Penjahit Hati

Penjahit Hati
PH - Sarapan bersama


__ADS_3

PH - Sarapan bersama


Delina naik ke kursi di dekatnya, ia hampir


kehilangan keseimbangan kalau tidak berpegangan pada Kevin. Ia menarik


tangannya yang tadi sempat menyentuh dada Kevin dengan cepat.


“Maaf, tuan muda. Saya tidak sengaja.”kata Delina


“Bilang saja kau mau menyentuhnya. Pegang saja


lagi. Aku gak keberatan.”’kata Kevin sambil menatap mata Delina.


Delina menjawab kata-kata Kevin dengan memasukkan


bajunya melewati kepala Kevin. Delina menadahkan tangannya meminta tangan Kevin


yang diikuti Kevin dengan cepat. Ia memasukkan tangan Kevin ke lubang tangan


bergantian.


Kevin melihat Delina menahan senyumannya setelah ia


selesai berpakaian. Delina hampir turun dari kursi, tapi Kevin menahannya.


“Kenapa senyum-senyum?”tanya Kevin curiga.


“Nggak, tuan muda. Cuma lucu saja tadi.”


“Apanya yang lucu?”kejar Kevin.


“Tuan muda nurut banget ngasi tangan ke saya.


Padahal kan bisa masukin tangan sendiri ke baju. Mirip...”gantung Delina.


“Mirip apa?”tanya Kevin gak sabaran.


“Itu... guk...”gongong Delina menirukan suara anak


anjing.


Jatuh cinta membuat otak Kevin tidak bekerja dengan


baik. Ia malah terpesona mendengar Delina menggonggong. Delina tidak bisa


menahan senyumannya lagi, ia bahkan terkikik geli melihat ekspresi Kevin


seperti orang ****.


Saat otaknya terkoneksi lagi, Kevin sadar kalau


Delina menyamakannya dengan anak anjing. Kevin memegang pinggang Delina dan


mengangkat tubuh Delina dari kursi.


“Aaihh...”pekik Delina refleks berpegangan pada


leher Kevin.


Ia sudah takut karena mengira Kevin akan


membantingnya turun. Tapi tidak, Kevin menurunkannya dengan lembut. Delina


cepat-cepat melepaskan tangannya dari leher Kevin dan merapikan kerudungnya.


“Saya buatkan kopi dulu ya, tuan muda. Sebaiknya


tuan muda segera turun, nanti terlambat sarapan.”kata Delina sambil membuka


pintu walk in closet itu.


Hampir saja Kevin melupakan soal sarapan. Ia segera


menyusul Delina keluar dari sana karena teringat satu hal lagi. Ada saingannya


di luar situ yang sedang menunggu kesempatan menangkap Delina.


Keanu menatap Delina yang keluar lebih dulu.


Langsung keluar dari kamar Kevin.


“Lo ngapain di dalem lama banget?”tanya Keanu


ketika melihat wajah Kevin merona.


“Gue hampir nyium dia.”kata Kevin linglung.


“Cuma hampir? Kirain uda jauh kalian.”ejek Keanu.


“Omes lo. Dia gadis baik-baik. Gue gak berani lebih


jauh, ntar malah kabur lagi.”


“Lo serius nich?”tanya Keanu lagi.


“Kayaknya iya. Hadeh, jantung gue gak bisa berhenti

__ADS_1


deg-degan. Tadi mukanya deket banget.”kenang Kevin


“Lo tuch yang omes. Liat tuch muka mesum lo. Lo gak


sarapan?”


“Iya, ini dah mau turun. Lagian ngapain lo ke rumah


gue pagi-pagi gini?”tanya Kevin heran.


“Apalagi? Gue laper pengen numpang makan


disini.”kata Keanu sambil berjalan keluar kamar Kevin.


“Bilang aja lo kepo, mau liat Delina.”balas Kevin


sambil mengikuti sahabatnya itu.


Mereka berdua turun ke lantai bawah dan melihat


Agnes menunjuk-nunjuk Delina sambil berkacak pinggang. Alvin dan Amira belum


keluar dari kamarnya.


“Agnes, kamu ngapain?”tanya Kevin dingin.


“Kevin, dia siapa? Kenapa keluar dari kamar


kamu?!”teriak Agnes.


“Dia pelayan pribadiku. Hei, mana kopiku?”bentak


Kevin pada Delina.


“Saya baru mau buat, tapi nona ini...”lagi-lagi


omongan Delina di potong.


“Pergi sana!”usir Kevin pada Delina.


“Delina, aku juga mau kopi ya.”kata Keanu.


“Baik, tuan.”kata Delina sopan.


“Cih!”decih Kevin pada Keanu yang senyum-senyum


tengil.


