PENYESALAN TERDALAM CEO AROGAN

PENYESALAN TERDALAM CEO AROGAN
Story About


__ADS_3

Biden menyayangkan sikap Lea. "Jika kita bekerja sama, aku yakin pasti bisa mendapatkan apa yang kita mau. Jake tentu lebih mudah untuk dijatuhkan." Biden mengiming-imingi Lea dengan keberhasilan.


Lea beranjak berdiri. Ia tampak congkak di hadapan Biden. "Urus saja urusanmu sendiri. Jangan ikut campur urusanku." Lea beranjak meninggalkan Biden.


Biden berdiri. "Apa kau tidak tahu berterima kasih kepada orang yang telah membantumu membuat Lilia masuk ke rumah sakit?" Biden bertanya sebelum Lea pergi.


Lea berhenti melangkahkan kaki. Ia kemudian berbalik menghadap Biden. "Aku tahu rahasiamu, Tuan Biden. Dan aku tahu tujuanmu mengajak ku bekerja sama. Tapi aku juga tahu jika bukanlah anak kandung dari Petrus. Jadi, jika kau ingin aku berterima kasih, maka aku akan berterima kasih. Tapi tidak lebih dari itu. Permisi." Lea benar-benar tidak menghiraukan Biden.


Lea pergi begitu saja untuk menghindari kerja sama yang ditawarkan oleh Biden. Ia tahu bagaimana Biden yang sesungguhnya sehingga tidak mau berurusan lagi dengan pria paruh baya tersebut. Cukup sekali ia menyanggupinya.

__ADS_1


Lea harus membayar mahal pertolongan Biden dengan tetap menjaga rahasianya. Sebuah rahasia yang tidak boleh terbongkar apalagi sampai diketahui oleh orang lain. Lantas rahasia apa yang sebenarnya Biden miliki? Apakah sebegitu penting bagi kelangsungan hidup keluarga besar?


Dia memang wanita yang tidak tahu diuntung. Sayangnya aku tidak sampai menghabisinya.


Biden pun beranjak pergi meninggalkan teras atap kafe itu. Ia menuruni anak tangga lalu segera menuju parkiran kafe. Dari kejauhan ia pun melihat Lea dijemput oleh seseorang yang dikenalnya, Andrian, GM perusahaan Jake Thompson. Biden pun melihat keduanya melaju sampai hilang dari pandangan mata. Tak berapa lama ia pun menelepon orang-orangnya.


Malam harinya, di rumah keluarga besar...


Para penjaga terlihat siaga menjaga rumah itu dengan sebaik-baiknya. Beberapa di antara mereka ada yang berada di halaman depan dan pos penjaga. Namun, di dalam rumahnya juga ada. Karena tidak mungkin rumah yang luasnya bak lapangan itu hanya ada pemiliknya. Pastinya membutuhkan pelayan dan banyak penjaga.

__ADS_1


Di sebuah kamar besar, terlihat seorang pria tua sedang duduk sambil memandangi foto seorang bayi di tangannya. Foto itu tampak sudah usang dengan tanggal lahir di belakangnya. Pria tua itu tampak memikirkan bayi di dalam foto tersebut sambil menyandarkan punggung di sofa dekat jendela. Hingga akhirnya ada seseorang yang mengetuk pintu kamarnya.


"Masuk." Ia pun mempersilakan seseorang itu masuk.


"Tuan, aku bawakan teh hangat untukmu." Ternyata yang datang adalah seorang wanita cantik.


"Jinny, kemarilah. Duduk di sini," pinta pria tua tersebut.


Wanita cantik itu adalah Jinny. Ia berstatus sebagai istri siri dari pria tua itu. Namun, jika dilihat dari perbedaan usia, keduanya tampak sangat jauh. Layaknya seorang kakek dan cucunya. Tapi nyatanya hal itu tidak berlaku bagi mereka. Mereka adalah suami istri yang sah walaupun tidak secara negara.

__ADS_1


Jinny mengangguk. Ia lalu duduk di dekat pria tua tersebut.


__ADS_2