PENYESALAN TERDALAM CEO AROGAN

PENYESALAN TERDALAM CEO AROGAN
Heart Beating


__ADS_3

Sementara itu...


Lilia baru saja menutup tokonya. Ia pun duduk sendiri di meja kasir, menghitung laba hari ini. Namun ternyata, hasilnya belum memuaskan. Padahal ia sudah menggunakan jasa periklanan.


"Ya Tuhan, kalau hasilnya seperti ini, untuk makan pun tidak cukup."


Lilia mengeluh. Merasa merintis usaha lebih menyakitkan dari patah hati. Lilia harus berpikir bagaimana dapat mengembalikan modalnya. Belum lagi jika ingin menambah karyawan. Lilia harus memutar otaknya. Namun, bukan Lilia jika menyerah begitu saja. Ia tetap bersyukur di tengah duka yang melanda hatinya.


Hari pertama Lilia datang ke Malaysia, ia segera mencari penginapan beserta akomodasinya. Sedang hari ke dua, Lilia mulai melihat-lihat peluang usaha. Hari ke tiga, ia memulai bisnis dengan mengambil beberapa kue dari produsen. Sedang hari keempatnya, ia langsung membuka tokonya. Dan kini hari ke lima ia membuka usaha.


Merintis usaha memang tidaklah mudah. Apalagi jika tanpa bantuan orang yang berkuasa. Lilia pun mencoba berdikari dengan jalan yang lebih baik lagi. Ia ingin menggapai masa depan. Dan karena usahanya inilah ia bisa dengan cepat melupakan apa yang terjadi. Lilia fokus menjalankan bisnisnya.


"Ya sudahlah. Masih ada esok hari. Semoga saja akan lebih banyak pengunjung ke tokoku."

__ADS_1


Lantas Lilia segera merapikan modal kasirnya dan juga menyimpan keuntungan hari ini. Ia lekas-lekas membersihkan area penjualan dengan menyapunya. Lilia pun mengerjakannya sendiri. Tanpa terasa waktu sudah memasuki petang. Lilia pun akhirnya menyelesaikan pekerjaannya hari ini.


Saatnya pulang dan beristirahat.


Lilia mengambil tasnya. Ia keluar dari toko dengan tanpa lupa mematikan lampunya. Ia pun membiarkan lampu teras tokonya tetap hidup. Ia keluar dari toko dengan wajah penuh semangat. Ia akan terus berjuang untuk hidup dan masa depannya. Ia adalah Lilia Hana.


Lilia ....


Kau tidak banyak berubah, Babe. Aku merindukanmu.


Ialah Jake Thompson yang baru saja tiba di Malaysia dan langsung menuju ke tempat di mana Lilia berada. Jake melihat sendiri betapa tegar wanita itu setelah apa yang dialaminya. Jake pun tersenyum di balik kaca jendela mobilnya. Hingga akhirnya Lilia memakai jaket dan helmnya. Lilia menaiki skuter matiknya.


"Ikuti motor itu," pinta Jake kepada supirnya.

__ADS_1


Tentu saja Jake masih ingin memandangi Lilia. Walaupun secara tidak langsung, ia sudah merasa bahagia karena bisa melihat Lilia dari jauh. Hatinya kembali hidup setelah lama tak bernyawa. Betapa sosok yang menyebalkan itu begitu dirindukannya. Jake pun terus mengikuti Lilia.


Jake diam-diam membuat tim khusus untuk melindungi Lilia dari serangan Lea. Jake juga meminta timnya untuk selalu berjaga ke manapun Lilia pergi. Hingga akhirnya Jake dengan mudah menemukan Lilia di sini. Tapi Jake tidak ingin segera menemuinya. Ia tahu jika Lilia lelah.


Jake ingin Lilia mengistirahatkan tubuh dan pikirannya lebih dulu. Dan jika waktunya sudah tepat, Jake akan segera menemuinya.


Lantas Jake pun terus mengikuti ke mana skuter matik itu melaju. Jake ingin tahu di mana tempat tinggal Lilia sekarang. Ia tidak ingin sampai kehilangan jejak lagi.


.........


...Jake Thompson...


__ADS_1


__ADS_2