Penjahit Hati

Penjahit Hati
Episode 66


__ADS_3

Sesekali Amira menunjuk tempat yang terlihat tidak


sempurna dimatanya, Delina menjahit dengan sabar sampai Kevin akhirnya


ketiduran di tempat tidur itu.


Entah jam berapa Delina dan Amira selesai, Kevin


merasakan lengannya berat. Ia membuka mata, mengedarkan pandangan. Keningnya


mengkerut mengingat dimana dirinya, tapi saat melihat siapa yang tidur di


pelukannya senyumnya mengembang.


Delina tertidur di samping Kevin, pada awalnya ia


ingin membangunkan Kevin tapi kasihan melihat suaminya itu ketiduran. Mau balik


ke kamar Kevin, ia tidak tega meninggalkan suaminya tidur di kamar tanpa AC


seperti ini. Hanya kipas angin yang menemani Delina di kamar itu.


Kevin mengelap tubuhnya yang basah keringat, ia


bangkit dari tempat tidur, membuka pintu kamar Delina. Udara malam yang sejuk,


memasuki kamar pengap itu. “Hais, bisa-bisanya dia tidur nyenyak di kamar


seperti ini.”


Kevin menggendong Delina ke kamar Kevin, “Ringan


sekali. Tapi bentuk tubuhnya sangat indah. Delina.”


“Hmmm... Kevin.”Kevin tersenyum mendengar namanya


dipanggil, “Apa, sayang?”


“Jangan makan lagi. Nanti gendut. Hmm, nyam.”


Delina sedang bermimpi membuat banyak cemilan untuk


Kevin yang selalu habis setiap Delina menghidangkannya. Akhirnya Delina meminta


Kevin untuk tidak makan lagi atau ia akan jadi gendut.


Kevin tersenyum mendengar gumaman Delina, ia


membaringkan Delina diatas ranjangnya. Diusapnya pipi Delina lembut, “Hmm,


hubby.”


“Ssttt, tidur lagi, sayang.”


Kevin ikut berbaring disamping Delina, memeluk


wanita yang sangat ia cintai itu. Delina kembali terbuai dalam mimpi kehangatan


bersama Kevin.


Jam alarm di ponsel Kevin berdering, tapi yang


punya masih betah molor dibawah selimut. Delina menggeliat bangun, ia terkejut


mendapati dirinya tidur dipelukan Kevin. “Hubby, bangun. Sudah jam 6. Hubby.”


Kevin menggeliat bangun, ia memicingkan matanya


melihat punggung mulus Delina. Sepertinya tangan Kevin agak nakal semalam,


menurunkan retsleting dress panjang yang dipakai Delina.


“Ach, hubby.” Delina kaget merasakan dada Kevin


yang hangat menempel di punggungnya. Kevin menciumi tengkuk Delina, menurunkan


dress Delina perlahan. “Hubby, nanti kamu telat.”


Kevin tidak mendengar kata-kata Delina, ia fokus menghirup


aroma wangi dari tubuh Delina. Sentuhan Kevin membuat Delina terhanyut. Tanpa


sadar Delina melenguh, kait bra-nya sudah terlepas di punggungnya, memudahkan


akses Kevin pada dada Delina.


“Ugh... Aaah...”erang Delina saat tangan Kevin

__ADS_1


bermain di depan dadanya.


“Delina, aku mencintaimu.”


Delina tidak menjawab Kevin, ia menikmati sensasi


yang baru pertama ia rasakan dalam hidupnya. Tangan Delina terulur kebelakang,


perlahan menjambak rambut Kevin. “Kevin...”


“Ya, sayang... Panggil namaku lagi, Delina.”


“Kevin...”


Kevin membalik tubuh Delina, bagian dadanya


terpampang di depan Kevin. “Delina, ijinkan aku menyentuhmu...”


“... ya.” Delina menatap dalam mata Kevin yang


berkabut dipenuhi gairah. “Tapi, hubby...”


“Sebentar saja, sayang.”


Tubuh Delina melengkung, tubuhnya gemetar hebat


menerima serangan Kevin di bagian dadanya. “Lembutnya... sayang, kau sangat


indah.”bisik Kevin.


Wajah Delina merona merah mendengar kata-kata


Kevin, tiba-tiba Delina ingin buang air. Ia mendorong kepala Kevin, menyudahi


apa yang Kevin lakukan pada tubuhnya. “Hubby, aku kebelet. Maaf.”


