Penjahit Hati

Penjahit Hati
Episode 63


__ADS_3

“Tapi...” cegah Delina.


Agnes tidak mau dengar. Ia baru saja mengirimkan


foto kedua pada Kevin saat Delina memasang bra seksi di dadanya untuk mengecek


ukurannya. Kevin bahkan belum melihat chatnya yang pertama. Agnes membayar


belanjaan Delina dengan kartu Kevin dan Delina melotot melihat struknya.


Agnes meminta Delina diam, dan mengajak Delina


keluar dari toko itu. Mereka harus pulang sebelum makan malam, atau Alvin akan


marah besar.


Sampai di mobil Agnes, mereka celingukan mencari


sopir yang ternyata duduk di bangku tunggu. Sopir itu berlari sambil


terbungkuk-bungkuk melihat majikannya berdiri sambil membawa banyak tas


belanjaan.


Sopir itu dengan sigap mengambil tas belanjaan di


tangan Delina dan Agnes dan membukakan pintu untuk Delina. Agnes sudah lebih


dulu berputar ke pintu sebelah untuk masuk ke dalam mobil. Mereka segera keluar


dari parkir mall dan sopir melajukan mobil menuju rumah.


Agnes melihat ponselnya ketika mendengar notif chat


yang terus berbunyi. Ia menahan tawanya melihat balasan chat dari Kevin.


“Serius? Dia mau pakai itu?”


“Agnes! Kamu jangan bilang yang aneh2.”


“Delina akan membunuhku!”


“Agnes! Sialan! Dia serius mau pakai lingeri?”


“Hei! Jawab chatku.”


“Pakaian dalam juga?! Itu seksi sekali.”


“Agnes! Woi!!”


Agnes meletakkan ponselnya kembali ke dalam tas,


membaca chat itu tanpa membalasnya dan mengabaikan chat berikutnya. Ia


tersenyum puas bisa membalas Delina yang sempat mengerjainya tadi bersama


Aliando.


*****


Kevin seperti orang kesurupan saat melihat chat


dari Agnes. Aliando yang masih belum beranjak dari sisinya, sampai kebingungan


melihat Kevin kegirangan sambil melihat ponselnya.


“Apa kakak mulai gila? Karena aku harus buat temu


janji dengan dokter jiwa dulu.” Kata Aliando sambil pindah duduk jauh dari


Kevin.


“Kenapa dia tidak balas chatku? Aaarrgghh...!!”


teriak Kevin frustasi.


“Oke, aku akan buat temu janji besok, kak.” kata


Aliando yakin.

__ADS_1


“Kau kira aku gila?!” hardik Kevin sambil duduk


kembali ke sofa.


“Kakak tiba-tiba berteriak kegirangan dan langsung


marah-marah gak jelas. Serius, aku bisa rekomendasikan dokter jiwa yang bagus.”


kata Aliando dengan wajah serius.


Pletak! Sebuah pukulan kembali mendarat di kepala


Aliando. Ia sampai merunduk memegangi kepalanya yang beneran sakit kali ini.


Kevin kembali melihat foto Delina, ia membayangkan


istrinya itu memakai lingeri di balik dress panjangnya dan meminta Kevin


membuka dress-nya. Hanya membayangkannya saja membuat Kevin panas dingin.


Nafasnya mulai ngos-ngosan dengan segala pikiran kotornya pada Delina.


Tapi kemudian ia tenang kembali, Delina tidak akan


melakukan hal seperti itu. Istrinya itu sangat polos, sampai-sampai untuk


mencium Delina saja, Kevin harus berpikir dua kali. Mana mungkin Delina akan


mau memakai pakaian yang minim bahan seperti itu. Tapi bagaimana kalau Agnes


sudah mengatakan sesuatu yang membuat Delina berubah pikiran?


Sedang asyik melamun, Kevin tidak menyadari kalau


Delina dan Agnes sudah sampai di rumah kembali. Mereka berdua masuk sambil


membawa tas belanjaan, setelah Delina meminta sopir untuk beristirahat saja.


