
Lilia menutup mulutnya. "Dear, ini?!" Ia tak percaya dengan sesuatu yang dilihatnya.
"Lilia, aku telah mengikatmu di depan ibu dan tetangga dekatku. Malam ini aku akan mengikatmu secara pribadi. Aku akan menikahimu, Lilia. Maka terimalah pemberianku," katanya yang membuat jantung Lilia berdebar kencang seketika.
Dear ....
Lilia tidak tahu harus bagaimana. Rasanya hal ini seperti mimpi saja baginya. Sebuah cincin bermata berlian Alexander berikan padanya. Lilia pun merasa bahagia sekali. Cincin yang ia inginkan sejak dulu akhirnya bisa didapatkan.
"Aku akan menyelesaikan pekerjaanku di sini selama satu bulan. Setelah itu kita kembali ke desa untuk meminta restu ibu. Kita akan menggelar pesta pernikahan di sana. Kau tidak keberatan, bukan?" tanya Alexander yang membuat Lilia tak berdaya menjawabnya.
Alexander meraih tangan Lilia, mengecupnya dengan mesra. Ia mengusapnya dengan sepenuh hati. "Aku serius padamu, Lilia. Terimalah kesungguhanku," katanya yang membuat Lilia semakin sulit untuk bicara.
__ADS_1
Lilia merasa bingung. Ia tidak tahu bagaimana cara untuk mengungkapkan kebahagiaannya. Ia amat gembira menerima cincin pemberian dari Alexander. Yang mana cincin itu akan digunakan untuk prosesi pernikahannya nanti. Lilia sungguh senang sekali.
"Dear, kau yakin? Aku ... bukanlah wanita yang sebaik kau kira. Apa kau tidak takut ataupun malu menikahiku?" Lilia masih tak percaya dengan apa yang diucapkan Alexander. Jika pria itu akan menikahi dirinya secepatnya.
Alexander tersenyum. "Honey, yang sudah berlalu biarlah berlalu. Aku menerimamu, masa lalumu dan segala apa yang telah terjadi. Hiduplah bersamaku di masa depan. Aku mencintaimu," katanya yang membuat Lilia mulai terisak dengan tangis bahagianya.
Akhirnya setelah perjalanan panjang yang ia lalui, Lilia mendapatkan kebahagiaannya. Sebuah cincin yang akan mengikat seumur hidupnya telah diterimanya. Tinggal menunggu harinya saja, keduanya akan melangsungkan pernikahan. Dan Lilia amat menantikannya.
Alexander pun segera mengambilkan tisu untuknya. Ia mengusap air mata yang jatuh itu dari jarak yang dekat sekali. Lilia pun menghambur ke pelukannya tanpa malu lagi. Ia merasa sangat bahagia malam ini.
"Sudah, jangan menangis, Putri. Aku ada untukmu." Alexander mengatakannya lagi.
__ADS_1
Lilia mengangguk. Ia bahagia malam ini. Tentu saja dengan senang hati Lilia akan menerima lamaran dari Alexander. Hal inilah yang ia nantikan sejak dulu. Walaupun bukan bersama Jake, Lilia sudah sangat bahagia. Ia merasa tidak perlu cinta pertamanya yang menikahinya. Karena Lilia sudah bahagia bersama Alexander sekarang.
Dua jam kemudian...
I found a love, for me...
Oh Darling, just dive right in and follow my lead...
Untaian syair dari sebuah lagu cinta milik Ed Sheeran menjadi saksi atas langkah kaki Lilia dan Alexander yang serasi. Bagaimana tidak, Perfect mengiringi dansa mereka malam ini. Dansa yang begitu syahdu dengan lilin-lilin merah yang mewarnai. Lampu dimatikan dan hanya cahaya lilin yang menerangi.
Alexander melingkarkan kedua tangannya di pinggang Lilia. Sedang Lilia melingkarkan kedua tangannya di leher Alexander. Keduanya tampak begitu dekat sekali. Hanya berjarak dua jengkal saja wajah mereka dapat bertemu. Langkah kakinya pun seolah ikut menikmati untaian syair lagu ini.
__ADS_1