Penjahit Hati

Penjahit Hati
Episode 60


__ADS_3

 “Delina, buka pintunya! Aku bisa jelaskan.”


Pintu kamar Delina terbuka, “Tuan muda, ada yang


bisa saya bantu?” Kevin terpana melihat reaksi Delina yang biasa saja.


”Apa dia tidak cemburu melihatku tidur dengan


Agnes? Apa-apaan ini?! Tapi aku gak mungkin tidur dengan Agnes. Ada yang salah


disini.”


Delina tidak menatap mata Kevin, ia terus saja


menatap ke arah lain. Ia tidak mau Kevin melihatnya terluka setelah melihat


kejadian tadi. Kevin melihat Delina yang tidak seperti biasanya, “Delina, aku


gak tau apa yang terjadi. Aku bisa jelaskan, bisa kita bicara di kamarmu?”


“Saya sibuk sekali, tuan muda. Lain kali saja.”


Brak! Pintu kamar menutup dengan cepat dan dikunci


Delina. Delina merosot turun di depan pintu, ia menangis tanpa suara.


”Lihat dirimu yang menyedihkan, kau terbuai dalam


rayuan pria b******* itu sampai melupakan mungkin dia hanya mempermainkanmu.


Katanya dia mencintaiku, tapi melakukan itu dengan perempuan lain. Tak bisakah


dia menghormati pernikahan kami. Apa yang ada di pikirannya hanya berhubungan


intim?”


Delina melihat sekeliling kamar jahitnya, ia


bangkit berdiri, berjalan mendekati meja besar tempat buku sketsanya tergeletak


disana. Buku itu sudah hampir habis.


”Fokus, Delina. Kamu bertahan disini untuk


mewujudkan impianmu. Mengumpulkan uang untuk membuka sebuah toko kebaya.


Menjadikan Delina sebagai istri Kevin adalah keinginan Kevin. Orang tuanya


tidak pernah menganggapmu sebagai menantu, Delina. Kau harus sadar sekarang.”


Delina memeluk buku sketsa itu. Ia melihat keluar


jendela, dan mulai menggambar toko kebaya impiannya.


Sementara itu Kevin nelangsa di depan kamar Delina,


ia ingin menjelaskan kalau ia sama sekali tidak tahu apa yang terjadi, tapi


Delina tidak memberinya kesempatan. “Aargghh!! Kenapa jadi gini sich?!”


Dengan geram, Kevin melangkah kembali ke lantai 2,


ia menggedor kamar Agnes dengan keras seolah akan memecahkan pintu kamar itu.


“Agnes! Keluar kamu!! Cepat keluar!”teriak Kevin


dengan marah.


Agnes mengurung diri di dalam kamarnya, ia


ketakutan mendengar teriakan Kevin dan satu-satunya orang yang bisa


menyelamatkannya adalah Delina. Agnes menelpon Delina,


“Delina, cepat kesini. Kevin akan


membunuhku!”teriak Agnes panik.


“...Baik, nona.”kata Delina sopan.


Delina keluar dari kamarnya, ia beranjak ke lantai


2 dan melihat Kevin hampir mendobrak kamar Agnes.


“Tuan muda.”panggil Delina di samping Kevin.

__ADS_1


“Delina.”


“Saya siap mendengarkan penjelasan tuan muda.”kata


Delina lagi.


Kevin menyambar lengan  Delina, membawanya masuk ke kamar Kevin, tapi


ketika Kevin hampir menutup pintu, Ali ikutan masuk juga.


“Kamu kenapa ikut masuk?”


“Aku juga perlu penjelasan, kak. Kakak baru saja


tidur dengan wanita yang kucintai.”Ali langsung mendapat pandangan membunuh


dari kedua orang di depannya. “Aku akan diam, menyimak.”


”Serem banget mereka berdua, hidupku akan cepat


tamat kalau begini terus.”


“Delina, percaya padaku. Aku tidak tahu apa yang


sebenarnya terjadi. Tadi siang aku memang pulang cepat, sampai rumah, aku


langsung ke dapur untuk nyari kamu. Tapi aku malah ketemu Agnes. Dia tanya aku


mau kemana? Aku bilang mau nyari kamu sambil mau ambil air minum. Trus Agnes


ngasi gelas minuman yang dibawanya.”


“Bukannya di meja makan ada air minum?”tanya


Delina.


