PENYESALAN TERDALAM CEO AROGAN

PENYESALAN TERDALAM CEO AROGAN
Happy Morning


__ADS_3

Jake mengirimkan pesan kepada timnya. /Kerja yang bagus. Tunggu instruksi selanjutnya./ Ia mengirim pesan seperti itu.


Lantas, mobil Jake pun akhirnya sampai di perempatan lampu merah. Ia kemudian meminta supirnya untuk berhenti tepat di samping Lilia. Jake pun melihat bagaimana wajah imut itu memakai helmnya. Saat itu juga Jake tersenyum melihatnya.


Apa yang harus kukatakan pada dunia jika pergi jauh hanya untuk menemuimu, Lilia?


Jake menertawai dirinya sendiri. Ia merasa bodoh kali ini. Sedang Lilia tampak melihat keadaan sekelilingnya. Ia juga melihat ke arah mobil yang ada di sampingnya. Saat itu juga Jake bersembunyi agar tidak ketahuan Lilia. Tubuhnya mundur dengan cepat ke belakang. Lilia pun kembali fokus melihat ke depan.


Lampu hijau akhirnya hidup. Para pengendara mulai melaju menuju tempat tujuannya. Begitu juga dengan Lilia yang di sana. Ia akan segera kembali ke tempat penginapannya. Sebuah motel kecil di pinggiran kota.


Esok paginya...

__ADS_1


Pagi hari Lilia sudah tiba di tokonya. Padahal matahari baru saja terbit di ufuk timur. Ia benar-benar tidak menyediakan cela untuk mengingat kembali rasa sakit yang melanda hatinya. Lilia mengisi waktu dengan fokus menjalankan usahanya. Meskipun merintis, Lilia terus bersemangat menjalaninya.


Jam di dinding toko baru saja menunjukkan pukul enam pagi waktu sekitarnya. Ia sengaja memulai hari di toko agar lebih bersemangat mengais rezeki. Toko dua lantai miliknya itu pun tampak sepi pagi ini. Hanya sekitarannya saja yang ramai karena tak jauh dari pasar. Banyak penduduk setempat yang hilir mudik melewatinya.


"Baiklah, Lilia. Semangat!"


Lilia berkaca di depan cermin seraya memberi semangat kepada dirinya sendiri. Ia pun mulai merapikan tokonya. Menyapunya, mengepelnya, hingga menata kue-kue yang ada di raknya. Ia mempercantik tokonya sendiri karena belum mampu untuk menggaji. Ia mengerjakan semuanya sendiri.


Setelah membersihkan toko, Lilia menghidupkan kipas angin yang ada di sana. Ia juga menyemprotkan aroma terapi agar tokonya lebih harum dan segar. Lilia pun lekas mandi sebelum menjaga tokonya lagi. Ia segera masuk ke kamar mandi untuk melepas lelahnya. Ia adalah wanita tangguh yang berjuang demi kehidupannya. Lilia ingin mendapatkan uang dari jalan yang lebih baik lagi.


Lilia datang ke toko setiap pagi dan tiba pada pukul enam atau lebih. Setelahnya ia membereskan sendiri semua tatanan kue ataupun rotinya. Ia pun mandi dan sarapan di sana. Hingga akhirnya ia siap menjaga tokonya kembali.

__ADS_1


Keuntungan yang Lilia dapatkan tidaklah banyak. Tapi ia terus berjuang untuk kehidupannya. Merintis usaha memang pahit rasanya. Tapi jika dikerjakan dengan gigih, maka akan mendapatkan hasilnya. Begitulah yang diyakini Lilia.


Toko Lilia sendiri buka pada pukul delapan pagi dan tutup pada pukul enam sore. Kurang lebih waktunya bisa disesuaikan dengan keadaan pasar. Karena toko Lilia hanya berjarak beberapa ratus meter dari pasar yang ada di sana. Sehingga tokonya menjadi tempat hilir-mudik para pedagang dan pembeli yang ada di sana. Karena hal itu jugalah Lilia tidak takut sendirian menjaga tokonya.


Pukul 8.30 waktu kota dan sekitarnya...


Lilia mengenakan seragam biru langit dan celemek panjang di bagian depannya. Ia pun menguncir rambutnya bak anak kecil yang imut. Lilia merubah penampilannya saat berjaga toko. Ia ingin kelihatan lebih menarik dari yang sebelumnya. Meski tidak mewah, ia tetap terlihat bersih dan bersahaja.


.........


...Lilia Hana...

__ADS_1



__ADS_2