Penjahit Hati

Penjahit Hati
PH - Mau ketemu Delina


__ADS_3

PH - Mau ketemu Delina


“Aku berjanji tidak akan melakukannya lagi. Tapi tolong jangan pergi. Aku mohon.”pinta Kevin memelas.


Delina terdiam, ia menimbang sesuatu. Kevin yang tidak sabaran membalik tubuh Delina menghadap padanya. Kevin meraih dagu Delina, menarik wajahnya menengadah menatap Kevin.


“Bisa saya pegang janji tuan muda?”tanya Delina


“Iya. Aku bukan orang yang ingkar janji. Tetap jadi pelayanku. Tetap disini.”kata Kevin di dekat telinga Delina.


Delina menenangkan dirinya, ia mendorong tubuh Kevin dan merapikan kerudungnya.


“Tuan muda, silakan mandi dulu. Saya ke bawah dulu.”


“Tunggu. Siapkan baju kerjaku.”perintah Kevin sambil berjalan ke kamar mandi.


“Baik, tuan muda.”


Delina menarik nafasnya lega. Ia akan berusaha bertahan sebentar lagi sampai uangnya cukup untuk modal usahanya. Delina sudah memperhitungkannya kalau dia bekerja setahun saja pada Ny.Amira, ia bisa mulai


membeli lemari kaca untuk tempat kebayanya dan bisa membeli ponsel yang lebih canggih untuk membantu mengabadikan kebaya buatannya.


Delina mengambilkan baju kerja untuk Kevin. Ia meletakkannya diatas tempat tidur dan mendekatkan sepatunya juga. Tring! Ponsel Kevin berdering, Delina mengambil ponsel itu dan melihat nama Keanu calling.


“Tuan muda, tuan Keanu menelpon.”panggil Delina dari balik pintu kamar mandi.


“Angkat aja. Bilang aku masih mandi.”balas Kevin.


Delina mencoba menekan tombol hijau yang muncul di layar, terdengar suara Keanu dari seberang sana.


“Halo, Vin.”


“Halo, tuan. Saya Delina.”balas Delina ramah.


“Hai, Delina. Apa kabar?”tanya Keanu mulai genit.


“Baik, tuan. Tuan muda masih mandi. Tuan Kaenu mau bicara?”


“Delina, turun dong. Aku dibawah nich, di meja makan.”rayu Keanu dengan manis.


“Sebentar saya ke bawah, tuan.”


“Aku tunggu ya. Beneran loh.”kejar Keanu lagi.


“Iya, tuan.”


Sambungan terputus. Delina masih memperhatikan ponsel Kevin. Ia mencoba menekan icon berbentuk kamera dan wajahnya muncul di layar ponsel Kevin. Delina refleks tersenyum dan kamera ponsel mengambil


gambarnya. Ia terkejut melihat fotonya jadi lebih cantik.


Delina menekan icon back disudut atas layar, dan wajahnya muncul lagi di layar ponsel. Lagi, Delina tersenyum dengan gaya yang berbeda dan fotonya langsung tersimpan di ponsel Kevin. Sekali lagi Delina


menekan icon back. Kali ini ia melihat ada icon kamera dengan tanda panah. Ia

__ADS_1


menekannya dan gambar tempat tidur Kevin muncul di layar ponsel.


Delina keasyikan sendiri menggunakan aplikasi kamera di ponsel Kevin, ia tidak sadar kalau tuan mudanya itu sudah membuka pintu kamar mandi dan berdiri di belakangnya. Kevin memperhatikan Delina


mempelajari cara kerja kamera ponselnya. Saat Delina menekan icon kamera depan


lagi, ia terkejut melihat Kevin sudah berdiri di belakangnya.


Kevin tersenyum pada kamera yang langsung mengambil foto mereka berdua. Delina hampir menjatuhkan ponsel Kevin tapi pria itu dengan cepat menangkap tangan Delina dan memeluk pinggangnya.


“Tunggu. Handukku mau jatuh. Pegang HP-ku, jangan sampai jatuh.”


Kevin memperingatkan Delina agar tidak menjatuhkan ponselnya. Delina memegang ponsel itu erat-erat saat Kevin melepaskan pelukannya dan membenarkan lipatan handuknya. Kevin meminta Delina berdiri


menghadap lemarinya sementara ia berdiri di samping tempat tidur dan memakai celananya.


“Apa kau suka dengan HP-ku?”tanya Kevin.


“Maaf, tuan muda. Saya hanya ingin belajar cara memotret dengan kamera HP.”jawab Delina.


“Kamu gak punya HP sepertiku?”tanya Kevin lagi.


Kevin sudah selesai berpakaian, ia mengeringkan rambutnya dengan handuk sambil berjalan mendekati Delina. Ia mengambil ponselnya yang masih di pegang Delina.