“Gak ada. Makanya aku cari ke dapur. Habis aku


minum, tiba-tiba aku ngantuk banget. Kayaknya Agnes yang bantu aku ke kamar. Habis


itu aku ketiduran, gak tau apa yang terjadi. Sungguh, Delina. Aku gak boong.”


Delina melihat mata Kevin berkaca-kaca, sepertinya


hal seperti itu? Batin Delina bergejolak diliputi rasa bimbang. Entah siapa


yang harus ia percaya, Kevin atau matanya. Tapi tadi Kevin terlihat memejamkan


mata.


“Biar aku yang bicara sama Agnes.”kata Ali tiba-tiba,


“Kalau memang seperti cerita kakak, kemungkinan ini hanya akal-akalan Agnes


saja.”


“Maksud kamu apa?”tanya Kevin penasaran.


“Ya, mungkin ia kebelet kawin?”


Jawaban Ali membuatnya sukses menderita kesakitan


di kepalanya yang dipukul Kevin.


“Kak! Aku sungguh-sungguh, apa aku salah ngomong?


Gini maksudku, aku akan coba membuatnya mengaku. Tapi kakak ipar harus bantu


aku.”


“Bantu apa?”tanya Delina sedikit takut melihat


seringai mesum Ali.


“Kau mau apa sama Delina?!”bentak Kevin galak. Ia


bersiap memukul Ali lagi.


“Sabar, kak. Kakak diem dulu di kamar ini ya. Kakak


ipar ikut aku.”ajak Ali.


Kevin terpaksa membiarkan Delina keluar kamar


bersama Ali. Ia ingin mengintip, tapi Ali keburu menutup pintu dengan keras.

__ADS_1


“Sialan tuch anak udah berani kurang ajar. Hampir patah


hidungku.”sungut Kevin.


Ali meminta Delina mengetuk pintu kamar Agnes


sampai Agnes mau membukakan pintu. Ia yang akan masuk dan memaksa Agnes


mengaku.


“Kakak jangan melarangku dulu sampai Agnes mau


ngaku ya. Kakak cukup berdiri diam di luar kamar, biarin aku bicara.”


Delina terpaksa mengetuk pintu kamar Agnes, “Siapa?”tanya


Agnes dari dalam kamarnya.


“Ini, saya non. Delina. Bisa buka pintu sebentar?”


Agnes langsung membuka pintu begitu mendengar suara


Delina. Ali dengan cepat menerobos masuk setelah pintu terbuka lebih lebar.


“Kau!! Keluar!!”jerit Agnes ketika melihat Ali di


depannya.


“Agnes sayang, aku perlu bicara denganmu secara


pribadi.”


“Jangan berani-berani mendekat! Kau b*******!”


“Kasar sekali. Aku ingin menawarkan diri kalau kau


sangat butuh belaian pria. Aku sanggup memberimu kepuasan, sayang.”kata Ali sambil


mendekati Agnes.


“Jangan mendekat! Tolong! Delina, tolong aku!”teriak


Agnes dengan mata berkaca-kaca.


Agnes melihat Delina hanya berdiri diam di depan


pintu kamarnya tanpa ekspresi sementara Ali semakin mendekati Agnes. Agnes


berlari menghindar, ke dekat tempat tidurnya. Ia melompat keatas tempat


tidurnya untuk menghindari Ali.


“Ayo, sayang. Aku bisa membuatmu lebih puas dari


apa yang diberikan kak Kevin. Sini, sayang.” Ali mengejar dengan lebih serius,


ia berhasil menangkap tangan Agnes dan memeluk pinggang gadis itu. Agnes


menegang saat tangan Ali merayap masuk ke dalam kaosnya. Tangan Ali bergerak


turun dari perutnya masuk ke dalam rok Agnes.


“Gak!! Jangan sentuh aku!! Aku masih perawan!!


Jangan... hiks... jangan...!”teriak Agnes membocorkan rahasianya sendiri. “Delina,


aku bohong. Kejadiannya gak seperti itu. Kevin gak salah. Tolong, Delina.


Jangan...”


Delina yang malu melihat apa yang dilakukan Ali,


menggelengkan kepalanya agar Ali tidak bertindak terlalu jauh. Sungguh Delina


ikutan panas dingin melihat Ali menyentuh Agnes seperti itu. Ali melepaskan pelukannya


dari Agnes, gadis itu segera menjauh darinya sambil menyilangkan tangannya di


depan dada.


*****


Like, vote, komen dong kk, tinggalkan jejakmu di novel


saya. Beri semangat untuk saya agar bisa up tiap hari ya.

__ADS_1


__ADS_2