
“Jalan, pak.”perintah Kevin ketika ia sudah duduk lagi
di samping Delina. “Sayang, pakai ini ya. Aku tahu kamu gak suka, tapi pakai
ini ke kantor ayah ya.” Delina mengangguk menurut.
Kevin membantu memakaikan set perhiasan itu ke
bagian tubuh Delina. Saat memakaikan kalung, Delina mengangkat kain tipis yang
menutupi rambutnya. Tengkuk putih Delina menggoda Kevin untuk menciumnya.
“Hubby... malu, ada pak sopir.”bisik Delina. Kevin
melirik tajam ke kaca spion, sopir itu langsung tanggap melipat spion tengah ke
arah lain. Pak sopir tersenyum maklum mendengar kemesraan mereka berdua di
belakang sana. Delina mendorong Kevin yang ingin melakukan hal itu di dalam
mobil. Wajah Delina sangat merah sampai ke telinganya juga. “Kamu malu ya.”ujar
Kevin.
Delina mengangguk, sopir berdehem, mereka sudah
sampai di lobby kantor Alvin.
“Ayo turun, sayangku.”ajak Kevin mesra.
“Hubby aja yang turun ya. Malu dilihat orang.”saut
Delina enggan.
“Kamu istriku, aku gak peduli orang bilang apa.
Kamu ikut aku atau kita lanjutin yang tadi disini.”
Delina memilih ikut turun bersama Kevin. Sopir
membawakan dua rantang di tangannya, hendak menyusul mereka. Tapi Delina ingin
membawa rantang itu sendiri. Kevin mengambil salah satu rantang di tangan Delina,
tangan yang satunya menggenggam tangan Delina.
Keduanya berjalan memasuki lobby kantor diiringi
tatapan kepo orang-orang disana. Pasalnya Kevin tidak pernah menggandeng wanita
yang pakaiannya tertutup semua seperti Delina. Minimal kalau pakai gaun
panjang, belahan di pinggirnya sampai ke pangkal paha.
Kevin tersenyum senang bisa mengajak Delina ke
kantor Alvin. Ia ingin memperkenalkan Delina pada semua karyawannya, tapi
melihat jam sudah hampir jam 11, Kevin langsung membawa Delina masuk ke lift khusus
presdir.
“Wow!” Delina menatap keluar melalui lift yang
transparan terbuat dari kaca. Seisi kantor terlihat dari sana, mulai dari lobby
sampai terus keatas.
“Apa kau suka disini?”tanya Kevin memeluk pinggang Delina.
“Hubby, nanti ada yang liat. Jangan peluk disini.”
“Jadi dimana aku boleh meluk kamu? Di ranjang?”goda
Kevin genit.
Kevin tersenyum melihat rona merah di telinga
Delina. Ia membalik tubuh Delina dengan cepat, Kevin hampir mendekat mencium
Delina lagi. Tapi pintu lift sudah terbuka di depan ruangan Alvin.
“Ayo, sayang.”
__ADS_1
Delina mengikuti Kevin keluar dari lift, ia melihat
dua buah meja dikiri dan dikanan sebuah pintu besar.
“Selamat siang, tuan muda Kevin.”sapa seorang
wanita cantik dan seksi.
“Siang, Nana. Ayah ada?”tanya Kevin sambil menatap
Delina.
“Tuan besar sedang ada tamu, tuan muda.”
“Oh, tamu penting? Aku perlu ketemu ayah sekarang.”pinta
Kevin.
“Ada tuan Andi dari HK Group bersama putrinya, nona
Monica, tuan muda. Saya tanyakan dulu.”
Wanita bernama Nana itu memperhatikan Delina dari
atas sampai ke bawah dengan senyum ramahnya. Ia menelpon ke dalam, memberi tahu
pada Alvin kalau Kevin mau bertemu. Alvin bertanya apa Kevin bersama seorang
wanita berkerudung dan Nana mengiyakan.
“Cepat suruh mereka masuk.”pinta Alvin langsung
menutup telponnya.
Nana mempersilakan Kevin masuk bersama Delina. Ia
membuka pintu ruang kerja Alvin lebih lebar agar Kevin dan Delina bisa masuk
bersamaan. Alvin tampak duduk di sofa besar bersama seorang pria paruh baya dan
wanita muda yang sangat cantik.
“Ina, kamu sudah datang. Dimana cemilan ayah?”tanya
Delina menatap Kevin yang sudah menatapnya sambil
tersenyum, “Iya... ayah. Ini sudah Delina bawa.”saut Delina sambil tersenyum.
