
Satu jam kemudian...
Cuaca panas menyambut kedatangan sepasang insan yang sedang dimabuk cinta. Taman seribu bunga Kota Dubai pun menjadi saksi kemesraan mereka. Bagaimana wanita berblus putih itu menggandeng mesra seorang pria. Ialah Lilia yang mengandeng mesra tangan prianya. Alexander, seorang pria yang telah melamarnya semalam.
Lilia mengenakan pakaian santai nan kasual hari ini. Sama seperti Alexander yang mengenakan kaus oblong dan celana chinonya. Sedangkan Lilia mengenakan blus putih dan celana pensil biru. Keduanya sama-sama mengenakan sepatu kets yang berwarna putih. Mereka tampak serasi hari ini.
Semalam Alexander melamar Lilia tanpa peduli terhadap apa yang terjadi nanti. Pelan tapi pasti, wanita yang dikejarnya itu didapatkan hatinya. Dan kini Lilia bak perangko yang selalu menempel kepadanya. Ke mana-mana ingin berdua dan selalu bersama.
Akhirnya sampai juga.
Saat ini waktu sudah menunjukkan pukul sembilan pagi untuk Dubai dan sekitarnya. Keduanya pun membayar karcis lalu segera masuk ke taman yang amat luas dan indah. Taman itu dipenuhi oleh bunga-bunga beraneka warna. Bak hati keduanya yang sedang bermekaran seribu bunga. Lilia pun melihat keadaan di sekelilingnya.
"Ini adalah taman bunga Dubai, Lilia. Di sini banyak sekali bunga yang dibentuk sedemikian rupa. Nanti kita foto-foto ya," kata Alexander seraya memegang tangan Lilia.
Indah sekali. Aku baru tahu ada tempat seperti ini. Andai dari dulu ke sini. Bermesraan di sini, berciuman. Dan, dan...
__ADS_1
Wanita yang telah dilamar Alexander itu tampak bersemangat menjalani liburannya. Angannya pun melayang tinggi, ingin seperti drama romansa yang manis. Di mana pemeran utama bisa berciuman di taman bunga. Lilia pun tampak tersenyum-senyum sendiri membayangkannya.
Lilia takjub melihat taman bunga ini. Benar ternyata apa yang dikatakan Alexander padanya. Baru saja masuk, bunga berbentuk hati sudah menyambut kedatangan mereka. Sejenak mereka berhenti lalu berfoto bersama. Saat itu juga Lilia mencium pipi Alexander. Lilia mencium Alexander saat berfoto selfie bersama.
Lilia?!
Tentu saja hal itu membuat Alexander terkejut. Lilia bak memberikan kode padanya. Namun, Alexander menyadari jika tengah berada di keramaian. Apalagi ini adalah hari minggu yang banyak pengunjungnya. Alexander pun hanya bisa mengusap kepala Lilia.
Aku mengerti maksudmu, Honey. Terima kasih.
"Lilia, berdirilah di sana. Aku akan memotretmu." Alexander meminta Lilia berdiri di tengah-tengah bunga berbentuk hati.
Lilia dengan semringah menanggapi. "Bagaimana posenya?" tanyanya tanpa ragu.
"Bergayalah sesukamu. Ayo! Satu ... dua ...."
__ADS_1
Alexander bak fotografer pribadi. Ia memotret Lilia seperti tahu kesukaan wanita yang suka selfie. Lilia pun tak tahu harus berkata apa. Ia hanya bisa memberikan pose terbaik untuk Alexander. Lilia berharap Alexander tidak pernah melupakan momen bersamanya.
.........
...Lilia...
.........
Dua jam kemudian...
"Hah ... lelahnya."
Setelah berjalan-jalan mengelilingi taman seribu bunga Kota Dubai, akhirnya Lilia merasa kelelahan. Wanita cantik bertubuh sintal itu akhirnya mengajak Alexander untuk beristirahat sebentar. Alexander pun menunjuk kursi kayu yang ada di sana. Mereka kemudian berjalan bersama menuju kursi kayunya. Dengan Lilia yang bergelayut manja di belakang prianya.
__ADS_1