
Jake, kau tidak akan menang dariku!
Lea pun memasang mimik sedih agar para hakim dan jaksa mengasihaninya. Lea merasa yakin akan memenangkan sidang setelah semua gugatan itu diajukannya. Sedang Jake tampak mengambil napas panjang.
"Terima kasih telah memberi kesempatan saya untuk bicara, Tuan Hakim." Jake mulai bicara. "Apa sudah selesai semua gugatannya?"
Jake menoleh ke arah Lea dan pengacaranya di sana. Saat itu juga baik Lea maupun pengacaranya mengalihkan pandangan. Mereka tidak ingin melihat sorot mata Jake yang tajam. Bak pedang yang siap menghunus korban. Mereka mengabaikan tatapan Jake tersebut.
"Tuan Hakim." Jake pun beralih kepada hakim pengadilan. "Sepertinya ada sesuatu yang terlupa dari nona Lea tentang persidangan hari ini." Jake memaparkan.
__ADS_1
Sontak para hadirin yang menjadi saksi sidang saling pandang satu sama lain. Begitu juga dengan Lea yang duduk diam di sana. Ia cepat-cepat mengingat sesuatu apa yang terlupakannya.
"Silakan, Saudara Jake. Katakan apa yang ingin Anda katakan agar pengadilan tidak terlihat berat sebelah." Hakim ketua meminta Jake mengatakan apa yang ingin dikatakannya.
Jake mengangguk. "Terima kasih, Tuan Hakim." Ia kembali melirik tajam ke arah Lea dan pengacaranya. "Saya rasa sidang seperti ini sama saja dengan menjatuhkan nama baik keluarga. Saya tidak akan menjawab apapun gugatan yang diajukan jika sidang terbuka. Saya ingin persidangan tertutup tanpa awak media. Apakah Tuan Hakim bisa mewujudkannya?" tanya Jake dengan lugasnya.
Para hakim saling berpandangan satu sama lain. Permintaan Jake itu tentu saja membuat mereka berpikir ulang mengenai sidang perceraian ini.
Jake tersenyum tipis. "Itu tidak menjadi masalah, Tuan Hakim. Saya yang akan menanggung semua biayanya. Karena bagi saya harga diri itu lebih berharga dari harta benda," kata Jake lalu menoleh ke arah Lea kembali.
__ADS_1
Sontak hadirin sidang saling berbisik-bisik. Mereka semakin penasaran dengan apa yang terjadi di rumah tangga orang terkemuka tersebut. Tentunya hakim pun memaklumi keinginan Jake. Mereka tahu siapa Jake yang sebenarnya.
"Persidangan akan dibuka satu minggu lagi. Kepada pihak penggugat dimohon untuk menunggu. Dan kepada pihak tergugat silakan konfirmasi kesediaan penanggungan sidang cerai. Sidang ditutup."
Hakim ketua memutuskan untuk mengabulkan permintaan Jake. Sidang akhirnya akan dilaksanakan secara tertutup minggu depan. Yang mana hal itu membuat Jake bersalaman dengan para hakim. Ia merasa senang karena permohonannya dikabulkan. Sedang Lea tampak menahan amarah di ujung sana.
Persidangan hari ini harus tertunda. Sial! Bisa-bisanya dia menggunakan kekuasaannya untuk menunda sidang ini!
Lea tampak kesal. Sidang pun akhirnya ditutup. Para hadirin juga mulai keluar dari ruang persidangan. Jake pun ikut keluar dari pintu yang lain. Lara mengikutinya dari belakang. Begitu juga dengan Lea dan pengacaranya. Keduanya kemudian berpapasan setelah di luar. Jake pun tersenyum tipis kepada wanita berambut pirang tersebut. Ia berjalan melewati Lea tanpa basa-basi sedikitpun.
__ADS_1
Lea-lea, kau hanya membuat malu ayahmu.
Jake terus melangkahkan kaki menuju mobil yang diparkirkan di sana. Para awak media pun segera menghadangnya. Namun, para pengawal Jake segera memberi jalan. Jake tidak ingin berkomentar apa-apa. Baginya ini adalah urusan pribadi yang tidak perlu diketahui banyak orang. Jake menjaga nama baik dirinya dan juga ayah Lea.