Penjahit Hati

Penjahit Hati
Episode 102


__ADS_3

Gadis lima tahun lalu


Pertemuan rahasia mereka harus berakhir karena Alvin


melihat Rita kembali ke rumah besar dari CCTV. Ia mulai berteriak pada Delina


yang refleks menangis kaget. Kevin mencoba membela Delina dengan kata-katanya


tapi Alvin dan Amira tidak mau dengar.


Akhirnya Delina dan Kevin diusir keluar dari ruang


kerja. Rita yang saat itu mengintip di dekat korden jendela besar, tersenyum


licik melihat Delina berlari ke lantai atas sambil menangis. Kevin mengejarnya


juga sambil memanggil-manggil nama Delina dengan dramatis.


Rita mengetik dengan cepat sebuah chat untuk Clara.


Ia mengatakan rencana tahap pertama berhasil. Selanjutnya biar Emilia yang


melakukan semuanya.


Di dalam kamar mereka, Delina dan Kevin masih


membahas apa yang tadi dikatakan Alvin. Delina meyakinkan dirinya kalau tadi


Alvin hanya bersandiwara untuk mengelabui Rita. Ia teringat ketika pertama kali


bertemu Clara. Wanita itu datang tanpa make-up yang berlebihan. Tampak


sederhana dan sopan.


“Ternyata uang bisa merubah seseorang ya, hubby.”kata


Delina.


“Uang bisa melakukan semuanya, sayang. Tapi kenapa


kau masih saja berhemat setelah jadi istriku? Tagihan kartu kreditmu cuma untuk


membayar keperluan Armando. Aku baru menyadarinya setelah tahu kalau kita punya


anak laki-laki. Kenapa aku nggak kepikiran untuk apa kau belanja di toko


perlengkapan bayi.”kata Kevin sambil menurunkan retsleting dress Delina.


“Tentu saja kau yang harus bayar, hubby. Kau kan


ayahnya. Memangnya selama ini kau bekerja untuk siapa?”tanya Delina tanpa sadar


dirinya sudah dilucuti Kevin.


Kevin beralasan kalau dia hanya bekerja dan semua urusan


bayar membayar diurus Keanu.


“Apa Keanu masih jomblo?”tanya Delina kepo.


Kevin menarik lepas penutup tubuh Delina. Ia


menyentuh areal favoritnya dengan agresif sampai Delina terkejut dibuatnya.


“Jangan tanya tentang pria lain saat kita berdua.


Kau minta dihukum ya.”ujar Kevin mulai panas.


“Aku cuma tanya, hubby. Ach, jangan gini. Aku belum


mandi. Hubby...”


Delina ingin ke kamar mandi dulu, tapi Kevin tidak


mau melepaskan istrinya itu.


*****


Dimalam yang sama, Keanu sedang berada di klub


malam langganannya dan Kevin. Sudah lama Kevin tidak kesana, Keanu yang selalu


datang sendiri mulai menerima ditemani wanita-wanita yang mengejar Kevin

__ADS_1


sebelumnya.


Kebanyakan Keanu hanya akan menemani mereka minum


lalu meninggalkan mereka mabuk dan diurus pemilik klub. Sama seperti malam ini,


Keanu sedang minum bersama Gloria. Wanita itu sudah memiliki kekasih yang akan


datang untuk menjemputnya nanti.


Sedang asyik mengobrol dengan Gloria, Keanu


mendengar suara ribut-ribut dari ruangan di belakangnya. Seorang gadis pengantar


minuman, ditarik paksa oleh seorang pria masuk ke ruangan itu. Pemilik klub


langsung bergerak melihat gadis itu hampir menangis.


Sudah jadi peraturan di klub itu kalau gadis


pengantar minuman tidak boleh diganggu. Kalau mereka bersedia melakukan hal


lebih, gadis itu harus mengganti pakaiannya dulu dengan pakaian biasa baru


diperbolehkan menemani pelanggan disana.


Keanu memperhatikan gadis yang ditarik itu, ia


mengenali gadis itu sebagai petugas di hotel yang dulu ia datangi dengan Kevin


dan Delina. Saat itu Keanu berteriak pada Kevin akan menikahi wanita pertama


yang ia temui sebelum Kevin menutup pintu kamarnya.


Takdir memang mendengar kata-katanya, akhirnya


mereka bertemu lagi. Dulu gadis itu menghilang setelah membantunya membereskan


kertas-kertas yang dilemparkan Kevin. Keanu bahkan tidak sempat berkenalan


dengannya.


