Penjahit Hati

Penjahit Hati
Episode 109


__ADS_3

Ali tidak mengatakan apa-apa, ia hampir melucuti


pakaiannya juga. Agnes menghentikan perbuatan Ali, “Tu...tunggu dulu. Kamu mau


ngapain?!”panik Agnes menahan tangan Ali.


“Aku mau buat kamu hamil, biar kita bisa nikah


secepatnya.”kata Ali menatap tajam mata Agnes.


“Jangan! Ali! Serius nich, aku masih terikat


kontrak model. Kalo aku hamil, pinaltynya gede banget. Jangan ya. Aku mau kok


nikah sama kamu. Tapi habis kontrak ini.”bujuk Agnes sambil tersenyum imut.


Ali memicingkan matanya, “Dan kapan tepatnya


kontrak itu habis?”


Pucat wajah Agnes mengingat kalau kontrak modelnya


akan berakhir minggu depan. Ia berpikir cepat mau bohong atau jujur pada Ali. Pria


itu tidak akan melepaskan kalau ia menjawab jujur, tapi kalau bohong... Agnes


bergidik ngeri membayangkan apa yang akan dilakukan Ali.


“Mi... minggu depan.”jawab Agnes jujur. ”Tuch kan


langsung senyum mesum kayak gitu. Habislah sudah diriku hari ini.”


“Tapi, kamu harus ngomong dulu sama mama. Aku mau


dilamar baik-baik, bukan karena udah hamil duluan.”kata Agnes cepat.


Ali menegakkan tubuhnya, ia tersenyum penuh


kemenangan. Agnes segera merapikan pakaiannya lalu duduk manis di sofa besar.


Ali minta Agnes mengosongkan jadwalnya besok malam. Agnes menatap Ali, “Kamu


mau dateng sama siapa? Jangan sendirian dong.”


“Ya sama ayah sama ibu lah. Ya kali nglamar


sendirian.”kata Ali cepat-cepat merapikan pakaiannya lagi.


Agnes melirik tubuh kekar Ali, ia menarik lengan pria


itu lalu nemplok di dadanya. Tangan Agnes tidak bisa diam menyentuh otot perut


Ali. Menusuk, mencubit, meraba sampai Ali kegelian dengan kelakuan Agnes.


“Stop dong! Geli banget. Agnes, geli...”ucap Ali


mencoba menahan tangan Agnes.


Agnes berpindah duduk dipangkuan Ali lagi. Ia


tersenyum malu-malu sebelum mencium bibir seksi Ali. Pria itu sedikit terlena


menerima serangan Agnes yang tiba-tiba. Sangat jarang Agnes berinisiatif


seperti ini.


Teringat sesuatu, tiba-tiba Agnes menghentikan


ciumannya. Ia menatap Ali yang masih ingin berciuman dengan Agnes. “Tadi kamu


bilang ayah sama ibu? Emang om Alvin dan tante Amira udah balik?”tanya Agnes


menutup mulut Ali dengan tangannya. Ali hanya bisa mengangguk.


Agnes menggigit kukunya, salah satu kebiasaannya


kalau gugup. Entah apa mamanya akan terima lamaran Ali kalau ia datang bersama


Alvin dan Amira. Setahu Agnes, kedua om dan tantenya itu sudah bangkrut. Delina


yang selama ini membantu kehidupan mama dan papa Agnes lewat transferan uang


yang Delina kirimkan ke rekening Agnes.


“Kali ini aku beneran akan mati.”gumam Agnes

__ADS_1


ketakutan duluan.


Ali memeluk Agnes lagi, ia menenangkan gadis itu. “Aku


yakin, mamamu nggak akan bisa menolakku.”kata Ali yakin.


Agnes semakin tidak tenang. Demi Ali, ia sudah


banyak menolak perjodohan dengan anak orang kaya yang diatur mamanya. Agnes


selalu beralasan kalau ia masih terikat kontrak model, jadi belum boleh


menikah. Ali yang mengerti kekhawatiran Agnes, mengatakan kalau Agnes hanya


perlu percaya padanya.


*****


Delina terbangun ketika merasakan mobil tidak lagi


berjalan. Ia melihat ke samping, Alvin masih setia menemani Delina.


“Ina, kamu sudah bangun. Ayo turun.”ajak Alvin


membuka pintu untuk dirinya dan Delina.


Delina melihat sekeliling rumah besar dihadapannya.


Alvin menuntun Delina masuk ke dalam rumah itu.


“Ayah, ini rumah siapa?”tanya Delina bingung.


“Ini rumahnya Riana. Kamu ingat dia kan? Teman


kecilnya Kevin.”jelas Alvin.