Mereka berdua masuk dengan tawa bahagia, yang langsung menghilang dari wajah


cantik Agnes saat melihat Aliando.


Delina.


Delina melihat Aliando sudah tersenyum menatap


Agnes. Ia menepuk tangan Agnes dan mengajaknya mendekati Kevin.


“Hubby, aku sudah pulang. Kau sudah makan?”tanya Delina


pada Kevin.


Kevin gelagapan melihat Delina sudah berdiri di


depannya, ia melihat Agnes tersenyum jahil di belakang Delina.


“Aku... iya, maksudku aku belum makan.”kata Kevin


dengan wajah merah.


“Kenapa? Apa kau sakit, hubby? Mukamu kenapa


merah?”tanya Delina sambil menyentuh kening Kevin.


Bukannya merasa lebih baik, wajah Kevin semakin


memerah. Ia memegang tangan Delina yang menyentuh keningnya dan mengajak Delina


untuk istirahat di kamar mereka. Agnes mengekor mereka dengan cepat,


meninggalkan Aliando yang masih menatapnya. Aliando tertawa lepas melihat


reaksi Agnes yang ketakutan.


Mereka bertiga naik ke lantai 2, sampai di depan


kamar Kevin, Agnes menyerahkan tas belanjaan yang berisi pakaian dalam dan


lingeri milik Delina dan juga black card milik Kevin. Agnes minta Delina

__ADS_1


menunggu di depan pintu sampai ia masuk ke kamarnya sendiri. Setelah celingukan


seperti maling, Agnes buru-buru masuk ke kamarnya sendiri dan menutup pintu


dengan cepat.


Delina yang kebingungan melihat Agnes, masuk ke dalam


kamar dan menutup pintunya. Kevin langsung duduk di samping tempat tidur, ia


mengambil gelas dan menghabiskan air di dalam gelas itu dalam sekali teguk.


“Apa yang kau beli?” tanya Kevin mencoba


menetralkan suaranya yang mulai serak.


“Ini lingeri dan pakaian dalam. Aku mandi dulu


ya.”kata Delina biasa saja seolah jawabannya barusan hanya obrolan ringan


dengan Kevin.


“Coba pakai. Aku mau lihat.”kata Kevin melempar


umpan.


Delina menatap Kevin, ia ingat kata-kata Agnes tadi


yang mengatakan kalau Kevin tidak akan bereaksi apa-apa saat melihatnya memakai


lingeri. Dan Delina mempercayai kata-kata Agnes itu.


“Okey, tapi aku mandi dulu ya. Kamu mau lihat yang


mana, hubby?” tanya Delina sambil membuka tas belanjaan itu dan mengeluarkan


isinya.


Kevin menelan salivanya dengan susah payah, ia


menunjuk lingeri berwarna merah dan Delina membawanya masuk ke dalam kamar


mandi. Kevin mencelos diatas tempat tidur setelah pintu kamar mandi tertutup


dengan baik.


Tangannya gemetar mengambil ponselnya dan mengetik


chat untuk Agnes.


“Apa yang kau katakan pada Delina?” ketik Kevin.


“Jangan bereaksi apa-apa saat kau melihatnya


memakai lingeri.” balas Agnes.


“Apa maksudmu? Serius, dia akan memakainya?” ketik


Kevin lagi.


“Ya. Mungkin. Pokoknya jangan bereaksi apa-apa


sampai dia memakai semuanya dan menunjukkannya padamu.” balas Agnes lagi.


“Apa kau gila! Bagaimana aku harus diam? Dia mau


pakai LINGERI!” tulis Kevin lagi hampir gila.


“Kau bisa menyerangnya habis itu. Coba lakukan itu,


siapa tau dia sudah mau tidur denganmu. Itupun kalo kau berani.” balas Agnes


sambil tertawa puas di dalam kamarnya.


*****


Like, vote, komen dong kk, tinggalkan jejakmu di novel


saya. Beri semangat untuk saya agar bisa up tiap hari ya.

__ADS_1


__ADS_2