Penjahit Hati

Penjahit Hati
PH - Tawaran Ny.Amira


__ADS_3

PH - Tawaran Ny.Amira


“Nona Agnes! Nona!”teriak Meri keluar dari ruang


kerja Ny. Amira.


Wanita itu menghentikan langkahnya, Meri membawakan


sesuatu yang sepertinya itu sebuah kunci. Meri menyerahkan kunci itu dan Agnes


bahkan tidak berterima kasih padanya. Meri berbalik menghadap Delina,


“Ayo, masuk.”ajak Meri pada Delina.


“Itu tadi siapa, mbak?”tanya Delina sambil mengikuti


Meri.


“Itu nona Agnes, ponakan Ny.Amira. Kenapa? Judes


ya?”tanya Meri sambil mendorong pintu terbuka.


“Dia cantik sekali.”kata Delina jujur.


Satu kata yang bisa dikatakan Delina saat melihat


Agnes adalah dia sangat cantik. Meri tersenyum mendengar jawaban Delina.


Setelah mengenal Delina, Meri sedikit tahu sifat gadis ini yang selalu


mengatakan hal-hal yang baik dulu dengan jujur.


Ny.Amira sudah menunggu Delina di dalam ruang


pribadinya. Ia menarik beberapa kebaya dan rok yang sekiranya tidak muat lagi


ia pakai saat ini. Delina menyapa Ny.Amira saat ia masuk bersama Meri.


“Duduk, Delina. Meri, bawa semua ini ke rumah ya.


Kasi Sri. Suruh taruh di kamar bawah.”perintah Ny.Amira.


Delina duduk di sofa dengan tangan memegang tasnya


yang berisi buku sketsa dan peralatan jahit. Ny. Amira duduk di depannya.


“Delina, mungkin pertanyaanku ini akan


menyinggungmu. Tapi tolong jangan salah paham. Kau boleh tidak menjawabnya


kalau kau mau.”kata Ny.Amira menimbang perkataannya.


“Iya, Ny. Silakan saja bertanya. Saya akan coba


jawab.”kata Delina sedikit khawatir.


“Berapa pendapatanmu dari menjahit? Maksudku,


berapa penghasilanmu sebulan sebelum bertemu denganku?”tanya Ny.Amira.


“Sebulan kurang lebih 1jt-1,5jt, Ny. Bersih.”jawab


Delina jujur.


Dia memang hanya mendapat penghasilan minim karena


tidak mematok harga mahal untuk tarif jahitnya. Karena itu banyak tetangganya


yang suka menjahit pada Delina.


“Bagaimana kalau aku memberimu 3,5jt sebulan tapi


kau kerja denganku dan Kevin.”tawar Ny.Amira.


“Maksud Ny. bagaimana?”tanya Delina karena dia


mendengar nama Kevin juga disebut.


“Kamu tahu anakku Kevin kan? Laki-laki galak yang


kemarin ketemu di rumahku.”


Delina mengangguk, ia cukup lama berinteraksi


dengan Kevin untuk tahu seberapa kasar dan galaknya pria itu.


“Dia memerlukan seorang pelayan pribadi. Gak banyak


tugasnya. Cuma melayani apa yang ia butuhkan selama dirumah.”jelas Ny. Amira.

__ADS_1


“Bukannya Ny. sudah punya mbak Sri ya?”


“Sri sudah sangat sibuk melayani aku dan suamiku.


Sedangkan Kevin selalu tidak sabaran. Jadi dia memerlukan pelayan pribadi.


Kebanyakan waktu Kevin di luar rumah, jadi kamu gak akan terlalu sibuk. Selama


waktu kosong itu, kau bekerja membuatkan aku kebaya.”jelas Ny. Amira lagi.


Delina menimbang sesuatu, dengan uang sebesar 3,5jt


sebulan, ia bisa mulai menabung untuk dirinya sendiri. Delina meremas-remas


tasnya, Ny.Amira tahu kalau Delina pasti menimbang untuk sketsanya juga.


“Aku akan tambahkan 200rb untuk setiap sketsa yang


kau buat untukku. Bagaimana?”tanya Ny.Amira.


“Jadi saya bertugas melayani tuan muda Kevin selama


ia berada di rumah. Dan kalau tuan muda pergi, saya bisa mengambil pekerjaan


menjahit. Begitu maksud Ny.?”tanya Delina mengatakan apa yang ada dipikirannya.


“Ya. Kau masih bisa menjahit dan dapat bayaran yang


bagus. Bagaimana?”tanya Ny.Amira.


“Bisa saya pikirkan dulu, Ny.?”tanya Delina,


sepertinya ia harus memikirkan tawaran yang menggiurkan itu dulu.


“Bisa kau jawab sekarang? Kevin benar-benar tidak


sabaran. Dan aku jarang memohon pada orang.”tegas Ny.Amira.


“Udah, terima aja, Delina. Kamu bisa bekerja dengan


tenang tanpa takut gak dapat orderan kan?”bujuk Meri membantu bosnya.


