PENYESALAN TERDALAM CEO AROGAN

PENYESALAN TERDALAM CEO AROGAN
Behind The Scene


__ADS_3

"Aku tidak ingin membicarakan asmara. Aku ingin fokus menjalankan usaha saja." Lilia menolak mengatakan hal yang sesungguhnya.


Jake terdiam. Ia melihat sisi lain dari Lilia yang membuatnya tertegun. Tak menyangka jika Lilia akan menutupi hal ini di hadapannya. Jake pun menyadari jika Lilia bukanlah seperti Lea yang suka mengumbar hal pribadi untuk mencari simpatik orang lain.


"Baiklah. Aku hanya memastikan saja. Sedang jawabannya, aku sudah tahu sebelum kau mengatakannya," terang Jake.


Sontak Lilia melihat ke arah Jake. "Jadi?!"


Jake mengangguk. Ia memegang tangan Lilia. "Izinkan aku memperbaiki semuanya," pinta Jake yang membuat getaran di hati Lilia hidup kembali.


Jake ....

__ADS_1


Lilia tak percaya jika Jake akan serius padanya. Bagi Lilia, mustahil sekali Jake menjemputnya setelah apa yang terjadi di kantor waktu itu. Sedang bagi Jake, diterima kehadirannya saja sudah membuat hatinya senang. Apalagi sampai bisa bertatapan langsung dengan Lilia. Jake bahagia.


Jake menyadari betapa besar kesalahannya waktu itu terhadap Lilia. Ia pun membenci dirinya sendiri. Tapi ia tahu jika meratap juga tidak ada gunanya. Sehingga ia ingin memperbaiki semuanya. Jake yakin dengan apa yang ia punya dapat membahagiakan Lilia. Karena selama ini hubungan mereka hanya terbentur perjanjian saja.


Jake merasakan kembali getaran kehidupan yang selama ini tidak benar-benar ia indahkan. Jake pun berjanji akan memperbaiki semua yang terjadi. Ia tidak akan menyia-nyiakan Lilia lagi. Ia akan mencoba mengerti keinginan Lilia tanpa perlu dikatakan. Perpisahan itu benar-benar membuatnya menyesal dan ingin segera baikan.


Lilia, maafkan aku yang harus berbuat licik untuk mendapatkanmu kembali.


Waktu itu...


Smith dan Jake duduk bersama di sofa tamu ruangan. Keduanya disajikan teh hangat oleh Lara. Jake pun segera memulai pembicaraannya.

__ADS_1


"Sepertinya kedatangan Anda membawakan kabar gembira untukku, Tuan Smith." Jake menduga. Ia menghidupkan puntung rokoknya.


Smith meneguk teh yang disajikan. "Aku tak menyangka jika putraku akan datang menemuimu. Apakah terjadi sesuatu pada pembicaraan kalian?" Smith ingin tahu.


Jake tersenyum simpul. "Tenang saja. Semuanya aman terkendali. Sepertinya Anda juga berhasil melancarkan aksi," singgung Jake kepada Smith.


"Aku harap apa yang aku lakukan bisa menebus kesalahan putraku. Aku telah mengembalikan kucingmu." Smith menuturkan.


Jake mengembuskan asap rokoknya. "Kau bisa memegang ucapanku, Tuan Smith. Aku tidak akan mengusiknya lagi. Anda tenang saja." Jake tersenyum senang.


Diam-diam tanpa sepengetahuan Alexander, Smith mendatangi relasi perusahaan Alexander dan membicarakan proyek menguntungkan. Relasi lama Alexander pun mulai berdatangan dan menyibukkan Alexander beberapa hari ini. Sehingga ia tidak lagi sempat untuk menemui Lilia. Alexander sengaja dibuat sibuk oleh ayahnya. Tentunya dengan bantuan dari Jake juga. Mereka diam-diam merangkai skenario agar Alexander tidak sampai memerhatikan Lilia.

__ADS_1


Hal itu tentu saja berhasil mereka lakukan. Bukan tanpa alasan juga Smith melakukannya. Ia sadar jika sudah lanjut usia. Tidak mungkin dapat melindungi Alexander selamanya. Maka dari itulah ia bergerak cepat untuk mengembalikan kepunyaan Jake. Karena menurut Smith, hanya dengan cara itulah ia bisa hidup tenang tanpa dihantui rasa was-was akan tindakan Jake kedepannya. Karena bagaimanapun Smith tahu tindak-tanduk Jake yang sebenarnya.


__ADS_2