
Delina menyelesaikan cemilannya dengan cepat. Alvin
akan segera pulang bersama Amira juga. Benar saja ketika Delina baru menggoreng
tahu isinya, Alvin masuk ke dalam rumah. Ia menatap dingin pada Kevin, “Kevin,
ikut ayah.”
Delina kebingungan melihat Alvin sepertinya sedang
marah. Kevin dan Alvin masuk ke ruang kerja. Delina hanya bisa saling pandang
dengan Sri. Cukup lama Delina menunggu Alvin keluar dari sana. Ia segera
menghidangkan tahu isi ketika Alvin keluar dan langsung duduk di meja bar
sambil memegangi kepalanya.
Delina mencuri pandang melihat ke ruang kerja,
Kevin tidak kunjung keluar dari sana. Ia ingin bertanya pada Alvin tapi tidak
berani ketika melihat wajah murung Alvin. Usai menghabiskan cemilannya dan kopi,
Alvin beranjak ke kamarnya tanpa bicara apa-apa pada Delina.
“Ada apa ya, mbak Sri?”tanya Delina bingung.
“Mungkin ada masalah di kantor, Delina. Sudahlah
jangan dipikirkan.”
Delina memilih masuk ke kamar jahitnya. Ia masih
harus menyelesaikan pekerjaannya menjahit kebaya Amira yang semalam belum
selesai. Saat ia mengambil jarum, jarinya tidak sengaja tertusuk. Setitik darah
keluar dari ujung jari Delina yang tertusuk. Perasaannya tiba-tiba tidak
nyaman, ia keluar lagi mencari Kevin.
Tok, tok, tok. Delina membuka pintu ruang kerja
Alvin. Ruangan itu sepi tidak ada siapapun di dalam sana. Delina mencoba
mencari Kevin ke kamar, tapi tetap tidak ada.
“Kemana, hubby? Apa dia keluar?”Delina turun lagi
ke lantai bawah, ia mencoba melihat keluar, mobil Kevin sudah menghilang dari
tempat parkirnya.
Delina mengambil ponselnya, ia menelpon Kevin tapi
tidak diangkat. Ia mencoba sekali lagi, tapi tetap tidak diangkat. Delina
bersandar pada jendela besar menatap keluar rumah besar itu. Ada sesuatu yang
sedang terjadi dan sepertinya ada hubungannya dengan dirinya.
Delina masuk ke kamar jahitnya, ia membuka lemari
pakaian disana. Tas lamanya yang berisi pakaian lamanya dan buku tabungannya
ada disana. Semua barang-barang lamanya ada disana. Delina membawa tas itu
keluar, suasana rumah itu masih sepi. Ia berjalan keluar rumah besar dan
meminta penjaga membuka gerbang.
Sebelum masuk ke taxi online yang sudah dipesannya,
Delina berbalik menatap rumah besar itu. Penjaga ingin bertanya kemana Delina
akan pergi tapi Delina keburu masuk ke dalam mobil itu. Penjaga melihat arah
mobil itu membawa Delina sebelum menghilang di tikungan.
*****
Agnes baru pulang dari kampusnya, ia langsung duduk
di meja bar sambil celingukan mencari Delina. Biasanya Delina ada di dapur jam
segitu.
“Mbak Sri. Mbak.”panggil Agnes.
__ADS_1
“Ya, non.”saut Sri dari dekat lemari penyimpanan.
“Dimana Delina?”
“Tadi masuk ke kamar jahit, non. Nona mau cemilan?
Hari ini tahu isi.”tawar Sri.
Agnes mengangguk. Ia memakan tahu itu yang
dihidangkan Sri. Setelah habis, Agnes berjalan ke lantai atas sambil
bersenandung. Ia asyik chating dengan Ali yang sedang break habis melakukan
operasi.
Tak lama kemudian, Kevin pulang. Ia langsung
mencari Delina karena melihat missed call dari istrinya itu. Lagipula tadi ia
pergi keluar tanpa pamitan dengan Delina.
“Delina?”panggil Kevin ketika ia sampai di kamar
mereka.
Sepi sekali. Tidak ada tanda-tanda Delina di kamar
itu. Kevin turun ke lantai bawah, ia mencari ke kamar jahit. Tapi Delina tetap
tidak ada.
“Mbak Sri! Mbak!”panggil Kevin mulai cemas.
Sri yang sejak tadi sibuk di belakang,
menghampirinya dengan tergesa-gesa.
“Ya, tuan muda.”jawab Sri.
“Dimana Delina? Dia tidak ada di kamar. Apa dia
pergi?”tanya Kevin.
“Tadi di kamar jahit, tuan muda. Saya tidak lihat
lagi, tadi saya sibuk di belakang.”saut Sri.
