PENYESALAN TERDALAM CEO AROGAN

PENYESALAN TERDALAM CEO AROGAN
I am Lilia Hana


__ADS_3

Beberapa hari kemudian...


Siang hari yang cerah, awan putih berarak menghiasi langit biru. Burung-burung berterbangan di angkasa dengan senangnya. Beberapa di antaranya ada yang hinggap di pagar teras apartemen seorang wanita cantik. Sedang yang lainnya bertengger di tempat lain. Burung-burung itu bersenandung ria bersama pasangannya. Wanita itu pun tersenyum melihat pasangan burung tersebut.


"Sudah seminggu saja aku berada di sini."


Wanita itu adalah Lilia. Seorang wanita dengan tubuh sintal nan menggoda. Ia memiliki bola mata besar bak Jupiter. Ia juga mempunyai daya sensualitas tinggi yang mampu membuat lawannya mabuk kebayang. Tak ayal semua pekerjaannya berjalan lancar selama ini. Namun sayangnya, misi terakhirnya harus gagal di tangan seorang CEO berwajah muram. Siapa lagi kalau bukan Jake Thompson.


Waktu terasa berlalu begitu cepat. Lilia merasa baru kemarin menginjakkan kakinya ke negeri pencakar langit ini. Tapi sekarang sudah memasuki akhir pekan waktu Dubai dan sekitarnya. Dan kini ia sedang duduk di depan meja laptop sambil menyeruput kopi robusta yang nikmat. Lilia sibuk mengetik naskah di laptopnya. Ia mencari kesibukan agar penantiannya tidak terasa lama. Karena hanya hal itu yang bisa ia lakukan selama ditinggal Alexander bekerja.

__ADS_1


Lilia bersama Alexander pergi ke Dubai bukan tanpa alasan. Melainkan untuk mendapatkan pundi-pundi emas yang lebih besar. Alexander bersama timnya juga bekerja full time beberapa hari ini. Ia pergi di waktu matahari belum terbit dan pulang saat hampir pertengahan malam. Sehingga saat ia kembali tentunya menjumpai Lilia sudah terlelap dalam mimpi. Mereka hanya bisa bertemu di pagi hari.


Karena hal itulah kini Lilia mencoba profesi baru. Ia menekuni bidang penulisan yang baru-baru ini disukai. Ia ingin menceritakan kisah hidupnya ke dalam sebuah naskah romansa. Yang mana saat ini memang ada rumah produksi yang siap menerimanya. Dan Lilia akan mencobanya.


"Waktunya dua minggu lagi. Semoga bisa cepat selesai sebelum deadline." Lilia melihat kalender di meja laptopnya.


Lilia tidak tahu apakah ceritanya layak ditayangkan atau tidak. Karena ia merasa kisah hidupnya itu banyak mengandung unsur dewasa. Tapi ia terus berusaha untuk membukukan kisahnya. Berharap suatu hari nanti ada yang tertarik untuk meminangnya. Lilia ingin mendapatkan pemasukan dari profesi barunya.


Lilia melihat jam di dinding ruangan yang telah menunjukkan pukul dua siang lewat empat puluh menit. Tapi sayangnya, Alexander belum pulang juga dari kantornya. Ia amat sibuk sampai-sampai mengirim pesan pun jarang ke Lilia. Lilia sendiri tidak tahu bagaimana kesibukannya. Ia hanya bisa mensupport Alexander dari belakang.

__ADS_1


"Hah ... lelahnya."


Sedari pagi wanita bertubuh sintal itu sibuk menulis kisah hidupnya. Hingga akhirnya ia memutuskan beristirahat sejenak dari aktivitasnya. Lilia ingin menghibur dirinya sendiri sambil menunggu kepulangan Alexander. Ia pun merebahkan diri di atas sofa ruang tamunya.


"Apa kabar Angelina, ya?"


Tiba-tiba Lilia teringat dengan sahabat baiknya, Angelina. Ia pun ingin menghubungi Angelina siang ini. Tapi saat itu juga ia khawatir keberadaannya akan diketahui. Lilia pun mengurungkan niatnya untuk menghubungi Angelina.


"Mungkin tidur siang saja."

__ADS_1


Lantas ia membaringkan tubuh di atas sofa sambil menatap langit-langit ruangan. Ia pun mengingat kembali apa yang telah terjadi selama ini. Saat itu juga ia ingin cepat-cepat mengakhiri kesendiriannya. Lilia sudah siap menjadi seorang ibu rumah tangga. Ia ingin mengabdi kepada suaminya.


__ADS_2