Penjahit Hati

Penjahit Hati
Episode 73


__ADS_3

“Jalan, pak.”perintah Kevin ketika ia sudah duduk lagi


di samping Delina. “Sayang, pakai ini ya. Aku tahu kamu gak suka, tapi pakai


ini ke kantor ayah ya.” Delina mengangguk menurut.


Kevin membantu memakaikan set perhiasan itu ke


bagian tubuh Delina. Saat memakaikan kalung, Delina mengangkat kain tipis yang


menutupi rambutnya. Tengkuk putih Delina menggoda Kevin untuk menciumnya.


“Hubby... malu, ada pak sopir.”bisik Delina. Kevin


melirik tajam ke kaca spion, sopir itu langsung tanggap melipat spion tengah ke


arah lain. Pak sopir tersenyum maklum mendengar kemesraan mereka berdua di


belakang sana. Delina mendorong Kevin yang ingin melakukan hal itu di dalam


mobil. Wajah Delina sangat merah sampai ke telinganya juga. “Kamu malu ya.”ujar


Kevin.


Delina mengangguk, sopir berdehem, mereka sudah


sampai di lobby kantor Alvin.


“Ayo turun, sayangku.”ajak Kevin mesra.


“Hubby aja yang turun ya. Malu dilihat orang.”saut


Delina enggan.


“Kamu istriku, aku gak peduli orang bilang apa.


Kamu ikut aku atau kita lanjutin yang tadi disini.”


Delina memilih ikut turun bersama Kevin. Sopir


membawakan dua rantang di tangannya, hendak menyusul mereka. Tapi Delina ingin


membawa rantang itu sendiri. Kevin mengambil salah satu rantang di tangan Delina,


tangan yang satunya menggenggam tangan Delina.


Keduanya berjalan memasuki lobby kantor diiringi


tatapan kepo orang-orang disana. Pasalnya Kevin tidak pernah menggandeng wanita


yang pakaiannya tertutup semua seperti Delina. Minimal kalau pakai gaun


panjang, belahan di pinggirnya sampai ke pangkal paha.


Kevin tersenyum senang bisa mengajak Delina ke


kantor Alvin. Ia ingin memperkenalkan Delina pada semua karyawannya, tapi


melihat jam sudah hampir jam 11, Kevin langsung membawa Delina masuk ke lift khusus


presdir.


“Wow!” Delina menatap keluar melalui lift yang


transparan terbuat dari kaca. Seisi kantor terlihat dari sana, mulai dari lobby


sampai terus keatas.


“Apa kau suka disini?”tanya Kevin memeluk pinggang Delina.


“Hubby, nanti ada yang liat. Jangan peluk disini.”


“Jadi dimana aku boleh meluk kamu? Di ranjang?”goda


Kevin genit.


Kevin tersenyum melihat rona merah di telinga


Delina. Ia membalik tubuh Delina dengan cepat, Kevin hampir mendekat mencium


Delina lagi. Tapi pintu lift sudah terbuka di depan ruangan Alvin.


“Ayo, sayang.”

__ADS_1


Delina mengikuti Kevin keluar dari lift, ia melihat


dua buah meja dikiri dan dikanan sebuah pintu besar.


“Selamat siang, tuan muda Kevin.”sapa seorang


wanita cantik dan seksi.


“Siang, Nana. Ayah ada?”tanya Kevin sambil menatap


Delina.


“Tuan besar sedang ada tamu, tuan muda.”


“Oh, tamu penting? Aku perlu ketemu ayah sekarang.”pinta


Kevin.


“Ada tuan Andi dari HK Group bersama putrinya, nona


Monica, tuan muda. Saya tanyakan dulu.”


Wanita bernama Nana itu memperhatikan Delina dari


atas sampai ke bawah dengan senyum ramahnya. Ia menelpon ke dalam, memberi tahu


pada Alvin kalau Kevin mau bertemu. Alvin bertanya apa Kevin bersama seorang


wanita berkerudung dan Nana mengiyakan.


“Cepat suruh mereka masuk.”pinta Alvin langsung


menutup telponnya.


Nana mempersilakan Kevin masuk bersama Delina. Ia


membuka pintu ruang kerja Alvin lebih lebar agar Kevin dan Delina bisa masuk


bersamaan. Alvin tampak duduk di sofa besar bersama seorang pria paruh baya dan


wanita muda yang sangat cantik.


“Ina, kamu sudah datang. Dimana cemilan ayah?”tanya


Delina menatap Kevin yang sudah menatapnya sambil


tersenyum, “Iya... ayah. Ini sudah Delina bawa.”saut Delina sambil tersenyum.


