
Sementara itu...
Smith kini sudah berada di rumah besarnya. Namun, ia tampak risau setelah kedatangan Jake tadi. Ia merasa harus cepat bertindak di tengah aktivitasnya yang padat. Terlebih hal ini berkaitan dengan putranya.
Alexander adalah putra satu-satunya yang Smith miliki. Sehingga ia berharap banyak kepada putranya untuk menjadi penerus usahanya selama ini. Namun, Alexander menolaknya mentah-mentah. Ia tidak ingin berkecimpung di dunia bisnis ayahnya. Alexander lebih tertarik dengan bidang arsitektur bangunan.
Sebenarnya mudah saja bagi Smith untuk memaksakan kehendak kepada Alexander. Namun ia tidak mau membuat Alexander lebih membenci dirinya. Karena Alexander adalah satu-satunya harapan yang dimilikinya. Smith menyadari jika kini ia sudah lanjut usia. Ia membutuhkan penerus untuk usaha dan kerja kerasnya.
"Halo?"
__ADS_1
Di malam yang dingin ini ia menerima telepon dari seseorang. Tampak dirinya yang berdiri di dekat jendela kamar sambil melihat halaman rumah yang luas. Tak berapa lama wajahnya pun terlihat terkejut bukan main. Ia seperti tak percaya mendengar pemaparan yang disampaikan oleh seseorang di seberang sana. Smith memutuskan sambungan teleponnya dalam sekejap.
"Astaga ...."
Telepon itu ternyata berisi informasi mengenai wanita yang dimaksud oleh Jake. Namun, betapa terkejutnya Smith saat mengetahui latar belakang wanita itu. Smith tak menyangka jika wanita itu adalah seorang penggoda, Lilia Hana.
"Alexander, kau dalam masalah besar, Nak."
Selama ini Smith merasa putranya tidak pernah tertarik dengan hal-hal yang berbau asmara. Tapi ia begitu terkejut saat tahu dengan siapa Alexander menjalin hubungan cinta. Selama ini Alexander juga selalu menolak tawaran bisnisnya. Tapi malam ini ia harus menerima kenyataan jika putranya telah jatuh ke pelukan seorang wanita penggoda. Smith sangat tak menyangka sekali.
__ADS_1
"Alexander, apa yang telah kau lakukan?"
Smith tak percaya. Ia merasa bingung dengan sikap anaknya yang membuat masalah. Ia tahu siapa Jake, ia juga tahu bagaimana putranya. Tapi ia juga tidak mungkin meninggalkan kesibukannya demi mengurusi seorang wanita. Smith merasa harus bicara pada anaknya.
"Selama ini kau menolak tawaran ayah. Tapi kenapa malah menjalin hubungan dengan wanita penggoda? Setan apa yang telah merasukimu, Nak? Hingga membuat dirimu lupa siapa dirimu itu?"
Smith terduduk di sofa kamar lalu mengambil napas dalam-dalam. Ia menelepon pengawalnya agar segera datang. Ia akan melakukan sesuatu demi keamanan putranya. Ia tidak ingin mencari masalah atau ribut-ribut karena masalah wanita. Smith harus tetap menjaga wibawanya.
Kembali ke apartemen Jake...
__ADS_1
Sunyi, sepi, senyap, itulah keadaan di sekitar Jake saat ini. Pria berkaus putih itu untuk yang pertama kalinya menyeduh susu, menemani kesendiriannya malam ini. Ia menatap perkotaan yang masih ramai oleh lalu-lintas kendaraan. Padahal waktu sudah hampir menunjukkan pukul dua belas malam.
Jake merasa kesepian. Hatinya mulai dilanda kebutuhan yang tidak dapat dijelaskan. Ingatan akan seorang wanita pun terbayang di alam pikirannya. Bagaimana seseorang itu berbicara padanya, bermanja, bertutur kata yang menggoda. Hingga akhirnya rasa sesal itu mulai melanda hatinya.