


*****

__ADS_1


Like, vote, komen dong kk, tinggalkan jejakmu di novel


saya. Beri semangat untuk saya agar bisa up tiap hari ya.


__ADS_2