
Di waktu yang bersamaan...
Jake berada di showroom mobil. Ia baru saja datang dan ingin memilih-milih mobil. Ia datang bersama supirnya. Pagi ini ia ingin memanjakan diri sebelum beraktivitas kembali.
Jake melihat-lihat mobil keluaran terbaru yang baru saja diimpor dari luar negeri. Ia pun menanyakan spesifikasi keunggulan mobil tersebut kepada pemilik showroom. Tentu saja pemilik showroom begitu antusias menanggapi Jake. Karena ia tahu Jake pasti akan membeli mobilnya. Namun, tak lama kemudian ponsel Jake berdering. Ia pun mengangkat telepon itu di tengah perbincangannya bersama sang pemilik showroom.
"Halo?" Ia mengangkat telepon tersebut. "Apa?!" Ia pun terkejut mendengar apa yang dituturkan dari seberang teleponnya. "Baik. Aku segera ke sana." Jake pun memutuskan sambungan teleponnya.
"Bagaimana, Tuan?" tanya pemilik showroom setelah melihat Jake tertarik dengan salah satu mobil keluaran terbaru.
"Nanti aku ke sini lagi. Aku ada urusan." Jake pun lekas pergi.
Pemilik showroom tampak menghela napas panjang kala Jake tidak langsung membeli mobilnya. Ia juga tidak bisa berbuat apa-apa karena memaksakan kehendak kepada Jake hanya akan mencari masalah. Pemilik showroom itu akhirnya melepaskan kepergian Jake dari showroom mobilnya.
__ADS_1
Jake menerima telepon dari seseorang yang membuatnya harus segera pergi dari showroom mobil. Padahal ia ingin memanjakan diri sebelum beraktivitas kembali. Namun sayang, sesuatu terjadi dan membuatnya harus segera pergi. Jake pun meminta supirnya untuk lekas melaju.
"Cepat ke rumah sakit!" pinta Jake kepada supirnya.
"Baik, Tuan."
Sang supir bak sudah tahu harus pergi ke mana. Mobil itupun keluar dari halaman parkiran. Mereka menuju ke rumah sakit yang dituju.
"Mungkin aku bisa menjual mobilku dengan harga tinggi."
"Aku harus mendapatkan harga yang lebih tinggi."
Lilia pun memarkirkan mobilnya. Ia akan melakukan transaksi jual-beli hari ini.
__ADS_1
Setengah jam kemudian...
Lilia akhirnya mendapatkan harga jual yang lebih tinggi. Mobilnya berhasil terjual dengan harga dua ratus lima puluh juta. Lilia pun merasa senang karena mobilnya terjual dengan harga yang pantas. Ia lantas memesan taksi sambil membawa tas dan kopernya. Lilia berniat menemui Angelina sebelum keberangkatannya.
Aku punya tabungan lima ratus juta dari perhiasan dan mobil yang terjual. Aku harus bisa memanfaatkan uang ini sebaik mungkin. Aku harus berdikari dengan modal yang kumiliki.
Lilia berhasil mendapatkan modal untuk kehidupan selanjutnya.
Selamat tinggal, Dear. Semoga setelah kepergianku kau akan menyadari betapa sakitnya rasa kehilangan.
Ia pun menarik napas panjang sebelum menuju ke restoran Angela.
Berhari-hari Lilia dibuat menunggu menjadikannya memutuskan untuk pergi ke luar negeri. Ia merasa Alexander tidak seserius sebelumnya. Namun, Lilia juga menyadari jika sebenarnya ia terhalang restu ibu Alexander sendiri. Lilia tidak ingin menyalahkan Alexander sepenuhnya. Ia cukup tahu diri mengenai hal yang terjadi.
__ADS_1
Di sisi lain Jake masih disibukkan dengan berbagai urusannya. Saat ini ia tengah berada di rumah sakit setelah Jinny meneleponnya. Ternyata Petrus jatuh di kamar mandi dan tidak sadarkan diri. Jinny pun segera membawanya ke rumah sakit dan mengabarkan Jake. Alhasil, Jake kini sedang menunggu hasil diagnosa dokter atas penyakit yang diderita Petrus.