Delina melihat seorang wanita mendekati mereka dan


meminta mereka mengikutinya. Mereka menaiki tangga menuju lantai dua dan


berhenti di depan sebuah pintu. Tok! Tok! Tok! Wanita tadi membuka pintu


setelah mengetuk pintu perlahan.


Riana dengan senyuman manisnya.


Delina tertegun melihat sosok suaminya berdiri di


dekat jendela besar. Kevin menoleh menatap Delina, senyum mengembang di


bibirnya.


“Sayang....”panggil Kevin mengulurkan tangannya.


Delina sangat ingin mendekati Kevin, tapi kakinya


terasa kebas. Alvin memegangi tubuh Delina yang hampir meluncur turun jatuh ke


lantai. Kevin berlari menjangkau tubuh istrinya itu lalu memeluknya. Tubuh Delina


terguncang hebat, ia menangis dalam pelukan Kevin.


Riana mengusap sudut matanya, Alvin memberi tanda


untuk meninggalkan mereka berdua di kamar itu. Kevin mengusap-usap punggung


Delina, ia juga menangis sedih dan gembira bisa bertemu Delina lagi. Perlahan


Kevin menggendong tubuh Delina dan membaringkannya di atas tempat tidur.


Ketika Kevin ingin menarik selimut menutupi kaki


Delina, wanita itu menarik tangan Kevin agar tidak meninggalkannya lagi. Delina


memeluk Kevin sangat erat sampai ia merasa perutnya akan meledak.


Huft! Huft! Delina menarik nafas panjang, mengelus


perut besarnya.


“Hubby....”panggil Delina.


“Iya, sayang. Ini aku, Kevin. Delina, aku sangat


merindukanmu.”ucap Kevin menunduk hampir mencium Delina.

__ADS_1


“Tunggu, hubby kemana aja? Kenapa baru kembali


sekarang?”tanya Delina dengan kening mengkerut. Kevin terpaksa menceritakan apa


yang terjadi padanya setelah kecelakaan waktu itu.


...Flash back on...


Kevin menyilangkan kedua tangannya di depan


wajahnya saat mobilnya meluncur dari atas jembatan langsung terjun ke sungai. Air


bag di mobilnya cukup tebal, jadi meskipun mobilnya ringsek. Kevin tidak


terluka parah, ia berusaha keluar dari dalam mobil dan berenang ke pinggir


tanpa diketahui siapapun.


Sementara body guard Alvin dan dokter Riana sudah


menunggu di tempat yang tidak terlihat orang-orang. Riana memeriksa kondisi Kevin


yang saat itu mengalami patah tulang di salah satu jarinya. Selebihnya hanya


lebam terkena benturan.


Alvin merencanakan kecelakaan Kevin dan


menyembunyikan putranya itu dari seluruh dunia bersamaan dengan pengumuman


kebangkrutannya. Ia tampak senang sekali melakukannya karena itu artinya ia


bisa menikmati bulan madu lagi dengan Amira.


Delina yang tidak mengetahui rencana Alvin, sama


terkejutnya saat mendengar kecelakaan Kevin dan pengumuman saat perusahaan


Alvin telah dijual kepada ‘Miracle’. Alvin mengalihkan semua saham keluarganya


kepada ‘Miracle’ yang tidak lain adalah perusahaan milik Delina. Ia juga


mengalihkan semua property atas namanya menjadi atas nama Delina. Dalam


semalam, Delina sudah bertambah kaya sekitar 500M.


Ditengah kebingungannya, Delina hanya menerima


pesan dari Alvin agar Delina menjaga semua asetnya, kedua cucunya, dan juga


menjaga dirinya. Alvin dan Amira bahkan pergi tanpa berpamitan pada Delina.


Sementara Alvin dan Amira pergi keluar kota, Kevin


tinggal di rumah Riana. Rencana Alvin begitu matang dan tertutup sampai-sampai


Delina dan keluarga besar Alvin tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.


...Flash back off...


Delina kembali menangis dalam pelukan Kevin, ia


sudah tidak setegar dulu lagi. Kali ini Delina ingin sedikit egois untuk


mempertahankan Kevin tetap disisinya. Delina sudah memastikan kalau Clara tidak


akan pernah mengganggu Emilia dan Kevin lagi.


Menghilangnya Kevin membuat Delina menyadari


dirinya harus melindungi keluarga Alvin apapun yang terjadi. Beruntung Keanu


tidak ikut menghilang dan tetap disisinya sampai saat ini. Delina yang buta


dengan pekerjaan Alvin perlahan mulai menunjukkan kalau dirinya mampu. Meskipun


tidak menghasilkan sesuatu yang baru, setidaknya Delina bisa menjaga perusahaan


Alvin selama ayah mertuanya itu pergi.


*****


Like, vote, komen dong kk, tinggalkan jejakmu di novel


saya. Beri semangat untuk saya agar bisa up tiap hari ya.

__ADS_1


__ADS_2