Penjahit Hati

Penjahit Hati
PH - Kedatangan Giselle


__ADS_3

PH - Kedatangan Giselle


Delina terpaksa menerima pemberian majikannya itu. Ia berterima kasih pada Kevin atas bantuannya dan juga HP pemberiannya itu. Setidaknya Delina bisa mulai memposting sketsanya dulu, sampai dirinya punya


kesempatan membuka toko kebaya nantinya.


Setelah menyelesaikan makan malam mereka bersama, Delina membereskan bekas piring dan gelas kotor dan membawanya ke dapur. Sri yang baru selesai makan, meminta Delina makan dulu. Delina hanya mengangguk.


“Dengar, besok Ny. Giselle akan datang. Dia itu ibunya nona Agnes. Ny. Giselle sangat galak dan tidak segan menghukum orang. Kamu harus hati-hati ya.”jelas Sri.


“Apa Ny.Giselle sekejam itu?”tanya Delina.


“Iya, Delina. Ingat untuk tidak menyinggungnya dan kalau bisa jangan lama-lama bersama tuan muda.”nasehat Sri.


“Kenapa, mbak? Saya kan pelayan pribadi tuan muda, bagaimana caranya tidak bersama tuan muda?”tanya Delina bingung.


“Sudah jadi rahasia umum kalau Ny. Giselle ingin menikahkan nona Agnes dengan tuan muda Kevin.”


“Ooo... saya akan lebih berhati-hati, mbak Sri. Terim kasih ya.”


*****


Keesokan harinya, rumah besar Kevin terasa horor saat wanita paruh baya yang terlihat seperti emak-emak jahat di sinetron, masuk ke rumah itu. Semua pelayan termasuk Delina menyambut kedatangan Ny. Giselle di


depan pintu. Ny.Giselle berhenti di depan Delina dan menatapnya tajam.


“Siapa kau?!”teriak Ny.Giselle.


“Saya Delina, Ny. Saya pelayan pribadi tuan muda Kevin...”


“Apa??!!”teriak Ny.Giselle lagi.


*”Kenapa sich gak mau denger dulu sampai aku selesai ngomong? Kenapa semua orang kaya begini amat kelakuannya?”jerit Delina dalam hati.*


“Kau!! Pergi dari sini!!”usir Giselle galak sambil menuding-nuding Delina.


“Kamu gak bisa ngusir dia, Giselle. Delina, cepat lanjutkan pekerjaanmu, sebentar lagi Kevin pulang.”kata Ny.Amira.


“Baik, Ny.”jawab Delina sopan.


Giselle melihat Delina berjalan ke lantai 2, ia menatap Amira yang sudah menatapnya juga. Giselle protes kenapa Kevin punya pelayan pribadi seorang gadis muda seperti itu.


“Dia bukan cuma pelayan Kevin tapi juga penjahit pribadiku, Giselle. Aku harap kamu gak membuatnya tidak betah kerja disini. Aku benar-benar membutuhkan keterampilannya untuk kebayaku.”jelas Amira.


“Apa mbak gak takut, dia akan menggoda Kevin? Dia masih muda dan ambisius. Siapa yang bisa memastikan dia tidak akan menggoda Kevin?”kejar Giselle.

__ADS_1


“Kau lihat sendiri bagaimana penampilannya, kan? Apa kau yakin kalau Kevin akan tergoda dengan gadis seperti Delina?”


Giselle terdiam, gadis itu memang terlihat kampungan dengan baju kebesaran seperti seprai dan kerudung seperti itu. Kevin tidak akan melirik gadis seperti itu, tapi Giselle tetap tidak suka ada


perempuan lain bebas keluar masuk kamar Kevin kecuali putrinya.


“Dimana Agnes, mbak?”tanya Giselle


“Tadi pagi dia kuliah, mungkin sedang bersama Kevin sekarang.”


“Oh, baguslah. Sepertinya mereka semakin dekat saja ya.”kata Giselle lagi.


Amira tidak menanggapi perkataan Giselle. Ia sudah lelah mendengar kedatangan Giselle. Adik iparnya ini terus saja mengejarnya tentang kedekatan Agnes dan Kevin. Padahal jelas-jelas Kevin tidak menaruh hati


pada saudara sepupunya itu.


Giselle tidak menyerah dengan mudah, memuji-muji putrinya setinggi langit tanpa tahu kelakuan Agnes kalau Giselle tidak ada di rumah Amira. Amira bisa melihat dengan jelas bagaimana Agnes saat Giselle ada


di dekatnya dan kalau ia terpisah dari ibunya. Amira merasa Giselle termasuk


contoh ibu yang memaksakan kehendak pada anaknya.


“Kamu sudah makan? Sebaiknya kamu istirahat di kamar sambil nunggu Agnes pulang.”kata Amira.


