
...Aurelia...
Aurelia mengangguk takut. "Tahu, Tuan Jake." Tiba-tiba ia diserang kegugupan.
"Bagus." Jake pun merasa senang. "Aku minta padamu untuk melaporkan apa saja yang terjadi di kantor ini. Siapapun tamu yang datang, kau harus tahu apa tujuannya. Kau bisa mengerti permintaanku?" tanya Jake kepada Aurelia.
"Aku mengerti, Tuan Jake." Aurelia menyanggupinya.
Jake beranjak berdiri. "Saat ini Biden mungkin merencanakan sesuatu untuk membayarmu menjadi sekutunya. Tapi kuingatkan padamu. Aku tidak akan segan mengeluarkan peluru pistolku jika ada hal-hal yang mencurigakan. Termasuk kepadamu sekalipun," terang Jake lagi.
Betapa terkejutnya Aurelia menerima kedatangan Jake siang ini. Tapi ia lebih terkejut saat mendengar peringatan keras dari Jake. Jake datang ke Sky Grup tanpa kabar terlebih dahulu. Ia tiba-tiba datang dan langsung masuk ke ruang kerja Aurelia. Untungnya saja wanita seumuran Lilia itu sedang berada di dalam ruang kerjanya. Jika tidak, maka masalah akan menimpanya.
"Ba-baik Tuan. Aku mengerti." Aurelia gugup bukan main.
__ADS_1
Jake mengangguk. "Bagus. Kalau begitu aku tunggu kabar darimu." Jake pun beranjak pergi.
Bukan main berdebar jantung Aurelia melihat kedatangan Jake siang ini. Ia lantas menutupi kegugupannya dengan cepat mengantarkan Jake sampai ke luar ruangan. Tampak para karyawan yang makan siang di kantor melihat keduanya berjalan menuju lift. Hingga akhirnya Jake masuk ke dalam lift dan meninggalkan Aurelia di depan pintu masuknya.
Astaga ... mimpi apa aku semalam? Kenapa tiba-tiba tuan Jake datang?
Debaran keras di jantung Aurelia bukan tanpa alasan. Melainkan karena rasa kaget dan takut yang bercampur menjadi satu. Bagaimana tidak, peringatan dari Jake tentu bukan hanya isapan jempol belaka. Ia merasa dirinya mulai dicurigai. Karena bagaimanapun Aurelia pernah terlibat perseteruan dengan Lilia. Pastinya Jake mengincarnya untuk segera dilenyapkan. Begitulah pikirannya.
Lantas Jake pun menyelesaikan urusan lainnya. Ia bergegas ke parkiran lalu masuk ke dalam mobilnya. Jake akan menemui seseorang hari ini.
Di waktu bersamaan...
"Kudengar Lilia ke Dubai bersama Alexander. Itu berarti dugaanku selama ini salah." Pria paruh baya itu menghidupkan cerutunya.
Wanita glamor itu tampak tak peduli. "Aku tidak peduli dengannya. Sekalipun mati, aku biasa saja," jawab wanita itu dengan sombongnya.
__ADS_1
Pria paruh baya itu tertawa miris sambil menghisap cerutunya. "Apa Petrus sudah tahu permasalahan yang terjadi di antara kalian?" tanya pria itu lagi.
Wanita itu mengembuskan napasnya. "Untuk apa Anda menanyakan hal itu padaku, Tuan Biden? Apa untungnya bagi Anda?" Wanita itu tampak sungkan bercerita.
Pria itu mengembuskan asap cerutunya. Ia tersenyum lalu meneguk tequila yang telah dipesan. "Jake tidak mungkin menceraikanmu karena isi perjanjian itu. Dia yang akan memaksamu untuk meminta cerai, Lea." Pria paruh baya itu memberi tahu.
Pria itu adalah Biden, paman dari Lea. Sedang wanita itu adalah Lea, istri dari Jake Thompson. Hubungan keduanya tampak tidak harmonis layaknya seorang paman kepada keponakan. Lea tampak acuh tak acuh kepada Biden.
"Aku tak peduli. Akan kudapatkan apa yang kumau." Lea mengatakannya dengan penuh keyakinan.
.........
...Lea...
__ADS_1
...Biden...