
Sesekali Amira menunjuk tempat yang terlihat tidak
sempurna dimatanya, Delina menjahit dengan sabar sampai Kevin akhirnya
ketiduran di tempat tidur itu.
Entah jam berapa Delina dan Amira selesai, Kevin
merasakan lengannya berat. Ia membuka mata, mengedarkan pandangan. Keningnya
mengkerut mengingat dimana dirinya, tapi saat melihat siapa yang tidur di
pelukannya senyumnya mengembang.
Delina tertidur di samping Kevin, pada awalnya ia
ingin membangunkan Kevin tapi kasihan melihat suaminya itu ketiduran. Mau balik
ke kamar Kevin, ia tidak tega meninggalkan suaminya tidur di kamar tanpa AC
seperti ini. Hanya kipas angin yang menemani Delina di kamar itu.
Kevin mengelap tubuhnya yang basah keringat, ia
bangkit dari tempat tidur, membuka pintu kamar Delina. Udara malam yang sejuk,
memasuki kamar pengap itu. “Hais, bisa-bisanya dia tidur nyenyak di kamar
seperti ini.”
Kevin menggendong Delina ke kamar Kevin, “Ringan
sekali. Tapi bentuk tubuhnya sangat indah. Delina.”
“Hmmm... Kevin.”Kevin tersenyum mendengar namanya
dipanggil, “Apa, sayang?”
“Jangan makan lagi. Nanti gendut. Hmm, nyam.”
Delina sedang bermimpi membuat banyak cemilan untuk
Kevin yang selalu habis setiap Delina menghidangkannya. Akhirnya Delina meminta
Kevin untuk tidak makan lagi atau ia akan jadi gendut.
Kevin tersenyum mendengar gumaman Delina, ia
membaringkan Delina diatas ranjangnya. Diusapnya pipi Delina lembut, “Hmm,
hubby.”
“Ssttt, tidur lagi, sayang.”
Kevin ikut berbaring disamping Delina, memeluk
wanita yang sangat ia cintai itu. Delina kembali terbuai dalam mimpi kehangatan
bersama Kevin.
Jam alarm di ponsel Kevin berdering, tapi yang
punya masih betah molor dibawah selimut. Delina menggeliat bangun, ia terkejut
mendapati dirinya tidur dipelukan Kevin. “Hubby, bangun. Sudah jam 6. Hubby.”
Kevin menggeliat bangun, ia memicingkan matanya
melihat punggung mulus Delina. Sepertinya tangan Kevin agak nakal semalam,
menurunkan retsleting dress panjang yang dipakai Delina.
“Ach, hubby.” Delina kaget merasakan dada Kevin
yang hangat menempel di punggungnya. Kevin menciumi tengkuk Delina, menurunkan
dress Delina perlahan. “Hubby, nanti kamu telat.”
Kevin tidak mendengar kata-kata Delina, ia fokus menghirup
aroma wangi dari tubuh Delina. Sentuhan Kevin membuat Delina terhanyut. Tanpa
sadar Delina melenguh, kait bra-nya sudah terlepas di punggungnya, memudahkan
akses Kevin pada dada Delina.
“Ugh... Aaah...”erang Delina saat tangan Kevin
__ADS_1
bermain di depan dadanya.
“Delina, aku mencintaimu.”
Delina tidak menjawab Kevin, ia menikmati sensasi
yang baru pertama ia rasakan dalam hidupnya. Tangan Delina terulur kebelakang,
perlahan menjambak rambut Kevin. “Kevin...”
“Ya, sayang... Panggil namaku lagi, Delina.”
“Kevin...”
Kevin membalik tubuh Delina, bagian dadanya
terpampang di depan Kevin. “Delina, ijinkan aku menyentuhmu...”
“... ya.” Delina menatap dalam mata Kevin yang
berkabut dipenuhi gairah. “Tapi, hubby...”
“Sebentar saja, sayang.”
Tubuh Delina melengkung, tubuhnya gemetar hebat
menerima serangan Kevin di bagian dadanya. “Lembutnya... sayang, kau sangat
indah.”bisik Kevin.
Wajah Delina merona merah mendengar kata-kata
Kevin, tiba-tiba Delina ingin buang air. Ia mendorong kepala Kevin, menyudahi
apa yang Kevin lakukan pada tubuhnya. “Hubby, aku kebelet. Maaf.”
Kevin menunjukkan wajah kecewa, ia melepaskan
Delina yang berlari masuk ke kamar mandi. Kevin menjambak rambutnya,
mengusap-usap wajahnya kasar. Ia berbaring terlentang diatas ranjangnya. Kevin
mengelus kegagahannya yang mulai surut lagi.
