
PH - Sarapan bersama
Delina naik ke kursi di dekatnya, ia hampir
kehilangan keseimbangan kalau tidak berpegangan pada Kevin. Ia menarik
tangannya yang tadi sempat menyentuh dada Kevin dengan cepat.
“Maaf, tuan muda. Saya tidak sengaja.”kata Delina
“Bilang saja kau mau menyentuhnya. Pegang saja
lagi. Aku gak keberatan.”’kata Kevin sambil menatap mata Delina.
Delina menjawab kata-kata Kevin dengan memasukkan
bajunya melewati kepala Kevin. Delina menadahkan tangannya meminta tangan Kevin
yang diikuti Kevin dengan cepat. Ia memasukkan tangan Kevin ke lubang tangan
bergantian.
Kevin melihat Delina menahan senyumannya setelah ia
selesai berpakaian. Delina hampir turun dari kursi, tapi Kevin menahannya.
“Kenapa senyum-senyum?”tanya Kevin curiga.
“Nggak, tuan muda. Cuma lucu saja tadi.”
“Apanya yang lucu?”kejar Kevin.
“Tuan muda nurut banget ngasi tangan ke saya.
Padahal kan bisa masukin tangan sendiri ke baju. Mirip...”gantung Delina.
“Mirip apa?”tanya Kevin gak sabaran.
“Itu... guk...”gongong Delina menirukan suara anak
anjing.
Jatuh cinta membuat otak Kevin tidak bekerja dengan
baik. Ia malah terpesona mendengar Delina menggonggong. Delina tidak bisa
menahan senyumannya lagi, ia bahkan terkikik geli melihat ekspresi Kevin
seperti orang ****.
Saat otaknya terkoneksi lagi, Kevin sadar kalau
Delina menyamakannya dengan anak anjing. Kevin memegang pinggang Delina dan
mengangkat tubuh Delina dari kursi.
“Aaihh...”pekik Delina refleks berpegangan pada
leher Kevin.
Ia sudah takut karena mengira Kevin akan
membantingnya turun. Tapi tidak, Kevin menurunkannya dengan lembut. Delina
cepat-cepat melepaskan tangannya dari leher Kevin dan merapikan kerudungnya.
“Saya buatkan kopi dulu ya, tuan muda. Sebaiknya
tuan muda segera turun, nanti terlambat sarapan.”kata Delina sambil membuka
pintu walk in closet itu.
Hampir saja Kevin melupakan soal sarapan. Ia segera
menyusul Delina keluar dari sana karena teringat satu hal lagi. Ada saingannya
di luar situ yang sedang menunggu kesempatan menangkap Delina.
Keanu menatap Delina yang keluar lebih dulu.
Langsung keluar dari kamar Kevin.
“Lo ngapain di dalem lama banget?”tanya Keanu
ketika melihat wajah Kevin merona.
“Gue hampir nyium dia.”kata Kevin linglung.
“Cuma hampir? Kirain uda jauh kalian.”ejek Keanu.
“Omes lo. Dia gadis baik-baik. Gue gak berani lebih
jauh, ntar malah kabur lagi.”
“Lo serius nich?”tanya Keanu lagi.
“Kayaknya iya. Hadeh, jantung gue gak bisa berhenti
__ADS_1
deg-degan. Tadi mukanya deket banget.”kenang Kevin
“Lo tuch yang omes. Liat tuch muka mesum lo. Lo gak
sarapan?”
“Iya, ini dah mau turun. Lagian ngapain lo ke rumah
gue pagi-pagi gini?”tanya Kevin heran.
“Apalagi? Gue laper pengen numpang makan
disini.”kata Keanu sambil berjalan keluar kamar Kevin.
“Bilang aja lo kepo, mau liat Delina.”balas Kevin
sambil mengikuti sahabatnya itu.
Mereka berdua turun ke lantai bawah dan melihat
Agnes menunjuk-nunjuk Delina sambil berkacak pinggang. Alvin dan Amira belum
keluar dari kamarnya.
“Agnes, kamu ngapain?”tanya Kevin dingin.
“Kevin, dia siapa? Kenapa keluar dari kamar
kamu?!”teriak Agnes.
“Dia pelayan pribadiku. Hei, mana kopiku?”bentak
Kevin pada Delina.
“Saya baru mau buat, tapi nona ini...”lagi-lagi
omongan Delina di potong.
“Pergi sana!”usir Kevin pada Delina.
“Delina, aku juga mau kopi ya.”kata Keanu.
“Baik, tuan.”kata Delina sopan.
“Cih!”decih Kevin pada Keanu yang senyum-senyum
tengil.