Delina memikirkan uang yang ditawarkan Ny.Amira. Ia


berniat ingin membuat sebuah toko kebaya hasil desainnya sendiri dan ini


“Bagaimana, Delina? Waktuku tak banyak.”kejar


Ny.Amira tidak sabaran.


“Baik, Ny. Saya terima pekerjaan itu. Tapi saya


dapat libur kan, Ny.?”


“Ya, sama seperti pelayan yang lain. Libur setiap


hari Minggu saja. Kalau gak libur, dapat uang lembur.”


”Pantas saja pelayan di rumah Ny.Amira betah kerja


disana. Meskipun tuan besar Alvin dan tuan muda Kevin sangat galak dan kasar,


Ny.Amira sangat pintar menjaga kesetiaan pelayannya.”batin Meri yang baru tahu


rata-rata gaji pelayan di rumah Ny.Amira.


“Baik, Ny. Kapan saya bisa mulai?”tanya Delina.


“Hari ini juga. Kemasi barang-barangmu, kamu akan


tinggal di rumahku.”perintah Ny.Amira


Delina menatap Meri yang sudah menatapnya juga.


Meri memberi kode agar Delina segera melaksanakan perintah Ny. Amira. Delina baru


akan berpamitan, tapi Ny.Amira meminta Delina pergi dengan supirnya sambil


membawa kebaya dan rok yang tadi ia keluarkan dari lemari.


“Apa saya perlu membawa mesin jahit saya,


Ny.?”tanya Delina ingat dengan mesin jahitnya.


“Tidak perlu. Semua sudah tersedia untuk kamu di


kamar bawah. Sebaiknya Meri mengantarmu dulu.”perintah Ny.Amira menoleh pada


Meri.

__ADS_1


Meri dan Delina membawa semua kebaya dan rok milik


Ny.Amira menggunakan 4 tas laundry yang banyak tersedia disana. Mereka turun


bersama-sama dan bergegas masuk ke mobil Ny.Amira yang sudah siap dibawah. Meri


mengantar Delina pulang dulu untuk mengambil pakaiannya.


Ia meninggalkan pesan pada tetangganya kalau ada


pelanggan yang mencari dirinya agar mengirimkan pesan langsung ke ponselnya.


Delina mengemasi beberapa pakaiannya yang selebar seprai. Ia memang tidak


terbiasa memakai pakaian yang menampilkan lekuk tubuh, apalagi ia hidup


sendiri. Delina sebisa mungkin tidak menarik perhatian siapapun.


Setelah baju-bajunya masuk ke dalam tas kecil,


Delina segera kembali ke mobil Ny.Amira. Mereka dalam perjalanan ke rumah


Ny.Amira saat Meri mendapat chat.


“Delina, sampai di rumah Ny.Amira, tolong bersihkan


kamar tuan muda Kevin dulu ya. Ny.Amira yang minta.”kata Meri.


“Baik, mbak.”kata Delina patuh.


Mereka sampai juga di rumah Ny.Amira. Rumah itu


seperti biasa sepi sekali. Meri dan Delina masuk ke dalam rumah Ny.Amira. Sri


yang melihat kedatangan Delina, menghampirinya.


“Delina, kau datang lagi. Apa itu?”tanya Sri


melihat tas laundry di tangan Delina.


“Ini kebaya dan rok punya Ny.Amira, mbak.”


“Mbak Sri, mulai sekarang Delina tinggal disini.


Dia akan jadi pelayan pribadi tuan muda Kevin dan juga penjahit untuk Ny.Amira.


Kamar bawah sudah siap, kan?”tanya Meri.


“Sudah, mbak Meri. Silakan ikut saya.”kata Sri.


Mereka berjalan ke lorong di dekat pintu dapur. Ada


beberapa kamar disana yang sejak dulu digunakan untuk meletakkan barang-barang


Ny.Amira. Tapi Ny.Amira memerintahkan untuk merombak salah satu kamar hingga


cukup untuk satu tempat tidur single, satu lemari, meja besar, satu mesin


jahit, dan juga rak-rak berisi peralatan menjahit dan benang aneka warna.


Semuanya masih baru tercium dari baunya. Delina


mengagumi peralatan menjahit itu. Ia meletakkan tasnya diatas tempat tidur


“Delina, nanti rapikan kebaya-kebaya ini di lemari


kaca itu. Sekarang kamu bersihkan dulu kamar tuan muda Kevin. Sebentar lagi dia


akan pulang.”kata Meri.


“Baik, mbak.”


Meri segera kembali ke kantornya karena Ny.Amira


tidak suka kalau Meri terlalu lama jauh darinya. Delina mengambil peralatan


kebersihan dari lemari yang ditunjukkan Sri padanya. Ia masuk ke kamar Kevin,


melihat sekeliling kamar yang tampak bersih mengkilat.


“Ini apalagi yang harus kubersihkan?”tanya Delina


pada dirinya sendiri.


*****


Like, vote, komen dong kk, tinggalkan jejakmu di novel


saya. Beri semangat untuk saya agar bisa up tiap hari ya.

__ADS_1


__ADS_2