PENYESALAN TERDALAM CEO AROGAN

PENYESALAN TERDALAM CEO AROGAN
Male Fox


__ADS_3

Bukan tanpa alasan Lea mengadakan sidang perceraian terbuka untuk rumah tangganya. Itu karena ia ingin mencari simpatisan publik tentang rumah tangganya yang gagal. Di mana ia menyudutkan Jake sebagai pihak yang bersalah. Tanpa berpikir jika ia sendiri adalah biang masalahnya. Ambisinya terhadap harta begitu membutakannya.


Di lain pihak Jake menginginkan sidang perceraian ini bisa cepat selesai. Setelah menyandang status duda, tentunya ia akan lebih mudah untuk membuat Lilia kembali ke pelukannya. Bagaimana pun Jake tidak ingin Lilia menjadi bulan-bulanan media massa karena ulahnya. Alhasil Jake pun melancarkan aksinya.


Saling menyerang, saling bertahan hanya karena harta dan kepuasan semata. Lalu sebenarnya apa fungsi dari cinta? Sebegitu menggelapkannya kah harta dunia hingga membuat orang menghalalkan segala cara?


Malam harinya...


Di sebuah hotel mewah, tampak Lea sedang duduk berbincang bersama Andrian di pelataran teras kolam renang. Keduanya membicarakan apa yang terjadi tadi pagi. Tentang sidang perdana perceraian Lea dan suaminya, Jake Thompson. Andrian pun mendengarkan dengan antusias sekali.


"Jadi dia tidak membawa seorang pengacara?" tanya Andrian kepada Lea.

__ADS_1


"Tidak. Dia tidak membawa pengacara. Dia seperti ingin meremehkan sidang ini." Lea meneguk anggur miliknya.


Andrian berpikir keras. Ia berusaha mencari tahu ada maksud apa dibalik Jake tidak membawa pengacaranya di sidang perdana perceraian. Ia pun menduga-duganya.


"Mungkin dia ingin dianggap sebagai pihak korban." Andrian menduga.


Lea meletakkan gelas anggurnya. "Aku tidak tahu. Yang jelas dia sudah menyerang kita duluan. Jika dibiarkan bisa-bisa malah hartaku yang terkuras karena gugatan perceraiannya." Lea khawatir Jake membalikkan keadaan.


"Belum. Besok mereka akan melakukan pengecekan di rute penerbangan ibu kota. Semoga saja dapat menemukan di mana keberadaan wanita sialan itu. Aku sudah tidak sabar ingin mencacak tubuhnya." Lea geram sekali.


Andrian menenangkan Lea. "Jangan bertindak macam-macam. Kita harus melalui beberapa tahap persidangan. Bersabarlah. Jangan sampai tindakan yang kau lakukan dimanfaatkan oleh Jake untuk memenangkan sidang perceraian." Andrian merasa khawatir.

__ADS_1


Lea menyilangkan kedua tangannya di dada. "Dua puluh lima persen saham yang dimiliki Petrus diberikan kepada Jake jika mau menikahiku. Itu berarti aku memiliki saham juga di sana. Aku tidak mengerti bagaimana pikiran pria tua itu. Kenapa dia tidak memberikannya langsung kepadaku?" Lea tak habis pikir.


Seketika Andrian terkejut mendengarnya. "Jadi kau sudah tahu isi perjanjian Jake dengan tuan Petrus?" tanya Andrian menyelidik.


Lea menggelengkan kepalanya. "Aku hanya sempat membacanya. Tapi waktu itu terburu-buru. Pria tua itu ternyata tidak sembarang menyimpan dokumen. Aku harus berusaha keras untuk menemukannya. Dan saat berhasil kutemukan, waktuku tak sempat untuk membaca semuanya. Dia terburu datang dan memergokiku." Lea merasa kesal sendiri.


"Jadi kau tidak tahu isi lain dari perjanjian itu?" Andrian begitu ingin tahu.


Lea menggelengkan kepalanya. "Aku tidak tahu pastinya. Tapi kudengar dua puluh lima persen saham yang lainnya akan diberikan kepada seseorang. Entah siapa." Lea menuturkan lagi.


Andrian mengangguk. Tentu saja kabar ini merupakan kabar baik untuknya.

__ADS_1


Jika aku bisa menikahi Lea, berarti dua puluh lima persen saham itu akan jatuh kepadaku. Aku tidak perlu bekerja keras lagi. Bahkan aku juga bisa menyaingi Jake di kantor. Tapi ... di sisi Petrus masih ada Jake. Aku harus menyingkirkannya lebih dulu.


__ADS_2