Penjahit Hati

Penjahit Hati
Episode 70


__ADS_3

“Dia mabuk.”


“Hah?!”pekik Kevin dan Delina bersamaan. “Kok


bisa?”


“Aku bawa ke kamarnya dulu ya. Nanti kita bicara


lagi.”kata Ali.


Delina dan Kevin membiarkan Ali membopong Agnes ke


kamarnya. Mereka kembali asyik melanjutkan makan sambil mengobrol ringan.


Setelah Kevin menghabiskan sup di mangkuk, Delina membawa mangkuk kotor mereka


dan mencucinya.


Selesai mengeringkan tangannya, Delina menyadari


kehadiran Kevin di belakangnya. “Sayang, ayo kita ke kamar.”bisik Kevin mesra.


Delina belum sempat bicara apa-apa, tubuhnya terasa


melayang saat Kevin mengangkatnya. Tangan Delina refleks merangkul leher Kevin,


“Hubby...”


“Malam ini panggil namaku, sayang. Delina, aku


mencintaimu.”


“Kevin...”bisik Delina. Ia menyembunyikan wajahnya


di leher Kevin.


Kevin membawa Delina naik ke lantai 2, ia meminta


Delina membuka pintu kamar dan menutupnya lagi. Delina langsung mengunci kamar


mereka. Kevin membaringkan Delina diatas ranjang, ia lantas mencium bibir


Delina. Mengulum, menyesap bibir pink Delina yang masih sedikit jontor karena


ulahnya di hotel.


“Tu... tunggu, hubby.”kata Delina mendorong dada Kevin.


“Kayaknya ada yang kelupaan dech.”


Kevin tidak mau mendengar Delina, ia hanya fokus


membuat Delina melayang malam itu. Delina menjambak rambut Kevin, sentuhan


Kevin membuatnya gemetar merasakan nikmat. Kevin tersenyum manis, ia sudah siap


memulai keintiman mereka.


Kali ini tidak akan ada yang bisa mencegah mereka


untuk bersatu. Mau ada ketukan di pintu, suara telpon sekalipun Kevin akan


menulikan telinganya dan membuat Delina hanya fokus padanya. Tok, tok, tok.


Suara ketukan di pintu membuat Kevin kesal.


”Aaarggghhh!!!” Kevin berteriak mengagetkan Delina.


Sejurus kemudian, ia mencium Delina, mengalihkan perhatian Delina dari pintu


kamar yang kembali diketuk seseorang. Dalam hatinya, Kevin mengutuk orang yang


mengetuk pintu kamarnya disaat penting seperti ini agar tidak bisa tidur dua


hari dua malam.


“Aach...Sa...sakit, hiks...”rintih Delina.


“Tahan sebentar, sayang. Delina, aku


mencintaimu.”bisik Kevin.


Kevin mempercepat gerakannya setelah Delina tidak


merintih lagi. Keduanya tenggelam dalam kenikmatan hubungan suami istri untuk


pertama kalinya setelah berminggu-minggu lamanya kehidupan pernikahan mereka.

__ADS_1


Kevin menjatuhkan tubuhnya di samping Delina yang


mulai memejamkan mata. Ditariknya selimut menutupi tubuh mereka berdua. Kevin


masih mengatur nafasnya yang memburu, ia meringis ketika kegagahannya tergesek


selimut.


“Makasih, sayang. Aku merasa sangat terhormat


menjadi yang pertama untukmu. Semoga kamu segera hamil dan memberiku anak-anak


yang lucu.”bisik Kevin di telinga Delina yang sudah tertidur pulas.


Dikamar yang berbeda, Ali kembali masuk setelah


mencoba mengetuk pintu kamar Kevin. Ia ingin minta bantuan Delina untuk


mengganti pakaian Agnes yang kotor dan basah terkena muntahannya. Tapi yang ia


dengar malah suara-suara rintihan Delina dan jeritan Kevin.


Ali menatap Agnes yang sudah tidak sadar, terbaring


diatas ranjangnya. Ali bukannya tidak tergoda dengan tubuh Agnes, tapi ia tidak


pernah mengambil keuntungan dari wanita yang sedang tidak sadar seperti Agnes


saat ini.


“Maaf, Agnes. Aku nggak mau melakukan ini sendiri,


tapi aku harus melakukannya.”


Ali mulai membuka pakaian Agnes sampai tersisa


pakaian dalamnya saja. Ia menelan salivanya melihat tubuh putih mulus di


depannya. Ali memeras handuk kecil di dalam baskom yang sudah ia siapkan dengan


air hangat.