Panik, Kevin terus menelpon Delina tanpa henti. Ia juga mengirimkan chat pada
istrinya itu, menanyakan keberadaannya.
Perasaan Kevin jadi tidak karuan karena Delina
menghilang dan tidak menjawab telponnya, ia mengacak rambutnya kesal. ”Kemana
kamu, sayang. Angkat telponnya. Apa terjadi sesuatu? Apa dia tau sesuatu?”
Kevin ketakutan memikirkan Delina sudah mengetahui apa yang terjadi dan memilih
pergi dari rumah.
Kevin berpikir dimana kira-kira Delina berada. ”Dia
tidak pernah keluar dari rumah kecuali ke mall atau supermarket. Kalau ke
kantor ayah, buat apa? Ini sudah jam pulang kantor. Ayah juga sudah pulang. Apa
dia keluar dengan ibu?”
Kevin menelpon Amira yang muncul di belakang Kevin.
“Halo, Vin. Kenapa nelpon?”
“Bu, Delina keluar sama ibu ya?”tanya Kevin yang
tidak sadar ibunya ada dibelakangnya.
“Nggak. Ibu baru pulang nich.”saut Amira.
Kevin balik badan dan menutup telponnya. “Delina
menghilang, bu. Dia gak jawab telponku. Ibu tau gak dia dimana?”
Amira mengkerutkan dahinya, “Apa kalian bertengkar?
Tumben Delina seperti ini.”
“Nggak, bu. Tapi mungkin dia sudah tahu...”
__ADS_1
“Tahu apa?”tanya Amira cepat. Ia belum mengetahui
masalah besar Kevin. Alvin belum memberitahunya karena mereka belum bertemu
hari ini.
“Kevin keluar dulu ya, bu.”saut Kevin cepat. Ia
tidak mau ibunya tahu darinya. Biar ayahnya saja yang memberitahu nanti, itupun
kalau ayahnya mau cerita.
Kevin mengambil kunci mobilnya, ia baru akan
menghidupkan mobilnya ketika Delina muncul dari balik gerbang yang dibuka
penjaga. Delina menyapa penjaga itu sebelum masuk ke dalam halaman. Kevin
keluar dengan cepat dari mobilnya. Ia menghampiri Delina dan langsung
menggendongnya.
“Aihh! Turunin!”pekik Delina kaget. Ia hampir
memukul kepala Kevin kalau tidak melihat siapa yang menggendongnya. “Hubby!!”
“Kamu kemana?!”tanya Kevin sedikit kasar.
Delina menatap Kevin dengan wajah memerah, ia
sangat malu diliatin sopir dan penjaga rumah Kevin main gendong-gendongan dengan
tuan muda itu. Kevin melotot melihat sekeliling, semua orang yang melihat
mereka langsung pura-pura sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.
Kevin membawa Delina masuk ke dalam rumah besar. Ia
tidak peduli dengan Sri dan pelayan yang bengong melihat mereka berdua. Kevin
membawa Delina masuk ke dalam kamar mereka dan mengunci pintunya.
Bruk! Delina terhempas diatas tempat tidur. Kevin
mengukung Delina dengan kedua tangan kekarnya. “Cepat bilang kamu darimana?
Kenapa telponku gak diangkat? Chatku juga gak kamu baca! Kasi jawaban yang
masuk akal atau aku hukum kamu.”
“Aku pulang ke rumahku, hubby. Maaf gak sempat
ngasi tau. Udah lama kan aku gak kesana. Rumahnya kotor penuh debu, jadi aku
bersih-bersih dulu sampai lupa waktu.”jelas Delina.
“Beneran?”tanya Kevin.
“Kalo gak percaya, telpon aja kak Meri. Tadi aku
papasan sama dia waktu balik pulang.”saut Delina.
Kevin mendekatkan wajahnya pada Delina. Ia mengendus
wajah Delina, turun ke bawah, semua bagian tubuh Delina tidak luput dari indra
penciuman Kevin. Kevin membalik tubuh Delina, menarik retsletingnya turun, ia
melepaskan dress panjang yang dikenakan Delina lalu mengulang lagi mengendus
tubuh Delina.
“Hubby ngapain sich? Geli banget!”gelak Delina
kegelian.
“Ngitung tanda cinta.”saut Kevin. “Mau aku tambahin
juga.”
Delina hanya bisa pasrah mengikuti hasrat suaminya.
Mereka bahkan tidak turun untuk makan malam. Amira mengira Delina masih keluar
rumah dan Kevin masih mencarinya.
*****
Like, vote, komen dong kk, tinggalkan jejakmu di novel
__ADS_1
saya. Beri semangat untuk saya agar bisa up tiap hari ya.