PENYESALAN TERDALAM CEO AROGAN

PENYESALAN TERDALAM CEO AROGAN
Agreement


__ADS_3

Lilia dan Bian bekerja di dunia yang sama namun berbeda tujuan. Karena itulah mereka seringkali bertemu dan mematahkan. Namun sayangnya, Lilia selalu menang atas Bian. Dan hal terparah yang pernah Lilia lakukan adalah mengadukan perselingkuhan Bian kepada istri sah dari bos besar yang Bian dekati. Sehingga hal itu membuat Bian masuk rumah sakit dengan luka yang bertubi-tubi. Bian juga harus mendapat cemoohan dari banyak orang. Tak lain dan tak bukan karena pengaduan Lilia. Keduanya bak kucing yang selalu saja bertengkar.


"Nona Bian, aku telah memberimu uang muka sebanyak seratus juta. Berikan padaku kabar gembira atas uang yang kau terima. Jangan menundanya apalagi mengingkarinya. Karena aku tidak suka menunggu. Aku juga tidak segan melakukan kekerasan." Lea berkata lagi yang membuat Bian berpikir cepat untuk menyelamatkan diri.


Bian mengingat-ingat hal apa saja yang berhasil ia lakukan selama ini untuk menggoda Jake. "Nyonya, aku sudah berusaha keras untuk menggoda tuan. Tapi tuan memang tidak pernah memberi peluang untukku sama sekali. Sampai detik ini pun aku tidak diperbolehkan masuk ke dalam ruangannya setelah kejadian itu." Bian menceritakan.


"Kejadian itu?" Lea mulai serius.


"Ya. Kejadian di mana Lilia datang dan melihatku sedang menggoda tuan," kata Bian lagi.

__ADS_1


"Lalu?" Lea antusias mendengarkannya.


"Tuan bilang jika dia tidak membutuhkan Lilia lagi. Tuan mengusir Lilia dari ruangannya." Bian menceritakan.


Saat itu juga Lea tertegun sejenak kala mendengar cerita dari Bian. Ia berpikir mengenai hal yang terjadi. Ia sedikit tak percaya jika Lilia sampai diusir oleh Jake. Sedang romansa keduanya telah tercium oleh media. Lea pun meneguk gelas minumannya dengan perlahan. Hingga akhirnya ia letakkan kembali gelas minumannya itu ke atas meja.


Bian menelan ludahnya. "Baik, Nyonya." Hanya itu yang bisa ia katakan.


Lea beranjak berdiri. Ia mengambil tasnya dari atas meja. "Jalankan tugasmu dan hancurkan dua orang sekaligus. Aku menginginkan kabar baik. Jika tidak, kau akan menerima konsekuensinya." Lea pun beranjak pergi, meninggalkan Bian yang masih duduk di kursi.

__ADS_1


"Iya, Nyonya." Bian mengangguk lagi.


Lea tersenyum simpul. Ia kemudian pergi begitu saja tanpa meninggalkan apapun untuk Bian. Bian pun hanya bisa menelan ludahnya sambil menatap kepergian istri dari Jake tersebut. Ancaman dari Lea seolah-olah terngiang-ngiang di telinganya. Rasa takut pun muncul di benaknya. Bian merasa keselamatannya terancam.


Nyonya, baru kutahu bagaimana dirimu yang sesungguhnya.


Lea tidak meninggalkan uang untuk Bian malam ini. Ia hanya memberi janji besar kepada Bian jika berhasil menjalankan tugas darinya. Yang mana jika Bian mampu menjatuhkan dua orang sekaligus, Lea akan memberikan bonus yang fantastis. Tapi, apakah mungkin Bian mampu melakukannya? Sedang selama ini saja ia selalu kalah dari Lilia.


Lantas Bian ikut mengambil tasnya. Ia beranjak pergi dari bar itu dengan perasaan yang berkecamuk. Ia merasa berada di situasi sulit saat ini. Terlebih Lea menuntutnya untuk cepat-cepat memberikan kabar baik. Ia berpikir kembali mengenai kontrak perjanjian yang telah disepakati. Hatinya ragu untuk meneruskan perjanjian ini. Tapi apakah Lea akan berdiam diri jika Bian lari?

__ADS_1


__ADS_2