Agnes menggeliat saat tubuhnya dibersihkan Ali


dengan lembut. “Agnes? Kamu sudah bangun?”


tanda merah bekas ciuman di bawah telinga Agnes. “Hais, yang benar saja. Untung


aku ke club itu malam ini. Kalau tidak entah apa yang akan terjadi sama kamu?”


Ali meletakkan kembali handuk di kursi, ia menyingkirkan


rambut Agnes yang menutupi wajahnya. Ali menatap tubuh Agnes yang terbaring


diatas ranjangnya, belum tertutup selimut.


“Agnes, aku sangat mencintaimu. Tolong lihat aku


sekali saja.”


Ali mendekati wajah Agnes mengecup kening wanita


itu. Ingatannya kembali saat dirinya pergi ke klub malam itu.


...Flash back...


Dentuman musik memekakkan telinga Ali. Ia melihat


ke bar, tempat temannya duduk menunggunya.


“Ali! Sini!” Ali mendekati John duduk di


sampingnya. “Tumben lo mau kesini? Gak tugas lo?”


“Tugaslah, bro. Tapi gue ijin malam ini. Mumpung RS


lagi sepi. Mana cewek lo?”


Ali menerima minuman yang kadar alkoholnya rendah


dari John. John tahu kalau Ali tidak boleh sampai mabuk karena tugasnya sebagai


dokter sangat penting.


“Nggak mungkin gue ajak cewek gue kesini, ntar


dimakan sama kakaknya. Cewek gue itu anak baik-baik. Hehe.”

__ADS_1


Ali menepuk pundak John. “Udah jadi pedofil lo?


Anak? Lo pacaran sama anak kecil?” tanya Ali sambil menegak minumannya.


Mata Ali terarah pada sosok seorang wanita yang


sedang duduk bersama seorang pria. Wanita itu Agnes. Ia tidak hanya bersama


satu pria tapi dua.”


“Heh! Lo gak dengerin gue, bro?”tanya John. “Gue


bilang gue bukan pedofil, ya emang sih cewek gue masih SMA.” John melihat arah


pandangan Ali. “Wih, gila seksi banget tuh cewek. Dapet aja tuh tuan muda,


cewek cantik.”


“Lo kenal kedua cowok itu?”


John mengatakan kalau kedua pria itu termasuk


playboy pemangsa wanita. Sudah banyak korban mereka. Ali menghentakkan gelasnya


diatas meja bar.


“Napa, lo?” Ali membisikkan sesuatu di telinga John.


“Lo yakin? Wah, parah nich. Tunggu gue tau harus gimana, tapi jangan sampe lo


keliatan bawa cewek itu pergi.”


John menghilang dari sisi Ali. Ali masih menatap


Agnes yang sedang dicekoki minuman keras oleh salah satu dari pria yang


bersamanya. John memberik tanda ketika segerombolan wanita cantik menghampiri


kedua tuan muda itu. Merek terlena dengan rayuan wanita penghibur sampai tidak


menyadari Agnes sudah dibawa pergi Ali.


Ali membopong Agnes masuk ke mobilnya. Ia melihat c******


di leher putih Agnes. Tangannya mengepal ingin masuk lagi ke dalam menghajar


dua pria kurang ajar itu, tapi Agnes tidak mau melepaskan jaketnya.


“Tolong aku.”rintih Agnes di telinga Ali.


Akal sehat Ali hampir hilang melihat Agnes yang


sangat menggodanya. Ia ingin membawa Agnes ke apartmentnya, tapi ia teringat


Delina.


“Ach, kakak ipar akan menggantungku kalau kulahap


kau sekarang, Agnes. Duduk diam disitu.”


Ali mengemudikan mobilnya kembali ke rumah Alvin.


....Flask back end...


Ali kembali duduk bersandar di kursi, ia tadi


sempat memanggil Delina untuk membantu Agnes mengganti bajunya, tapi malah


mendengar suara aneh.


“Hais, nasib jomblo sepertiku.”keluh Ali.


Dilihatnya Agnes menggeliat lagi. Selimutnya ia


tendang ke segala arah.


“Kamu nih tidurnya gak bisa diem ya.”


Ali menarik selimut menutupi tubuh Agnes yang cuma


pakai pakaian dalam. Agnes kembali menendang selimutnya.


*****


Like, vote, komen dong kk, tinggalkan jejakmu di novel


saya. Beri semangat untuk saya agar bisa up tiap hari ya.

__ADS_1


__ADS_2