Kevin menunjukkan wajah kecewa, ia melepaskan


Delina yang berlari masuk ke kamar mandi. Kevin menjambak rambutnya,


mengusap-usap wajahnya kasar. Ia berbaring terlentang diatas ranjangnya. Kevin


mengelus kegagahannya yang mulai surut lagi.


“Sabar, bro.” Kevin menoleh melihat jam di atas


7 kurang 15 menit. Kevin bangkit dari atas ranjangnya. Ia keluar dari kamarnya


sambil membawa handuk.


Alih-alih mengetuk pintu kamar mandi, ia memilih


mandi di kamar sebelah. Delina yang sudah menyelesaikan urusannya sekalian


mandi, keluar hanya berbalut handuk. Ia masuk ke walk in closet, memakai


pakaian dalamnya.


Ceklek! Pintu kamar Kevin terbuka, Kevin masuk


kesana dengan handuk menutupi tubuh bagian bawahnya. Keduanya saling pandang di


dalam walk in closet. Refleks Delina menyilangkan tangannya di depan dada. Ia


malu mengingat apa yang Kevin lakukan tadi.


“Delina, ikut aku ya.”


“Kemana, hubby?”


“Ikut keluar kota. Temani aku meeting.”


Delina bertanya apa boleh dirinya ikut dan Kevin


mengangguk. Kevin mendekati Delina lagi, mencium pipinya. Saat ini Kevin tidak


ingin berpisah dari Delina meski hanya sebentar saja.


Mereka segera berpakaian, lalu turun ke lantai


bawah. Kevin terlihat tampan dengan setelan jas hitam dan kemeja biru, Delina


juga memakai dress dengan warna serupa dengan kemeja Kevin.


“Bawa buku sketsamu. Kau akan menemukan banyak


inspirasi disana.”

__ADS_1


Delina mengangguk, ia memakai tas tangan yang lebih


besar. “Hubby, gimana sarapannya?”


“Kita akan sarapan di jalan. Masih sempat


waktunya.”


Keduanya sudah siap berangkat tanpa berpamitan pada


Alvin dan Amira yang masih sibuk di kamar mereka.


Hanya mbak Sri yang menemani mereka sampai keluar


rumah besar. Tampak Keanu keluar dari mobil kantor bersama sopir, “Pagi, bos.


Loh, Delina mau kemana?”


“Delina ikut kita.”kata Kevin, ia beringsut


mendekati Keanu dan berbisik di telinganya.


“Serius?”tanya Keanu. “Ntar gue atur. Gila lo.”


Delina hanya menatap penuh tanya pada keduanya.


Kevin menarik tangan Delina, “Ayo masuk, wife.”


“Wife?”


“Istriku.”ucap Kevin lembut, membuat hati Delina


berbunga.


Keanu hanya bisa meratapi nasib kejombloannya.


Mereka memulai perjalanan menuju tempat meeting di luar kota.


Sepanjang perjalanan, Kevin bermanja-manja pada


Delina. Keanu sampai memperingatkan sopir agar jangan mendengar apa yang


terjadi di belakang dan tetap konsen menyetir.


Sampai di tempat tujuan, Delina menatap keluar


jendela dengan antusias. Mereka berhenti di sebuah hotel dipinggir pantai.


“Wah! Ada pantai.”pekik Delina girang.


“Sudah kubilang tempat ini bagus. Ayo, turun.”


Kevin menuntun Delina masuk ke hotel. Pertemuan


bisnis itu akan diadakan di salah satu kamar di lantai atas. Keanu


mengurus  check-in untuk Delina dan


Kevin. Tadi Kevin minta dibookingkan kamar di lantai yang sama agar ia bisa


berduaan dengan Delina setelah selesai meeting. Kevin benar-benar tidak sabaran


ingin melanjutkan apa yang sejak semalam tertunda.


Setelah mereka berada di dalam kamar yang disiapkan


Keanu, Kevin memesan makanan untuk Delina. Ia berpesan agar Delina tidak keluar


dari kamar selama ia meeting atau Delina akan tersesat di hotel itu. Delina


mengangguk patuh.


Delina duduk di dekat jendela setelah Kevin keluar


kamar bersama Keanu. Ia melihat pemandangan laut biru di kejauhan. Sesekali Delina


menikmati makanan yang disiapkan Kevin. Ia melihat-lihat berkeliling kamar


melihat fasilitas di dalam kamar itu. Tapi saat ia ingin menghidupkan shower,


Delina tidak sengaja memutar keran yang salah.


*****


Like, vote, komen dong kk, tinggalkan jejakmu di novel


saya. Beri semangat untuk saya agar bisa up tiap hari ya.

__ADS_1


__ADS_2