“Sabar, bro.” Kevin menoleh melihat jam di atas
7 kurang 15 menit. Kevin bangkit dari atas ranjangnya. Ia keluar dari kamarnya
sambil membawa handuk.
Alih-alih mengetuk pintu kamar mandi, ia memilih
mandi di kamar sebelah. Delina yang sudah menyelesaikan urusannya sekalian
mandi, keluar hanya berbalut handuk. Ia masuk ke walk in closet, memakai
pakaian dalamnya.
Ceklek! Pintu kamar Kevin terbuka, Kevin masuk
kesana dengan handuk menutupi tubuh bagian bawahnya. Keduanya saling pandang di
dalam walk in closet. Refleks Delina menyilangkan tangannya di depan dada. Ia
malu mengingat apa yang Kevin lakukan tadi.
“Delina, ikut aku ya.”
“Kemana, hubby?”
“Ikut keluar kota. Temani aku meeting.”
Delina bertanya apa boleh dirinya ikut dan Kevin
mengangguk. Kevin mendekati Delina lagi, mencium pipinya. Saat ini Kevin tidak
ingin berpisah dari Delina meski hanya sebentar saja.
Mereka segera berpakaian, lalu turun ke lantai
bawah. Kevin terlihat tampan dengan setelan jas hitam dan kemeja biru, Delina
juga memakai dress dengan warna serupa dengan kemeja Kevin.
“Bawa buku sketsamu. Kau akan menemukan banyak
inspirasi disana.”
__ADS_1
Delina mengangguk, ia memakai tas tangan yang lebih
besar. “Hubby, gimana sarapannya?”
“Kita akan sarapan di jalan. Masih sempat
waktunya.”
Keduanya sudah siap berangkat tanpa berpamitan pada
Alvin dan Amira yang masih sibuk di kamar mereka.
Hanya mbak Sri yang menemani mereka sampai keluar
rumah besar. Tampak Keanu keluar dari mobil kantor bersama sopir, “Pagi, bos.
Loh, Delina mau kemana?”
“Delina ikut kita.”kata Kevin, ia beringsut
mendekati Keanu dan berbisik di telinganya.
“Serius?”tanya Keanu. “Ntar gue atur. Gila lo.”
Delina hanya menatap penuh tanya pada keduanya.
Kevin menarik tangan Delina, “Ayo masuk, wife.”
“Wife?”
“Istriku.”ucap Kevin lembut, membuat hati Delina
berbunga.
Keanu hanya bisa meratapi nasib kejombloannya.
Mereka memulai perjalanan menuju tempat meeting di luar kota.
Sepanjang perjalanan, Kevin bermanja-manja pada
Delina. Keanu sampai memperingatkan sopir agar jangan mendengar apa yang
terjadi di belakang dan tetap konsen menyetir.
Sampai di tempat tujuan, Delina menatap keluar
jendela dengan antusias. Mereka berhenti di sebuah hotel dipinggir pantai.
“Wah! Ada pantai.”pekik Delina girang.
“Sudah kubilang tempat ini bagus. Ayo, turun.”
Kevin menuntun Delina masuk ke hotel. Pertemuan
bisnis itu akan diadakan di salah satu kamar di lantai atas. Keanu
mengurus check-in untuk Delina dan
Kevin. Tadi Kevin minta dibookingkan kamar di lantai yang sama agar ia bisa
berduaan dengan Delina setelah selesai meeting. Kevin benar-benar tidak sabaran
ingin melanjutkan apa yang sejak semalam tertunda.
Setelah mereka berada di dalam kamar yang disiapkan
Keanu, Kevin memesan makanan untuk Delina. Ia berpesan agar Delina tidak keluar
dari kamar selama ia meeting atau Delina akan tersesat di hotel itu. Delina
mengangguk patuh.
Delina duduk di dekat jendela setelah Kevin keluar
kamar bersama Keanu. Ia melihat pemandangan laut biru di kejauhan. Sesekali Delina
menikmati makanan yang disiapkan Kevin. Ia melihat-lihat berkeliling kamar
melihat fasilitas di dalam kamar itu. Tapi saat ia ingin menghidupkan shower,
Delina tidak sengaja memutar keran yang salah.
*****
Like, vote, komen dong kk, tinggalkan jejakmu di novel
saya. Beri semangat untuk saya agar bisa up tiap hari ya.
__ADS_1