Kening tuan Andi mengkerut melihat penampilan
Delina yang sangat tertutup, berbeda dengan putrinya yang menonjolkan asetnya
dan paha mulusnya. Ekspresi tuan Andi hampir sama dengan Monica, ia hanya
menatap Delina sekilas dan langsung fokus lagi ke Kevin.
“Tuan Andi, apa kabar?”sapa Kevin ramah. Ia
menyalami pria paruh baya itu tapi melewati Monica begitu saja.
“Kevin, apa kabar?”sapa Monica dengan manjanya. Ia
hampir berdiri tapi Kevin keburu menuntun Delina menuju meja kopi di sudut
ruangan. Monica mencebik kesal merasa diacuhkan Kevin.
“Siapa dia, tuan Alvin?”tanya tuan Andi kepo. Ia
merasa sedikit tersinggung karena putrinya tidak cukup menarik perhatian Kevin.
“Dia, Delina. Menantuku.”saut Alvin santai.
“Uhuk, uhuk.”tuan Andi tersedak liurnya sendiri.
“Maksud tuan, tuan muda Kevin sudah menikah?”
“Ya begitulah. Kami belum sempat mengadakan pesta.
Kevin masih sibuk dengan pekerjaannya, Delina juga begitu.”
Monica melirik sebal melihat Delina dan Kevin
sangat dekat satu sama lain. Kevin tidak mau melepaskan tangannya dari pinggang
__ADS_1
Delina yang sedang sibuk menyajikan cemilan Alvin. “Delina, sayang. Habis ini
kita ke ruanganku ya.”bisik Kevin setelah menyibak rambut dan kerudung Delina.
Ditiupnya tengkuk Delina, membuat wanita itu
merinding.
Trak! Delina tidak sengaja menjatuhkan sendok kecil
diatas piring karena ulah Kevin. “Hubby...”tegur Delina.
“Maaf, sayang. Ayo, cepetan hidangkan.”
Delina membawa piring cemilan Alvin lalu
menghidangkannya di depan Alvin. “Makasih, Ina. Kopiku juga sekalian ya.”
“Iya, ayah.”
Delina kembali ke meja kopi, Kevin sudah duduk di
kursi di dekat meja kopi itu. Ia tidak berhenti menatap Delina, “Hubby mau
juga, cemilannya?”tanya Delina siap menyajikan piring kedua.
“Aku mau kamu, sayang.”
Delina tersenyum malu, setelah melewati malam
pertama mereka, Kevin semakin berani menggodanya. Tuan Andi menelan liurnya
melihat cemilan yang dihidangkan Delina.
“Tuan Andi, apa masih ada yang perlu kita bahas?”tanya
Alvin.
Alvin sudah tidak sabar ingin memakan cemilannya,
ia tidak bisa makan selama tuan Andi masih ada diruangannya. Tuan Andi merasa
Alvin sedang mengusirnya, ia berpamitan dengan alasan sudah ada janji lain.
Monica yang masih ingin disana, terpaksa menuruti papanya. Padahal ia ingin
mengobrol dulu dengan Kevin sebelum pergi.
Sepeninggal tuan Andi dan nona Monica, Alvin
langsung menikmati cemilannya. Kevin dan Delina bergabung dengannya. Delina
tersenyum melihat Alvin dan Kevin menghabiskan cemilan buatannya. Keanu masuk
tepat waktu, “Hai, Delina.”sapa Keanu ramah.
“Halo, tuan Keanu.”
Keanu hampir menjawab Delina lagi, tapi Kevin
keburu menyuruhnya keluar. “Keanu, keluar lo. Tunggu gue diluar. Sana.”usir
Kevin mengibaskan tangannya. Keanu terpaksa keluar dari ruangan Alvin. “Delina,
kamu tunggu disini ya. Aku ada meeting bentar. Kamu disini sama ayah ya.”
Delina hanya mengangguk. Lebih baik ia menunggu
Kevin bersama Alvin daripada sendirian. Lagipula, buku yang terpasang di dekat
meja kopi tadi menarik perhatiannya. Kevin pergi keluar setelah menitipkan
Delina pada Alvin.
Tak lama, Alvin juga keluar dari ruangannya karena
ada meeting juga. Saat Delina sedang sendirian di ruang kerja Alvin, seseorang
masuk ke dalam sana. Ia terkejut melihat Delina ada disana.
*****
Like, vote, komen dong kk, tinggalkan jejakmu di novel
__ADS_1
saya. Beri semangat untuk saya agar bisa up tiap hari ya.