Penjahit Hati

Penjahit Hati
Episode 58


__ADS_3

“Nona, apa nona tidak tau kenapa tuan muda Kevin


tidak pernah membalas chat anda?”


Wanita cantik itu menggeleng, Kevin sudah berbunga


berharap Delina akan menjawab karena sekarang Delina sudah jadi istrinya, tapi


bayangan manis itu hancur seketika ketika Delina menjawab, “Karena tuan muda kena


penyakit kulit menular yang parah. Nona harus segera ke dokter sekarang. Atau


nona juga akan tertular.”


Entah karena wanita ini terlalu bodoh atau ucapan


Delina yang sangat meyakinkan, wanita itu segera pergi dari hadapan mereka


sambil bergidik ngeri melihat Kevin.


“Yank, kok kamu bilang gitu sich?”


“Kenapa? Gak terima? Sana kejar dia, mumpung belum


jauh.”


Delina melepaskan tangannya dari lengan Kevin dan


kembali berjalan ke arah yang ingin ia tuju. Matanya melihat-lihat apa yang


dijual di etalase toko, tidak peduli dengan Kevin. Pria itu mengejarnya lagi,


menggenggam tangannya.


“Yank, dia cuma masa laluku. Aku aja gak tau


namanya.”


Delina cuek, ia berhenti ketika melewati toko


kebaya yang sangat indah. Mata jernih Delina berbinar melihat toko impiannya


berdiri disana. Inilah yang ia inginkan, ia harapkan selama bertahun-tahun.


Impiannya yang akan segera jadi kenyataan setelah uang hasil kerja kerasnya


dengan Ny. Amira terkumpul.


“Sebentar lagi.”gumam Delina sambil menatap lekat


toko itu.


Kevin melihat Delina sangat menyukai toko kebaya


itu, “Apa kau ingin memiliki toko seperti ini?”


Delina mengangguk tanpa sadar, “Iya.” Ia terlalu


fokus memperhatikan detail toko itu yang terlihat dari luar.


“Apa kau sangat suka menjahit?”


“Iya.”


“Apa ini cita-citamu?”


“Iya.”


“Apa kau mau punya anak denganku?”


“Iya.”


Sedetik,


Dua detik,


Tiga detik,


Delina menoleh dengan cepat menatap wajah Kevin


yang sudah nyengir mesum, “Aku tidak sangka pikiranmu mesum juga ya.”


“Hubby!!” teriak Delina membuat semua orang di


sekitar mereka menoleh menatap mereka berdua.


Delina menghambur memukul lengan Kevin yang cuma


ketawa-ketiwi karena berhasil menjebak Delina. Kevin sangat menikmati waktunya


bersama Delina, berkeliling mall, tidak peduli kalau ada orang yang ia kenal


nanti menanyainya macam-macam.


Kevin bisa memeluk Delina tanpa takut wanita itu


akan meminta cerai padanya. Delina juga tersenyum bahagia menerima perlakuan


lembut Kevin padanya. Sesekali mereka berdebat karena Delina tidak mau di


belikan apa-apa lagi. Tapi ancaman Kevin selalu bisa membuat Delina harus memilih

__ADS_1


satu atau dua benda yang ditunjuk Kevin.


Saat mereka lewat di depan toko pakaian dalam,


Kevin berhenti berjalan. Ia melihat lingeri terpasang di patung di etalase


toko, “Delina, sini. Kamu gak mau pakai itu buat tidur?”


“Hii... itu baju apa korden, tipis banget. Bisa


masuk angin kalau tidur pake itu. Ayo, hubby.”


Delina menyeret Kevin jalan lagi, kali ini Kevin


ingin nonton film romantis yang banyak adegan ciumannya. Kening Delina


mengkerut membaca sinopsis film itu yang ditunjukkan Kevin lewat browsing.


Karena penasaran tidak pernah nonton film di


bioskop, Delina hanya mengikuti keinginan Kevin yang sudah mengantri untuk


membeli tiket. Seseorang datang menemui Kevin dan mengambil semua tas belanjaan


yang Kevin bawa tadi.


“Siapa dia, hubby?”


“Itu sopirnya ibu. Kamu gak tau?”


Delina menggeleng, interaksinya di rumah hanya


dengan mbak Sri saja. Ia memang pernah diantar pulang oleh Ny. Amira tapi ia


ingat bukan itu sopir yang mengantar mereka waktu itu.


“Mungkin itu Pak Kasim, sopir ini pengganti


sementara karena Pak Kasim pulang kampung.”jelas Kevin.


Mereka sudah mendapatkan tiket nontonnya, Kevin


mengajak Delina membeli popcorn dan minuman soda. Delina menatap takjub melihat


jagung mulai meletup di dalam boks pembuatan popcorn.


“Oh, gitu cara buatnya.”gumam Delina lagi.


