PENYESALAN TERDALAM CEO AROGAN

PENYESALAN TERDALAM CEO AROGAN
Give Me Freedom


__ADS_3

Pertemuan sore ini akhirnya menjadi boomerang bagi Biden. Biden datang bukan tanpa alasan. Melainkan ia ingin memancing respon Jake tentang Lilia. Tapi nyatanya, Jake santai saja seperti tidak ada beban. Padahal berita di majalah bisnis waktu itu telah menguatkan jika Jake memang mempunyai hubungan khusus dengan Lilia. Namun nyatanya, sore ini Jake mematahkannya. Biden pun harus berpikir ulang mengenai kebenaran hubungan keduanya. Ia mulai ragu dengan berita di majalah bisnis itu.


Niat Biden datang untuk melucuti mental Jake yang tangguh. Karena selama ini Biden berpikir jika Jake memang benar menjalin hubungan dengan Lilia. Tentunya dengan menyinggung keberangkatan Lilia bersama Alexander ke Dubai, akan menjatuhkan mental Jake. Namun nyatanya, Jake bersikap biasa saja terhadap kabar yang diberikannya. Sehingga akhirnya ia mengalihkan pembicaraan ke bisnis yang sedang Jake jalani. Namun, lagi-lagi Jake mampu mematahkan ucapannya dengan kalimat yang menohok perilakunya. Biden kalah sikap dari Jake.


Hari berikutnya, pukul satu siang waktu ibu kota dan sekitarnya...


Cuaca panas menyertai pembicaraan seorang pria di teras atap sebuah kafe yang berada di kawasan timur ibu kota. Pria itu berbicara kepada seorang wanita sambil menikmati angin di tengah cuaca panas yang melanda. Wanita berdres biru itu pun duduk sopan di hadapan sang pria. Sedang pria itu melihat-lihat foto dan video yang diberikan olehnya.


"Jadi Andrian datang menemui Petrus?" tanya pria tersebut kepada wanita berdres biru.


"Ya, Tuan. Dia meminta perlindungan kepada tuan Petrus untuk mempertahankan posisinya di GOC," tukas wanita itu.

__ADS_1


Pria itu terdiam. Jadi dia sudah mencium gerak-gerikku? Pria itu berspekulasi.


Pria itu adalah Jake Thompson yang siang ini bertemu dengan Jinny, model yang dibelinya dari klub ratu. Jake meminta Jinny untuk berada di dekat Petrus, ayah dari Lea dan mengawasi situasi yang terjadi di rumah keluarga besar. Dan ternyata, siang ini ia mendapatkan kabar jika Andrian, General Manager-nya datang ke rumah keluarga besar. Tak lain tak bukan untuk meminta perlindungan.


"Bagaimana tanggapan Lea?" tanya Jake lagi.


Jinny tampak tertunduk. Ia enggan bicara.


Jinny menghela napas. "Dia pernah menghampiriku, Tuan. Dia memintaku untuk pergi dari rumah keluarga besar. Tapi untung saja tuan Petrus segera datang dan menanyakan apa yang terjadi. Saat itu juga dia bersikap baik padaku." Jinny menceritakan.


Jake tersenyum miris. Ia tidak habis pikir dengan sikap Lea yang bermuka dua. Jinny sendiri hanya bisa diam tanpa banyak bicara. Ia seperti memendam kerisauan yang mendalam.

__ADS_1


"Aku menaruh orangku di sana. Mereka akan melindungimu dari Lea. Jangan khawatir." Jake menjanjikan keamanan untuk Jinny.


Jinny menunduk sejenak lalu melihat ke arah Jake lagi. "Tuan, bisakah aku terbebas dari perjanjian ini? Aku sudah banyak mengalami kesulitan selama dua tahun terakhir. Aku ingin membayar lunas utangku." Jinny tampak mulai berlinang air mata. Suaranya serak seperti ingin menangis.


Jinny menjalin perjanjian dengan Jake. Yang mana perjanjian itu membuatnya harus berada di dekat Petrus, di rumah keluarga besar. Bukan tanpa alasan Jake menaruh Jinny di sana, melainkan untuk mengawasi gerak-gerik lawannya. Karena bisa saja bahaya tak terduga datang dari dalam. Apalagi Jake tahu jika Lea bermuka dua. Ia harus antisipasi sebelum hal tak diinginkan terjadi.


Jinny sendiri sudah mulai risau dengan posisinya selama ini. Lea ternyata pernah mengancam dan mengusirnya pergi dari rumah keluarga besar. Tentunya tekanan yang diterima Jinny tidaklah kecil. Ia harus berhadapan dengan Lea yang arogan.


Sorot mata Jinny yang mulai berlinang air itu mata tentu saja membuat Jake teringat dengan Lilia. Di mana Lilia pernah bersikap seperti itu, sama seperti Jinny. Jake pun menelan ludahnya karena bayang-bayang Lilia mulai teringat di benaknya.


"Aku masih membutuhkanmu untuk berada di dekat Petrus." Jake menolaknya.

__ADS_1


"Aku bisa melunasi utangku, Tuan. Aku sudah mempunyai uang," kata Jinny lagi yang amat mengharapkan kebebasan.


__ADS_2