Penjahit Hati

Penjahit Hati
PH - Bersama Delina


__ADS_3

PH - Bersama Delina


Gruk! Delina memegangi perutnya yang berbunyi


karena lapar. Ia duduk kembali ke tempat semula sedikit bersandar. Sebaiknya ia


tidur saja untuk mengumpulkan energinya.


*****


Sementara itu ratusan kilometer jauhnya, Kevin


sudah tidak sabar ingin kembali ke rumahnya. Ia sudah sangat merindukan Delina


dan ingin bermanja-manja padanya. Proyek kali ini bisa selesai sesuai target


yang diberikan papanya. Kevin juga sempat bertemu dengan calon client baru dan


berhasil meyakinkan mereka untuk menandatangani kontrak yang cukup besar.


Kevin sangat bersemangat karena selalu memikirkan


Delina sedang menunggunya di rumah dan bagaimana Delina akan tersenyum manis


ketika mendengar keberhasilannya.


“Tuan muda, makan malam sudah siap.”kata asisten


yang menemani Kevin selama dirinya di luar kota.


“Ach, ya. Besok jam berapa pesawatku?”tanya Kevin


sambil berjalan ke meja makan.


“Penerbangan pertama jam 6 sudah take off, tuan


muda.”


“Bagus sekali. Aku sudah tidak sabar ingin


pulang.”kata Kevin teringat pada Delina.


“Apa ada seseorang yang sedang menunggu anda


dirumah, tuan muda?”tanya asisten itu sambil tersenyum melihat Kevin terlihat


bahagia.


“Ya. Seseorang yang spesial di hatiku.”kata Kevin


sambil membayangkan Delina sedang tersenyum padanya.


Ia menyelesaikan makan malamnya dan bersiap menemui


clientnya di sebuah klub malam. Kevin diundang untuk menghadiri pesta malam ini


dan ia sudah berjanji akan datang. Kevin sampai di klub malam yang sudah mulai


penuh itu. Ia mencari clientnya dan mendapati orang yang dicarinya sedang duduk


bersama beberapa wanita cantik dan seksi.


Julian memanggil Kevin ketika ia melihatnya. Kevin


bergabung dengan mereka dan memesan minuman favoritnya. Saat Julian ingin


mengenalkan beberapa wanita cantik yang mengerubunginya, Kevin menolak dengan


halus dan mengatakan kalau dirinya sudah menikah.


Malam itu, Kevin sengaja memakai cincin kawin yang


sudah ia siapkan untuknya dan Delina. Julian tertawa dan memanggil seorang


wanita cantik untuk menemani Kevin.


“Tuan Kevin, jangan terlalu sungkan. Ini Clara, dia

__ADS_1


akan melayani tuan minum malam ini. Clara, jangan terlalu keras ya.”


“Baik, tuan Julian. Silakan tuan Kevin.”kata Clara


sambil menuangkan minuman ke gelas Kevin.


Kevin memperhatikan kalau Clara hanya menemaninya


ngobrol dan minum. Ia tidak menempel atau mencoba menggoda seperti wanita yang


mengelilingi Julian.


“Tuan sudah menikah? Pasti istri tuan sangat cantik


dan seksi ya.”kata Clara dengan manis.


“Ya. Dia sangat cantik dan seksi dengan pakaiannya


yang seperti seprai.”kata Kevin keceplosan.


“Seprai, tuan? Maksud anda berhijab, tuan?”


Kevin menggeleng. Ia menceritakan tentang Delina


dan cara berpakaiannya yang kampungan tapi bisa membuat Kevin jatuh cinta. Clara


mendengarkan cerita Kevin dengan baik sampai tidak terasa minuman di botol yang


di pesan Kevin habis.


Kevin memegangi kepalanya yang pusing. Ia ingin


kembali ke hotel tempat ia menginap. Julian meminta Clara mengantar Kevin


kembali ke hotelnya. Clara membawa Kevin kembali ke hotelnya. Dibantu seorang


petugas hotel, ia membawa Kevin sampai ke kamarnya.


