
PH - Menjahit hati
“Baik, Ny. Amira.”kata Delina dengan hormat.
Ny.Amira menarik Agnes keluar dari kamar Delina
karena wanita cantik itu terus saja menatap Delina dengan intens. Delina
berdiri di depan meja besar tempat ia menggelar kertas koran berisi aneka model
kebaya. Ia mengambil satu yang sesuai dengan model kebaya yang dipesan
Ny.Amira.
Delina mengukur pola itu dan menambahkan sedikit
koran lagi untuk melengkapi, sesuai ukuran Ny. Amira. Ia tampak serius dengan
pekerjaannya dan sangat detail. Setelah menyelesaikan pola kebaya, Delina
menggelar bahan kebaya Ny. Amira diatas meja. Ia mengambil buku sketsanya dan
memastikan sekali lagi sebelum mulai memotong bahan itu sesuai pola.
Delina melepas kerudungnya, ia mengikat rambutnya
tinggi diatas karena tidak ingin rambut panjangnya mengganggu dirinya yang
perlu konsentrasi saat memotong bahan. Dirinya tidak menyadari seseorang sedang
menatapnya dari luar kamar.
Kevin menatap Delina yang sedang sibuk bekerja,
Keanu sedang bicara dengan ayahnya dan Kevin minta ijin ingin ke toilet karena
sakit perut. Dasar anak nakal, bukannya ke toilet, dia malah mengintip Delina.
Kevin menatap sosok Delina dengan rambut panjangnya
terikat jauh ke atas. Tengkuk itu, putih mulus dan sangat menggoda Kevin untuk
menciuminya. Delina selesai memotong bahan kebaya Ny.Amira. Ia merapikannya
dengan menggulung bahan kebaya bersama polanya.
Delina merenggangkan tubuhnya sambil berbalik, ia
ingin melihat apa Kevin membutuhkannya. Alangkah terkejutnya Delina saat
tubuhnya menabrak tubuh seseorang yang langsung merangkul pinggangnya.
“Tuan muda!”pekik Delina kaget.
Mata jernihnya melotot kaget menatap mata Kevin
yang sudah menatapnya dengan hasrat membara. Kevin menarik pinggang Delina
hingga tubuh mereka menempel dengan ketat.
“Tuan muda, lepaskan!”ronta Delina sambil
mendorong-dorong lengan Kevin.
Kevin belum mau melepaskan tangannya, ia kembali
mengangkat tubuh Delina, hingga Delina refleks merangkul leher Kevin. Posisi itu
membuat wajah mereka sangat dekat. Kevin mengagumi keindahan lekuk wajah Delina
yang melotot padanya.
”Melotot aja cantik gini. Aku benar-benar ingin
menciumnya.”batin Kevin tergoda.
“Tuan muda, turunin saya.”pinta Delina.
Delina terus meronta dan tidak sengaja memukul dagu
__ADS_1
Kevin. Kevin melepaskan pelukannya, membuat Delina hampir jatuh tersungkur. Delina
beranjak menjauh dari Kevin sambil mengibaskan tangannya yang sakit. Ia
mengambil kerudungnya dengan cepat memakainya menutupi kepalanya.
“Kau berani memukulku!”bentak Kevin sambil mengusap
dagunya.
”Sama sekali gak sakit, tapi aku mendramatisirnya
sedikit untuk mengancamnya.”batin Kevin.
“Tuan muda tidak sopan. Jangan melakukan hal
seperti itu lagi. Atau bagian lainnya yang akan saya pukul!”ancam Delina dengan
berani. Ia sudah mengambil penggaris panjang dari kayu dan menghunus pada
Kevin.
”Dia bisa segalak ini juga ya. Aku masih mau
memeluknya.”
“Tuan muda, silakan keluar dari sini.”usir Delina.
“Kau mengusirku? Ini rumahku, terserah aku mau kemana.”ujar
Kevin seenaknya, tapi ia tidak mendekat pada Delina lagi.
“Buatkan aku kopi lagi, bawa ke kamarku!”perintah
Kevin sambil berjalan keluar dari kamar Delina.
Senyuman mengembang di bibir Kevin, ia berjalan ke
lantai 2. Agnes melihat semua yang Kevin lakukan pada Delina, ia masih belum
mau melepaskan Delina sekarang. Delina hampir keluar dari kamarnya ketika Agnes
“Nona Agnes, ada yang bisa saya bantu?”