Kevin menatap Delina yang sangat suka mengamati


sesuatu yang menurutnya menarik. Ia akan tampak sangat serius sejenak dan


”Apa tubuhku tidak menarik baginya? Padahal bagian


situ selalu membuat wanita tergila-gila. Aku ingin cepat-cepat membuatmu


merasakannya, Delina.”


Sambil menunggu pintu bioskop dibuka, Delina ingin


ke toilet dulu. Kevin tampak setia menunggunya di dekat toilet wanita. Beberapa


wanita cantik dan seksi yang kebetulan ada disana, mendorong salah satu


temannya untuk menabrak Kevin. Tutup minuman yang tidak sempurna, membuat


minuman itu tumpah mengenai baju Kevin.


“Aduch, maaf. Biar saya bersihkan.”ujar wanita yang


menabrak Kevin dengan genit.


Kevin melihat wanita itu hanya ingin menarik


perhatiannya saja. Delina yang baru keluar dari toilet melihat Kevin sedang diraba-raba


seorang wanita cantik.


“Yank, cepetan sini.”panggil Kevin yang melihat


Delina.


Delina berjalan mendekat dengan tenang, meskipun


ingin sekali menjambak rambut wanita yang sedang merabai tubuh Kevin.


“Kenapa, sayang?”tanya Delina sok mesra.


Wanita cantik yang merabai Kevin menghentikan


aksinya, keningnya mengkerut melihat penampilan Delina yang tertutup dari atas


sampai bawah sangat kontras dengan dirinya yang seksi.


“Yank, bajuku basah. Dingin.”rengek Kevin manja


pada Delina.


“Haduh, dingin ya sayang. Ganti baju yuk, baju itu


buang aja. Udah banyak kumannya.”

__ADS_1


Kata-kata Delina membuat panas telinga wanita


cantik di depan mereka.


“Siapa sich kamu! Ganggu aja.”hardik wanita itu


pada Delina.


“Aku...”


Byur! Kevin menuangkan sisa soda ke kepala wanita


itu. “Dia istriku. Kamu pengganggu disini.”kata Kevin dingin.


“Ayo, yank. Udah gak mood nonton, kita pulang aja.”ajak


Kevin sambil menggandeng tangan Delina.


Delina melirik wanita cantik tadi yang menggigil


dengan wajah merah.


Mereka sudah sampai di dalam mobil Kevin. “Hubby,


lain kali jangan kasar gitu sama perempuan ya. Kasian kan dia jadi malu basah


kuyup gitu.”


“Salah sendiri bentak-bentak kamu.”


Tiba-tiba Kevin mendekat, meraih tengkuk Delina dan


mencium bibir istrinya itu. Ciuman Kevin yang tiba-tiba membuat Delina panik,


takut ada orang yang memergoki mereka.


“Hub... hubby... tunggu...”


Kevin tidak peduli lagi, Ia hanya ingin mencium


Delina. Glegaarr!! Bunyi petir menyambar pertanda hujan deras akan turun. Hujan


turun membasahi mobil Kevin, menyamarkan apa yang sedang dilakukan pemilik


mobil itu di dalam sana.


Desahan nafas Delina terasa semakin berat saat


ciuman Kevin turun ke rahangnya, sampai di lehernya. Lenguhan Delina terdengar


seperti melodi musik yang indah di telinga Kevin. Kevin hampir menyentuh dada


istrinya itu, tapi Delina sudah menangkap tangannya.


Kevin membuka matanya, menatap dalam mata Delina


yang tidak tertutup meski ciuman mereka masih berlangsung. Ciuman mereka


terlepas sejenak, saat Kevin mendekat lagi, Delina sudah menutup mulutnya


dengan tangan.


“Hubby, bibirku bisa bengkak kalau terus dicium.”


“Aku sangat mencintaimu, Delina.”


Delina hanya menatap mata Kevin tanpa mengatakan


apa-apa. Kevin menjauh dari samping Delina, ia menghidupkan mobilnya dan hampir


menjalankannya sebelum menoleh pada Delina lagi.


“Terima kasih sudah jadi istriku, Delina. Jujur aku


tidak bisa menahan diriku setiap ada di dekatmu. Aku harap kamu mengerti apa


yang kurasakan, sayang.”


Delina hanya tersenyum, “Cepat jalan, hubby atau


kita akan terlambat pulang. Aku belum buat cemilan untuk tuan besar.”


“Harusnya kau buat cemilan untukku saja. Kamu kan


istriku.”


“Tapi tuan besar kan mertuaku. Lagian perjanjiannya


kan tertulis begitu.”


Kevin terdiam sepanjang perjalanan pulang. Hampir


saja ia melupakan perjanjian pra nikah mereka.


*”Perjanjian sialan!*”


*****


Like, vote, komen dong kk, tinggalkan jejakmu di novel


saya. Beri semangat untuk saya agar bisa up tiap hari ya.

__ADS_1


__ADS_2