“Baiklah. Aku akan ke kamar saja.”kata Giselle.


sempat membalas kalau tuan mudanya itu akan gemuk jika terus makan cemilan


sebelum makan malam.


Kevin membalas kalau sampai itu terjadi, Delina harus menemaninya berolahraga untuk mendapatkan otot tubuhnya kembali. Kevin tidak khawatir sama sekali, karena semua cemilan yang dibuat Delina tidak bisa


menghilangkan otot perutnya yang sempurna.


Delina keluar dari kamar Kevin untuk membuatkan kopi dan cemilan. Kevin sudah mengirimkan chat lagi kalau ia akan sampai di rumah dalam 5 menit. Delina membuka pintu kulkas, ia melihat beberapa bahan


makanan dan buah di dalam kulkas itu.


Saat ia sedang memilih beberapa bahan, Ny. Amira yang ingin mengambil masker di dalam kulkas, memperhatikan Delina. Ny. Amira ingin tahu bagaimana cara Delina selalu membuat cemilan yang berbeda untuk Kevin setiap hari.


Kali ini Delina membuat lumpia yang berisi sayuran. Ny.Amira ingat kalau Kevin tidak menyukai rasa toge. Dan lihatlah apa yang dilakukan Delina dengan sedikit toge di dalam campuran sayuran dan daging


cincang itu. Delina mencincangnya sampai bentuk toge tidak terlihat lagi.


Ia menambahkan bumbu dan mulai membungkus lumpia satu persatu. Ny.Amira melihat Delina hanya menggoreng 2 lumpia saja dan meletakkan sisanya di dalam tupperware. Ny.Amira yang penasaran dengan rasanya, keluar dari persembunyiannya.

__ADS_1


“Delina, apa yang kau buat?”tanya Ny.Amira.


“Ny. Saya membuat lumpia untuk cemilan tuan muda sore ini.”jelas Delina sambil meniriskan lumpia yang sudah matang.


“Oh, mana saosnya?”tanya Ny.Amira


“Apa Ny. juga mau? Sebentar saya buatkan. Tidak lama.”


Delina menghidupkan kompor dengan panci kecil diatasnya ia menambahkan sedikit tauco ke dalam panci itu dan beberapa bumbu. Didihkan sebentar sampai mengental. Delina memotong lumpia dengan cepat,


menghidangkannya di atas piring kecil dan menuangkan saos di sekitar potongan lumpia itu.


Delina menghidangkan lumpia itu untuk Ny.Amira yang sudah duduk di meja bar dekat dapur. Ny.Amira mengambil garpu dan tidak sabaran memotong lumpia yang terlihat lezat itu. Ia baru mau makan saat Alvin datang dan langsung menyerobot potongan lumpia itu.


“Wah, enak. Sayang, buatku ya.”pinta Alvin sambil mencium pipi Amira.


“Minta Delina, sana. Aku mau makan ini, sayang.”


“Ina, tolong buatkan ini lagi.”pinta Alvin sambil duduk di meja bar.


Keduanya berebutan memakai lumpia di piring kecil itu. Delina menahan senyumnya melihat tingkah kedua majikannya. Ia menghidangkan satu porsi lagi di depan Alvin yang langsung berebut makan dengan


Amira. Delina menyiapkan kopi dan satu porsi cemilan lagi untuk Kevin.


“Itu buat siapa, Ina?”tanya Alvin sambil menghabiskan potongan terakhir lumpia di piringnya.


“Untuk tuan muda, tuan besar. Sebentar lagi tuan muda pulang.”


“Ach, beruntung sekali Kevin ya, punya kamu yang sigap menyiapkan semua keperluannya.”kata Alvin lagi


“Emangnya aku gak gitu, sayang?”tanya Amira pada Alvin.


“Oh, kamu tentu saja lain, sayang.”kata Alvin gemas.


Delina menunduk dan berbalik ketika melihat majikannya hampir berciuman di depannya. Amira menyikut Alvin agar tidak melakukan sesuatu seperti itu di depan Delina. Mereka berjalan sambil bergandengan tangan, masuk ke kamar mereka.


Tepat saat itu, Kevin masuk ke dalam rumah. Ia langsung naik ke lantai 2, tidak sabaran ingin bertemu Delina. Untung saja Delina melihatnya datang, ia segera membawa cemilan untuk Kevin.


Belum sampai di depan kamar Kevin, pintu kamar Kevin terbuka dan Agnes terdorong keluar dari kamar itu.


“Keluar!! Jangan berani masuk lagi ke kamarku atau rasakan akibatnya!!”teriak Kevin menggelegar dalam kemarahan.


“Tapi Kevin, aku cuma mau bantu kamu mandi.”kata Agnes manja.


“Apa kau sudah gila!!”teriak Kevin lagi.

__ADS_1


*****


Like, vote, komen dong kk, tinggalkan jejakmu di novel saya. Beri semangat untuk saya agar bisa up tiap hari ya.


__ADS_2