“HP saya hanya bisa menelpon dan mengirimkan SMS saja, tuan muda.”jelas Delina.


“HP jadul, maksudmu? Kenapa gak beli HP yang lebih modern?”


“Saya gak punya uang sebanyak itu, tuan muda.”


“Aku harus ke kantor dulu. Nanti aku ajari cara pakai HP ini.”


“Tidak usah, tuan muda. Oh, dasinya miring.”kata Delina


Tangan Delina terulur membetulkan dasi Kevin. Ia tersenyum melihat penampilan Kevin yang sudah rapi hanya tinggal menyisir rambutnya saja. Kevin juga tersenyum menatap Delina.


*”Belum mandi aja udah cantik gini. Apalagi uda mandi.”batin Kevin.*


“Tuan muda, sebentar lagi sarapan siap. Silakan turun dulu. Saya mau bereskan kamar.”


Kevin turun duluan karena ia masih ingat kalau Alvin akan mengomel kalau ia terlambat sarapan. Dilihatnya wajah tengil Keanu yang sudah duduk di meja makan. Keanu mengintip ke belakang Kevin, wajahnya


terlihat kecewa karena tidak menemukan Delina di belakang Kevin.


“Ngapain kamu kesini?!”tanya Kevin galak.


“Emang Delina gak ngasih tau?”tanya Keanu balik.


“Ngasih tau apa?”


“Aku kesini mau ketemu dia.”kata Keanu tanpa dosa.


Kevin mendengus sebal, ia bergerak mendekat pada Keanu dan memiting leher sahabatnya itu.

__ADS_1


“Wadaooww!! Sakit, Vin! Lepas!”


“Ngomong gitu lagi, aku lepasin kepala dari lehermu.”ancam Kevin sadis.


Keanu hampir membalas ucapan Kevin tapi ia melihat Delina sudah turun tangga. Keanu memasang wajah memelas kearah Delina yang sudah melihat mereka berdua. Kevin yang melihat arah pandangan Keanu, spontan melepaskan pitingannya.


Kevin menyuruh Delina langsung masuk ke kamarnya. Ia tidak ingin Keanu menggoda Delina lagi. Keduanya duduk manis ketika melihat Alvin keluar dari kamarnya bersama Amira. Mereka lanjut sarapan bersama dan


pergi ke kantor masing-masing.


*****


Sore harinya, Delina baru menyelesaikan menjahit kebaya Ny.Amira saat pintu kamarnya diketuk seseorang. Delina membukakan pintu kamarnya,


“Tuan muda, sudah pulang. Maaf, saya tidak mendengar suara mobil tuan muda.”kata Delina.


“Buatkan aku kopi dan cemilan. Aku lapar. Bawa ke kamarku ya.”kata Kevin.


“Baik, tuan muda.”


Kevin berjalan ke kamarnya duluan. Ia sangat lelah dengan semua omong kosong meeting dan proyek. Belum sampai ke kamarnya, Agnes mencegatnya diujung tangga.


“Apa yang kau bawa?”tanya Agnes kepo dengan tas yang dibawa Kevin.


“Aku beli HP baru.”kata Kevin cuek.


“Bukannya kau baru beli HP baru sebulan lalu?”kejar Agnes.


“HP itu kecebur di wastafel. Gak bisa hidup.”kata Kevin asal.


Agnes mau ikut masuk ke kamar Kevin, tapi Kevin mengusirnya dengan galak. Ia ingin mandi dan tidur sebentar sebelum makan malam. Dengan wajah kesal, Agnes pergi ke kamarnya sendiri. Agnes mendengar


ponselnya berbunyi, tanda notif chat. Temannya mengajak Agnes makan malam diluar.


Agnes segera bersiap dan berdandan sangat cantik. Ia baru keluar dari kamarnya ketika Delina berjalan mendekati kamar Kevin dengan membawa kopi dan cemilan.


“Nona.”sapa Delina ramah.


Wangi cemilan buatan Delina membuat Agnes menoleh. Ia ingin mencicipi cemilan yang terbuat dari pisang itu, tapi takut Kevin marah padanya. Delina membuka pintu kamar Kevin, Agnes bisa melihat Kevin baru


selesai mandi.


“Delina, tutup pintunya!”bentak Kevin.


“Baik, tuan muda.”kata Delina patuh.


Agnes melihat pintu menutup di depannya. Ia mendengus kesal, dan segera pergi dari sana.


Delina meletakkan kopi dan cemilan Kevin di atas meja. Ia memunguti pakaian kerja Kevin yang selalu berantakan di lantai kamarnya. Kevin menunggu Delina mengambilkan pakaiannya, ia duduk di sofa,


membuka tas berisi ponsel barunya.


*****

__ADS_1


Like, vote, komen dong kk, tinggalkan jejakmu di novel saya. Beri semangat untuk saya agar bisa up tiap hari ya.


__ADS_2