“Sejak kapan kamu punya pelayan pribadi, Vin?”tanya
“Berisik! Pagi-pagi jangan bawel. Inget! Dia
pelayan pribadiku, khusus melayani aku saja. Awas kalau kamu berani nyuruh-nyuruh
dia.”ancam Kevin galak pada Agnes.
Agnes cemberut, ia duduk di meja makan
berseberangan dengan Keanu.
“Hai, Agnes.”sapa Keanu genit.
“Diem.”balas Agnes dengan songongnya.
Keanu sudah maklum dengan sifat Agnes. Sepupu Kevin
ini memang songong dan nyebelin banget. Kebanyakan dimanjain ya gitu dech
jadinya. Termasuk Ny.Amira juga suka memanjakan Agnes.
Delina kembali ke meja makan membawa kopi untuk
Kevin dan Keanu. Kevin melirik sebal saat Keanu menyentuh tangan Delina yang
menghidangkan kopi untuknya. Delina memang menarik tangannya dengan cepat, tapi
tetap saja Kevin cemburu.
Agnes melihat perubahan wajah Kevin saat melihat
Keanu memegang tangan Delina. Ia memikirkan sesuatu dan tampak menebak apa yang
terjadi.
Alvin dan Amira keluar dari kamar dan bergabung di
meja makan. Mereka sempat membalas salam dari Keanu. Kevin hampir menyeruput
kopinya saat Alvin menyambar cangkir di tangannya dan menikmati kopi itu
sendirian.
“Pah, itu punya Kevin.”kata Kevin.
“Minta lagi sana. Ina, buatkan kopi lagi!”teriak
Alvin ke arah Delina.
__ADS_1
“Ina? Papa nyuruh siapa? Itu Delina yang buat.”
Ny.Amira menatap Kevin yang menyebut nama Delina
untuk pertama kalinya. Ia merasakan ada sesuatu yang sudah terjadi diantara
keduanya.
“Ya itu, Ina.”kata Alvin cuek.
Delina membuatkan kopi lagi untuk Kevin dan Sri
menghidangkan sarapan di meja makan. Suasana sarapan sangat mencekam tanpa
obrolan sama sekali. Sri dan Delina berdiri tak jauh dari meja makan, menunggu
majikan mereka selesai sarapan.
Saat Alvin mengelap bibirnya, Sri berjalan mendekat
mengambil piring bekas sarapan Alvin. Tapi saat Delina akan mengambil cangkir
kopi di samping Alvin, Alvin menghentikannya. Semua orang menatap Delina yang
membeku di tempatnya.
“Kopinya belum habis, Ina. Nanti saja.”kata Alvin.
Baik, tuan besar.”kata Delina sambil membungkuk dan
ingin mengambil cangkir kopi Kevin, tapi lagi-lagi dihentikan Kevin.
Akhirnya Delina kembali ke tempatnya berdiri
semula, menunggu cangkir kopi habis isinya.
“Delina, apa kebayaku ada yang sudah jadi?”tanya
Amira.
“Ada, Ny.Amira. Mau dicoba sekarang, Ny.?”tanya
Delina.
“Oh, yang mana? Sayang, aku coba kebaya dulu ya.”pamit
Amira pada Alvin.
Ny. Amira mengikuti Delina masuk ke kamar Delina. Kevin
melirik dimana letak kamar Delina dan tersenyum tipis. Alvin menghabiskan kopinya
dan beranjak ke ruang kerjanya bersama Kevin dan Keanu. Agnes yang kepo dengan
pekerjaan Delina, mengikuti Ny. Amira dan melihat kamar Delina yang penuh
dengan kebaya dan peralatan menjahit.
“Kau itu pelayan atau penjahit sih?”tanya Agnes
pada Delina.
“Keduanya, nona.”jawab Delina dengan sopan.
Ny. Amira sedang membolak-balik kebaya lamanya dan
ingin mencobanya.
“Kau bisa jahit baju untukku?”tanya Agnes lagi.
“Agnes, Delina bekerja disini sebagai pelayan
pribadi Kevin dan penjahit pribadiku. Dia tidak bisa melakukan pekerjaan
lainnya. Kamu lihat tumpukan kebaya dan kain di sana itu? Itu saja belum
selesai dikerjakan Delina. Jangan ganggu pekerjaannya ya, Agnes.”jelas
Ny.Amira.
Delina membantu Ny. Amira memakai kebayanya dan ia
tersenyum puas dengan hasilnya.
“Bagus sekali seperti biasanya. Berikan kebaya ini
pada Sri untuk dry clean, Delina. Kevin sedang libur sekarang. Kau bisa bekerja
disini sambil menunggu Kevin memanggilmu nanti.”
“Baik, Ny. Amira.”kata Delina dengan hormat.
*****
Like, vote, komen dong kk, tinggalkan jejakmu di novel
saya. Beri semangat untuk saya agar bisa up tiap hari ya.
__ADS_1