Agnes menatap Delina dengan intens. Ia mengulurkan
tangannya menarik kerudung Delina hingga terlepas dari kepalanya. Agnes kembali
menatap Delina, meneliti setiap detail wajah dan memegang rambutnya yang halus.
“Siapa namamu tadi?”tanya Agnes masih menatap
Delina.
“Saya Delina, nona.”jawab Delina sopan.
“Aku sudah lihat semuanya tadi. Apa kau suka sama
Kevin?”tanya Agnes lagi.
“Tidak, nona. Saya masih sadar siapa diri saya.”jawab
Delina tenang.
“Bagus. Ini peringatan untukmu, jangan mencoba
mendekati Kevin. Dia milikku.”ancam Agnes sambil menunjuk wajah Delina.
”Ambil saja, nona. Kalau bisa bawa pergi jauh-jauh
dariku.”batin Delina.
“Baik, nona.”kata Delina sopan.
Agnes berjalan keluar kamar Delina. Delina segera
ke dapur untuk membuat kopi lagi. Ia mengerjakan dengan cepat dan membawa
cangkir kopi ke lantai 2. Lagi-lagi Delina tidak mengetuk pintu kamar Kevin.
__ADS_1
Pria itu menoleh saat pintu kamarnya terbuka sedikit dan Delina masuk
membawakan kopinya.
“Silakan diminum, tuan muda.”kata Delina setelah
meletakkan cangkir kopi di depan Kevin.
Kevin menyesap kopi itu, ia mengeluh pegal di
lehernya dan minta Delina memijat pundaknya. Delina melakukan apa yang diminta
Kevin. Ia berdiri di dekat sofa dan mulai memijat pundak Kevin. Saat Delina
lengah, Kevin menarik tangannya dan Delina jatuh ke pangkuan pria itu.
Kening Delina mengkerut, ia menahan tubuh Kevin
agar tidak mendekat lagi. Saat ia berusaha turun dari tubuh Kevin, lagi-lagi
Kevin mengeluarkan gombalannya.
“Semakin dilihat kamu cantik juga ya. Sudah punya
pacar?”tanya Kevin sambil menahan tubuh Delina tetap di pangkuannya.
“Sudah. Tolong lepas, tuan muda.”jawab Delina asal.
“Putuskan dia. Apa kau sudah tidur dengannya?”tanya
Kevin di telinga Delina
Plak! Tamparan telak mendarat di pipi Kevin. Kevin
tidak merasa sakit sama sekali, Delina mengibaskan tangannya.
”Tubuhnya keras sekali, pipinya juga. Terbuat dari
apa dia? Batu? Tanganku sakit sekali.”
“Tuan muda jangan bicara sembarangan, lepaskan
saya. Tolong jangan kurang ajar.”kata Delina sambil bangun dari pangkuan Kevin.
Ia berjalan mendekati pintu kamar sambil merapikan
kerudungnya. Delina keluar dari kamar Kevin, ia hampir mencapai ujung tangga
ketika Kevin menarik tangannya lagi.
“Kau sudah membuka hatiku dan masuk ke dalamnya.
Sekarang tugasmu menjahit hatiku kembali. Dengan rapi dan tanpa bekas.”kata
Kevin sambil menarik pinggang Delina agar lebih dekat dengannya.
Kevin bisa merasakan tubuh Delina jauh lebih
ramping daripada pakaian yang dikenakannya. Delina refleks mendorong tubuh
Kevin, melepaskan pelukan pria itu dari pinggangnya. Mata Delina melihat
sekitar mereka yang masih saja sepi. Apa tidak ada orang di rumah ini? Kemana
semua pelayan yang biasanya berkeliaran membersihkan sesuatu?
“Kapan akan selesai?”kata Kevin lagi, kali ini
berjalan mendekati Delina lagi. Delina melangkah mundur, memberi jarak aman
baginya dari Kevin.
“Maksud tuan muda?”tanya Delina bingung.
*****
Like, vote, komen dong kk, tinggalkan jejakmu di novel
saya. Beri semangat untuk saya agar bisa up tiap hari ya.
__ADS_1