PENYESALAN TERDALAM CEO AROGAN

PENYESALAN TERDALAM CEO AROGAN
I Tell You


__ADS_3

"Aku ingin menceritakan sebuah kisah padamu." Pria tua itu memulai pembicaraannya. Ia tampak melepas kaca matanya.


"Silakan, Tuan. Saya akan mendengarkannya." Jinny pun bersedia.


Jinny tampak santun dan juga hormat kepada pria tua itu. Tidak seperti istri kepada suaminya, melainkan seperti pelayan kepada tuannya.


Pria tua itu menghela napas dalam-dalam. Ia mengembuskannya perlahan seperti sedang meringankan beban pikiran. "Dua tahun terakhir ini aku merasa kurang nyaman. Bukan karena kehadiranmu di rumah ini. Tapi karena perjanjian yang telah aku sepakati." Pria tua itu menceritakan.


"Maksud Tuan?" tanya Jinny berhati-hati.


Pria tua itu meletakkan foto yang dipegangnya. Jinny pun melihat foto tersebut.


"Apakah kau merasa terkekang dengan perjanjianmu bersama Jake?" tanya pria tua itu yang sontak membuat Jinny terkejut.

__ADS_1


"Tu-tuan ...?!"


Pria tua itu adalah Petrus, ayah dari Lea, mertua dari Jake Thompson. Ia adalah seorang pengusaha kaya yang memiliki 25% saham di GOC. Ia juga mempunyai perkebunan kelapa sawit beribu-ribu hektar luasnya. Namun sayangnya, ia hanya hidup seorang diri. Tidak mempunyai anak ataupun istri. Hanya Jinny lah yang berada di sisinya.


"Aku merasa kurang nyaman dengan hubungan yang hanya sebatas perjanjian ini. Tapi aku juga tidak mungkin benar-benar menikahimu secara resmi. Aku sudah lanjut usia. Tidak pantas bersanding dengan wanita yang baru beranjak dewasa. Aku cukup tahu diri akan hal itu," cetus pria tua itu lagi.


Jinny menelan ludahnya. "Lalu ... lalu apa yang akan Tuan lakukan?" tanya Jinny ragu.


Pria tua itu mengembuskan napasnya. "Aku ingin membebaskanmu dari perjanjian ini. Tapi aku masih punya perjanjian lain yang harus kupenuhi. Menurutmu, bagaimana jika membatalkan dua perjanjian sekaligus?" tanya Petrus kepada Jinny.


"Tuan, saya rasa Tuan lebih mengetahuinya." Jinny mengatakan.


Petrus mengangguk dengan raut wajah kecewa. Ia seperti menginginkan Jinny membantunya memberikan jawaban. Tapi Jinny segan untuk memberikan pilihan. Ia masih terlalu muda untuk memutuskan sesuatu.

__ADS_1


Selama dua tahun terakhir ini Petrus tidak pernah sekalipun menyentuh Jinny walau mereka sudah berstatus suami istri. Petrus lebih menghargai Jinny sebagai anak ketimbang istri karena ia cukup tahu diri untuk bersanding dengan wanita cantik itu. Ia hanya sekedar menjalankan perjanjian bersama sang menantu dalam mencapai suatu tujuan. Dan ia juga tidak mungkin membocorkan isi perjanjian tersebut kepada Jinny. Keduanya memegang teguh komitmen yang telah disepakati.


Lain Petrus, lain juga dengan Jinny. Jinny sangat ingin terbebas dari perjanjiannya bersama Jake. Karena selama ini Jinny seringkali mendapat tekanan dari anggota keluarga besar. Terutama Lea yang seringkali mengancamnya. Bahkan Lea tidak segan untuk berlaku kasar padanya. Membuat Jinny tidak betah tinggal di lingkungan rumah tersebut. Dan mungkin jika Petrus tidak ada di sana, ia sudah melarikan diri.


Ada sebuah rahasia di antara para konglomerat yang harus selalu dijaga. Ada juga kebutuhan manusiawi yang harus dipenuhi di antara kesibukan dunia. Namun, sejatinya manusia hanya akan berpaut pada satu hati. Entah bagaimana situasi dan keadaannya. Begitu juga dengan Petrus ataupun Jinny. Mereka sama-sama mempunyai orang yang dicintai.


Lantas apakah Jinny bisa mendapat kebebasan setelah Petrus memberinya lampu hijau akan pembatalan perjanjian? Lalu apakah pembatalan perjanjian itu akan membuat Jake menderita kerugian?


.........


...Jinny...


__ADS_1


...Petrus...



__ADS_2