Keanu memanggil pemilik klub, ia memesan satu kamar


tapi Keanu mengatakan kalau ia hanya ingin mendengar cerita gadis itu saja.


Dalam sekejap, permintaan Keanu sudah disiapkan.


Pria itu masuk ke kamar yang ditunjuk pemilik klub dan gadis itu memang sudah


ada disana.


“Selamat malam, tuan. Tuan ada perlu apa dengan


saya?”tanya gadis itu sopan.


Keanu meminta gadis itu berdiri dan berbalik. Ia


ingin memastikan kalau memang gadis itu yang ia lihat dulu. Aroma herbal


menyeruak saat Keanu mendekati gadis itu, sama persis dengan yang ia ingat


waktu itu.


“Siapa namamu?”tanya Keanu berdiri di belakang


gadis itu.


“Wina, tuan. Tuan mau apa?!”jerit Wina kaget saat


Keanu tiba-tiba memeluknya dari belakang.


“Lima tahun lalu, kamu kerja di hotel X di pinggir


pantai N kan? Kenapa sekarang kamu kerja disini?”tanya Keanu sambil mendorong


Wina keatas tempat tidur besar yang ada disana.


Wina menatap ngeri pada Keanu yang mulai


mendekatinya. Keanu mengukung gadis yang ketakutan itu dengan kedua lengan


kekarnya.

__ADS_1


“Tuan siapa? Apa tuan yang dikirim paman Bun untuk


menikah denganku?”tanya Wina menelan salivanya melihat wajah tampan Keanu


sangat dekat dengan wajahnya.


“Aku tanya sama kamu, malah kamu balik nanya. Cepat


jawab!”bentak Keanu.


“Iy...iya, tuan. Saya memang pernah kerja disana.


Saya kesini karena saya takut dipaksa nikah sama orang yang nggak saya


kenal.”tutur Wina dengan wajah merona.


Wina menatap lekat wajah Keanu, ia terpesona


melihat wajah tampan itu semakin mendekatinya. Keanu bangkit dari atas tempat


tidur dengan cepat. Ia duduk di pinggir tempat tidur itu lalu meminta Wina


duduk di sampingnya. Keanu memegang kepalanya yang sedikit pusing. Ia minum


sedikit lebih banyak malam ini.


“Kau tinggal dimana?”tanya Keanu.


“Saya tinggal dekat sini, tuan. Ada kost murah di


belakang klub ini.”tutur Wina malu-malu.


Keanu menatap Wina yang salah tingkah sendiri.


Gadis itu menggigit bibir bawahnya dengan wajah merona. Keanu mendekati gadis


itu lagi, ia merasa tidak nyaman berada di ruangan itu lebih lama.


“Ikut aku.”pinta Keanu.


Mereka berdua keluar dari ruangan itu. Keanu


memberi tahu pemilik klub kalau Wina akan ikut bersamanya. Ia memberikan tips


yang besar pada pemilik klub itu. Usai Wina mengganti pakaiannya dengan kaos


dan celana jins yang biasa ia pakai, Keanu menarik tangan Wina yang


mengikutinya seperti kerbau dicucuk hidungnya.


Keanu mengajak Wina ke apartmentnya. Gadis polos


itu menatap sekeliling apartment Keanu yang cukup mewah. Mata bulatnya berbinar


ketika melihat pemandangan langit malam dari jendela besar.


“Nama tuan, Keanu ya?”tanya Wina. “Kenapa tuan


ngajak saya kesini? Apa ada pekerjaan, tuan?”tanya Wina.


“Berikan KTP-mu.”pinta Keanu.


Wina membuka dompetnya yang sedikit kumal yang cuma


berisi KTP, SIM C, dan sedikit uang. Keanu mengambil KTP Wina lalu mengirimkan


foto KTP itu pada seseorang. Setelah itu ia meminta Wina untuk mandi.


Keanu melirik jam tangannya, sudah setengah jam


berlalu tapi gadis itu tidak keluar juga dari kamar mandi. Keanu mendekati kamar


mandi, ia baru mendengar suara air dimatikan. “Wina, kamu sudah selesai?!”


Uap air panas keluar dari kamar mandi saat Wina


keluar dari sana hanya memakai handuk dengan rambut basah. “Tuan, maaf saya


mandinya lama. Airnya hangat sekali, sudah lama saya tidak mandi air hangat.”


*****


Like, vote, komen dong kk, tinggalkan jejakmu di novel

__ADS_1


saya. Beri semangat untuk saya agar bisa up tiap hari ya.


__ADS_2