
PH - Bersama Delina
Gruk! Delina memegangi perutnya yang berbunyi
karena lapar. Ia duduk kembali ke tempat semula sedikit bersandar. Sebaiknya ia
tidur saja untuk mengumpulkan energinya.
*****
Sementara itu ratusan kilometer jauhnya, Kevin
sudah tidak sabar ingin kembali ke rumahnya. Ia sudah sangat merindukan Delina
dan ingin bermanja-manja padanya. Proyek kali ini bisa selesai sesuai target
yang diberikan papanya. Kevin juga sempat bertemu dengan calon client baru dan
berhasil meyakinkan mereka untuk menandatangani kontrak yang cukup besar.
Kevin sangat bersemangat karena selalu memikirkan
Delina sedang menunggunya di rumah dan bagaimana Delina akan tersenyum manis
ketika mendengar keberhasilannya.
“Tuan muda, makan malam sudah siap.”kata asisten
yang menemani Kevin selama dirinya di luar kota.
“Ach, ya. Besok jam berapa pesawatku?”tanya Kevin
sambil berjalan ke meja makan.
“Penerbangan pertama jam 6 sudah take off, tuan
muda.”
“Bagus sekali. Aku sudah tidak sabar ingin
pulang.”kata Kevin teringat pada Delina.
“Apa ada seseorang yang sedang menunggu anda
dirumah, tuan muda?”tanya asisten itu sambil tersenyum melihat Kevin terlihat
bahagia.
“Ya. Seseorang yang spesial di hatiku.”kata Kevin
sambil membayangkan Delina sedang tersenyum padanya.
Ia menyelesaikan makan malamnya dan bersiap menemui
clientnya di sebuah klub malam. Kevin diundang untuk menghadiri pesta malam ini
dan ia sudah berjanji akan datang. Kevin sampai di klub malam yang sudah mulai
penuh itu. Ia mencari clientnya dan mendapati orang yang dicarinya sedang duduk
bersama beberapa wanita cantik dan seksi.
Julian memanggil Kevin ketika ia melihatnya. Kevin
bergabung dengan mereka dan memesan minuman favoritnya. Saat Julian ingin
mengenalkan beberapa wanita cantik yang mengerubunginya, Kevin menolak dengan
halus dan mengatakan kalau dirinya sudah menikah.
Malam itu, Kevin sengaja memakai cincin kawin yang
sudah ia siapkan untuknya dan Delina. Julian tertawa dan memanggil seorang
wanita cantik untuk menemani Kevin.
“Tuan Kevin, jangan terlalu sungkan. Ini Clara, dia
__ADS_1
akan melayani tuan minum malam ini. Clara, jangan terlalu keras ya.”
“Baik, tuan Julian. Silakan tuan Kevin.”kata Clara
sambil menuangkan minuman ke gelas Kevin.
Kevin memperhatikan kalau Clara hanya menemaninya
ngobrol dan minum. Ia tidak menempel atau mencoba menggoda seperti wanita yang
mengelilingi Julian.
“Tuan sudah menikah? Pasti istri tuan sangat cantik
dan seksi ya.”kata Clara dengan manis.
“Ya. Dia sangat cantik dan seksi dengan pakaiannya
yang seperti seprai.”kata Kevin keceplosan.
“Seprai, tuan? Maksud anda berhijab, tuan?”
Kevin menggeleng. Ia menceritakan tentang Delina
dan cara berpakaiannya yang kampungan tapi bisa membuat Kevin jatuh cinta. Clara
mendengarkan cerita Kevin dengan baik sampai tidak terasa minuman di botol yang
di pesan Kevin habis.
Kevin memegangi kepalanya yang pusing. Ia ingin
kembali ke hotel tempat ia menginap. Julian meminta Clara mengantar Kevin
kembali ke hotelnya. Clara membawa Kevin kembali ke hotelnya. Dibantu seorang
petugas hotel, ia membawa Kevin sampai ke kamarnya.
