
Sementara itu...
Seorang pria datang ke kuil bersama supirnya. Ia meminta supirnya untuk tetap menunggu di mobil. Sedangkan ia keluar menuju kuil itu. Kuil di mana pernah terukir kisah tentangnya.
Ialah Jake Thompson yang datang ke kuil festival. Tempat di mana pertama kali ia ngedate bersama Lilia. Ya, katakanlah seperti itu. Karena malam itu benar-benar berarti baginya. Di mana ia mengingat perkataan Lilia dan perkataan itu membuat hatinya tersadarkan.
"Tuan, tolong jangan berlaku kasar padaku. Aku juga manusia."
Kalimat yang diucapkan Lilia mampu menyadarkan Jake dari sikap arogannya selama ini. Kalimat itu jugalah yang mengetuk hati Jake untuk bersikap lebih baik kepadanya. Yang mana malamnya ia menjemput Lilia di kuil seorang diri. Lilia pun tak percaya dengan kedatangannya.
Jake adalah cinta pertama Lilia. Sedang percaya atau tidak, Lilia juga wanita pertama bagi Jake. Hanya Lilia seorang yang pernah melihat setiap inchi dari tubuh pria itu. Sehingga karena hal itu juga lah Jake merasa terikat dengan Lilia. Ia tidak ingin kehilangan Lilia apalagi selamanya.
Lilia, aku datang.
__ADS_1
Jake berjalan sambil melihat suasana kuil yang sepi. Ia menaiki anak tangga untuk sampai ke halaman depan kuil. Ia lihat sekeliling, berharap kenangan indah itu teringat lagi di benaknya. Jake merindukan masa-masa bersama Lilia.
Dulu kau ada di sini. Menari untukku. Tersenyum, berdoa dan berharap di sampingku. Tapi kini kau tidak ada, Lilia. Sebegitu mudah kah kau melupakanku?
Jake berdiri di depan pintu kuil. Ia rasakan keadaan sekitar yang sangat sunyi dan hening. Hanya ada suara angin yang berbisik lembut di telinganya. Seolah mengatakan jika apa yang diinginkannya tidak ada di sini. Jake kemudian duduk di terasnya. Ia menarik napas dalam untuk meredakan suasana hatinya. Ia merindukan Lilia.
"Tuan, lihat di sana!"
"Habis ini kau harus bergantian menuruti kemauanku," kata Jake kepada Lilia.
Lilia mengangkat kepala dari bahunya. Mereka pun bertatapan dengan sangat dekat. "Mau ke mana?" tanya Lilia sambil terus menggandeng tangan Jake.
"Ikut saja. Jangan banyak bertanya." Jake tetap bersikap dingin kepada Lilia.
__ADS_1
Lilia pun hanya bisa mengangguk lalu kembali menyandarkan kepalanya di bahu Jake. Wanita itu seperti tidak peduli apa yang Jake pikirkan tentangnya. Jake pun merasa Lilia adalah wanita yang selama ini dicarinya. Lilia penurut dan juga imut saat bermanja. Sisi lain Jake mengatakan hal seperti itu tentang Lilia.
.........
Walaupun masih berstatus sebagai suami orang, Jake tampak tidak keberatan dengan sikap manja Lilia waktu itu. Ia biarkan waktu menjawab semuanya. Tentang kepada siapa ia akan jatuh cinta nantinya. Jake bukanlah pria yang ingin mengambil pusing sesuatu. Ia hanya mengikuti alur cerita yang diberikan Tuhan padanya. Dan entah mengapa, malam itu ia merasakan sesuatu yang berbeda dari sebelum-sebelumnya. Getaran di dalam hatinya mulai terasa saat bersama Lilia.
Lilia ... tunggu aku.
.........
...Jake Thompson...
__ADS_1