Kening tuan Andi mengkerut melihat penampilan


Delina yang sangat tertutup, berbeda dengan putrinya yang menonjolkan asetnya


dan paha mulusnya. Ekspresi tuan Andi hampir sama dengan Monica, ia hanya


menatap Delina sekilas dan langsung fokus lagi ke Kevin.


“Tuan Andi, apa kabar?”sapa Kevin ramah. Ia


menyalami pria paruh baya itu tapi melewati Monica begitu saja.


“Kevin, apa kabar?”sapa Monica dengan manjanya. Ia


hampir berdiri tapi Kevin keburu menuntun Delina menuju meja kopi di sudut


ruangan. Monica mencebik kesal merasa diacuhkan Kevin.


“Siapa dia, tuan Alvin?”tanya tuan Andi kepo. Ia


merasa sedikit tersinggung karena putrinya tidak cukup menarik perhatian Kevin.


“Dia, Delina. Menantuku.”saut Alvin santai.


“Uhuk, uhuk.”tuan Andi tersedak liurnya sendiri.


“Maksud tuan, tuan muda Kevin sudah menikah?”


“Ya begitulah. Kami belum sempat mengadakan pesta.


Kevin masih sibuk dengan pekerjaannya, Delina juga begitu.”


Monica melirik sebal melihat Delina dan Kevin


sangat dekat satu sama lain. Kevin tidak mau melepaskan tangannya dari pinggang

__ADS_1


Delina yang sedang sibuk menyajikan cemilan Alvin. “Delina, sayang. Habis ini


kita ke ruanganku ya.”bisik Kevin setelah menyibak rambut dan kerudung Delina.


Ditiupnya tengkuk Delina, membuat wanita itu


merinding.


Trak! Delina tidak sengaja menjatuhkan sendok kecil


diatas piring karena ulah Kevin. “Hubby...”tegur Delina.


“Maaf, sayang. Ayo, cepetan hidangkan.”


Delina membawa piring cemilan Alvin lalu


menghidangkannya di depan Alvin. “Makasih, Ina. Kopiku juga sekalian ya.”


“Iya, ayah.”


Delina kembali ke meja kopi, Kevin sudah duduk di


kursi di dekat meja kopi itu. Ia tidak berhenti menatap Delina, “Hubby mau


juga, cemilannya?”tanya Delina siap menyajikan piring kedua.


“Aku mau kamu, sayang.”


Delina tersenyum malu, setelah melewati malam


pertama mereka, Kevin semakin berani menggodanya. Tuan Andi menelan liurnya


melihat cemilan yang dihidangkan Delina.


“Tuan Andi, apa masih ada yang perlu kita bahas?”tanya


Alvin.


Alvin sudah tidak sabar ingin memakan cemilannya,


ia tidak bisa makan selama tuan Andi masih ada diruangannya. Tuan Andi merasa


Alvin sedang mengusirnya, ia berpamitan dengan alasan sudah ada janji lain.


Monica yang masih ingin disana, terpaksa menuruti papanya. Padahal ia ingin


mengobrol dulu dengan Kevin sebelum pergi.


Sepeninggal tuan Andi dan nona Monica, Alvin


langsung menikmati cemilannya. Kevin dan Delina bergabung dengannya. Delina


tersenyum melihat Alvin dan Kevin menghabiskan cemilan buatannya. Keanu masuk


tepat waktu, “Hai, Delina.”sapa Keanu ramah.


“Halo, tuan Keanu.”


Keanu hampir menjawab Delina lagi, tapi Kevin


keburu menyuruhnya keluar. “Keanu, keluar lo. Tunggu gue diluar. Sana.”usir


Kevin mengibaskan tangannya. Keanu terpaksa keluar dari ruangan Alvin. “Delina,


kamu tunggu disini ya. Aku ada meeting bentar. Kamu disini sama ayah ya.”


Delina hanya mengangguk. Lebih baik ia menunggu


Kevin bersama Alvin daripada sendirian. Lagipula, buku yang terpasang di dekat


meja kopi tadi menarik perhatiannya. Kevin pergi keluar setelah menitipkan


Delina pada Alvin.


Tak lama, Alvin juga keluar dari ruangannya karena


ada meeting juga. Saat Delina sedang sendirian di ruang kerja Alvin, seseorang


masuk ke dalam sana. Ia terkejut melihat Delina ada disana.


*****


Like, vote, komen dong kk, tinggalkan jejakmu di novel

__ADS_1


saya. Beri semangat untuk saya agar bisa up tiap hari ya.


__ADS_2