Di dalam kamar itu, Kevin terbaring diatas tempat
tidurnya. Clara memperhatikan interior di dalam kamar hotel itu. Sangat mewah
berbaring di samping Kevin yang sepertinya sedang tidur.
“Tuan tampan, istrimu sangat beruntung memilikimu.
Apa aku boleh memilikimu juga, meski hanya semalam.”kata Clara sambil membelai
wajah Kevin.
Kevin tiba-tiba tersadar dan menggenggam tangan Clara
dengan erat.
“Siapa kau?!”bentak Kevin kasar.
“Aku...”kata Clara terpotong.
“Delina. Kau disini? Aku sangat merindukanmu,
Delina.”kata Kevin mengira Clara adalah Delina.
Kevin yang mabuk, mulai mencium Clara dan
mencumbunya. Clara hanya pasrah menerima setiap sentuhan Kevin. Keduanya
sama-sama mabuk dan tidak menyadari perbuatan mereka satu sama lain. Malam
dingin di kamar hotel mewah itu, Kevin melampiaskan hasratnya pada Delina dalam
wujud Clara.
Ia melakukannya dengan lembut dan hati-hati sampai
Clara semakin mabuk kepayang. Bibirnya tidak berhenti berucap nama Delina.
Memanggil nama Delina saat puncak kenikmatan meresapi setiap syaraf di
__ADS_1
tubuhnya.
Setelah puas memainkan permainan cinta itu, Kevin
memeluk Clara dan mengucapkan kata-kata cinta untuk Delina. Meskipun hanya
sebagai pelampiasan, Clara merasakan cinta dan kelembutan Kevin dan merasa
sangat bahagia.
*****
Keesokan harinya, Kevin terbangun karena paksaan
dari asistennya yang khawatir Kevin akan ketinggalan pesawat. Kevin meraba ke
samping tempat tidur, ia tidak menemukan sosok Delina disana. Padahal jelas
sekali ia bercinta dengan wanita itu semalam.
“Dimana Delina?”tanya Kevin sambil duduk di pinggir
tempat tidurnya.
“Siapa Delina, tuan muda?”
“Istriku. Semalam dia disini.”
“Tidak ada siapa-siapa disini selain kita, tuan
muda. Saya datang tadi juga tidak ada orang di samping tuan muda.”jelas
asistennya sambil menyiapkan pakaian Kevin.
Kevin menoleh ke belakang, ia membuka selimut di
sebelahnya dan melihat sesuatu diatas tempat tidur. Itu sebuah anting-anting,
ada seseorang disini semalam dan wanita itu bercinta dengan Kevin. Kevin
mengepalkan tangannya, ia mandi dengan cepat dan memakai pakaiannya.
Sebelum pergi, Kevin meminta asistennya mengecek
CCTV di hotel untuk mengecek dengan siapa ia kembali ke hotel tadi malam. Kevin
harus tahu siapa wanita itu dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi
di masa depan.
Kevin sudah duduk di dalam pesawat, ia mendapat
chat dari Keanu dan sangat terkejut membaca sebaris chat yang mengatakan dengan
jelas tentang keadaan Delina sekarang. Pernikahan rahasia mereka sudah
diketahui keluarga Kevin. Kevin sudah ingin membalas chat Keanu, tapi pilot
mengatakan untuk menonaktifkan alat komunikasi sekarang karena mereka akan
segera berangkat.
Kevin memikirkan rencana untuk mengatasi rahasia
pernikahannya yang cepat lambat akan terbongkar juga. Delina tidak boleh
tersakiti karena dirinya yang egois. Memikirkan Delina sedang disiksa Giselle,
membuat Kevin tidak tenang.
Ia sangat takut Delina pergi gara-gara hal ini.
Kevin tidak mau kehilangan Delina sekarang. Ia sangat mencintai Delina dan
menginginkan wanita itu untuk mendampinginya seumur hidupnya.
*****
__ADS_1
Like, vote, komen dong kk, tinggalkan jejakmu di novel
saya. Beri semangat untuk saya agar bisa up tiap hari ya.