Di dalam kamar itu, Kevin terbaring diatas tempat


tidurnya. Clara memperhatikan interior di dalam kamar hotel itu. Sangat mewah


berbaring di samping Kevin yang sepertinya sedang tidur.


“Tuan tampan, istrimu sangat beruntung memilikimu.


Apa aku boleh memilikimu juga, meski hanya semalam.”kata Clara sambil membelai


wajah Kevin.


Kevin tiba-tiba tersadar dan menggenggam tangan Clara


dengan erat.


“Siapa kau?!”bentak Kevin kasar.


“Aku...”kata Clara terpotong.


“Delina. Kau disini? Aku sangat merindukanmu,


Delina.”kata Kevin mengira Clara adalah Delina.


Kevin yang mabuk, mulai mencium Clara dan


mencumbunya. Clara hanya pasrah menerima setiap sentuhan Kevin. Keduanya


sama-sama mabuk dan tidak menyadari perbuatan mereka satu sama lain. Malam


dingin di kamar hotel mewah itu, Kevin melampiaskan hasratnya pada Delina dalam


wujud Clara.


Ia melakukannya dengan lembut dan hati-hati sampai


Clara semakin mabuk kepayang. Bibirnya tidak berhenti berucap nama Delina.


Memanggil nama Delina saat puncak kenikmatan meresapi setiap syaraf di

__ADS_1


tubuhnya.


Setelah puas memainkan permainan cinta itu, Kevin


memeluk Clara dan mengucapkan kata-kata cinta untuk Delina. Meskipun hanya


sebagai pelampiasan, Clara merasakan cinta dan kelembutan Kevin dan merasa


sangat bahagia.


*****


Keesokan harinya, Kevin terbangun karena paksaan


dari asistennya yang khawatir Kevin akan ketinggalan pesawat. Kevin meraba ke


samping tempat tidur, ia tidak menemukan sosok Delina disana. Padahal jelas


sekali ia bercinta dengan wanita itu semalam.


“Dimana Delina?”tanya Kevin sambil duduk di pinggir


tempat tidurnya.


“Siapa Delina, tuan muda?”


“Istriku. Semalam dia disini.”


“Tidak ada siapa-siapa disini selain kita, tuan


muda. Saya datang tadi juga tidak ada orang di samping tuan muda.”jelas


asistennya sambil menyiapkan pakaian Kevin.


Kevin menoleh ke belakang, ia membuka selimut di


sebelahnya dan melihat sesuatu diatas tempat tidur. Itu sebuah anting-anting,


ada seseorang disini semalam dan wanita itu bercinta dengan Kevin. Kevin


mengepalkan tangannya, ia mandi dengan cepat dan memakai pakaiannya.


Sebelum pergi, Kevin meminta asistennya mengecek


CCTV di hotel untuk mengecek dengan siapa ia kembali ke hotel tadi malam. Kevin


harus tahu siapa wanita itu dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi


di masa depan.


Kevin sudah duduk di dalam pesawat, ia mendapat


chat dari Keanu dan sangat terkejut membaca sebaris chat yang mengatakan dengan


jelas tentang keadaan Delina sekarang. Pernikahan rahasia mereka sudah


diketahui keluarga Kevin. Kevin sudah ingin membalas chat Keanu, tapi pilot


mengatakan untuk menonaktifkan alat komunikasi sekarang karena mereka akan


segera berangkat.


Kevin memikirkan rencana untuk mengatasi rahasia


pernikahannya yang cepat lambat akan terbongkar juga. Delina tidak boleh


tersakiti karena dirinya yang egois. Memikirkan Delina sedang disiksa Giselle,


membuat Kevin tidak tenang.


Ia sangat takut Delina pergi gara-gara hal ini.


Kevin tidak mau kehilangan Delina sekarang. Ia sangat mencintai Delina dan


menginginkan wanita itu untuk mendampinginya seumur hidupnya.


*****

__ADS_1


Like, vote, komen dong kk, tinggalkan jejakmu di novel


saya. Beri semangat untuk saya agar bisa up tiap hari ya.


__ADS_2