“Sejak kapan kamu punya pelayan pribadi, Vin?”tanya


“Berisik! Pagi-pagi jangan bawel. Inget! Dia


pelayan pribadiku, khusus melayani aku saja. Awas kalau kamu berani nyuruh-nyuruh


dia.”ancam Kevin galak pada Agnes.


Agnes cemberut, ia duduk di meja makan


berseberangan dengan Keanu.


“Hai, Agnes.”sapa Keanu genit.


“Diem.”balas Agnes dengan songongnya.


Keanu sudah maklum dengan sifat Agnes. Sepupu Kevin


ini memang songong dan nyebelin banget. Kebanyakan dimanjain ya gitu dech


jadinya. Termasuk Ny.Amira juga suka memanjakan Agnes.


Delina kembali ke meja makan membawa kopi untuk


Kevin dan Keanu. Kevin melirik sebal saat Keanu menyentuh tangan Delina yang


menghidangkan kopi untuknya. Delina memang menarik tangannya dengan cepat, tapi


tetap saja Kevin cemburu.


Agnes melihat perubahan wajah Kevin saat melihat


Keanu memegang tangan Delina. Ia memikirkan sesuatu dan tampak menebak apa yang


terjadi.


Alvin dan Amira keluar dari kamar dan bergabung di


meja makan. Mereka sempat membalas salam dari Keanu. Kevin hampir menyeruput


kopinya saat Alvin menyambar cangkir di tangannya dan menikmati kopi itu


sendirian.


“Pah, itu punya Kevin.”kata Kevin.


“Minta lagi sana. Ina, buatkan kopi lagi!”teriak


Alvin ke arah Delina.

__ADS_1


“Ina? Papa nyuruh siapa? Itu Delina yang buat.”


Ny.Amira menatap Kevin yang menyebut nama Delina


untuk pertama kalinya. Ia merasakan ada sesuatu yang sudah terjadi diantara


keduanya.


“Ya itu, Ina.”kata Alvin cuek.


Delina membuatkan kopi lagi untuk Kevin dan Sri


menghidangkan sarapan di meja makan. Suasana sarapan sangat mencekam tanpa


obrolan sama sekali. Sri dan Delina berdiri tak jauh dari meja makan, menunggu


majikan mereka selesai sarapan.


Saat Alvin mengelap bibirnya, Sri berjalan mendekat


mengambil piring bekas sarapan Alvin. Tapi saat Delina akan mengambil cangkir


kopi di samping Alvin, Alvin menghentikannya. Semua orang menatap Delina yang


membeku di tempatnya.


“Kopinya belum habis, Ina. Nanti saja.”kata Alvin.


Baik, tuan besar.”kata Delina sambil membungkuk dan


ingin mengambil cangkir kopi Kevin, tapi lagi-lagi dihentikan Kevin.


Akhirnya Delina kembali ke tempatnya berdiri


semula, menunggu cangkir kopi habis isinya.


“Delina, apa kebayaku ada yang sudah jadi?”tanya


Amira.


“Ada, Ny.Amira. Mau dicoba sekarang, Ny.?”tanya


Delina.


“Oh, yang mana? Sayang, aku coba kebaya dulu ya.”pamit


Amira pada Alvin.


Ny. Amira mengikuti Delina masuk ke kamar Delina. Kevin


melirik dimana letak kamar Delina dan tersenyum tipis. Alvin menghabiskan kopinya


dan beranjak ke ruang kerjanya bersama Kevin dan Keanu. Agnes yang kepo dengan


pekerjaan Delina, mengikuti Ny. Amira dan melihat kamar Delina yang penuh


dengan kebaya dan peralatan menjahit.


“Kau itu pelayan atau penjahit sih?”tanya Agnes


pada Delina.


“Keduanya, nona.”jawab Delina dengan sopan.


Ny. Amira sedang membolak-balik kebaya lamanya dan


ingin mencobanya.


“Kau bisa jahit baju untukku?”tanya Agnes lagi.


“Agnes, Delina bekerja disini sebagai pelayan


pribadi Kevin dan penjahit pribadiku. Dia tidak bisa melakukan pekerjaan


lainnya. Kamu lihat tumpukan kebaya dan kain di sana itu? Itu saja belum


selesai dikerjakan Delina. Jangan ganggu pekerjaannya ya, Agnes.”jelas


Ny.Amira.


Delina membantu Ny. Amira memakai kebayanya dan ia


tersenyum puas dengan hasilnya.


“Bagus sekali seperti biasanya. Berikan kebaya ini


pada Sri untuk dry clean, Delina. Kevin sedang libur sekarang. Kau bisa bekerja


disini sambil menunggu Kevin memanggilmu nanti.”


“Baik, Ny. Amira.”kata Delina dengan hormat.


*****


Like, vote, komen dong kk, tinggalkan jejakmu di novel


saya. Beri semangat untuk saya agar bisa up tiap hari ya.

__ADS_1


__ADS_2